RSS

Shalat Istisqa’

03 Sep

istisqaHARI ini kamis (3 September 2015) warga kelurahan Pijoan dan sekitarnya melaksanakan Shalat Istisqa’ di halaman upacara SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi. Acara yang diprakarsai Pemerintah Kecamatan Jambi Luar Kota mengundang masyarakat setempat termasuk seluruh siswa dan pendidik SMAN 1 Kabupaten Muaro Jambi, MAN Insan Cendikia dan SMAN Titian Teras.
Dalam Shalat Istisqa’ dianjurkan untuk banyak bertaubat kepada Allah SWT, dan meminta maaf kepada sesama manusia, berusaha untuk mempertemukan dua orang yang berselisih, menjadi ahli penyambung silaturahmi, karena itulah yang menjadikan sebab keberkahan dalam kehidupan manusia, kemudian memohon kepada Allah dalam Istisqa’.
Kita memohon kepda Allah agar Allah menurunkan hujan. Yang perlu kita hadirkan saat ini bahwa tidak terputus hujan, tidak terputus rezeki. Mari kita renungkan kesalahan dan dosa-dosa kepada Allah. Kalau kita saat ini merasakan panas di padang yang sekecil ini, ketahuilah suatu ketika kita akan merasakan panas yang begitu dahsyat di padang mahsyar, yang begitu amat luas.
Di padang kecil di dunia ini mari kita memohon pengampunan kepada Allah, agar Allah menghapus dosa-dosa kita dan kemudian Allah menurunkan hujan yang penuh rahmat, menyirami bumi yang gersang, tanah yang tandus sehingga menjadi subur, tanaman pun tumbuh subur. Anak-anak bersekolah kembali, karena mereka haus akan ilmu untuk meniti masa depan. Penderita ispa (sakit pernapasan) segera sembuh dan tidak ada lagi penderita-penderita selanjutnya. Ekonomi pulih, rupiah stabil sehingga kebutuhan kita sehari-hari terpenuhi dengan baik, sehingga kita bisa khusu’ dan tawadhu’ dalam menjalankan ibadah-ibadah kepada Allah SWT, meraih kejayaan dunia, kesuksesan akhirat.
Terhentinya kuncuran air dari langit antara lain disebabkan karena kelalaian manusia dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, kekerasan hati mereka akibat tumpukan noda-noda dosa dan maksiat, ketidak seriusan mereka dalam menunaikan iman dan takwa, serta kealpaan mereka dalam menunaikan shalat dan zakat. Hal ini yang menghambat turunnya hujan adalah keengganan banyak orang untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Taubat dan memohon ampunan, kedua hal ini merupakan faktor terpenting yang memudahkan turunnya hujan.
Banyak sekali nikmat diberikan oleh Allah, akan tetapi kenikmatan itu digunakan untuk jalan yang salah. Kita mendapatkan hujan justru dengan hujan itu kita bermaksiat, kita mendapatkan hujan justru dengan hujan itu membuat kita semakin jauh dari Allah SWT. Biasanya hadir ke Majelis Ta’lim, mendengar pengajian menjadi tidak hadir karena hujan yang lebat, biasanya beribadah di rumah Allah datang ke masjid, menjadi berhalangan dengan alasan takut basah karena hujan.
Karena itulah Allah SWT beri ujian kepada kita, memutus hujan tidak turun dalam kurun waktu dua bulan yang lalu dan entah berapa waktu ke depan, untuk kita renungkan akan kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat selama ini.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (QS. Al-A’raf : 96).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 September 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: