RSS

Lanjutkan Cinta Itu

24 Feb

Hidayat Nur WahidCinta. Sebagian orang mengartikan hanya ketika sedang jatuh cinta. Terhadap kekasih, ibu, ayah, keluarga atau teman. Tidak ada yang bilang salah. Namun lanjutkanlah rasa cinta itu pada sesama dan lingkungan sekitar. Hanya segelintir orang yang bisa mencintai terhadap sesama dan lingkunganya lebih tinggi dibandingkan dengan cintanya pada kekasih.

Kita pernah mendengar seorang meninggal dunia hanya lantaran kelaparan. Apakah mungkin di kampung tempat orang yang meninggal ini tidak ada orang yang mampu untuk memberikan sesuap nasi untuknya? Andai saja jalinan cinta kasih terhadap sesama terjalin baik, tentunya peristiwa yang miris ini tidak akan terjadi.

Sisi lain kita melihat para pemimpin dan pejabat negeri ini seolah hanya saling berebut kekuasaan dan melupakan sumpah jabatan yang mereka ikrarkan di bawah kitab suci saat mereka berjanji dan bersumpah untuk mementingkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Tapi lihatlah sekarang yang terjadi, semua dari mereka saling berebut kekuasaan, saling menjelek-jelekan, saling menuduh, menghujah, tak terlihat mana orang yang arif dan bijaksana. Tanpa batas pemisah.

Keterkaitan dengan lingkungan sekitar juga sudah sangat memprihatinkan, banjir, tanah longsor adalah bukti bagaimana tingkah dan perilaku manusia yang kurang mencintai dan menjaga lingkunganya sendiri. Hutan yang seharusnya dijadikan sebagai paru-paru bumi ditebang dan dibakar secara membabi buta. Akibatnya bencana banjir dan tanah longsor terjadi dan melanda di berbagai wilayah negeri ini.

Pada sisi lain kita juga melihat betapa manusia saat ini begitu mudahnya menyakiti bahkan sampai membunuh sesama hanya karena sesuatu hal yang sepele. Terkadang hanya gara-gara masalah berebut kekasih, saling ejek, sakit hati, lalu nyawa harus melayang. Seolah-olah urusan nyawa sudah tidak ada harga dan nilainya di hadapan mereka.

Sebenarnya kita bisa menyebarkan rasa cinta, persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan, kapan dan dimanapun. Dengan meningkatkan rasa kepedulian itu, maka bumi kembali hijau meneduhkan penduduk yang bermukim di dalamnya. Untuk diwariskan kepada anak cucu. SEMOGA!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: