RSS

Hati Seorang Ayah

18 Sep

SUATU ketika, seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, saat melihat sang ayah mengusap wajahnya yang mulai keriput, badan terbungkuk dan suara parau terbatuk-batuk. “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut, badan Ayah pun semakin membungkuk?”

Ayahnya menjawab, “Sebab, Ayah laki-laki, Nak” Jawaban yang begitu singkat membuat si gadis kecil itu bergumam, ”Aku tidak mengerti.” Si ayah tersenyum, lalu membelai rambut putrinya, “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki,”sembari menepuk-nepuk bahu permata hatinya. Si anak tambah kebingungan.

Untuk menghilangkan rasa penasarannya, suatu ketika anak itu menghampiri ibunya, ”Ibu, mengapa wajah Ayah menjadi berkerut dan badannya kian hari semakin terbungkuk? Dan walau Ayah seperti itu, tetapi Ayah tidak pernah mengeluh?”

Ibunya menjawab, “Anakku, jika seorang laki-laki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarganya memang akan seperti demikian.” Hanya itu jawaban sang bunda.

Hingga tumbuh remaja sang anak tetap menyimpan penasarannya. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi. Di dalam mimpinya, ia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas terdengar. Untaian kalimat demi kalimat itu sebagai jawaban apa yang ingin ia ketahui selama ini.

“Kuciptakan laki-laki, sebagai pemimpin dan tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa menahan di setiap sudut, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi,” ujar suara itu. “Kuciptakan dada yang bidang, bahu yang kekar dan berotot agar kuat membanting tulang, demi menghidupi keluarganya.”

“Kuberikan sifat berkemauan keras agar selalu berusaha mencari nafkah dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali melawan ganasnya kondisi alam,” lanjut suara itu, “Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, membiarkan badannya basah kuyup kedinginan tersiram hujan dan hembusan angin. Dia rela keperkasaannya terkuras demi keluarga tercinta. Yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

Suara itu terus mendayu, “Kuberikan kesabaran, ketekunan dan keuletan yang membuat dirinya selalu membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap menerpa.“

“Kuberikan sifat gigih untuk berusaha berjuang mencintai dan mengasihi keluarga, dalam kondisi dan situasi bagaimanapun, walaupun anak-anaknya selalu melukai perasaannya, menyakiti hatinya. Perasaan itu pulalah yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan ketika dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara,” imbuh suara itu.

“Kuberikan kerutan di wajahnya agar menjadi bukti bahwa laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar bisa hidup dalam keluarga bahagia. Badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Kuberikan kepada laki-laki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki. Tanggungjawab ini adalah amanah bagi dirinya selama di dunia untuk menuju alam aAkhirat,” pungkas suara itu.

Terbangunlah gadis remaja itu. Dia bangkit, berlutut dan berdo’a hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri kamar ayahnya yang sedang berdo’a. Ketika sang ayah berdiri, si anak merengkuh dan mencium telapak tangan ayah tercintanya, “Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah….”

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 18 September 2014 in Uncategorized

 

2 responses to “Hati Seorang Ayah

  1. jendelaopini

    9 Oktober 2014 at 4:01 pm

    Salam kenal gan, terima kasih atas tulisan inspirasinya

     
    • salwintt

      18 Oktober 2014 at 9:12 pm

      terima ksh

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: