RSS

Penerapan Kurikulum Khusus

Penerapan Kurikulum Khusus
Oleh Drs. Edy Purwanta, M.Pd*

PENDIDIKAN nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yang artinya tidak hanya menjadikan pandai secara intelektual, tetapi juga mempunyai tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Melalui pendidikan nasional diharapkan peserta didik mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.

Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan seperti yang diharapkan, selain memberdayakan semua komponen masyarakat juga dapat dilakukan dengan penyempurnaan kurikulum melalui pengefektifan komponen-komponen yang mempengaruhi keberhasilan suatu pendidikan.
SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi merupakan lembaga pendidikan menengah atas telah mengembangkan kurikulum untuk mewujudkan visi dan misi yang hendak dicapai. Ketika rasa nasionalisme dan cinta terhadap tanah air disinyalir mulai memudar di kalangan generasi muda Indonesia, menjadikan SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti mengembangkan kurikulum khusus dengan menambahkan tiga mata pelajaran, yaitu Pendidikan Bela Negara, Kepemimpinan dan Kesamaptaan Jasmani.
Bela Negara
Dalam proses pembelajaran Bela Negara, menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, nasionalisme dan patriotisme kepada peserta didik dalam upaya menghantarkan mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi, bahkan sampai menuju cita-cita dengan tetap membanggakan bangsanya.
Dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, tercantum kalimat bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam urusan membela negara, karena bela negara sudah diatur dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 30 dan dalam UU Nomor 3 tahun 2002 pasal 9 tentang pertahanan negara.
Dalam aturan itu dijelaskan bahwa keikutsertaan warga negara (termasuk pelajar), dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Bela Negara.
Peserta didik memiliki peranan yang penting dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengamalan terhadap Pancasila ataupun upaya Bela Negara. Hal ini perlu karena kondisi perkembangan dan majunya teknologi berimbas pada perubahan di segala bidang yang berdampak pada pengurangan pemahaman serta pengamalan terhadap Pancasila, dan akhirnya berimbas kemerosotan pada nilai-nila kesadaran bela negara.
Salah satu upaya strategis dalam penanaman kesadaran bela negara dan pemahaman lebih mendalam terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada generasi muda kebanggaan bangsa, maka perlu memberi pembelajaran Bela Negara ini. Dengan pemberian pemahaman ini, secara tidak langsung menempa mereka untuk mampu menjadi manusia yang tangguh, memiliki wawasan kebangsaan, semangat nasionalisme, disiplin dan rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi pula.
Kepemimpinan
Tidak bisa dipungkiri, kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam setiap tempat dan waktu demi terwujudnya situasi yang aman dan sejahtera. Tanpa adanya kepemimpinan di suatu lingkungan masyarakat atau komunitas tertentu, akan mudah terjadi kegoncangan bahkan kekacauan. Dalam posisi ini seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan dan kesanggupan serta kewibawaan dalam mengimplementasikan taktik kepemimpinannya.
Peserta didik adalah calon pemimpin masa depan. Kepada mereka mesti dibekali sifat-sifat kepemimpinan yang baik. Setidak-tidaknya memiliki sifat kejujuran sebagai satu kesatuan keteguhan moral dan moril yang luhur berdasarkan rasa kebenaran dan keadilan, serta kejujuran terhadap Tuhan, sesama manusia dan diri sendiri. Kemudian dipadukan dengan unsur keberanian yang pada hakekatnya manifestasi pengakuan adanya rasa ketakutan dan kekhawatiran terhadap kemungkinan timbulnya bahaya dan cercaan pihak lain, jika suatu ketika nanti menjadi seorang pemimpin. Sehingga timbul kesamaptaan diri untuk menghadapi dan upaya mengatasi masalah secara arif dan bijaksana.
Ketauladanan adalah sikap seorang pemimpin berperan aktif dalam upaya mempengaruhi masing-masing pribadi yang dipimpin dalam rangka menjadikan dirinya sebagai panutan. Tahan uji adalah sikap seorang pemimpin yang menunjukkan kesanggupan tidak pernah mengenal menyerah dan putus asa, tahan dalam menghadapi segala penderitaan, menghadapi setiap bentuk cobaan dan ujian, kesulitan dan hambatan dalam rangka melaksanakan tugas dan kewajiban.
Yang tidak kalah pentingnya adalah menanamkan sifat tidak mementingkan diri sendiri. Hal ini merupakan sikap dan perbuatan seorang pemimpin yang mencerminkan hasrat untuk berbakti, berkorban dan berjuang demi kepentingan bersama.
Kesamaptaan Jasmani
Kesamaptaan jasmani adalah kegiatan atau kesanggupan seseorang untuk melakuksanakan kegiatan fisik secara lebih baik dan efisien. Komponen penting dalam kesamaptaan jasmani bagi peserta didik adalah untuk meningkatkan kesegaran jasmani sehingga dengan kondisi bugar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Tinggi rendah dan cepat lambatnya perkembangan dan peningkatan kesamaptaan jasmani dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam maupun dari luar tubuh sebagai berikut, (a) Faktor dalam (endogen) yang ada pada manusia (meliputi genetik, usia dan jenis kelamin, (b) Faktor luar (eksogen), antara lain aktivitas fisik, kebiasaan merokok, keadaan/status kesehatan dan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Kesamaptaan jasmani yang baik sangat berguna dalam kehidupan, misalnya, (a) Dengan postur yang baik dapat memberikan penampilan yang memancarkan adanya kewibawaan lahiriah serta gerak yang efisien. (b) Dengan kesegaran yang tinggi dapat tahan melakukan pekerjaan yang berat tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau cedera, sehingga banyak hasil yang dicapai dalam pekerjaannya. (c) Dengan ketangkasan yang tinggi banyak rintangan yang dapat diatasi sehingga semua dapat berjalan dengan cepat dan tepat untuk mencapai tugas pokok.
Implementasikan tiga mata pelajaran sebagai kurikulum khusus ini tidak menjadikan peserta didik menjadi jenuh dan terbebani dengan penambahan materi pembelajaran, jika metode proses pembelajarannya selalu bervariasi. Seperti mendatangkan pengajar dari luar yang ahli dalam bidangnya dan dilaksanakan tidak selalu terfokus dalam kelas.
Penambahan kurikulum khusus ini diharapkan sekolah mampu mencetak para alumni bukan saja mampu dalam disiplin ilmu yang ada dalam standar kurikulum pendidikan nasional, lebih dari itu menanamkan rasa cinta tanah air, memiliki jiwa kepemimpinan dan kesamaptaan jasmani yang sangat dibutuhkan generasi mendatang.
(Penulis adalah Kepala SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: