RSS

Roti Penyelamat

04 Agu

rotiPada zaman dahulu, di sebuah tempat ibadah ada seorang lelaki yang sangat tekun beribadah. Ibadah yang dilakukannya itu selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Tempat ibadahnya tidak pernah ditinggalkannya, kecuali pada hari-hari yang telah dia tentukan.
Pada suatu hari, dia digoda oleh seorang wanita sehingga dia pun tergoda bujuk rayu wanita itu dan bergelimang dosa selama tujuh hari. Yang mereka lakukan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh suami-istri. Setelah sadar, ia lalu bertaubat. Tempat ibadahnya ditinggalkannya, kemudian ia melangkahkan kaki pergi mengembara sembari mengerjakan shalat dan bersujud.
Akhir pengembaraannya, ia sampai di sebuah pondok yang di dalamnya sudah terdapat dua belas orang fakir miskin. Lelaki itu pun bermaksud untuk menumpang bermalam di sana, karena sudah sangat letih menempuh perjalanan yang sangat panjang. Akhirnya ia tertidur bersama dengan para fakir miskin dalam pondok itu.
Tidak lama kemudian datang seseorang membagi-bagikan roti kepada setiap fakir miskin yang berada di pondok tersebut, begitu juga dengan laki-laki yang sedang bertaubat itu, juga mendapat bagian. Disangka juga sebagai orang miskin.
Rupanya salah seorang diantara orang miskin itu ada yang tidak mendapat pembagian roti. Lalu ia bertanya, “Mengapa kamu tidak memberikan roti itu kepadaku?” Orang yang membagikan roti itu menjawab: “Kamu dapat melihat sendiri, roti yang aku bagikan semuanya telah habis, dan aku tidak membagikan kepada mereka lebih dari sepotong roti.”
Mendengar perbincangan itu, laki-laki tadi mengambil roti yang telah diberikan kepadanya dan memberikannya kepada orang yang tidak mendapat bagian tersebut.
Keesokan harinya, orang yang bertaubat itu meninggal dunia. Di hadapan Allah, ditimbanglah amal ibadah yang pernah dilakukannya selama kurang lebih tujuh puluh tahun dengan dosa yang dilakukannya selama tujuh malam. Ternyata hasil dari timbangan tersebut, amal ibadat yang dilakukan selama tujuh puluh tahun itu dikalahkan oleh kemaksiatan yang dilakukannya selama tujuh malam.
Akan tetapi ketika dosa yang dilakukannya selama tujuh malam itu ditimbang dengan sepotong roti yang telah diberikannya kepada fakir miskin yang sangat memerlukannya, ternyata amal sepotong roti tersebut lebih berat timbangannya dibanding dengan perbuatan dosanya selama tujuh malam itu.
Kepada anaknya Abu Musa berkata: “Wahai anakku, ingatlah olehmu akan orang yang memiliki sepotong roti itu !”

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Agustus 2015 in Uncategorized

 

2 responses to “Roti Penyelamat

  1. Konco Lamo

    26 Agustus 2015 at 12:04 am

    Cerita yang sangat menarik

     
    • salwintt

      26 Agustus 2015 at 12:15 am

      semoga bermanfaat

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: