Islam pada Masa Klasik I

Islam pada Masa Klasik I (570 – 650 M)

BAB I
A, PENDAHULUAN
Arabia merupakan wilayah padang pasir yang terletak di bagian Barat Daya Asia. Ia merupakan padang pasir terluas dan tergersang di dunia. Luas wilayahnya 120.000 mil persegi yang berpenduduk rata-rata 5 jiwa permil persegi. Arabia merupakan wilayah strategis dalam peta dunia zaman kuno, ketika Benua Australia dan Amerika belum di kenal orang, karena letaknya berada pada posisi pertemuan ketiga benua Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah bagian utara berbatasan dengan lembah Gurun Syiria, sebelat timur berbatasan dengan dataran tinggi Persia, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Laut Merah. Karena dikelilingi laut pada ketiga sisinya maka wilayah ini dikenal sebagai “ Jazirah Arabia “ .
Wilayah Arabia terbagi menjadi beberapa provinsi, seperti provinsi Hijaz, Nejd, Yaman, dan Hadramaut. Semua Provinsi tersebut menempati posisi yang sangat penting dalam lintasan sejarah Islam, Mekkah, Madinah dan Thaif merupakan tiga kota besar di Provinsi Hijaz. Bagian utara Arabia merupakan wilayah tandus. Sepertiga lebih dari wilayah ini merupakan padang pasir. Wilayah padang pasir yang terbesar adalah ad-Dhana yang terletak dipertengahan wilayah utara. Adapun bagian selatan Arabia merupakan wilayah subur yang padat penduduknya. Mata pencahariannya mereka adalah bercocok tanam dan berdagang. Hadramaut dan Yaman merupakan wilayah yang paling subur di Arabia Selatan. Hasil-hasil pertanian merupakan barang-barang pokok yang diperdagangkan di Arabia.
Kajian tentang peradaban “ Periode Kalsik”, peran Arab sangat menonjol karena Islam hadir di sana. Kondisi Arabia menjelang kelahiran Islam secara umum di kenal sebagai “ zaman jahiliyah “ atau zaman kebodohan. Dinamakan demikian kondisi sosial, politik dan keagamaan di sana. Dalam waktu yang cukup lama, masyarakat arab tidak memiliki seorang Nabi, kitab suci, idiologi agama dan tokoh besar yang membimbing mereka. Mereka tidak memiliki sistem pemerintahan yang ideal dan tidak mengindahkan nilai moral. Pada saat itu tingkat keberagaman mereka tidak jauh dengan masyarakat primitif.
Jazirah Arabia sebgaimana terlihat dalam gambar di bawa ini !

Wilayah padang pasir yang terbesar adalah ad-Dhana yang terletak dipertengahan wilayah utara. Adapun bagian selatan Arabia merupakan wilayah subur yang padat penduduknya. Mata pencahariannya mereka adalah bercocok tanam dan berdagang. Hadramaut dan Yaman merupakan wilayah yang paling subur di Arabia Selatan. Hasil-hasil pertanian merupakan barang-barang pokok yang diperdagangkan di Arabia.
Kajian tentang peradaban “ Periode Kalsik”, peran Arab sangat menonjol karena Islam hadir di sana. Kondisi Arabia menjelang kelahiran Islam secara umum di kenal sebagai “ zaman jahiliyah “ atau zaman kebodohan. Dinamakan demikian kondisi sosial, politik dan keagamaan di sana. Dalam waktu yang cukup lama, masyarakat arab tidak memiliki seorang Nabi, kitab suci, idiologi agama dan tokoh besar yang membimbing mereka. Mereka tidak memiliki sistem pemerintahan yang ideal dan tidak mengindahkan nilai moral. Pada saat itu tingkat keberagaman mereka tidak jauh dengan masyarakat primitif.

BAB II
ISLAM PADA PERIODE 570 – 650 M (PERIODE KLASIK)

A. PERIODE MEKKAH
Keadaan Mekkah di aman Nabi Muhammad SAW. sebagaimana dalam gambar di bawah ini !

A. Kehidupan Nabi Muhammad
Quraisy adalah suku terhormat dari keturunan Ismailiyah. Salah satu keturunan Nabi Ismail terdapat seorang yang berkuasa namanya Fihr yang nama lainya adalah Quraisy. Pada abad kelima masehi, salah seorang keturunan Quraisy yang bertempat tinggal di Hijaz menjadi pengauasa Ka’bah.
Abdul Muthalib mempunyai satu orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan. Ketika ia telah berusia 70 tahun datang Raja Abrahah pemimpin umat Kristen Yaman, mereka menyerbu Mekkah dan Ka’bah dengan mengendarai Gajah, satu peristiwa serangan militer yang sangat aneh bagi masyarakat Arab. Peristiwa ini diabadikan dalam sejarah Islam sebagai “Tahun Gajah“ (570 M).
Tiba – tiba tentara Abrahah terkena serangan penyakit menular dan serangan badai padang pasir dan hujan batu mereka hancur tidak tersia. Sebagaiman Firman Allah Swt.
                •          •
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?
3. Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
5. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Sebelum terjadi peristiwa serangan Ka’bah Abdul Muthalib menitipkan putranya Abdullah untuk berlindung dirumah Wahab, kepala suku Bani Zahra. Dirumah inilah Abdullah dinikahkan dengan Aminah.
Hari Senin 12 Rabi’ul Awwal 571 M Aminah melahirkan seorang anak laki-laki oleh kakeknya dinamakan Muhammad oleh ibunya diberi nama Ahmad. Firman Allah QS.As-Shhaf :

                                
6. Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

1. Perkawinan Muhammad dengan Khadijah
Muhammad dalam usia mudanya, namanya telah dikenal seluruh pelosok semenanjung Arabia. Pada suatu saat Khadijah mengundang Muhammad untuk dating ke rumahnya, atas persetujuan pamannya Muhammad datang ke rumah Khadijah, maksud untuk menjalankan perdagangan ke Syiria. Semenjak itulah Khadijah berkeinginan untuk menjadikan suami. Maka maksud Khadijah menikah dengan Muhammad disampaikan kepada Abu Thalib. Atas dasar persetujuan Abu Thalib dilaksanakan pernikahan antara Muhammad dengan Khadijah.
Dari perkawinan Muhammad dengan Khadijah dikarunia beberapa orang anak, namun mereka
meninggal pada usia yang masih kecil kecuali Fathimah. Dari Fathimah inilah diketahui peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah kehidupan Nabi.
Setelah perkawinannya dengan Khadijah , Nabi sering ke Gua Hira.
Gua Hira tempat Nabi Muhammad SAW. menerima wahyu pertama sebagaiman dalam gambar di bawah ini !

                        
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

2. Dakwah Nabi Muhammad Saw.
Setelah Nabi Muhammad menerima risalah kenabian pada usia 40 tahun, mulailah Nabi Muhammad mendakwahkan risalah Islam ditengah-tengah ketersesatan masyarakat Mekkah. Ajaran pokok adalah keyakinan kepada Allah Swt. (tauhid). Mereka yang pertama kali menerima ajakan dan seruan Nabi adalah isterinya, khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar As-Shiddiq, Usman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Zaid bin Haritsah, Zubair bin Awwam, Thalah bin Ubaidillah. Pengikut Nabi semakin bertambah jumlah hanya dalam kurun waktu 3-4 tahun masa dakwah Nabi sebanyak 40 orang yang beriman.
Musyrik Quraisy menyadari kemajuan dakwah Nabi mulailah mereka bertindak kejam menyakiti Nabi dan pengikutnya
“ Perlawanan pemuka-pemuka masyarakat Quraisy Mekkah tidak semata-mata penolakannya terhadap ajaran tauhid Islam yang dibawa Nabi Muhammad, tetapi justru dikarenakan ajaran Islam itu menghendaki perombakan sosial dan politik yang mengancam mereka”
Mereka dengan kejam menyiksa pengikut Muhammad, kaum budak fakir miskin dan rakyat bawahan, mereka adalah orang-orang paling berat menderita siksaan. Di atas pasir panas dan di bawah terik Matahari yang membakar. Setiap suku diminta menghukum dan menyiksa anggota keluarganya yang masuk Islam hingga merek murtad kembali . Orang-orang yang tidak mempunyai pelindung yang disegani mendapat tindakan yang lebih keras. Secara keseluruhan sejak saat itu umat Islam mendapat siksaan yang amat pedih dari kaum Quraisy Mekkah.
Berbagai usaha yang dilakukan oleh kafir Quraisy, semakin kejam mereka memperlakukan umat Islam , semakain bertambah yang memeluk Islam. Bahkan ditengah meningkatnya kekejaman itu dua orang kuat kaum Quraisy masuk Islam yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab. Dengan masuk Islamnya dua orang yang dijuluki “ Singa Arab” itu semakin kuat posisi umat Islam dan dakwah Nabi.
3. Pemboikotan terhadap Nabi
Menguatnya posisi Nabi Muhammad saw. dan umat Islam tersebut membuat reaksi kaum Quraisy semakin keras. Mereka berusaha melumpuhkan Bani Hasyim secara keseluruhan dengan melaksanakan Blokade. Mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan suku ini. Tidak seorangpun penduduk Mekkah boleh melakukan hubungan dengan Bani Hasyim termasuk hubungan jual beli dan pernikahan. Bani Hasyim menderita kemiskinan, kelaparan dan kesengsaraan. Untuk meringankan penderitaan itu Bani Hasyim ahkirnya pindah ke suatu lembah diluar kota Mekkah.
Tindakan pemboikotan itu dimulai pada tahun ke-7 kenabian, ini berlangsung selama tiga tahun.
4. Isra Mikraj
Pada tahun ke 10 kenabian Nabi Muhammad melakukan Isra Mikraj, yaitu Allah memperjalankan Nabi Muhammad saw. pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidl Aqsha di Yerusalem dan kemudian membawa Nabi naik ke langit untuk menghadap Allah swt. di Sidratul Munthaha. Peritiwa yang luar biasa yang dikeruniakan kepada hamb-Nya ini adalah suatu kehormatan khusus bagi Nabi Muhammad saw. Allah berfirman :
                      
“ Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS.Al-Isra : 1 ).

5. Hijrah ke Madinah
Setelah kaum Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi Muhammad saw. dengan orang –orang Yatsrib, mereka semakin kejam terhadap kaum muslimin. Hal itu membuat Nabi Muhammad saw. segera memerintahkan sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Secara diam-diam berangkatlah roombongan demi rombongan, hingga dalam waktu dua bulan semua kaum muslimin sejumlah kurang lebih 150 orang telah berada di Yatsrib. Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar tetap tinggal di Mekkah menemani Nabi hingga turun ayat untuk pindah.
Nabi Hijarah ke Madinah tidak menggunkan jalan sebagaimana yang dilalui oelh kafilah mereka menempuh jalan yang berlainan. Bisa dilahat pada gamabar dibawah ini. Jalan merah adalah jalan yang biasa digunakan oleh para kafilah .
Jalur hijau adalah jalan yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. dan Abu Bakar.

B. PERIODE MADINAH
Kota Madinah bisa dilihat seperti dalam gambar dibawah ini !

Nabi Muhammad SAW. dan para pengikutnya tiba di Yastrib disambut dengan hangat oleh masyarakat Yastrib. Mereka lalu mengubah nama negeri ini menjadi Madinatul Nabi (kota Nabi), dalam rangka menyambut kedatangan Nabi. Program awal yang dikerjakan Nabi setiba di Madinah adalah merencanakan membangun mesjid. Nabi bersama adengan masyarakat Madinah bekerja bakti untuk mendirikannya. Inilah mesjid Islam pertama dalam sejarah.
1. Kondisi Politik di Madinah
Pada saat Nabi tiba di Madinah, masyarakatnya terbagi dalam berbagai golongan (kelompok).
“ Kelompok Muhajirin ” yakni orang-orang mukmin yang meninggalkan tanah kelahiran mereka dan turut berhijrah ke Madinah. Kesetiaan kaum Muhajirin terhadap perjuangan Nabi sangat besar. Mereka bersedia berhijrah dengan meninggalkan handai tolan dan sanak keluarganya dan mereka tabah menghadapai penderitaan dan cobaan dalam perjuangan di jalan Allah.
Pengikut Nabi yang lainnya adalah pendduduk asli Madinah yang sedikit atau banyak telahaa memberikan pertolongan kepada Nabi. Mereka ini mendapat sebutan “kaum Anshor” (penolong). Dengan ramah hati menyambut kehadiran Nabi ditengah-tengah mereka, dan sesuai dengan perjanjian Aqobah mereka bersedia membantu Nabi dalam kondisi dan situasi bagaimanapun juga. Kaum Anshor turut aktif dalam segala program Nabi, bahkan mereka bersedia mengorbankan harta kekayaan untuk kepentingan perjuangan Islam. Mereka tidak hanaya memberikan perlindungan tempat tinggal, tetapi juga memberikan perlindungan kesejahteraan hidup. Ikatan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshor sangat besar andilnya Ikatan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshor semakin bertambah erat ketika Nabi menetapkan bahwa antar kedua kelompok ini saling mewarisi harta kekayaan, Kaum anshor sangat besar andilnya demikesuksesan perjuangan Nabi.
Semenjak datang ke Madinah Nabi mencurahkan untuk mengendalikan suasana politik masyarakat Madinah, khususnya suku “Aus dan Khajraj”

Sementara itu sebagaian pengikut Yahudi justru memanfaatkan permusuhan tersebut sebagai kesempatan untuk meraih keuntungan bagi dirinya.
Kebijakan politik yang pertama kali ditempauh Nabi adalah upaya menhapuskan jurang pemisah antarsuku dan berusaha menyatukan seluruh penduduk Madinah sebagai kesutan masyarkat Anshor dengan Muhajirin melalui ikatan persaudaraan antar mereka. Nabi menyadari dasar fondasi imperium Islam tidak akan kuat kecuali didasari oleh kerukunan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk sangat diperlukan sikap toleransi antar umat beragama. Dalam hal ini yang ditempuh Nabi bersandar pada prinsip “ saling hidup dan menghidupi”. Untuk merealisir maksud dan tujuan ini Nabi memprakarsai penyususnan suatu perjanjian atau consensus bersama yang dikenal dengan sebutan “ Piagam Madinah “ .
Pokok-pokok ketentuan Piagam Madinah :
1. Seluruh masyarakat yang turut menandatangani piagam ini bersatu membentuk satu kesatuan kebangsaan.
2. Jika salah satu kelompok yang turut menandatangani piagam ini diserang oleh musuh, maka kelompok yang lain harus membelanya dengan menggalang kekuatan gabungan.
3. Tidak satu kelompokpun diperkenankan persekutuan dengan kafir Quraisy atau memberikan perlindungan kepada mereka atau membantu mereka mengadakan perlawanan terhadap masyarakat Madinah.
4. Orang Islam, Yahudi dan seluruh warga Madinah yang lain bebas memeluk agama dan keyakinan mereka masing – masing dan mereka dijamnin kebebasannya dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Tidak seorangpun diperkenankan mencampuri urusan agama lain.
5. Urusan pribadi atau perseorangan, atau perkara-perkara kecil kelompok nonmuslim tidak harus melibatkan pihak-pihak lain secara keseluruhan.
6. Setiap bentuk penindasan dilarang
7. Mulai hari ini segala bentuk pertumpahan darah, pembunuhan dan penganiayaan diharamkan diseluruh negeri Madinah.
8. Muhammad Rasulullah, menjadi kepala Republik Madinah dan memegang kekuasaan peradilan yang tertinggi.

Piagam Madinah ini sangat besar artinya dalam sejarah kehidupan politik umat Islam. Ia dipandang sebagai Undang –Undang Dasar tertulis yang pertama dalam sejarah peradaban dunia. Sebelum Nabi Muhammad para peguasa tidak menyertakan Undang – Undang tertulis untuk mengatur dasar-dasar kekuasaanya. Selain itu Piagam ini juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan hanya sebagai penyebar agama (Rasul) tetapi sekaligus seorang negarawan yang besar. “Negara Madinah membuktikan bahwa Nabi Muhammad adalah negarawan terbesar, tidak hanya pada zamannya tetapi juga terbesar sepanjang sejarah “ Demikian ungkapan Muir
Pluralitas agama dan kemajemukan yang ada di Madinah adalah suatu kenyataan sebuah negara yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. merupakan negara percontohan dalam memerintah dan bertoleransi antar umat beragama, antar umat seagama dan antar umat dengan pemerintah

2. Perang Badr
Orang Quraisy sejak awal permulaan Islam lahir, sudah berusaha keras untuk memusnahkan Islam. Tiga belas tahun lamanya Nabi di Mekkah menegakkan Islam mendapatkan perlawanan yang sengir dari mereka. Nabi Muhammad Saw. tidak hanya sebagai pemimpin agama tetapi juga sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan. Oleh karena itu beliaupun mempunyai kewajiban setiap rongrongan yang membahayakan. Untuk tuga situ Allah menurunkan ayat yang mengizinkan untuk mengangkat senjata guna membela diri. Firman Allah Swt. dalam Surat Al-Hajj ayat 39-40:
      •                     ••                       
39. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,
40. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Allah”. dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa, (QS.Al-Hajj39-40)

Inilah ayat pertama kali mengenai peperangan. Dengan turunnya ayat tersebut di atas, rasulullah membentuk pasukan-pasukan tentara yang berkewajiban untuk berjaga-jaga di luar kota Madinah terhadap serangana mendadak yang dilakukan oleh suku-suku Badui ataupun orang Quraisy. Suatu peperangan resmi pertama kali terjadi antara kaum muslimin dengan kaum Quraisy di satu tempat yang bernama Badr pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H. Peperangan itu dalam sejarah dinamakan “Perang Badar”. Dalam peperangan ini kaum muslimin mendapatkan kemenangan yang gilang gemilang, walaupun kekeuatan kaum muslimin lebih kecil apabila dibandingkan dengan kekuatan kaum Kafir Quraisy. Al-Quran peperangan ini dengan sebutan “ Yaumal Furqan “. Yang berarti hari yang memisahkan antara yang haq dengan yang bathil.
Sebagian besar pasukan Kafir tebunuh dan sebagian kecil melarikan diri sebagian lagi bertahan. 14 orang pejuang muslim gugur sebagai syuhada, 6 dari pejuang Muhajirin dan 8 dari pejuang Anshor.
Inilah lembah Badr, tempat bertemunya dua pasukan Islam dan Kafir terjadi pada tahun 2 Hijrah pada bulan Romadhan

3. Perang Uhud
Orang Yahudi dan Kafir Quraisy merasa terpukul atas kekalahan dalam Perang Badar, karena itu mereka bertekad untuk mengadakan pembalasan. Maka dipersiapkanlah perbekalan yang cukup dan tentara dengan senjata yang lengkap berjumlah tidak kurang dari 3000 orang. Turut pula membantu orang-orang Quraisy ini beberapa kabilah Arab, seperti Kinanah dan Thihamah.
Pada tahun ketiga Hijriyah Kafir Quraisy Mekah dibawah pimpinan Abu Sofyan bergerak menuju Madinah dengan membawa 3000 pasukan tempur, 700 pasukan bertameng, dan 200 pasukan berkuda dan para isteri juga turut membantu suaminya. Tanggal 10 Maret mereka tiba di Zul Hulaifah di lembah Akik 5 mil sebelah Barat Madinah, hari Kamis 21 Maret 625 M, mereka mendirikan tenda di hilir lembah Uhud.
Ketika Nabi Muhammad kesiapan pasukan Kafir Quraisy, beliau memeriintahkan pasukannya untuk siap siaga. Semula Nabi merencanakan sikap bertahan di kota Madinah, namu setelah mempertimbangkan pendapat para sahabat Nabi mengubah ketetapannnya dengan menyabut musuh di luar kota Madiah. Beserta 1000 pasukannya Nabi berangkat ke Medan perang, tetapi dalam perjalanan 300 orang munafik membelot dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay, sehingga kekuatan pasukan Nabi tinggal 700.
Pada awal peperangan tentara Nabi memperoleh kemenangan demi kemenangan, tetapi ketika pertempuran menjelang berakhir barisan pemanah meninggalkan pos-pos penjagaan. Akibatnya barisan pertahanan kaum muslimin hilang. Ketajaman naluri perang Khalid bin Walid segera menyerang pasukan kaum muslimin dari belakang. Atas serangan Khalid bin Walin ini tidak ada jalan lain kecuali mundur dan sebagai lari kebelakang.
Akibat perang ini 70 pasukan pejuang Islam gugur sebagai syahid, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalibpun Sedangkan fihak Kafir Quraisy sebanyak 23 jiwa. Sebenarnya kurang tepat untuk memutuskan bahwa pasukan Nabi menderita kekalahan dalam perang ini. Dalam hal ini Allah member peringatan dan cobaan kepada orang-orang yang beriman kepada allah dan kepada rasul-Nya. Sekalipun rasul dalam keadaan bahaya beliau tetap gigih terhadap misi dakwahnya.

Tampak bukit Uhud seperti gambar di bawah ini :
Di bawah ini adalah tampak gambar bukit Uhud tempat baginda Nabi Muhammad saw melawan orang Kafir Quraisy !

Bukit Uhud

4. Perang Khandaq
Pada tahun 627 M. kafir Mekkah, suku-suku Badui dan golongan orang Yahudi membentuk pasukan gabungan sejumlah 10.000 pasukan tempur untuk dikerahkan menggempur Madinah. Diantara mereka terdapat 600 tentara berkuda dipimpin oleh Abu Sofyan.
Ketika Nabi menyadari akan ancaman serangan ini beliau mengerahkan 3000 pejuang muslim Madinah agar bersiaga mengahadapi musuh. Atas dasar saran Salman Alfarisi Nabi memutuskan system pertahanan dengan menggali parist besar mengitari prbatasan kota Madinah. Pekerjaan menggali paris dikerjakan oleh seluruh pasukan Madinah, bahkan Nabi turut bekerjasama menggali parit sambil mengatur strategi pertahanan.
Hasil Akhir dan Pengaruh Perang Khandaq
Kemenangan pejuang Islam memperharum negeri Madinah di kalangan negeri-negeri tetangga. Pembesar-pembesar negeri tetangga menawarkan hubungan kerjasama dengan kekuasaan muslim di Madinah. Maka sejak itulah Islam tersebar secara pesat diberbagai wilayah sekitar Madinah.

Khandaq ( parit ) seperti gambar di bawah ini !

5. Perjanjian Hudaibiyah
Setelah meraih kemenagan dalam perang Khandaq, hasrat umatIslam untuk mengunjungi tanah kelahiran mereka asemakin kuat. Pada tahun keenam Hijriyah atau 628 M, 1400 umat Islam termasuk Nabi berangkat menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, padaa saat itu adalah bulan Zul Qa’dah dimana pada bulan itu dilarang berperang diseluruh negeri Arabia. Namun tampaknya pemuka Quraisy tidak menghendaki edatangan umat Islam sekalipun untuk kepentingan ibadah. Ketika umat Islam sampai ke suatu tempat yang bernama Hudaibiyah sekitar 6 mil dari Mekkah mereka berhenti. Disinilah bertemu antara Nabi dan pemuka kafir Quraisy untuk mengadakan perjanjian sehingga terkenal dalam sejarah perjanjian itu disebut Perjanjian Hudaibiyah yang isinya :
1. Kedua belah pihak sepakat mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun
2. Setiap orang diberi kebebasan bergabung dengan Muhammad atau menjalin perjanjian dengan Muhammad, demikian juga setiap orang diberi kebebasan bergabung dengan kelompok Quraisy atau menjalin perjanjian dengan mereka.
3. Barang siapa pergi bergabung dengan Muhammad tanpa alas an yang dapat dibenarkan ,ia harus dicegah dan dikembalikan kepadawalinya, tetapi jika pengikut Muhammad hendak bergabung dengan kelompok Quraisy, maka ia harap dibenarkan.
4. Pada tahun ini rombongan Muhammad harus kembali ke Madinah, pada tahun berikutnya baru diizinkan menunaikan ibadah haji, dengan syarat bahwa di Mekkah hanya tiga hari, dengan tanpa membawa senjata.
Ibnu Hasyim berkata sebeluam perjanjian Hadibiyah pengikut nabi sebanyak 1400, tetpai setelah dua tahun kemudian menjadi 10.000 muslim. Dalam situasi politik yang aman tanpa adanya peperangan Nabi mengirimkan duta-duta keberbagai penguasa disekitar Arabia untuk menyebarkan ajaran agama Islam.

6. Penaklukan Tanah Khaibar
Sekembalinya Nabi dan para sahabat dari Hudaibiyah pada tahun tujuh Hiriyah kaum Yahudi di Khaibar mengadakan kekacauan, merampok dan sebagainya. Sebagai langkah untuk memberi pelajaran atas kejahatan mereka Nabi mengirimkan 1600 pasukan, diantaranya 200 pasukan berkuda. Khaibar jatuh ditangan kaum muslimin setelah berlangsung perlawanan yang sengit di Al-Qomus. Dalam kondisi yang tidak berdaya mereka memninta ampun kepada Nabi Muhammad, tidak hanya diampuni oleh Nabi tapi juga tanah mereka dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing selain itu mereka juga bebas memeluk agamanya namun mereka diwajibkan untuk membayar pajak.

Benteng Khaibar seperti tampak pada gambar berikut ini :

7. Pelaksanaan Ibadah Haji ke Mekkah
Bulan haji yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga sebagaimana menurut perjanjian Hudaibiyah, Nabi diizinkan berkunjung ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Ketika pemuka Quraisy mendengar keberangkatan Nabi menuju Mekkah mereka pergi mengungsi kesuatu tempat perlindungan. Sehiingga Nabi Muhammad memasuki kota Mekkah dengan aman tanpa ada gangguan sedikitpun walaupun hanya tiga hari di Mekkah dan segera kembali ke Madinah.
8. Perang Mut’ah
Sekembali dari menunaikan ibadah haji, Nabi mengirim 50 utusan kepada Bani Salim dengan membawa misi dakwah Islam. Sebagian besar duta tersebut mati terbunuh, tidak lama dari peristiwa tersebut Nabi juga mengirim 15 orang utusan ke “Dhat Atla”, suatu daerah di wilayah Syiria mereka disambut dengan anak panah, hingga semua utusan itu terbunuh kecuali satu orang sahabat yang dapat meloloskan diri dan mengadukan peristiwa tersebut kepada Nabi Muhammad.
Beberapa panglima Nabi terbunuh Zaid bin Haritsah, Ja’far dan Abdullah gugur menjadi syuhada dalam pertempuran ini. Komandan perang diambil alih Khalid bin Walid dan berhasil menyelamatkan kehancuran pasukan muslim.

9. Penaklukan Kota Mekkah\

Ini adalah keadaan Mekkah al _Mukarramah setelah ditaklukan oleh Nabi dan paara sahabatnya.

Ketika waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Nabi mengirimkan duta kepada pemuka Quraisy dengan membawa misi perdamaian, dengan mengajukan beberapa usulan antara lain :
1. Orang-orang Quraisy harus mengganti rugi terhadap para kurban suku Khuza; atau
2. Orang-orang Quraisy Mekkah harus menghentikan persekutuan mereka dengan suku Bani Bakar
3. Orang Quraisy harus menyatakan pembatalan terhadap perjanjian Hudaibiyah.
Karena kafir Quraisy memilih alternatif yang ketiga maka tidak ada pilihan lain bagi Nabi dan pasukan Islam untuk berangkat berperang menghadapi mereka. Untuk itu Nabi mengumpulkan pasukan terbesar sepanjang sejarah Nabi untuk mengadakan penyerangan ke kota Mekkah. Dalam waktu singkat Nabi berhasil mengerahkan 10.000 pasukan tempur bergerak menuju Mekkah. Inilah armada perang Madinah terbesar sepanjang sejarah Nabi Muhammad. Pada tanggal 1 Januari 630 M paasukan Madinah yang dipimpin langsung Nabi Muhammad berhasil menaklukkan kota Mekkah.
10. Perang Hunain
Setelah sukses dalam penaklukan Mekkah suku Hawazin berusaha meyerang kaum muslimin namun dapat ditaklukkan oleh Nabi dan para sahabat. Akhirnnya suku Hawazin melepaskan diri dan membentuk pemerintahan sendiri yang otonom diperkampungan mereka. Pertempuran antara suku Hawazin dengan laskar Islam terjadi di lembah Hunain

Lembah Hunain tempat pertempuran antara Laskar Islam dengan suku Hawaain dapat dilihat dalam gambar di bawah ini !

11. Perang Tabuk
Pada tahun kesembilan Hijriyah kaisar Romawi bernama Heraklius bersiap-siap melancarkan penyerangan ke kota Madinah, Nabi segera menyiapkan 40.000 pasukan tempur, setelah mengetahui rencana Heraclius. Mengetahui pasukan muslim yang begitu besar Heraclius membatalkan rencannya menyerang Madinah. Sekembali dari Tabuk, beberapa utusan-utusan dari negeri-negeri sekitar Arab datang kepada Nabi untuk menyatakan persekutuan dan untuk menjalin kerjasama dengan kekuasaan Muhammad. Satu persatu suku-suku Arab memeluk agama Islam. “ Jazirah Arab pada saat itu menjadi satu kesatuan politik di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw.

12. Haji Wada
Pada tahun kesepuluh Hijriyah, Nabi merasa bahwa misi dakwahnya telah sempurna, dan beliau menyadari bahwa masa hayatnya sudah dekat. Karena itu Nabi merencanakan untuk menunaikan haji yang terakhir. Inilah yang terkenal dengan sebutan “ Haji Wada “. Pada tanggal 23 Februari 632 M. Di Arafah Nabi menyampaikan khutbah yang disebut Khutbah Wada.
“ Wahai manusia! Perhatikanlah pesanku ini saya tidak yakin benar bahwasanya saya akan tetap bersama kalian setelah tahun ini. Ingatlah bahwa kamu sekalian harus senantiasa menghadapkan diri kepada Tuhanmu yang telah memerintahkan kamu mengabdi kepada-Nya dalam seluruh aktivitas hidupmu.
“ Wahai umat Islam, kalian mempunyai hak atas isteri-isterimu, demikian pula isteri-isterimu mempunyai hak atas kamu sekalian. Sungguh engkau telah menjadikan mereka isteri-isterimu atas nama Allah, maka perlaukan mereka sesuai dengan hukum-hukum Allah pula, dan peliharalah hamba-hambamu dengan makanan yang engkau makan, dengan memberikan pakaian sebagaimana yang enkau kenakan. Jika mereka telah berlaku salah sehingga engkau tidak berkenan memaafkan, hendaklah engkau menjualnya. Karena sesungguhnya mereka adalah hamba Allah sebagaiman dirimu yang tidak boleh diperlakukan secara semena-mena”
Wahai umat Islam camkanlah pesan-pesanku ini dan sadarilah bahwa sesungguhnya semua umat muslim adalah bersaudara, maka haram bagi kamu mengambil kepunyaan saudaramu kecuali mereka memberinya dengan tulus, dan jagalah dirimu dari perbuatan zalim”

C. PERTUMBUHAN AWAL DAN PERKEMBANGAN BUDAYA ISLAM

Kebudayaan adalah penjelmaan (manifestasi) akal dan rasa manusia. . Dengan demikian bahwa kebudayaan Islam adalah penjelmaan akal dan rasa manusia muslim, dan bersumber kepada manusia muslim. Kehidupan sederhana dan jihad fii sabilillah mempengaruhi masyarakat Islam pada zaman rasul dan khulafaurrasyidin.
Agama pada taraf permulaan melarang bermewah-mewah dalam hal yang tidak perlu kata Ibnu Khaldun. Pada waktu wilayah Islam telah berkembang luas dan Arab muslim telah bercampur dengan berbagai bangsa lain, terbukalah mata mereka melihat kearah kebudayaan lama dan kemudian dikembangkan dengan jiwa agama.
Demikian ufuk seni menjadi lebarmeluas dalam pandangan mereka, dan akhirnya merekapun berhasil menciptakan seni budaya yang tidak menyimpang dari garis Islam. Setelah Arab Muslim menguasai negeri-negeri Syam dan Persia, mereka melahirkan aliran khusus dalam seni bangunan, yang sesuai dengan tata hidup mereka. Muncullah bangunan-bangunan mereka dengan gaya khas Arabnya yang berujud pada bentuk pilar, busur, khubah, ukiran lebah bergantung, wajah menara menjulang tinggi.
Penonjolan seni bangunan Arab Muslim pertama kalinya pada mesjid-mesjid. Type mesjid Quba yang dibangun Rasul menjadi dasar umum begai segala mesjid Isalam. Lalu lintas jemaah haji ke Mekkah dan Madinah tiap-tiap tahun menyebabkan type mesjid-mesjid Hijaz menjadi contoh.

a. Al-Khitabah
Al-Khitabah (rethorica) sudah terkenal di kalangan orang Arab Jahiliyah. Seni pidato merupakan kepandaian khusus bagi mereka , dan menjadi syarat sebagai seorang pemimpin atau kepada kabilah. Karena itu khitabah telah menjadi suatu “ budaya “ yang digemari dan dipelajari, sehingga banyak dari kalangan mereka para “ khutababa “ yang mahir berpidato dalam bahasa yang indah.
b. Seni Bahasa
Unsur yang tidak baik yang terdapat dalam syair Jahiliyah, telah dibersihkan dari syair pada permulaan Islam, seperti ashabiyah, caci maki, hasut, fitnah kata-kata kotor dan sebagainya.
Allah berfirman QS. Asy-Syu’ara 224-227 :
            •                          
224. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
225. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah[1089],
226. Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
227. Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.

a. Seni Bangunan
Seni Bangunan Islam terbagi dalam 3 bidang besar :
1. Imarah Madaniyah (bangunan sipil) yang menjelma dalam bentuk kota-kota dan gedung-gedung khusus
2. Imarah Diniyah (Bangunan Agama) yang berujud dalam mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah lainnya.
3. Imarah Harbiyah (bangunan Militer) yang bersemi dalam benteng-benteng dan menara-menara pertahanan.
Setelah Daulah Islamiyah meluas di zaman Khalifah Uamr bin Khattab dan tanah Hijaz menjadi makmur dan kaya, berdatanganlah ke Madinah ahli seni bangunan (arsitek) dari luar Jazirah Arabia dan seni bangunan memuncak kemajuannya. Waktu itu para pembesar Arab Muslim di Mekkah dan Madinah membangun gedung-gedung dan diperindah dengan marmar.
Khas seni bangunan Arab adalah menara, kubah, pilar dan ukiran lebah bergantung, yang semuanya mengarah pohon kurma yang mereka cintainya

BAB III
P E N U T U P

A. KESIMPULAN

Kelahiran Negara Islam (Daulah Islamiyah) tidaklah terjadi sekaligus tetapi berangsur – angsur, tahap demi tahap dengan penuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Setelah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama (6 Agustus 610 M) sebagai lambang dan pelantikan menjadi rasul, beliau menjalankan dakwah Islamiyah sebagai langkah pertama mempersiapkan suatu umat Islam dan Negara Islam.
Untuk menghadapi perjuangan yang berat maka pada taraf pertama Rasul melakukan persiapan dalam bidang mental dan moral (rohani dan akhlak) beliau mengajak manusia untuk :
1. Meng-Esakan Allah
2. Mensucikan dan membersihkan jiwa dan hati
3. Menguatkan barisan
4. Meleburkan kepentingan pribadi untuk kepentingan jamaah

Kekejaman orang Kafir Quraisy semakain merajalela, dengan tindakan keras dan kejam dari kaum Quraisy tersebut maka mental dan moral kaum muslim semakin ditempa untuk dapat membangun suatu ummah dan daulah.
Maka di Bukit Aqabah delegasi kaum Khazraj dan Aus berikrar :
Demi Allah,kami akan membela engkau ya Rasul, seperti halnya kami membela anak dan isteri kami sendiri. Sesungguhnya kami adalah putra-putra pahlawan yang selalu siap mempergunakan senjata.

Ikrar ini kemudian terkenal dengan “ IKRAR AQABAH “.

Setelah Nabi Hijrah ke Yatsrib, maka kota tersebut dijadikan pusat Jamaah kaum Muslimin dan selanjutnya amenjadi Ibukota Negara Islam dengan dirobah namanya menjadi MADINAH. Dari sinilah Islam berkembang hingga memasuki Bizantiam dan Persia dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

B. S A R A N

1. Penelurusan sejarah yang benar-benar akurat dengan data dan fakta yang aktual untuk tetap dipertahankan agar generasi berikutnya tidak keliru dalam memahami sejarah Islam.
2. Memberikan pemahaman kepada umat Islam agar tidak mencampur adukkan antara Agama Islam dengan pribadi perseorangan para pelaku sejarah.
3. Menyatukan barisan umat Islam dari berbagai bidang ilmu untuk mengembalikan kejayan umat Islam pada masa lalu.
4. Menanamkan Iman, Islam dan moral kepada generasi penerus agar mencintai sejarah bangsanya sendiri ( Islam )

DAFTAR PUSTAKA

Adrianus Chatib, Demokrasi Dalam Islam “ ( Jambi Timur, CV Bonana, 2009)
Ali, K “ Sejarah Dalam Islam “ (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2000).
Anshari, Saifuddin, Endang, “wawasan Islamn Pokok-Pokok Pikiran tentang Islam dan Umatnya” (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 1986).
Dirjend Bimas Islam dan Haji, “Al-Qur’an dan Terjemahnya” (PT Samara Mandiri,1999).
Hasjmy,A “ Sejarah Kebudayaan Islam “ (Banda Aceh, Bulan Bintang, 1973).
Have,Van, Baru,Ichtiar “ Ensiklopedi Islam “ ( Jakarta, Ikrar Mandiri Pribadi, 1998).
Al-Mahami, Hasan, Kamil, Muhammad ” Ensiklopedi Tematis Al-Qur’an “ Jakarta, PT Kharisma Ilmu, 2005).
Yatim, Badri “ Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II “ (Jakarta, Rajawali Pers, 2010).

7 thoughts on “Islam pada Masa Klasik I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s