RSS

Khutbah Jum’at Renungan Akhir Tahun

25 Des

H. Zumi ZolaDi akhir tahun 2015 jelang awal tahun 2016 ini beberapa momentum penting terjadi. Kemarin (24 Desember 2015) peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H, hari ini 25 Desember 2015 hari Natal, beberapa hari kedepan tahun baru 2016 M. Bagi rakyat Jambi disusul akan dilantiknya gubernur dan wakil gubernur Jambi terpilih yang sudah disahkan KPU provinsi Jambi (23 Desember 2015) H. Zumi Zola dan H. Fachruri Umar akan memimpin Jambi lima tahun ke depan.
Semua peristiwa ini patut menjadi renungan kita bersama, demi peningkatan tarap hidup, susah menjadi senang, miskin menjadi kaya. Peningkatan kualitas keimanan, malas menjadi rajin ibadah, rajin membaca al-Qur’an, shalat sendirian menjadi tekun berjemaah, selama ini enggan bersedekah, berinfak, berwkaf semoga menjadi orang yang bersosial tinggi. Yang dicapai adalah meningkatkannya kesejeahteraan lahir dan batin. Dan yang terpenting dalam renungan kita itu adalah menyelamatkan masa depan generasi bangsa kita yang hidup di era global serba modern dilengkapi fasilitas dengan pernak-pernik menawan.
Pemuda sebagai generasi bangsa adalah amanah bagi orangtua, masyarakat dan bangsa untuk meneruskan estafet kepemimpinan negara dan pewaris agama. Oleh karena itu tanggungjawab terhadap pertumbuhan pemuda merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar.
Kelak semua orang akan dimintai pertanggungjawaban terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungannya, terutama diri pribadi dan seluruh keluarga. Jangan samapai kita termasuk orang yang merugi dan menyesal di kemudian hari. Allah SWT dalam QS. At-Tahrim: 6 menjelaskan, “Wahai orang-orang yang beriman , peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, ….” (QS. At-Tahrim: 6).
Saat ini kita berada di zaman, dimana aneka keburukan, kejahatan, kemaksiatan dan kezaliman sedang merajalela. Sebagai cobaan yang selalu terbentang di hadapan kita. Saking banyaknya cobaan yang silih berganti, cobaan-cobaan yang menimpa itu seakan sudah terbiasa kita jalani. Namun sakit tu di sini di hati ini, tetap akan terasa. Yang lama belum hilang telah menimpa pula cobaan yang baru. Belum hilang sesak nafas diterpa udara penuh asap yang pekat, kita diancam kembali bahaya banjir dengan luapan air hujan yang terus mengguyur.
Pada zaman ini tipu daya orang-orang yang tidak bertanggungjawab cenderung meningkat, hingga menyusup ke rumah tangga kita. Musuh-musuh dalam selimut Islam, terus berusaha mengikis ajaran agama kita, menggoncang keimanan, menghancurkan perilaku dan etika akhlakul karimah yang dibawa oleh Rasululllah SAW, menebarkan kenistaan, kemaksiatan dan perbuatan keji dan hina lainnya di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Tujuan akhir mereka adalah mencoba memalingkan aqidah, mengeluarkan penganut Islam dari agamanya pindah ke agama mereka. Sungguh suatu misi dahsyat dan sangat membahayakan umat.
Pada zaman dahulu, musuh-musuh Islam tidak seleluasa sekarang dalam menyusupkan pemikiran-pemikiran keji mereka kepada kaum muslimin, teruatama para pemuda muslim. Mereka tidak mampu menyusupkan unsur kekufuran, penyelewengan atau prilaku yang tidak senonoh, yang bertentangan dengan Islam. Tapi sekarang, pemikiran itu dengan mudahnya, dengan bebasnya mereka terbangkan hanya melalui angin. Angin yang bisa membinasakan, angin berapi yang menembus dan akan menghancurkan prilaku agama, mencabut akar moral dan etika, mencukur nilai-nilai kebaikan serta melunturkan sendi-sendi al-haq (kebenaran) dan lebih dahsyat lagi bisa memalingkan aqidah (keyakinan) umat Islam yang telah diwariskan sejak terlahir ke dunia ini.
Melalui berbagai canel siaran tv, gambar seronok di koran, tabloid dan majalah, citus-citus porno di dunia maya internet, mereka ternyata mampu menyeludupkan misi ke dalam akal pikiran para pemuda muslim. Mereka juga mampu menyusup ke rumah-rumah membawa pengaruh kezaliman, menebarkan kekufuran, penyelewengan dan perbuatan prilaku jahiliyah. Mereka menyebarkan perilaku hina dan rendahan itu melalui pentas hiburan, baik itu musik, film, sinetron, drama dan pentas-pentas seni lainnya.
Dengan ramainya lalu lintas tayangan media lewat berbagai jalur itu, generasi sekarang dikeroyok aneka budaya memikat namun mengandung racun mematikan. Masyarakat dan remaja kita tidak enggan meniru, mengimplementasikan dalam kehidupan, sehingga praktek pergaulan bebas telah menyimpang dari kodrat kemanusiaan dan ironisnya, ini sudah membudaya, berakar di tengah-tengah masyarakat kita.
Adopsi budaya asing, kemudian dipompakan kepada anak-anak dan remaja kita dengan bermacam cara pula, seperti pemaksaan secara halus, menyeragamkan busana para wanita penjaga toko, super market dan sebagainya, dengan pakaian serba minim, transparan dan menonjolkan aurat, membuat masyarakat sekarang terhanyut dengan balutan kehidupan baru nota bene ala modern, efek dari tontonan sampai pada praktek paksaan tadi.
Semua ini akan membuat jiwa para pemuda dan pemudi muslim menjadi bebas bergaul, suka bermesraan, gemar meminum khamr yang akhirnya menimbulkan keonaran di masyarakat dan tentu akan menimbulkan kerusakan pada diri mereka, keluarga, masyarakat dan bangsa. Itulah jebakan ampuh yang menjerat hati kita yang lalai, jiwa yang lemah, sehingga bukan hanya akhlak, bahkan aqidah pun bisa tergadaikan. Terjadilah perilaku menyimpang dan terperangkap dalam lumpur kenistaan. Dan tidak ada keburukan yang lebih besar dan lebih berbahaya, dari pada serangan kepada kaum Muslim yang sampai masuk ke dalam rumah tangga, suatu serangan beracun yang membawa mala petaka.
Allah SWT telah mengingatkan janganlah mengikuti orang-orang yang mendustakan agama, yaitu orang yang disibukan dengan dunia lalu melupakan akhirat, sebagaimana Firman-Nya dalam QS Al-Qalam: 8-9, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka ingin supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).” QS Albaqarah ayat 109, “Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.”
Pesta pergantian tahun dari 2015 ke 2016 tinggal menghitung hari. Kembali nanti kita akan menyaksikan sajian-sajian akbar, menghambur-hamburkan uang milyaran rupiah, hilang dengan sekedip mata dengan begitu saja, demi mencapai kepuasan sesaat. Tahun-tahun sebelumnya kita baca dimedia cetak, kita saksikan di tv bahwa jelang malam pergantian tahun kamar-kamar hotel dari kelas melati hingga kelas berbintang tidak ada lagi yang kosong. Semua terisi penuh. Maaf, penjualan alat kontra sepsi (anti hamil) di hampir semua apetek laris manis, bak menjual kacang goreng.
Tidak terbayangkan. Di balik pesta poya-poya itu selain pemborosan luar biasa, lebih dari itu adalah pesta pengrusakan moral agama, pesta peruntuhan karakter bangsa. Pada malam itu semua kalangan bebas bergaul, bebas melakukan itu dan ini tanpa kontrol agama sedikit pun. Aneh binti ajaib, Satpol PP yang biasanya ganas merazia tempat praktek prustitusi, didampingi pihak berwajib lainnya, bahkan organisasi masyarakat dan organisasi Islam pun selalu menyerta, namun pada malam pergantian tahun semua mereka diam seribu bahasa, sekan ikut terhanyut gemerlapnya malam pergantian tahun.
Sungguh misi zionis yahudi kembali mampu menyeludupkan nilai-nilai kehancuran moral, yang kita sanjung-sanjung selama ini, terutama pada generasi muda sebagai tulang punggung kita di masa yang akan datang.
Demikianlah peringatan Allah SWT kepada kaum Muslimin. Kenapa kita kurang memperhatikannya, bahkan –wal iyadzu billah- sebagian dari kaum Muslimin lebih mempercayai perkataan dan ajakan orang-orang kafir daripada firman Allah SWT.
Bagaimanapun kita selalu berdo’a semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita dan seluruh kaum Muslimin agar segera menyadari bahaya yang mengancam keselamatan kita ini. “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. (QS. At-Thariq: 15-16).
Semoga khitmat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H mampu membentengi kita dan generasi penerus bangsa kita agar tetap berpegang teguh terhadap keteladanan yang telah diemban baginda Rasulullah SAW, sehingga perayaan natal 2015 dan glamor pesta tahun baru 2016 hanya sekedar hiburan tanpa berpengaruh terhadap prilaku moral anak bangsa apalagi sampai memalingkan aqidah mereka. Karena kita adalah penganut Islam yang sangat sayang dan cinta dengan agama kita, jangan sampai lemur hanya gara-gara hiburan sebagai pemuasan sesaat.
Di bawah kepemimpinan H. Zomi Zola dan H. Fachruri Umar, pilihan nurani rakyat Jambi, di tahun baru kita mempunyai pemimpin baru, membawa harapan baru, diri kita pun kita arahkan ke serba yang baru, jauh lebih maju, jauh lebih baik pada masa yang lalu. Semoga…!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Desember 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: