RSS

Lapor Om Polisi, Banyak Tidak Punya SIM!

Lapor Om Polisi, Banyak Tidak Punya SIM!
Oleh MARDIANA DWILIA ROSSA
SARANA jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Suatu masyarakat dapat hidup, kemudian tumbuh dan berkembang kalau di sana ada produktifitas. Sementara produktifitas baru dapat dihasilkan dari aktivitas yang didukung oleh jalur lalu lintas. Maka arus lalu lintas harus aman, lancar dan tertib. Lalu lintas adalah cerminan budaya bangsa dalam makna kebudayaan sebagai fungsi. Artinya prilaku berlalu lintas merupakan cerminan dari apa yang difahami dan diyakini, nilai-nilai dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, bangsa dan negara.
Namun kelancaran dan ketertiban berlalu lintas tidak sepadan dengan apa yang diharapkan. Bapak Tristianto, saat bertindak sebagai pembina upacara di SMAN Titian Teras, dalam amanatnya memaparkan bahwa kasus kecelakaan selama tahun 2012, untuk kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2012 terjadi 156 kasus kecelakaan berlalu lintas, dengan 84 meninggal dunia, 49 luka berat dan 155 luka ringan. Kerugian material mencapai 885.050.000 rupiah. Sementara Provinsi Jambi pada tahun 2012 terjadi 973 kasus, dengan 488 meninggal dunia, 468 luka berat dan 868 luka ringan. Kerugian material mencapai 5.717.950.000 rupiah. Jika diranking tingkat nasional maka kasus kecelakaan berlalu lintas Provinsi Jambi menduduki peringkat 26 dari 31 Polda yang ada di Indonesia. (AKP Tristianto, Februari 2013).
Kurang Kesadaran
Kendaraan adalah alat transportasi yang membantu memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia kendaraan sudah menjadi kebutuhan seperti sepeda, sepeda motor, mobil, angkutan umum , kereta api dan pesawat. Tetapi yang menjadi mayoritas ialah kendaraan roda dua alias motor.
Untuk mengendarai kendaraan tersebut diperlukan keahlian dan persyaratan untuk menaikinya. Hasil pandangan kasat mata sehari-hari saja terlihat, ketaatan dalam berlalu lintas belum menampakan grafik yang membaik. Terbukti tingkat kecelakaan masih tinggi di kalangan masyarakat dewasa maupun anak-anak, sebagaimana yang dikatakan Bapak Tristianto di atas. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran akan arti penting keselamatan berlalu lintas, seperti kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM). Permasalahannya adalah bagaimana generasi penerus akan memimpin bangsa ini jika untuk mengendalikan dirinya menuju keselamatan saja tidak mau.
Satu dari 142
Rasa ketertarikan dan keperluan mengikuti lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, akhirnya penulis mengadakan suatu penelitian tentang kepemilikan SIM bagi pelajar SMA. Akhirnya penulis mengadakan penelitian di sebuah SMA wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Hasilnya sangat mengejutkan. Dari 142 angket yang disebarkan tenyata hanya satu pelajar di sekolah tersebut yang memiliki SIM. Sementara persyaratan membawa kendaraan harus memiliki SIM. Anak yang usianya sudah 17 tahun ke atas dan memiliki KTP diwajibkan untuk memiliki SIM, jika ia mengenderai sebuah kenderaan bermotor.
Dari 142 pengisian angket dapat disimpulkan bahwa pelajar di sekolah ini yang mempunyai SIM hanya 0,7 persen dan yang tidak mempunyai SIM sebanyak 99,3 persen. Dan siswa yang bisa berkendara sebanyak 141 orang ( 99,3 persen) dan yang tidak bisa berkendara sebanyak 1 orang (0,7 persen).
Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa pelajar di sana yang mengetahui persyaratan mempunyai SIM ditelaah dari tahun kelahiran disimpulkan siswa yang lahir tahun 1996 sebanyak 82 orang ( 57,74 persen), kelahiran tahun 1997 sebanyak 30 orang (21,12 persen), kelahiran tahun 1998 sebanyak 3 orang (2,13 persen) dan kelahiran tahun 1995 sebanyak 27 orang (19,01 persen). Alasan mereka tidak memiliki SIM diantaranya adalah karena belum cukup umur sebanyak 63 orang, belum ada KTP sebanyak 19 orang, belum ada ATM sebanyak 1 orang, lagi otw sebanyak 1 orang, tidak ada sebanyak 4 orang, belum berusia 17 tahun sebanyak 1 orang, dalam proses sebanyak 11 orang, tidak bisa membawa motor sebanyak 1 orang. Karena belum memiliki syarat yang lengkap sebanyak 5 orang, belum bikin sebanyak 5 orang, karena naik angkot tidak butuh SIM sebanyak 4 orang, karena berjalan kaki sebanyak 1 orang, karena KTP wilayah Jambi belum ada sebanyak 1 orang, belum ada uang sebanyak 1 orang, tidak punya kendaraan sebanyak 1 orang, belum ada SIM sebanyak 15 orang, baru cukup umur sebanyak 1 orang, karena ‘nebeng’ sebanyak 1 orang, masih dibawah umur sebanyak 6 orang.
Pelopor Keselamatan
Mewakili Provinsi Jambi di tingkat nasional, memberi kesadaran kepada penulis untuk selalu peka dan peduli terhadap keselamatan serta siap menjadi pelopor dalam keselamatan berlalu lintas, dengan semboyan “Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan.”
Pertama-tama yang mesti ditanamkan adalah niat, kemauan dan semangat. Jika semua telah mempunyai semangat (spirit) untuk menjadi pelopor di bidang keselamatan berlalu lintas maka akan terbangun kesadaran, disiplin dan tanggung jawab, baik perorangan hingga kelompok masyarakat untuk selalu mentaati peraturan perundang-undangan LLAJ.
Membudayakan tertib berlalu lintas dan menghormati pengguna jalan lainnya sehingga prilaku dalam berlalu lintas dapat dijadikan tauladan dan menginspirasi, mendorong untuk selalu mengutamakan keselamatan sehingga menjadi suatu kebutuhan. Inilah tujuan utama ajakan kepada masyarakat untuk menjadi pelopor di bidang keselamatan berlalu lintas, yang dicanangkan Polri.
Suatu yang dilematis, pihak berwajib telah menggaungkan agar menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan, sementara pelajar SMA banyak mengenderai sepeda motor tanpa memiliki SIM dengan berbagai alasan. Bahkan di daerah-daerah bukan saja siswa SMA, pelajar SMP bahkan SD pun mereka selalu memakai sepeda motor untuk berpergian, pun tidak mungkin memiliki SIM lantaran usia di bawah 17 tahun. Bagaimana ini, Om Polisi…?
(Penulis adalah Siswi SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi, Finalis Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Nasional Tahun 2013)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: