RSS

Hikmah Jum’at, Menyambut Ramadhan

27 Mei

Dalam hitungan hari, kita akan memasuki bulan Ramadhan, yang penuh rahmat dan keberkahan. Di bulan Ramadhan inilah kesempatan yang baik bagi seluruh umat Islam untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT. Bulan yang paling indah untuk berpacu meningkatkan kekhusyukan demi menggapai ridho dan ampunan-Nya.
Di bulan Ramadhan, umat Islam diundang menjadi tamu Allah SWT dan dimuliakan dengan berbagai kemurahan-Nya. Di bulan ini nafas-nafas hamba menjadi tasbih, tidur para hamba pun menjadi ibadah. Berbagai amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya, serta doa-doa lebih diijabah. Maka marilah kita memohon kepada Allah SWT dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kita dalam menjalani kewajiban ibadah dan sunnah-sunnahnya.
Semasa hidupnya, Rasulullah SAW selalu memberikan nasehat, ketika umat Islam sedang menyambut kedatangan bulan teragung ini. Imam Ibnu Huzaimah meriwayatkan hadits,“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.”
”Kasihilah anak-anak yatim, bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu dan angkatlah tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu, maka Allah pasti menjawab dan mengabulkan doa-doamu serta menyambutmu ketika engkau memanggil-Nya”.
Rasulullah SAW juga berpesan agar memuliakan orang tuanya, menyayangi mereka yang muda, menyambungkan tali silaturrahim, menjaga lidah, menahan pandangan dan pendengaran dari yang tidak halal.
Tentang bulan Ramadhan ini, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana diwajibkan bagi umat-umat sebelum kamu agar engkau bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah:183)
Marilah kita patuhi perintah puasa ini, sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Dengan penuh kesadaran untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Agar puasa kita bukan sekedar menahan lapar dan haus.
Sabda Rasulullah SAW, “Banyak sekali orang-orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa pun selain daripada lapar dan haus saja.”
Marilah kita wujudkan kegembiraan menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini dengan menahan diri dari berbuat kesia-siaan, dan perdebatan-perdebatan yang bukan pada tempatnya. Menghindari kebohongan-kebohongan atau membuat tuduhan-tuduhan tanpa dasar, apalagi gosip-gosip murahan.
Menghentikan kenikmatan-kenikmatan pandangan dan pendengaran yang bukan pada tempatnya. Menjaga lidah dan telinga dari segala keharaman. Menjaga kedua tangannya dari amarah dan menyakiti orang lain, menjaga kedua kakinya untuk tidak mendatangi tempat-tempat kemaksiatan. Serta menjaga hatinya dari kebencian dan kedengkian. Karena hakikat dari puasa adalah ketakwaan kepada Allah secara paripurna.
Sahabat Jabir RA berpesan, “Jika kamu berpuasa, maka puasakanlah pendengaran, penglihatan, dan lidahmu dari kebohongan. Tinggalkanlah menyakiti tetangga, buatlah mereka tenang dan tenteram. Dan janganlah engkau menjadikan hari-harimu sama, antara ketika berpuasa maupun tidak”.
Dalam sebuah khutbahnya, Rasululah SAW berpesan, “Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
Khutbah Rasulullah SAW ini menegaskan kepada kita bahwa, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebersamaan, bulan yang penuh dengan keharmonisan rumah tangga, kehangatan kekerabatan dan kekuatan persaudaraan dan ketentraman masyarakat. Adalah salah jika Ramadhan justru digunakan sebagai kesempatan untuk bemegah-megahan dan saling menyombongkan diri masing-masing dihadapan orang lain.
Marilah kita berdoa, semoga Allah membukakan pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka bagi kita dan membelenggu syetan-syetan agar ia tak lagi pernah menguasai nafsu kita. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita, karena Ramadhan adalah bulan kesabaran, sedangkan pahala kesabaran adalah surga. Wallahu a’lam bissawab.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Mei 2016 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: