RSS

Harapan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

08 Jul

shalehahSEPULUH malam terakhir Ramadan, ada sesuatu yang diburu, Lailatul Qadar. Pada malam Qadar, malaikat turun memenuhi bumi bersama Malaikat Jibril. Dan Allah SWT memberikan pengampunan kepada muslim yang bertaubat, sebanyak apapun dosa-dosanya.
Umat muslim tentu tidak ingin melewatkan malam Qadar. Tips mengakhiri 10 malam terakhir Ramadan dari Syaikh Tawfique Chowdhury, mengurai sebagi berikut.
1. Diawali dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Waktu masih terbentang.
2. Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada malam Lailatul Qadar. Maka akan merasakan keagungan dan kekuatannya.
3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi target. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai Lailatul Qadar terlewati begitu saja.
4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan atau kegiatan yang diadakan (bid’ah) oleh kelompok tertentu. Ikutilah sunnah Rasullulah SAW. Tuntunan Beliau; “Barangsiapa yang berjaga (tidak tidur) dan berdoa pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan pengharapan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
5. Hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW, “Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu’anni”, (Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
6. Siapkan daftar pendek doa-doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu sangat istimewa bagi seorang hamba. Pilihlah doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudaramu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.
7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah Isya dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.
8. Jangan lupakan keluargamu. Rasulullah SAW membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka.
9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.
10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.
11. Ini bukan malam untuk pasang status di Media Sosial (seperti: “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb). Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia dan nikmati jalinan hubungan dengan Allah SWT.
12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.
13. Sabar adalah kuncinya. Sepuluh malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktivitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang.
14. Ini yang paling penting, Husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kita sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kita berharap yang terbaik, Insya Allah, Dia pun akan memberi yang terbaik. Wallahu a’lam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Juli 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: