RSS

Dilema Pasca Penutupan Lokalisasi Pucuk

18 Okt

Pemkot Jambi sukses menutup tempat pelacuran Pucuk. Tapi waspadai masalah baru akan timbul. Selain ancaman menyebarnya PSK ke wilayah lain dalam maupun luar Kota Jambi, di ‘etalase cinta’ yang sudah puluhan tahun itu, ada sejumlah mucikari yang terang-terangan akan menjajakan dirinya demi menyambung hidup. Pengakuannya akan kehilangan mata pencarian yang sudah ditekuninya sejak lama, kini dirinya pasrah dan tak tahu harus berbuat apa. Dalam benaknya, jika tidak ada solusi untuk menjalankan kehidupan yang dianggap lebih baik ke depannya, ia akan kembali menjajakan diri.
Bisa berpengahasilan satu hingga dua juta rupiah per malam dari bisnis esek-eseknya, pasca Pucuk ditutup, selain kehilangan ‘rezeki’, dia pun harus mengalami kerugian yang tak sedikit bahkan mencapai puluhan juta rupiah akibat PSK, anak buahnya kabur meninggalkan hutang.
Lihat saja, aturan yang diberlakukan oleh para mucikari (baca germo) terhadap anak buahnya, seperti sistem pembayaran hutang piutang, para PSK yang memiliki hutang wajib membayar hutang tersebut setelah mendapat tamu para hidung belang yang “mengencaninya”.
Alasan PSK meminjam uang, semisal untuk mengirimkan kepada keluarga. Sistem pembayarannya setelah melayani tamu, misalkan dapat empat orang tamu yang terkadang bayar 150 ribu samapai 200 ribu rupiah, dia harus membayar uang kamar 50 ribu rupiah, satu kali terima tamu. Kadang-kadang dari tamu empat orang, dua tamu untuk mengansur hutang, sedangkan untuk dua tamu lagi untuk pegangan sehari-hari.
Miris. Germo dengan terang-terangan menuturkan bahwa dia dan para mucikari lain akhirnya harus menjajakan diri demi memenuhi kebuthan sehari-harinya, setelah anak buahnya tidak ada lagi setelah penutupan lokalisasi.
“Kalu ada tamu yang mau, Aku juga mau melayani. Ya itung-itung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, makan, bayar listrik dan lainnya.”
Duh, Pemkot perjuanganmu tidak sebatas di sini. Karena itu para pembaca sekalian, mari bersama-sama kita membantu usaha suci Pemkot Jambi memberantas prustitusi agar kehidupan kita, anak cucu kita di kemudian hari lebih tentram dan tenang.
Bersama, kita BISA…!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: