RSS

Gerhana Tanda Kebesaran Ilahi

10 Mar

GERHANA Matahari total telah terjadi pada hari Rabu, 9 Maret 2016 bertepatan dengan tanggal 29 Jumadal Ula 1437 H. Berdasar data BMKG 45 kota dari 12 provinsi di Indonesia mengalami Gerhana Matahari Total dan selainnya mengalami Gerhana Matahari Sebagian.

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Saat Gerhana Matahari Total piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari, sehingga siang hari yang biasanya terang akan menjadi gelap karena tidak ada cahaya matahari saat itu. Hal ini merupakan bukti kebesaran Allah dan pelajaran untuk umat manusia agar mengagungi kebesaran Allah Swt.

Matahari dan bulan adalah makhluk Allah Swt yang beredar sesuai dengan Sunnah-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya:

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS. Al Anbiya: 33)

Begitulah Allah Swt menciptakan alam semesta ini dengan seluruh keteraturannya sebagai bukti keagungan dan kesempurnaan-Nya. Salah satu fenomena alam semesta yang unik yang Allah tampakkan kepada manusia di antaranya Gerhana, di mana saat itu salah satu benda langit menutupi benda langit lainnya. Fenomena Gerhana Matahari adalah dimana saat itu matahari sebagai penerang bumi satu-satunya saat siang hari, sumber energy yang besar di bumi ditutupi dengan bulan. Sehingga saat siang hari yang biasanya terang benderang, tempat yang mengalami gerhana akan gelap semuanya. Allah Swt memberikan pelajaran dengan peristiwa ini agar manusia beribadah kepada Allah Swt, tidak menyembah Matahari atau bulan sebagaimana firman Allah dalam surat Fushilat ayat 37.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian sujud (menyembah) matahari atau bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 37)

Rasulullah menjelaskan kepada umatnya bahwa peristiwa gerhana merupakan tanda-tanda kebesaran Allah sebagaimana yang beliau sampaikan dalam khutbah setelah melaksanakan sholat Gerhana.

Bersabda Rasululllah SAW: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupaka dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian seseorang dan bukan pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihat peristiwa tersebut berdoalah kepada Allah dan bertakbirlah dan laksanakan sholat dan bersedekahlah.”

Pada zaman Rasulullah orang-orang mengaitkan peristiwa gerhana dengan kematian putranya sebagaimana digambarkan dalam sebuah hadist dari Mughirah bin Syu’bah:

Dari Mughirah bin Syu’bah berkata: Pada masa Rasulullah saw terjadi gerhana matahari, yaitu bertepatan dengan hari meninggalnya Ibrahim (putra Rasulullah Saw). Karena itu orang banyak berkata,” Terjadinya gerhana matahari karena meninggalnya Ibrahim.” Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya terjadinya gerhana matahari dan bulan bukanlah karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kami melihatnya, maka sholatlah dan berdoalah kepada Allah Swt.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Maret 2016 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: