RSS

Renungan

01 Jun

Semakin larut malam, kian heningnya alam. Ketika itu manusia lebih menyadari akan arti hidup, arti dirinya. Karena dalam situasi sunyi, Jendela Hati manusia akan tersentuh oleh olesan kasih sayang Allah SWT. Betapa kotor jiwa ini, betapa nista jasad ini jika dihadapkan ke hadhirat-Mu ya, Allah. Malu untuk berucap, enggan untuk berterus terang. Karena tumpukan dosa sudah terlalu tinggi.

Mampukan diri untuk mengungkapkan di hadapan-Mu? Dan sudikah Engkau mendengarkannya? Per-menit bahkan per-detik noda-noda itu terus tercipta kadang tanpa disadari. Alangkah tololnya diri ini. Bukankah petunjuk-petunjuk sudah jelas di depan mata? Jalan lurus terbentang luas?

Bukakan mata hati ini ya, Allah. Buka Jendela Hidayah-Mu untukku memperbaiki diri. Sadarkan aku dari kenistaan hidup tanpa makna. Dan jadikan Jendela Hatiku ini sebagai penerang hidup. Hilangkan kegelapan, karena gelaplah membuat semua Kesucian, Kebenaran dan Keagungan-Mu tidak kelihatan.

Secercah cahaya dan harapan akan menjadi kedamaian jendela hati…. Amiin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: