RSS

Daging Monyet Halal…?

04 Des

Daging Monyet Halal…?

Berawal dari seorang warga yang menderita penyakit kulit (gatal-gatal) sudah berobat kemana-mana tapi tak kunjung sembuh. Menuruti anjuran sang teman akhirnya dengan menkonsumsi daging monyet penyakit gatal-gatalnya jadi sembuh. Dan ketika berhenti menkonsumsi daging tersebut penyakitnya senantiasa kambuh kembali. Sehingga daging monyet menjadi kebutuhan sehari-hari. Bolehkah?

Ahli gizi Universitas Erlangga Surabaya Prof. Bambang W, menuturkan dibanding dengan daging yang umum dikonsumsi masyarakat, daging monyet banyak mengandung penyakit. Jika ingin aman dikonsumsi monyet harus dikarantina dan divaksinasi terlebih dahulu secara kontinu.

Menyinggung tentang daging monyet yang bisa berkhasiat menyembuhkan penyakit gatal-gatal dan mampu meningkatkan vitalitas pria dewasa, sang professor tidak bisa membuktikan secara medis. Tapi pengakuannya di tengah-tengah masyarakat hal itu banyak diyakini dan terkadang memang terbukti. Karena daging monyet adalah jenis daging panas seprti kambing, kuda liar dan kijang atau rusa hutan.

Lalu apa hukumnya memakan daging monyet? Dengan tegas ustad Khalid Basalamah mengatakan haram. Hadits Riwayat Muslim “Setiap binatang buas dan bertaring harama dimakan.” Memang Islam memerintahkan jika menderita sakit segera berobat, tapi dengaan cara yang halal dan islami. Kalau pun harus dengan memakan monyet itu adalah solusi yang paling terakhir. Wallahu a’lam bishshawab.
(Disadur dari Halal…? Sabtu Trans TV 04-12-2010)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: