RSS

Falsafah Lima Jari

BENTUK dan fungsi jari-jari manusia berbeda-beda. Si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung. Telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah. Si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk. Jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin. Kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (waktu kecil kalau kita berbaikan dengan teman kita pasti saling sentuh jari kelingking). Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan dan lain-lain).
Suatu hari saat masih kecil si Kakak bertengkar dengan si Adik. Dengan menunjukan jari telunjuk ke muka si Adik, si Kakak berkata “Kamu monyet.” Kemudian si Kakak ditegur oleh si Ayah bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Si Ayah mengatakan “Tidakkah Kakak ketahui satu jari telunjuk dihadapkan kepada Adikmu, dan satu jari itu mengatakan Adikmu “monyet”, tapi lihat kemana empat jari lainnya mengarah?” Jadi, saat kita mengacungkan satu jari telunjuk kepada orang lain dengan memaki-maki, maka secara tidak langsung kita empat kali lipat memaki diri kita sendiri.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi. Bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, menabur kebencian hingga berakhir pada saling membunuh. Wallahu a’lam bissawab.

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: