RSS

Kasih Ibu dan Ayah Tiada Tara

14 Okt

Kasih Ibu dan Ayah Tiada Tara

Ketika ingat orangtua dalam kesusahan, ‘JH’ terkadang tanpa sadar meneteskan air mata. Mengapa?

Tidak mungkin… ya, tidak mungkin dapat menghitung berapa banyak kesusahan yang telah kita timpakan kepada orang tua, sejak dalam kandungan sampai hari ini. Sembilan bulan berada dalam rahim, dibawa ke mana-mana, dirawatnya janin kita yang tak memiliki daya dan upaya. Tak ada kata istirahat buat ibu. Saat tidur saja, alangkah susahnya, jangankan tengkurap, telentang saja dirasakan begitu berat.

Detik-detik kelahiran akan tiba, perjuangan ibupun semakin berat, dihadapkan pada dua pilihan antara hidup atau mati. Bersimbah peluh, berlumur darah untuk melahirkan anak kesayangan yang telah lama dinanti-nantikan.

Lahirlah kita, ternyata kesusahan yang kita timpakan kepadanya semakin bertambah pula. Kita minum air susunya kapan saja kita mau. Di tengah kerewelan, segala macam kebutuhan dan keinginan kita dengan sabar dilayaninya. Waktu istirahat ibupun sering kita “rampas.” Siang hari kita enak tidur, namun malam hari, saat ibu atau ayah membutuhkan istirahat, tangisan kita malah menggema, melengking, membuat mereka terjaga dan sulit terlelap kembali.

Kesusahan yang kita timpakan tidak sebatas itu, bertambah usia semakin bertambah pula kesulitan yang ditanggung ibu. Saat sekolah, misalnya, tak jarang kita yang menjalani ujian, namun justru ibu kita yang lebih banyak berdoa dan lebih khawatir. Takut tidak bisa-lah, takut tidak lulus-lah dan kecemasan lain, yang kita sendiri terkadang kurang peduli.

Dan setelah kita bekerja atau berkeluarga, berkurangkah kasih sayang mereka ? Tidak sama sekali. Biarpun diri kita telah dianggap mandiri, tetap saja ibu mengkhawatirkan keadaan kita. Apalagi jika ia mendengar kita dalam keadaan sakit.

Sungguh, agama memerintahkan, jika ayah dan ibu masih ada, maka bersikap santunlah kepada keduanya. Berbuatlah yang terbaik bagi mereka. Renungkan Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al ‘Isra, ayat 23 : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang d iantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Andaikan orang tua kita telah dipanggil Allah SWT, doakanlah mereka. Karena beliau begitu merindukan doa-doa kita. Kasih ibu dan ayah tiada tara. Semoga kita tergolong sebagi anak-anak yang shaleh dan shalehah. Aamiin. Wallahu a’lam…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Oktober 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: