RSS

Tahun Hijriyah

25 Okt

ADALAH seorang pemuda pemberani, Ali bin Abi Thalib, mengacungkan tangan mengajukan usul bahwa awal tahun Islam yang tepat, diambil dari peristiwa hijrah nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Mekah ke Madinah, menggugurkan usulan-usulan lain yang juga patut diperhitungkan. Rapat istimewa yang dipimpin langsung Umar bin Khattab, sebagai figur pimpinan Islam kala itu, berjalan alot, menegangkan penuh argumentasi, padat interupsi, akhirnya palupun diketok, “Setujuuu…!” sembari tepuk sorai menggema dalam gedung, mengangguk-anggukan kepala sebagai isyarat ide pemuda belia itu disepakati.
Lebih 14 abad silam, tatkala Islam telah maju, perkembangan kian pesat, penganutnya pun semakin melesat, namun sayang seribu sayang belum memiliki tahun sendiri. Padahal penetapan tahun Islam itu sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan pemerintahan, administratif dan sebagainya, lebih dari itu sebagai satu pedoman, strategi dalam melancarkan perkembangan dan pembangunan Islam di masa-masa mendatang. Dengan pertimbangan itulah khalifah Umar bin Khatab merasa perlu memanggil staf pemerintahan dan para ahli dalam berbagai bidang untuk mengadakan pertemuan guna menetapkan tahun Islam. Rapat istimewa pun digelar dengan agenda tunggal penetapan tahun baru Islam.
Semua sepakat bahwa Islam harus punya kalender sendiri, namun bingung dari mana harus dimulai penanggalan tersebut. Usul demi usulan bermunculan. Ada yang berpendapat bahwa supaya dimulai dari hari kelahiran nabi Muhammad SAW sebagaimana tahun masehi dimulai dari hari lahirnya nabi Isa As. Ada yang menyarankan agar dihitung dari hari pertama Rasulullah SAW menerima wahyu di gua Hira. Ada pula yang mengusulkan ditetapkan dari hari wafatnya nabi Muhammad SAW, dan masih banyak lagi.
Dicelah-celah serunya perjalanan rapat, berdiri seorang pemuda dengan pancaran mata penuh semangat mohon izin turut bicara dan langsung mengajukan usul gemilang yang akhirnya menjadi kesepakatan bersama. Hijrah, usulan Ali bin Abi Thalib-lah yang menjadi pilihan bersama. Ya, akhirnya Islam telah memiliki kalender sendiri yang terkenal dengan nama Hijriyah.
Begitu besar hikmah yang terkandung dalam peristiwa hijrah itu, dari hidup yang penuh ancaman menuju hidup yang penuh ketentraman aman sentosa. Maka tidak ada seorangpun membantah jika awal tahun baru Islam itu dibukukan dari hari terjadinya peristiwa hijrah nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Mekah ke Madinah. Hijrah, memindahkan yang salah menjadi benar sebagaimana Umar bin Khattab berucap, “Peristiwa hijrah memisahkan antara hak dan bathil.”
Peristiwa hijrah telah memancarkan semangat membara untuk memperjuangkan dan menegakkan Islam sehingga menjadi agama yang besar, berwibawa dan mengangkat harkat, martabat penganutnya menjadi umat yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Semoga!
Selamat tahun baru 1436 H, hari ini harus lebih baik dari kemaren, besok harus lebih baik cari hari ini…!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: