RSS

Menikah tanpa Ridha Orang Tua

Menikah tanpa Ridha Orang Tua

Masalah ini bisa kita bedakan dari dua sisi. Pertama, dilihat dari sisi akhlaq. Kedua, dilihat dari sisi hukum hitam putih.
Secara akhlaq, sungguh merupakan sebuah tindakan yang amat menyakitkan, bila seorang anak melakukan tindakan yang tidak berkenan di hati orang tua. Apalagi bila tindakan itu sebuah pernikahan. Secara akhlaq, tidak pada tempatnya seorang anak yang sejak kecil dilahirkan, diasuh, dijaga, dididik dan dibesarkan oleh orang tuanya, dengan sepenuh hati, berkorban jiwa raga, tiba-tiba melakukan hal-hal yang membuat orang tua sakit hati. Atau malah mengecawakannya.

Dari sisi akhlaq, anak yang tega menyakiti atau menentang kehendak orang tuanya adalah anak yang durhaka, tidak tahu balas budi dan kurang ajar. Buat apa sejak kecil diurusi, kalau setelah besar tidak mau hormat dan menjaga perasaan orang tua? Kemudian seenaknya mau mengatur diri sendiri, sampai menikah tanpa mendapat restu dan ridha dari orang tuanya.

Anak yang begini kelakuannya, hingga menyakiti hati orang tuanya, boleh dibilang akan sengsara hidupnya. Jalannya akan tidak lurus, kehidupannya akan sepi dari keberkahan, meski sekilas hartanya berlimpah, rumahnya bertingkat, gajinya berlipat, mobilnya mengkilat, badannya sehat.

Tapi kalau dengan orang tua kualat, jiwanya akan sekarat, jalannya akan sesat, hidup jadi tidak nikmat, tidak punya semangat.
Baik anak laki-laki atau pun perempuan, sebisa mungkin jangan sampai menikah tanpa restu dan ridha orang tua. Sebab kalau untuk membalas jasanya tidak mampu kita lakukan, paling tidak sekedar tidak menyakiti hati mereka, sudah merupakan nilai tersendiri.

Dari Sudut Pandang Hukum
Sedangkan bila kita lepaskan masalah bakti atau kualat dengan orang tua, bila ada seorang laki-laki menikah, memang tidak memerlukan peran orang tuanya sebagai wali. Sebab pernikahan seorang laki-laki memang tidak membutuhka wali.

Sebaliknya, seorang wanita tidak boleh menikahkan diri sendiri. Yang menikahkannya harus ayah kandungnya sebagai wali. Dirinya sendiri justru tidak punya peran apa-apa dalam akad nikah, sehingga kalau pun tidak hadir dalam pernikahannya sendiri, secara hukum nikahnya tetap sah.

Maka seorang wanita yang menikah tanpa izin, restu dan ridha dari ayah kandungnya, secara hukum nikahnya tidak sah, selain itu dia juga mendapatkan dosa atas ulahnya yang kualat terhadap orang tuanya.
Wallahu a”lam bishshawab, dari berbagai sumber

Iklan
 

343 responses to “Menikah tanpa Ridha Orang Tua

  1. Aini

    23 Mei 2011 at 10:11 am

    Tapi jika keadaanya memeng harus melakukan pernikahan tanpa restu dari orang tua pria itu terpaksa bagaimana?
    Kronologisnya: pada awalnya orang tua pihak pria sudah melamar/meminang ke pihak wanita, namun pada suatu saat terjadi salah faham antara pria & wanita itu, kemudian tanpa diniati si wanita melepas cincin pertunangan dengan harapan si pria bisa berubah karena sudah waktunya dia belajar mandiri & bertanggung jawab agar bisa terbiasa dalam menjadi kepala rumah tangga (selama ini kehidupan sang pria itu selalu diatur oleh orang tuanya, sampai2 untuk bicara ke orang tua tidak berani kalau tidak ditanya namun untuk mengemukakan apa yang diingin itu tidak bisa karena perintah orang tua mau tidak mau harus dilakukan oleh anaknya dalam kata lain kata orang tua itu mutlak tidak boleh ditolak). Mengetahui perbuatan si wanita tersebut orang tua pria tersebut tanpa memberi kesempatan langsung memutuskan kalau si wanita ini berkelakuan buruk dan mencari-cari kesalahan si wanita tanpa memandang kebaikannya sama sekali jadi intinya yg di lihat adalah keburukannya saja. Si wanita sudah berusaha untuk menemui orang tua pria tersebut tapi hasilnya tetap nihil. Hingga akhirnya si pria memutuskan menikah dengan si wanita tersebut tanpa memberi tahu ke dua orang tuanya.

     
    • salwintt

      25 Mei 2011 at 9:48 am

      Perjalanan hidup akan lebih banyak dijalani oleh sepasang suami isteri dan keturunannya. Dengan niat yang baik, dan ingin mencapai perubahan hidup yang lebih baik boleh-boleh saja melakukan itu. Tapi yakinkan dalam hati suatu ketika nanti kita akan buktikan pada keluarga bahwa apa yang dilakukan hari ini tidak salah. Tidak bisa dipungkiri, dalam menjalani hidup terkadang kita harus bertentangan dengan orangtua. Tapi orangtua adalah raja segala raja yang tidak boleh dilawan. Oke sekarang kita melakukan pelanggaran, namun nanti pada saat yang tepat kita kembali bertemu raja, minta maaf dan sekali lagi buktikan, bahwa kita berjalan di jalan yang lurus. Ingat… sebuas-buas macan di hutan belantara, tidak pernah memangsa anaknya… Wallahu a’lam…

       
      • ad

        26 Januari 2016 at 12:45 pm

        maaf saya ingin bertanya saya beragama non muslim tetapi saya mengenal dan berhubungan dgn seorang lelaki muslim dan mantap ingin menikah dan saya pun mau mengikuti agama islam. yang jadi permslhn nya orang tua saya tdk menyetujui nya. ayah saya bru meninggal. saya tgl dgn ibu dan kakak perempuan saya. saya mempunyai 8 saudara tetapi berbeda ibu. ayah saya mempunyai 2 istri. istri 1 ada 8 anak (2 laki2 dan 6 perempuan) dan istri 1 tlh lama meninggal. kemudian ayah saya menikah dgn ibu saya skrg. kakak laki2 saya menolak menikahkan saya dgn lelaki muslim yg saya pilih. ibu saya pun sama. saya setres skrg mkn pun gak nafsu memikirkan semua nya. disatu sisi saya tkt durhaka kepada ibu saya. tp saya mantap dgn lelaki plhn nya skrg dr yg sblm2nya. jd saya hrs bagaimana?. terima kasih.

         
      • masalalumasadepan

        29 Februari 2016 at 3:41 am

        As’ ustadz,

        Saya laki-laki usia 29, sy bingung ustadz hub sy dng pcr sy sdh jauh brjalan 4tahun,
        Tanpa sepengetauhan ortu pcr sy, jujur sy sudah berniatan baik ingin bertemu kedua ortunya, akan tetapi pcr sy melarang sy untuk bertemu ortunya, dengan dia tidak mau melukai hati sy, karna sy akan dihina dicaci ortunya, karna alasan sy mantan pemakai, suku sunda hobinya nikah terus, lantaran ortu sy memiliki dua istri,

        Sy jadi takut ustadz mau ktmu ortu nya untk silahtuhrahmi karna larangan, ancaman pcr sy, kalau sampai sy nekat bertemu ortu nya dia akan kabur dari rumah bahkan terucap ingin bunuh diri,
        Sy mengurungkan niat sy itu sampai 4tahun ustadz,
        sy dan pcr sy pun sudah melakukan zinah, sy pny niat ingin bertemu ortunya tapi selalu dihalangi pcr sy, sy jadi takut akan acaman pcr sy dan juga takut kalau terusan begini dimana sy akan mendapatkan ortunya, sy ingin bertanggung jawab dng apa yg telah sy buat, sy sudah bertobat insa allah sy berjanji tidak mengulang semua kesalahan sy tempo dulu, sy ingin benar menghalalkan pcr sy dan mendapatkan restu dari kedua ortunya, mohon solusi terbaiknya ustadz

         
  2. fawzi

    3 Juli 2011 at 10:35 pm

    apa dalil2 nya??

     
    • salwintt

      6 Juli 2011 at 7:18 pm

      nnt kt cr y

       
  3. Hamba Allah

    30 Oktober 2011 at 12:29 pm

    Assalamu’alaikum ustadz,

    adik perempuan saya mengakui bahwa pernah khilaf dan berzina dengan pacarnya, kemudian mereka saling menjaga jarak karena takut perbuatan tsb terulang kembali. beberapa bulan kemudian, si pria meminta izin pada keluarganya untuk menikahi saudara saya dengan alasan untuk bertanggung jawab dan takut melakukan dosa/berzina lagi. tetapi orang tua dan keluarganya menolak dengan alasan bahwa saudara perempuan saya tidak sekufu (bukan dari keluarga berada & bukan keturunan orang terpandang), selain itu mereka juga masih kuliah semstr 6 dan belum bekerja.
    hampir 1 thn si pria melobby orang tuanya, tetapi tak kunjung direstui. mereka justru menyuruh pria tsb untuk segera meninggalkan adik saya dan kelak menikahi perempuan lain. karena si pria merasa tidak cocok dengan jalan pemikiran keluarganya, dia nekat meninggalkan rumah dan melamar adik saya sendirian. tetapi orang tua kami belum ‘mengiyakan’ karena tidak ada satupun pihak keluarga si pria yang ikut melamar. pacar adik saya juga bercerita bahwa dia dianggap sebagai anak durhaka karena tidak menuruti keinginan orang tuanya. di sisi lain dia juga merasa harus bertanggung jawab pada adik saya.
    adik saya sering curhat pada saya sambil menangis, dia merasa takut ditinggalkan pacarnya. tetapi dia juga tidak tega karena pacarnya dianggap sbg anak durhaka. si pria juga mengatakan bahwa dia bingung, jika tidak segera menikah mereka akan terus-terusan tergoda untuk berzina (durhaka pada Allah SWT). tetapi jika dia tetap memaksa menikah, dia durhaka pada orang tuanya.
    menurut ustadz, apa yang sebaiknya mereka lakukan?
    terus terang sebagai kakak, saya juga merasa serba salah dan bingung dengan kondisi yang dialami adik saya.
    terima kasih sebelumnya

    wassalamu’alaikum wr.wb.

     
    • salwintt

      2 November 2011 at 9:57 pm

      Waalaikumsalam warahmatullahi wabarkatuh…
      Terima kasih pertanyaannya, suatu kasus yang dari dulu sampai sekarang selalu terjadi seperti ini. Kalau dari keluarga laki-laki yang menjadi masalah tidak terlalu rumit. Karena yang menikahkan adalah orangtua yang perempuan. Seorang anak perempuan tidak syah perkawinannya tanpa dinikahkan oleh orangtua kandungnya sendiri yang masih hidup, kecuali berhalangan. Bayangin kalau dari keluarga pihak perempuan yang tidak setuju, tidak mungkin keduanya bisa menikah tanpa ada kesepakatan. Demi keselamatan adik saudara dan “temannya” sebaiknya segera dinikahkan. Karena demi menghindari perzinaan, hukum nikah segera dilakukan. Masalah ketidaksetujuan pihak keluarga si laki-laki, suatu ketika nanti lambat laun akan dingin sendiri. Yang penting kita harus menghargai rasa tanggung jawab teman adik saudara itu. Karena pergaulan mereka jika ditinjau dari segi agama dan hukum adat, mereka memang sudah wajib dinikahkan. Masalah masih kuliah, juga tidak jadi masalah, rezeki sudah diatur oleh Allah SWT…. demikian, semoga bermanfaat, terima kasih wassalamualaikum warahmatulaahi wabarkatuh

       
      • nurul ain

        17 Februari 2016 at 6:43 pm

        assalamualaikum ustazd
        ibu dan ayah saya bercerai sejak saya klas 5 sd, saya betiga saudara dan saya anak kedua yang semua nya ikut dgn ibu
        dan semenjak itu hubungan kami tidak baik dgn ayah karna semenjak ayah saya menikah dgn prempan lain dia sangat2 jarang memberikan uang bulan untuk kami, kami hanya meminta itu dan sangat susah untuk dapat
        sampai akhirnya kami menyerah, kami tidak ingin lagi berurusan dgn ayah

        saya umur 18 thn masih sma klas 2 dan saya telah diikati oleh pcr nya yang lebih tua dari saya 10 tahun, saya merasa dgn dia nyaman dan bahagia, namun ayah saya sangat tidak merestui, alasan nya karna jauh berbeda umur saya dgn tunangan saya,
        bagaimna hukum nya apabila saya menikah nanti
        sedangkan ayah sayang tidak/jarang sekali memberi nafkah sejak kls 5 sd dan mengurusi kami bertiga pun tidak pernah lagi
        apakah saya menikah harus dengan restua ayah? ustadz mohon jawaban nya
        terima kasih

         
      • Didra

        12 Juli 2016 at 8:06 pm

        Assalamualaikum ustadz..
        Hal yg sama terjadi pada adik sepupu saya..namun justru kebalikannya..pihak perempuan yg tidak setuju terutama ibunya dikarenakan sudah sakit hati terhadap apa yg sudah dilakukan di masa lalu. Sedangkan sepupu saya sudah tidak ada ayah kandung. Namun karena alasan bettanggung jawab atas dosa tsb sepupu saya tetap ingin menikah dgn pria ysb. Lalu bagaiman ya ustadz..

         
  4. Delisa

    31 Oktober 2011 at 10:50 am

    assalamu’alaykum..afwan sy mau tanya.
    Bagaimana jika kondisinya sudah ada khitbah, laki-laki sudah mengkhitbah wanita yang disaksikan oleh keluarga besar kedua belah pihak. Namun setelah khitbah tersebut, ternyata ibu dr pihak laki-laki tiba2 tidak merestui karena masalah harta. Bagaimana hukumnya jika tetap memperlangsungkan pernikahan?

     
    • salwintt

      20 Januari 2012 at 11:36 pm

      wa’alaikum salam ww…
      Hukum nikahnya syah, jika memenuhi rukun dan syaratnya. Masalah keluarga bisa diselesaikan dikemudian hari, apalagi masalahnya hanya tentang harta.

       
  5. mauliya

    17 November 2011 at 7:47 am

    Assalamu’alaikum ustad..
    jika seandainya orangtua dari perempuan merestui akan tetapi kurang ikhlas dikarenakan si pria bukan berasal dari kelauarga yang berada,,alias sederhana..dan si perempaun menjadi takut di do’akan yanga jelek..bagaimana ustad apa yang harus dilakukan ???

     
    • salwintt

      5 Desember 2011 at 8:01 am

      Waalaikum salam ww… usaha pertama yang terpenting adalah orangtua mau menikahkan, perjalanan selanjutnya dibuktikan bahwa kita sebagai anak yang baik, patuh pada orangtua mampu membina keluarga sakinah, waddah dan rahmah. Insya Allah orangtua akan merestui perkawinan kita.

       
  6. wita

    27 Desember 2011 at 4:11 am

    assalamualaikum pak ustadz
    bagaimana jika seorang laki2 ingin menikah sedangkan kedua orang tuanya sudah meninggal..wali penggantinya sudah tentu abangnya. tapi abangnya yg paling besar tidak setuju dengan pilihan si laki2 itu sendiri sedangkan abang yg lainnya setuju2 aja,abangnya ingin adik nya dengan wanita yang hafiz alquran dan wanita bercadar.sedangkan pilihan si laki2 hanya berjilbab saja ustadz ..bagaimana pak ustadz, dosakah jika si laki2 meninggalkan abagnya dan menikah tanpa restu abang kandungnya yang pertama..satu lagi pak ustadz..dalam islam kan tidak ada yang namanya paksaan..bagaimana hukumnya keluarga calon laki2 menyuruh si calon wanita harus memakai cadar klo mau nikah sama adiknya…bagaimana ini pak ustadz…masa gara2 cadar dan tidak hafizh alquran tidak di setujui…

     
    • salwintt

      11 Januari 2012 at 8:18 pm

      Wa’alaikum salam ww… Urutan Wali, ayah kandung, kakek dari ayah, saudara laki2 kandung, saudara laki-laki seayah dst… kalau ayah dan kakek sudah tidak ada lagi yang jadi wali otomatis saudara laki-laki kandung. Tapi ingat wali yang dimasksud adalah dari pihak perempuan bukan laki-laki. Karena yang menikahkan itu adalah wali dari perempuan.
      Keinginan abang si-laki-laki, yang “dianggap” terlalu berlebihan, harus seorang hafizah dan mengenakan cadar, hal ini bisa diabaikan. Sudah memakai jilbab bagi muslimah yang tinggal di negara kita sudah memadai sebagi seorang wanita yang baik dipandang dari segi busana. Nikah saja dengan wali saudara laki-laki yang lain, masalah yang paling tua atau yang paling muda tidak jadi masalah, yang penting ada persetujuan. Yang penting masa2 berikutnya jalin kembali silaturahim dengan semua keluarga, insya Allah lambat laun akan kembali ahrmonis…

       
  7. Hamba Alloh

    27 Desember 2011 at 5:29 pm

    Asslkum…
    Kalo orgtua wanita nya yg tidak setuju, akan tetapi mereka sdh melkukan hubungan yg diluar batasan, lalu sang laki2 mau bertanggung jawab dengan menikahkan, sudah pernah mau menikah akan tetapi digagalkan oleh ibu nya sang perempuan karena sang laki2 dirasa nya tidak pantas untuk anaknya.dan sang anak sekarang merasa depresi, dan merasa hidupnya sudah tak ada artinya lagi..mohon di bantu pak ustad

    wassalamuaikum

     
    • salwintt

      11 Januari 2012 at 7:54 pm

      Wa alaikum salam ww… kalau maksud melakukan hubungan di luar batas itu, hub suami isteri, utk menebus dosa besar itu harus nikah. Perkara orangtua setuju atau tidak bisa dimusyawarahkan dikemudian hari. Upayakan ayah kandung perempuan sebagai wali mau menikahkannya. Suatu ketika kita memang harus berani “melawan” orangtua dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya, tp tidak berniat untuk memusuhi. Suatu ketika kita harus berani menceritakan perbuatan salah kita kepada orangtua, apapun resikonya, sebagai akibat perbuatan kita tersebut. Kalau dibiarkan berlarut-larut, perasaan yang menakutkan terus bersarang di dada. Suatu ketika kita harus mendengar secara terpaksa amarah orangtua terhadap kita. Itu akan lebih baik dari pada dipendam. Yakinlah setelah itu secara berangsur-angsur akan reda. Asal kita sebagai anak, tidak pernah berniat durhaka. Ingat pepatah, sekejam-kejamnya macan di hutan belantara, tidak pernah memangsa anaknya sendiri.
      Seakarang…Tentukan sikap, cari waktu yang tepat untuk mengemukakan segala2nya pada orangtua, dan siap-siap menerima resiko apapun. Hidup harus berani dan tegas…. Diiringi Usaha (ikhtiar) dan do’a (ibadah) kemudian tawkkal (hasilnya diserahkan kepada Allah) insya Allah permasalahan ini bisa teratasi. Mohon maaf jika tidak mengena. trims

       
  8. Hamba Alloh

    27 Desember 2011 at 5:30 pm

    Asslkum…
    Kalo orgtua wanita nya yg tidak setuju, akan tetapi mereka sdh melkukan hubungan yg diluar batasan, lalu sang laki2 mau bertanggung jawab dengan menikahkan, sudah pernah mau menikah akan tetapi digagalkan oleh ibu nya sang perempuan karena sang laki2 dirasa nya tidak pantas untuk anaknya.dan sang anak sekarang merasa depresi, dan merasa hidupnya sudah tak ada artinya lagi..mohon di bantu pak ustad

    wassalamuaikum

     
    • salwintt

      30 Januari 2012 at 8:18 am

      Waalaikum salam… ‘melakukan hubungan diluar batas’ yang dimaksud tidak tau persis spt apa, namun kalau yg dimaksud itu sdh melakukan hub suami isteri, sebaiknya segera nikah. Kalau ditunda, atau nikah dengan orang lain, permasalahannya nanti akan menjadi tambah rumit. Masalah perselisihpahaman dengan ortu, nanti insya Allah perlahan-lahan kembali akan harmonis, asal si anak punya inisiatif untuk sll mencintai ortunya, dgn cr pendekatan. trims

       
      • minah

        5 Oktober 2016 at 1:05 pm

        Assalamualaikum.
        Status kami masih pacaran sudah melakukan hub. Suami istri. Kami ingin mempertanggung jawabkan hubungan itu ke jenjang pernikahan. Setelah minta izin dikluarga perempuan, kluarga perempuan tidak setuju karena satu suku dan kluarga perempuan tidak tau telah sejauh itu hubungan kami. Apa yg harus kami lakukan.?

         
  9. anonim

    28 Desember 2011 at 7:20 pm

    bagaimana kalau orang tua menikahkan hanya sebagai ambisi agar memiliki menantu yg dipilih?bagaimana jika akhlak&kelakuan dr orang yg dipilih orang tua jauh lebih buruk daripada orang yg dpilih oleh anaknya?yang merasakan kecocokan kan anak,lagipula lahir,jodoh,mati kan hak mutlak Tuhan,orang tua berkewajiban menikahkan,urusan masa depan biarkan diatur oleh jalan Tuhan.justru orang tua yg menghalangi keinginan suci anaknya adalah orang tua EGOIS.

     
    • salwintt

      11 Januari 2012 at 7:27 pm

      ya begitulah dramatika kehidupan, yang jelas tidak syah nikah tanpa wali, biar orangtua tidak setuju, tp beliau mau menikahkan, aman. tapi kejadian spt zaman siti nurbaya, kawin paksa, banyak persepsi penyelesaiannya. yang penting jangan samapi durhaka pd orangtua. semoga anda kelak mampu menjadi orangtua yang tdk egois…!

       
      • nurul

        17 Februari 2016 at 6:52 pm

        assalamualaikum ustazd
        ibu dan ayah saya bercerai sejak saya klas 5 sd, saya betiga saudara dan saya anak kedua yang semua nya ikut dgn ibu
        dan semenjak itu hubungan kami tidak baik dgn ayah karna semenjak ayah saya menikah dgn prempan lain dia sangat2 jarang memberikan uang bulan untuk kami, kami hanya meminta itu dan sangat susah untuk dapat
        sampai akhirnya kami menyerah, kami tidak ingin lagi berurusan dgn ayah

        saya umur 18 thn masih sma klas 2 dan saya telah diikati oleh pcr nya yang lebih tua dari saya 10 tahun, saya merasa dgn dia nyaman dan bahagia, namun ayah saya sangat tidak merestui, alasan nya karna jauh berbeda umur saya dgn tunangan saya,
        bagaimna hukum nya apabila saya menikah nanti
        sedangkan ayah sayang tidak/jarang sekali memberi nafkah sejak kls 5 sd dan mengurusi kami bertiga pun tidak pernah lagi
        apakah saya menikah harus dengan restua ayah? ustadz mohon jawaban nya
        terima kasih

         
  10. okky dokky part II

    11 Januari 2012 at 1:55 pm

    assalamu’alaikum,sya perempuan tinggal merantao luar negara.mau tanya.saya mau menikah di luar negara,tapi orang tua calon imam saya tidak merestui karna status sosial.apa boleh saya tetap melangsungkan pernikahan itu?dan apa pula hukum nya.trimakasih.wassalam.

     
    • salwintt

      11 Januari 2012 at 7:12 pm

      wa alaikum salam ww, tidak syah nikah jika tanpa wali, (urutan wali, ayah kandung, kakek dari ayah, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah, anak lk2 dr saudara lk2 kandung…. sampai ke-12. saudara lk2 dr kakek, seayah dgn kakek) kalu smua itu tidak ada lagi baru wali hakim. Boleh nikah jika semua wali di atas tidak ada, nikahnya dengan wali hakim, trima ksh

       
  11. nana

    14 Januari 2012 at 6:46 pm

    bgmn kl orang tua tdk setuju krn calon suami beda kewarganegaraan, ttp orrg tua sudah 3X menolak proposal calon2 sebelumnya krn beda tingkat pendidikan. sedangkan sy sudah umur 30thn. terimakasih sebelumnya

     
    • salwintt

      19 Januari 2012 at 11:31 pm

      Begitulah… orangtua memang punya hak “veto” terhadap anak2nya. Melawan? takut kita durhaka. Menuruti 100%? Apakah menjamin kebahagian kita? Harus bijak menyikapi sifat orangtua seperti ini, jangan sampai tersinggung dan sakit hati. Perlahanlah untuk memberikan pengertian pada orangtua, sabar, ikhtiar, do’a dan tawakkal. Insaya Allah nanti orangtua kita akan mengerti apa yang terbaik untuk anaknya. Namun jika anda berani untuk membuktikan bahwa apa yang dilakukan itu adalah benar, dan yakin akan mendatangkan kebahagian, silahkan saja mencari jalan sendiri, mengingat umur. Tapi jangan lupa jalinan silaturahim ikat kembali, terutama kepada orangtua….

       
      • nana

        20 Januari 2012 at 12:11 am

        insyaalloh masih ttp bersabar dan berdoa uztad. Kadang ibu terlihat membenci sy krn calon sy itu, tp jg kadang spt sayang banget sm sy. Sy tau, ibu sy begitu krn takut nanti bila kami anak2 menikah, akan lupa beliau. Apalagi beda negara, tp insyaalloh kami tdk spt itu, krn calon sy memiliki pemahaman yg baik ttg agama.
        mohon doanya uztad spy jalan kami di mudahkan…..

         
      • salwintt

        20 Januari 2012 at 11:21 pm

        amiiiin… alhamdulillah… semoga sukses….

         
  12. nana

    31 Januari 2012 at 9:06 pm

    terimakasih …ustadz….. 🙂

     
  13. aurel

    6 April 2012 at 12:57 pm

    ass..wr..wb
    ustadz, saya mau tanya…
    saya ingin sekali menikah dg laki2 yg saya sukai.. menurut saya dia laki2 dewasa dan tanggung jawab sm keluarganya… tapi ibu saya tidak setuju dengan alasan tidak cocok dengan keluarganya.. 2 kali dia berusaha meminta restu pada ibu saya tapi selalu ditolak…
    sampai akhirnya karena takut kehilangan saya dia hampir saja berbuat nekat ingin menggauli saya… tetapi belum sempat terjadi hal yang dilarang itu,karena saya menolaknya… dia sudah minta maaf kepada saya karena khilaf… saya maafkan dia, saya bener2 tidak bisa dan tidak tega meninggalkan dia.
    karena dalam hati saya ingin secepatnya menikah denga dia, takut kalau kami sampai khilaf melakukan hal yang dilarang itu, tetapi sampai saat ini keluarga saya terutama ibu saya tidak setuju sampai2 ibu saya sakit karena memikirkan saya.
    yang saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan? apakah saya harus menurut pada ibu saya, atau saya mempertahankan laki2 yang saya sukai itu? tetapi saya takut terjadi sesuatu hal yang mengganggu kesehatan ibu saya…
    terima kasihh…
    wass..wr..wb

     
    • salwintt

      7 April 2012 at 11:37 am

      Waalaikum salam wawa….
      Terima ksh pertanyaannnya. Sebelum berkeluarag org yg paling dihormati adalah seorang ibu. Setelah menikah org yg paling dihormati adalah suami. Status anda belum menikah, artinya wajib menghargai ibu sbg org nomor satu. Dalam hal mencari jodoh kita tidak bisa mengemyampingkan pendapat kedua orgtua, karena pernikahan harus mendapat restu orangtua.
      Tapi kasus anda, terhalang tidak restunya orangtua, walau jalinan sudah berjalan serius, sampai2 khawatir terjadi hal yg tdk diinginkan. Salut terhadap anda mampu membentengi diri, tidak masuk ke jurang itu, dan teruslah dipertahankan, dan beri sll pengertian pd teman anda utk tdk mengulang2 ajkn itu, mudharatnya besar.
      Banyak pertanyaan senada dengan anda, cb bc komentar2 sblumnya di bwh artikel ini. Artinya kasus serupa, bkn hnya menimpa anda, tpi bnyk tmn lain yg memiliki kisah serupa. Smua mencri ti2k temu, dan ujungnya jls berbd antr satu sm lainnya. Kasihan ibu anda smpi2 hrs sakit hnya memikirkan calon jodoh putrinya. Begitulah ksh syng seorng ibu terhdp sang anak, tntu menginginkan anknya hdup sejahtera d ms yg akn datang. Tp kdg orgtua belum percya sepenuhnya kpd ank utk mencari clon suaminya, ya itu td, khwatir hdiupnya klk menderita. Padahal yg tau persis adalah kt yg bkl menjalaninya. Tp ingat jg, orgtua jauh lbh bnyk pengalamanny dr kita sbg anak.
      Jd intinya adalah kekhawatiran. Perlu jg di renungkan bahw hukum nikah itu wajib, haram, sunah, makruh, mubah. Wajib, jika pnya keinginan, sudah mampu dan takut berbuat zina. Haram, jk diserta niat yg jelek, sunah, jk ada kemauan, mampu dan siap lahir bathin, mudah, belum mampu tp khawatir teledor, mubah adalah hukum asala pernikahan.
      Penyelesaian 1. Jika cinta pd orgtua, tdk mau dia menderita lahir dan bathin, cari jodah yg lain
      Penyelesaian 2. Jika khawatir terjadi hal yg tdk diinginkan td, dan secepatnya mampu membuktikan pd orgtua bhw pilihan anda tdk salah, mampu membw kebahagian berkeluarga besar anda, yakin tdk berlarut2 orgtua anda kcw, yakiiin,,, menikahlah dgn pilihan anda sekarang.
      Wallahu a’lam bissawab… Wassalam WW

       
  14. aurel

    22 April 2012 at 9:01 am

    terima kasih atas sarannya pak ustadz,,,
    yang menjadi pikiran saya saat ini, teman laki-laki saya itu tidak mau meninggalkan saya, padahal saya sudah memutuskan untuk menurut pada ibu saya..
    berkali-kali saya jelaskan ke dia, tetap saja dalam waktu 2-3 bulan kedepan teman laki-laki saya itu masih ingin berusaha meyakinkan ke ibu saya lagi…
    sikap apa yang harus saya ambil… ap saya harus menjauhi dia dan benar-benar memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengan dia lagi…
    atau saya memberi dia kesempatan untuk meyakinkan ibu saya?
    mohon sarannya pak ustadz…
    Wassalam WW

     
  15. nana

    29 April 2012 at 6:36 pm

    assalamualaikum
    Uztadz, alhamdulilah Alloh memberikan petunjuk bagi saya….membukakan tabir yg selama ini sy tidak ketahui, dan itulah mengapa mungkin sebab org tua sy tidak menyetujui.
    Setelah kami berpacaran Indonesia-malaysia, tyt…dia masih punya istri…
    Alhamdulillah sy tidak berbuat yg lebih jauh lg….
    Alangkah baiknya para tmn2 yg hubungannya dg org tua, sebaiknya mempertimbangkan saran org tua…Insyaalloh, feeling org tua ada benarnya…
    Semoga kita semua dilindungi dr org2 yg berniat keji…
    terimakasih

     
    • salwintt

      8 Juni 2012 at 12:03 am

      Wa’alaikum salam ww…
      Anak yang mengabdi kepada kedua orangtua, balasannya adalah surga. Anak yang durhaka tidak bisa mencium bau surga. Mencium baunya saja, tidak bisa, apalagi mau bermukim di dalamnya. Semoga keputusan anda adalah yang terbaik… Amiiin…!

       
  16. Nurani

    25 Mei 2012 at 12:11 pm

    Assalamualaikum wr.wb
    Pak ustadz , saya adalah seorang wanita yang menjalin suatu hubungan dengan pacar saya , tetapi semua anggota keluarga saya tak merestui , terutama orang tua saya pak ustadz. Karena ini :

    1. alasan kita berdua dalam aturan jawa bertemu 25 jika dalam jumlah weton dan orang tua saya bisa meninggal jika saya menikah.

    2. alasan yang kedua kakak laki-laki saya kan sudah menikah ,dan istrinya itu tinggalnya satu kampung dengan pacar saya, jadi kita berdua tidak boleh menikah karena kakak saya sudah mendapatkan istri dari kampung pacar saya.

    Menurut saya , orang tua saya kan terlalu kolot dalam dunia itu pak ustadz.
    Percuma saja mereka semua tidak percaya akan adanya Alloh . Bagi saya semua hari baik kan pak ustadz …?
    Mati , jodoh ,dan rejeki Alloh sudah atur.
    Tapi kenapa orang tua saya bilang seperti itu. Saya tidak bisa terima alasan itu pak ustadz.

    Hingga mertua kakak saya akan menceraikan istri dari kakak saya jika saya menikah dengan pacar saya. Karena mertua kakak saya tidak mau anaknya meninggal. Padahal kakak saya sudah mempunyai 2 anak.

    Keluarga saya yang tak mau menerima penjelasan saya dan orang tua saya yang suka main tangan , kakak saya sering juga main tangan dengan saya jika ingin bertemu pacar saya. Mereka semua berniat akan memisahkan kami berdua karena alasan itu.

    Saya minta tolong solusinya pak ustadz
    Terima kasih .
    Wassalamualaikum wr.wb

     
    • salwintt

      7 Juni 2012 at 11:55 pm

      Wa’alaikum salam ww…
      Memang pemahaman dan kefanatikan orang Indonesia, khususnya Jawa, terhadap tradisi, budaya dan kepercayaan lama tidak mudah pudar dari kehidupan mereka. Semua itu terpengaruh dari budaya Hindu dan Budha yang terlebih dahulu berakar dalam tradisi kehidupan nenek moyang kita, sebelum Islam masuk. Padahal presentasi kebenaran keyakinan itu tidaklah sebesar kenyataan yang terjadi, walau tidak selamanya meleset. Karena sebagian kebenaran itulah, akhirnya selalu menjadi momok yang selalu menghantui bayangan kehidupan mereka.
      Sulit memang memposisikan diri, bagi kita yang hidup di alam modern dengan pemikiran pluralis, jika berhadapan dengan permasalahan ini. Satu sisi kita berhasrat untuk membuktikan bahwa kepercayaan-kepercayaan lama tidak akan terbukti. Tapi belum itu terkabul, kita dihadapkan dengan ancaman berat dan mengelisahkan diri kita sendiri. Sama halnya kasus anda.
      Harus direnungkan kembali, kehidupan kita tidak bisa terlepas dari jalinan kekeluargaan. Salah satu tujuan berumah tangga adalah mempererat rasa kekeluargaan antara kedua belah pihak. Kalau anda berani dan yakin, jika meneruskan hubungan dengan kekasih sampai titik pernikahan, ancaman dan keyakinan keluarga tidak akan terjadi sesuai dengan apa yng mereka yakini, dan anda bisa membuktikan bahwa anda berdua bisa hidup rukun dan damai serta kelak bisa menyatukan keluarga dengan baik, saran saya, teruskan hubungan anda. Tapi kalu ragu-ragu, kalau-kalau apa yang dikhawatirkan bisa terjadi dan hubungan anda belum terlalu “jauh”, dengan alasan demi keluarga, anda juga bisa pikir-pikir.
      Bagaimanapun keputusan final anda di tangan anda. Apapun yang diambil, yakinlah itulah petunjuk yang baik yang diberikan Allah SWT. Cukup yaa…!

       
  17. ninani

    23 Juli 2012 at 2:17 pm

    Pak Ustadz,
    Saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria, tapi Ibu saya belum memberikan restu. Sebelumnya sy pernah menjalin hubungan dg orang lain dan ibu saya tidak setuju karena berbeda agama, maka sy pikir wajar ibu tdk setuju. Untuk yg satu ini sekarang sudah satu agama dan sejauh ini pun baik kepada saya dan keluarga. Sy dan orang tua tinggal di kota yg berbeda. Ibu tidak setuju tanpa alasan yg jelas, sy pernah tanya tapi alasan ibu selalu berubah2. Ibu pernah bilang karena masalah materi di mana pasangan sy memiliki penghasilan di bawah sy, tp sy bilang rejeki bisa dicari dan diusahakan. Kemudian ibu juga bilang karena sy dan pasanganberbeda suku. Sebelumnya ibu sangat marah dg sy bahkan sampai sy telp juga tidak diangkat. Sekarang ibu sudah membaik kepada sy tp masih tidak menyetujui hub sy dengan pasangan dan tdk mau bertemu pasangan sy. Padahal adik laki2 sy sangat merasa cocok dengan pasangan sy juga. Pasangan sy tahu kalau ibu sy tdk menyetujui hub kami, tapi dia msh bersikap baik pada ibu sy dan percaya suatu saat nanti ibu pasti merestui. Akan tetapi pertimbangan sy adalah saat ini usia sy sudah tdk muda juga. Sudah hampir 30 tahun dalam hitungan bulan. Sy tdk tahu sampai kapan harus menunggu restu sementara usia sy sudah tdk muda lagi. Oya ibu sy pun pernah bilang bahwa dia takut sy tdk bahagia meskipun dia sndiri pun tdk yakin apakah pemikirannya itu benar atau tidak. Bagaimana ya ustadz apa yg hrs sy lakukan?

     
    • salwintt

      25 Juli 2012 at 12:07 am

      Terima kasih,
      Menikah lain agama jelas tidak syah, sebelum calon pasangan masuk agama kita. Pilihan tepat jika orangtua kita melarang hubungan seperti ini. Yang kurang arif, membedakan status, apakah itu ekonomi, keluarga, dsb. Benar kata anda, rezeki bisa dicari di kemudian hari dan sudah diatur oleh Tuhan. Kasus yang anda alami juga banyak dirasakan oleh orang lain. Senada saja saya sampaikan, kalau posisinya sudah seperti ini, saya menyarankan lanjutkan saja hubungan anda pada jenjang pernikahan, asal di mata anda pasangan ini adalah terbaik, bertanggung jawab, bisa dibuktikan kepada keluarga, terutama ibu anda. Jangan lupa pendekatan kepada orangtua terus dirajut, nanti Insya Allah dia akan baik pada anda dan lama-kelamaan senang pada pasangan anda. Kita harus banyak bersabar menghadapi orangtua. Karena walau kita lahir dari rahimnya, pendapat dan keinginan pasti beda-beda. Tujuannya sangat suci, tidak mau melihat anaknya hidup menderita, tapi mendabakan kebahagiaan. Padahal kita tau, mencapai kebahagian tidak semata-mata dinilai dari materi. Kunci kebahagian itu berada pada rasa kasing sayang, cinta dan saling pengertian. Selagi tujuan kita baik, tidak untuk melawan dan menentang, ada ikhtiar untuk membujuk hatinya agar bisa mengerti, maka apa yang akan anda lakukan…., lakukanlah! Wallahu a’lam bissawab…!

       
  18. umar

    3 November 2012 at 2:31 pm

    assalammualaikum ustad…..
    saya ingin menikah ustad, tetapi orang tua (ibu) pacar saya tidak setuju dgn alasan yang kurang saya pahami…..( kata pacar saya beliau tidak setuju jika anaknya menikah dgn orang bagian timur, tepatnya pacar saya anak ngawi dan saya orang banyuwangi, takut jika tidak bahagia ), yang saya mau tanyakan, apakah kami akan menjadi anak durhaka karena tidak taat sama orang tua? apakah kami akan hidup sensara jika menikah tanpa ridho ortu? terima kasi ustad

     
    • salwintt

      6 November 2012 at 8:49 am

      waalaikum salam… terima kasih pertanyaannya… karena pertanyaannya senada dengan penanya2 sebelumnya silahkan baca penjelasan di bawah tulisan ini, insya Allah terjawab, tksh

       
  19. Eko

    13 November 2012 at 6:46 am

    Asslamualaikum..
    Saya ingin meminta petunjuk pak.
    Begini , saya memiliki seorang mantan pacar sudah 5 tahun, namun hubungan kami kandas saat saya melanjutkan sekolah.
    Kemudian saya berpacaran dengan seorang wanita yang adalah teman dari mantan saya tersebut.

    Ibu saya yang mengetahui hal tersebut pun marah dan berjanji tidak akan merestui hubungan kami. Ibu saya teringat akan trauma masa lalunya, dan disamping itu ibu saya telah mengenal mantan pacar saya dan menyetujui hubungan dengan dia.

    Disatu sisi ketidak restuan orang tua sangat mengganggu pikiran dan hati saya, padahal pacar saya sekarang bisa dikatakan baik dari sisi agama, rajin shalat sunnah dan puasa sunnah.
    Sementara mantan pacar saya juga bisa dikatakan cukup dalam beribadah yang wajib

    Jika seperti itu alasan ibu saya bagaimana tanggapan pak ustadz, adakah orang tua memiliki perasaan terhadap masa depan anaknya

     
  20. arch

    20 Desember 2012 at 7:47 pm

    assalamualaikum ustadz….
    saya laki laki 28 tahun ingin menikah ustadz, alhamdulilah sudah bertemu dengan wanita sholehah.. saya tinggal bersama kakak sepupu dari ibu mulai dari pengangguran sampai alhamdulilah dibantu mendapatkan pekerjaan. pekerjaan ini saya dapatkan karena bantuan saudara kakak sepupu. setelah menjadi karyawan tetap saya mulai melihat gelagat aneh dari anak sodara kakak sepupu yang membantu saya dapatkan pekerjaan skrng(anak salah satu pejabat di kementerian), saya melihat anak gadisnya ada perasaan lebih padahal saat itu saya sudah berpacaran dan berniat menikah di akhir taun ini. sampai akhirnya kakak sepupu mengetahui hal itu dan memaksakan saya untuk menikahi anak gadis saudaranya sejak saat itu saya menentang kemauan kakak sepupu dan memutuskan untuk tidak tinggal bersama keluarganya lagi. dari persoalan itu ternyata berefek panjang, sampai dengan sekarang anak gadis itu membenci saya dan menutup komunikasi imbasnya kakak sepupu jadi ikutan membenci saya sampai mempengaruhi orang tua saya dan keluarga besar untuk tidak merestui saya dengan wanita solehah tadi. sekarang ketika saya secara baik baik minta restu ke orang tua untuk dinikahkan ditolak habis2an dengan alasan kesukuan (saya jawa calon sunda) orang tua calon bercerai hidup ayahnya sudah menikah lagi dan wanita solehah itu tinggal berdua dengan ibunya. saya merasa harus menikahi wanita solehah itu karena kebutuhan laki laki dewasa, ketentraman, kenyamanan dan sudah merasa wajib untuk menikah di sisi lain saya kasian orang tua dapat tekanan dari keluarga besar karena saya tidak mau menikahi anak dari orang yang membantu saya mendapatkan pekerjaan. apakah saya durhaka ketika saya menikahi wanita solehah ini tanpa restu orang tua ustadz?

     
  21. hamba allah

    25 Desember 2012 at 7:38 pm

    asw.wr.wb
    saya pux pcar seorang angkatan,qmi sdah mngantongi restu kedua blah phak baik dri ortu saya maupn laki2 itu,dan qmi sdah mrencanakan untuk mnikah awal thun 2013,qmi sdah mlakukan hubungan suami istri setiap kali qmi brtemu,hbungan kami sdah brjalan 2 thun,tpi blakangan ini qmi ada msalah yg mnyebabkan pcarq itu mmilih untuk meninggalkan sya,cman brapa pkan kmudian mntanq nlpon katax sdah mau ngurus nkah ma prempuan lain,tpi k’dua ortu mantanq ini ga’ stuju low dya mau nkah ma cwe’ lain selain sya,sdangkan klau angkatan mau ngurus kantor harus ada tnda tngan k’dua ortux,tpi krna ortux ga’ ngasih restu atas inisiatif sndri dya mau malsuin tnda tngan k’dua ortux,
    yg mau sya tanyakan pak ustas apa yg harus sya prbuat apakah sya hrus mrelkan dya prgi dan mninggalkan sya stelah hbungan intim itu kami dah lakuin,
    n bgaimana hkumx klau nkah tnpa rstu dri k’2 ortu aplgi mmalsukan tnda tngan ortux,

     
  22. Hamba allah

    27 April 2013 at 3:35 pm

    Asalamualaikum ustaz,,
    saya ingin hubungan saya ini diterima oleh ibu saya,,
    tapi saya masih bingung cara pendekatan kepada ibu saya,, sebab ibu saya orang yang pendiam dan saya pun kalau berbicara kadang seperlunya,,
    mohon sarannya pak ustaz?
    Wasalamualaikum

     
    • salwintt

      24 Juli 2013 at 10:29 pm

      wassalam ww, tkah, kalu blum mendesak sbr2 sj dlu, tnggu reaksi ibu. itu tndanya ibu sangat sayang dngn anda.

       
  23. wira

    6 Mei 2013 at 11:22 am

    asslam ustad…..saya mau bertanya,saya seorang pria umur 29 thn,saya ingin menikah dgn seorang wanita….tetapi kedua orang tua saya tidak stuju,dkarnakan dia mantan narapidana….saya sangad mncintai pacar saya,niat saya baik…ingin merubah kehidupan ke jalan lbih baik,tetapi orang tua saya tidak merestui dgn alasan pacar saya org tidak baik,,,minta tolong jawabannya pak ustad,smoga dapat jalan yg diridhoi allah dan kedua orang tua saya…trima kasih…asslam…

     
    • salwintt

      24 Juli 2013 at 10:25 pm

      wassalam kalau dr pihak lki2 g trllu jd masalah, krn yg menikahkan suatu perkawinan adalah ayah kandung si wanita. tp pikir2 dlu sebelum melangkh, jngn sampi gr2 pernikahan ptus hub kelg. tp klu tdk memungkinkan, nikah sj, lmbt laun jalinan kelg nnt baik kembali insy Allah.

       
      • cici

        3 Januari 2017 at 11:48 pm

        assalamualaikum pak ustad,,
        sy kebalikan dari mas wira,,sy seorg wanita yg punya pcr mntan napi,,ibu sy sangat tdk setuju,,tapi kami berdua tetap bertahan kami ingin membuktikan kl kami mampu membuat ortu bahagi dan bangga tanpa melihat masa lalu pacar saya,,mohon solusi pak ustad,,pacar sy sdh lama ingin melamar tapi kendala ada pada restu ortu sy,,pacar sy ingin tggung jwb krn sblm nya kami pnh tdr dan melakukan itu sama2..pak ustd mhn solusinya

         
  24. holifah

    7 Mei 2013 at 2:43 pm

    assalamualaikum pak.ustad…
    saya wanita berusia 22 tahun dan sya sudah bekerja dan kuliah.saya mempunyai pacar yang dari saya sekolah dasar SD kenal dia sampai sekarang.saya benar2 sayang dan mencintai dia.sedangkan ortu saya awalnya kasih lampu kuning dalam hubungan kita.bapak suruh pacar saya untuk menunggu saya sampai lulus kuliah.awalnya antara kedua belah pihak sebelumnya pernah ada masalah.tapi karna saya berpacaran akhirnya banyak masalah yang terjadi.dan bpak pacar saya masih ada ikatan saudara dari nenek buyut saya.dan orang tua saya juga pernah bilang kalau saya sudah di syaratkan di orang pintar tapi sampai detik ini ortu saya tidak bisa memisahkan saya dengan pacar saya.pak.ustad saya harus bagaimana saya benar2 tulus mencintai pacar saya.meski kadang ibu saya menghina dan memfitnah saya.
    makaci pa.ustad..
    assalamualaikum….

     
  25. debi maulana

    9 Mei 2013 at 8:19 am

    asslm,,,,
    jd ksimpulanya prempuan tdk bsa nikan tnpa ortu laki2 kndung,jd sya hrus gmna pak,kmi ttap hrus nikah,

     
    • salwintt

      24 Juli 2013 at 10:20 pm

      wassalam ww hrus cri org ke3 agar orngtuanya mau membuat surat wali hakim

       
  26. lisa

    13 Mei 2013 at 8:09 am

    asslamnualaikum,,
    saya mau tanya ustad,, kpan waktu yang tepat ngobrol ma orang tua untuk menyakinkan bhwa calon saya itu pantas buatku?

     
    • salwintt

      24 Juli 2013 at 10:18 pm

      wassalam ww, sptnya anda yg lebih tau karakter orgtua kpn saat pling tpat

       
  27. devitahermawan

    25 Juni 2013 at 8:25 pm

    asalamualaikum
    sya mo menanyakan sah/tdk pernikahan apabila BPK dr pihak wanita tdk setuju dgn berbagai alasan,sedangkan IBU dr pihak wanita setuju…karna kesal IBU dari pihak wanita memberikan jln keluar utk KAWIN LARI…
    alasan BPK dr pihak wanita tdk MERESTUI karena
    1.sya orang jauh?
    2.jabatan kurang tinggi?(PNS gaji 3jt/bln)
    3.dari keluarga miskin!?
    yg ingin ditanyakan
    1.apakah sah nikah hya direstui ibu dr pihak wanita?
    2.krna largan tsb sdh sering mlakukan hub.suami istri!siapa yg salah?

     
    • salwintt

      21 Juli 2013 at 9:45 pm

      Salah satu rukun nikah ada wali. Wali dimaksud adalah orgtua si calon wanita. Walilah yang meningkahkan suatu perkawinan. Kalau wali tidak mau menikahkan, boleh wali hakim (diwakilkan) dgn catatan ada izin tertulis dari wali pertama (ayah si wanita). Kalau tdk memenuhi itu tidak sah pernikahannya.

       
  28. hasibuan

    5 Juli 2013 at 6:20 pm

    orangtua saya melarang saya menikahi wanita yang saya sukai, alasannya hanya karena dia anak angkat dan sedikit lebih tua dari saya dan jugaayah saya bilang kalau saya di dukun2 i calon saya, sangking tidak setujunya ayah saya sampai2 ayah saya mengancam jika saya tetap menikahi dia di kota tempat saya tinggal,maka saya juga calon istri saya akan di bunuh oleh tangan ayah saya sendiri, setelah itu saya berniat untuk menikahi calon istri saya di luar kota tempat saya tinggal(kabur), dalam hal ini apakah saya salah, dan apakah saya berdosa,,,,? dan apa yang mesti sya lakukan, karena saya benar2 tidak bisa meningalkan dia, dan kami saling menyayangi,

     
    • salwintt

      24 Juli 2013 at 10:16 pm

      wallahu a’lam bish-shawab, cari ketenangan dulu, dekatkan diri pada Allah, insya Allah akan ada jalan keluarnya

       
  29. yani

    16 Agustus 2013 at 3:41 pm

    ass.. sya mw menanyakan sah atw tdk jka sya mnikah tnpa restu dr ayh sya… sy punya pacar. dan kami ingin menikah. krna keseriusan dy dg sya. sya mnta dy dtg krumah utk lgsng melamar saya… tapi ayah saya menolak.. alasn ayh saya menolak. 1 karna dy org jawa. ayah saya tkut nti stelah mnikah. n punya ank saya dtingglkn nya. 2. karna mnurut rmalan dr nama saya dan pcr saya ktnya kurang ccok. rumh tngga kami tdk brthan lma, dan psti bercerai.. saya tdk percya dg rmln yg dblg ayah saya. jjur saya dah yakin dengan pacr sya itu. wlwpun pkerjaan nya cuma tukang bangunan. tpi sya mnerima dy ap adnaya.. wlwpn ayh saya sudah menolk dy. namun dy ttep ingin berthan sma saya. saya sdh mncoba bcra dg ayh saya. tpi saya tau ayah sya itu keras kpla. sekali dia mngtkan tidak tetp tidak. ap sya berdosa n apkh sah pernikahan sya ne. jka sya kabur dr rumah n menikah tnpa restu dr ayh saya… mohon saran nya… saya tk tahu lgi ap yg hrus sya lkukn…

     
  30. odhe

    24 Agustus 2013 at 2:00 pm

    Aslmualaikum…
    Ustadz__bgm jika awalnya orgtua prempuan tdk mrestui?? Kronologisnya:
    Orgtuax prempuan tdk stuju krna ingin djodohkn dgn orang kaya,ttp si prempuan tdk stuju krna sdh punya plihan sndiri,smpai sy dbenci krna mnganggap sayalah pyebab kgagalan dr prjodohan anakx..
    Tp saya ttp brusaha untuk mndekati orangtuax dgn mnunjukkan niat baik sy mlamar anakx,b2rapa kali ditolak dgn brbgai alasan..smpai akhirnya diterima,mereka lalu mnyuruh orangtuaku untuk dtg mlamar…orgtuaku jauh2 dtg untuk mlamarkanku akan ttpi entah krna ketidak cocokan uang yg diminta dri apa yg kami tawarkan smpai mereka menunda2 dan bahkan untuk sekian wktu yg tertunda itu kmbali mreka mnolak lamaran kami dgn brbagai alasan…lalu saya kembali dtg brsama kluarga sy untuk melamar tp ditolak…
    Jdi pd intinya hanya krna prsoalan harta!!!
    Lalu siperempuan mnyampaikan kpda bapakx bahwa dia meminta restu tp lagi2 ditolak dgn alasan yg dibuat2…sampai kami memutuskan untuk menghindari zina akhirnya kami menikah dgn memakai wali hakim…
    Pada saat ini kami sdh mnyampaikan berita prnikahan kami kpd orgtuax tp mereka mengatakan bhwa mereka tdk ridho dgn prnikahan kami,,,smpai saat ini kami masih brusaha untuk membujuk orgtuax agar mnerima prnikahan kami
    Prtanyaanx: apakah sah pernikahan kami ini dgn memakai walihakim….mohon pnjelasannya unstadz

     
  31. nurhayati

    10 September 2013 at 8:09 am

    assalamualaikum ustad,
    teman saya ingin menikah,mereka sama2 menginginkan pernikahan,tapi orang tua si cow nya tidak merestui karena beda suku,padahal si cownya sangat bertanggung jawab dan patuh dengan orang tuanya,cow nya takut akan dosa karena menetang orang tuanya,tapi mereka masih menjalin hubungan
    jdi apa yang harus mereka lakukan
    sukron ustad semoga ada masukan,wassalam

     
  32. devie

    5 Oktober 2013 at 10:35 am

    sy dan pasangan berencana menikah,
    saya org jawa & dia makassar,
    sudah 3th sy jalan dg dy & kami menjalani hubungan jarak jauh (LDR).
    awal puasa kmrn dy sdh meminta scr lgsg kpd ibu sy,
    tp tyt tnp sy tahu sblmny tiba2 pasangan menghilang tanpa jejak & akirny dy membatalkan nikah kami hny lwt telepon,
    telepon k ibu sy blg bhw dy hendak ditunangkan olh orgtuany,
    belakangan sy tahu tyt orgtuanya tdk setuju dg sy cm krn sy “ORG JAWA”.

    sy br tahu tyt dlm hukum islam,
    “jika ada orangtua yang menolak pilihan anaknya hanya karena pertimbangan etnis atau tradisi, maka orangtua demikian harus berfikir seribu kali untuk mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah SWT nanti, karena tegas jelas Allah SWT berfirman ”Hai manusia, sungguh Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, kemudian menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (al-Chujuraat ayat 13).

    sy & pasangan sdh putus kontak,
    krn ibu sy sdh shock sekali,
    & pasangan sy lbh memilih melarikan diri dr mslh ini dg menghilang,
    dan dy sembunyi dblakang alasan “tdk bs melawan ortuny”

    apa yg hrs sy lakukan??setdkny membuat pasangan sy sadar bhw ap yg dilakukan adlh penyiksaan bagi sy& ibu sy, dan org tuany (pasangan) berdosa krn mengatasnamakan suku utk memisahkan kami,

     
  33. faiz

    29 Desember 2013 at 3:49 pm

    Assalamualaikum pak ustad
    Saya(laki-laki) mempunyai temen dekat perempuan,,dulu dia pernah0 punya pacar, tetapi dia merasa pacar’a bukan orang yg bisa membawanya menjadi lebih baik dalam kehidupan’a,,,dan dia jg sring putus nyambung dgn pacar’a,,,stlh beberapa lama dia menyatakan suka kpd saya, krn percaya bahwa saya bisa membawa kehidupan dia mnjdi lbih baik,,dia tlh menunjukan kpd saya bahwa dia begtu sayang kpd saya,,sayapun stlh merenung dan memberi respon bahwa sayapun sayang kpdnya. Dan dia putus dgn pacarnya. Namun diluar dugaan ibunya mendiamkannya(kesal) karena dia putus dgn pacarnya sampai akhirnya dia balikan dgn pacarnya, dan pacarnyapun berniat melamarnya. Tapi lama-kelamaan dia merasa terbebani karena dia emang sudah tidak mempunyai perasaan lagi kpd pacarnya. Bahkan timbul kebencian karena pacarnya sering membuat dia kesal.sedangkan dia masih sangat mencintai saya. Akhirnya diapun membatalkan rencana lamarannya. Sang ibu merasa sakit hati dgn dia. Bahkan dia pernah ngomong k tantenya bahwa dia tidak akan meridhoinya kecuali klo dia mau menikah dgn pacarnya dulu. klo bapanya sih tdk ada masalah dgn keputusan dia. Ibunya sering ngomong k teman saya bahwa saya harus menjauhi dia. Sedangkan saya sudah menyatakan rasa sayang saya kepada dia. Dan saya sudah berkomitmen klo saya sudah menyataka rasa sayang saya tdak akan meninggalkan dia kecuali dia sudah menikah atau dia yang meninggalkan saya. Saya dan dia jg berencana stlh saya lulus kuliah akan melamarnya. Namun sampai skrg ibunya masih terobsesi sama pacarnya dulu. Ibunya jg menjelek2kan dia(anaknya) kpd saudara & temen saya. Dan saya d tuduh memelet anaknya. ibunya skrg klo d dpan anaknya baik2 aja, Tapi masih menjelek2kannya d belakang’a..sang anak jg merasa sayang kpd ibunya, namun dalam hal ini dia tidak bisa memenuhi keinginannya untuk menikah dgn mantan pacarnya…jd bagaimana hukum’a jika dia menikah dengan saya sdgkan ibunya tdk merestui hubungan kami?apakah dia durhaka?tidakah dia mempunyai hak untuk memilih pasangan hidupnya?bukankah tdk boleh ada paksaan dalam menikah?
    Sblumnya Terima kasih pak ustad 🙂

     
  34. nh

    6 Februari 2014 at 8:59 am

    Assalamualaikum,

    Mungkin pertanyaan2 saya sama pada rekan2 diatas, saya wanita yang sudah berhubungan 6 tahun dgn teman laki2 saya..bln desember 2013 kami sudah ada niat menikah tapi tiba2 dibatalkan dari pihak org tua teman laki2 saya setelah ada pertemuan keluarga dibulan oktober 2013 silam. Dengan alasan yang tidak jelas (kerana ibunya merasa tersinggung dgn ucapan Dr keluarga saya yang mengatakan bahwa pernikahan didlm agama islam tdk ada hukum yang tdk boleh melangkahi,tapi saya curiga mereka tdk setuju karena Stlh melihat keadaan keluarga saya yang tdk org berada yang diatas hanya. Dijadikan alasan saja) karena status kakak perempuan calon saya blm menikah. Setelah itu tapi kita berdua masih berhubungan tapi tanpa se pengetahuan ortu pihak laki2. Kita masih berikhtiar dengan harapan ortu nya akan berubah. Tapi Dr pihak ortu saya sudah mendesak untuk segera menikah. Apakah dosa jika kita berdua menikah tanpa restu dari pihak ortu laki2? Karena dilihat dari umur kita sudah wajib menikah. Terimakasih

     
  35. ayu

    22 Februari 2014 at 3:29 pm

    Assalamu’alaikum
    Saya ayu umur 25 tahun,saya sudah pengen sekali menikah.saya dekat dengann temann sma sudah hampir 10 tahun,dia menjadi seorang mualaf dalam 1 tahunn terakhir.kami ingin menikah,tetapi ibu dan ayah sy tdk merestui krn clon sy seorg mualaf.ortu sy inginnya sy dapat lki2 islam dari kecil dan pengen punya besan islam krn katanya menikah itu bukan laki2 dan perempuan saja,,tapii 2 keluarga yg ingin di persatukan..sy ingin tetap menikah dengan clon sy krn sy yakin dia akn menjadi iman yg baik utk sy.dia sudah belajar wudu dan solat.apa yg seharusnya saya lakukan karena sy menikah harus membutuhkan wali??apa sah bila saya mengajukan hal ini ke pengadilan agama utk mendapatkan wali hakim?

     
  36. arka

    24 April 2014 at 4:14 pm

    asalamualaikum

    saya mau tanya pak ustad,,, ada seorang lelaki berumur 28 th dan ingin menikah dengan seorang wanita yang telah dipacarinya -+2than, dari pihak keluarga wanita sudah menyetujui anaknya menikah dengan pria yang dia pacari, tetapi permasalahan ada di keluarga si pria, dimana ibu dari pihak pria awalnya setuju, tetapi ditengah perjalanan si pria meminta izin kepada ibunya dia akan menikah pada tgl dan bulan yang telah di tentukan oleh berdua (si pria & wanita), awalnya si ibu pria menerima, tetapi selang beberapa hari si ibu pria tidak menyetujui, dengan alasan tidak menghargai ibu si pria, langsung menentukan tgl dan bulan tanpa kompromi dengan keluarga (pihak ibu pria), dan si ibu pria tsb ingin acara pernikahan tersebut diundur, sedangkan pria dan wanita tsb sudah menyiapkan keperluan pernikahan mereka,. si ibu pria ingin anaknya lulus kuliah dulu baru nikah, padahal tahun ini dia mau skripsi, apakah salah jika pria tersebut tetap menjalankan pernikahaan mereka ?? apakah salah nikah sambil kuliah dalam agama ?? apakah pria tersebut bisa disebut anak durhaka apabila tetap melakukan pernikahan sesuai jadwal yang meraka rencanakan tanpa restu dari ibu pihak pria ???

    mohon di balas

     
  37. hamba Allah

    16 Mei 2014 at 9:44 am

    Assalam’ualaikum Ustadz,

    Saya ingin menikah dgn pria non muslim dan bersedia mnjd seorg mualaf. Awalnya org tua pria sdh mengijinkan, ttpi kmdian berubah pikiran menolak dgn alasan si pria anak satu2nya laki2 yg akan bertanggungjwb merawat ortu kelak bersama menantunya dan menginginkan menantu yg seiman pula. Pdhl kami sdh lama berpacaran dan sdh merasa saling cocok ditambah usia kami sdh tdk muda lg, hmpir 35thn. Saat ini ortu si pria sdg sakit krn si pria trs meminta restu utk mnjd seorang mualaf dan sgra melamar saya. Ortu sy sgt merestui hub kami apalg dgn si pria mau mnjd mualaf dan kluarga kami siapp membimbing si pria mnjd mualaf yg taat. Apakah saya + si pria berdosa dan kualat thd ortu si pria jika nekat menikah hnya dgn restu dr ortu sy saja ?? Mohon pencerahannya ustadz. Terima kasih.
    Waalaikum salam WW ….

     
  38. dhintaaa

    2 Juni 2014 at 5:28 pm

    asslamua’laikum

    pa ustadz say a mnta sarannya..

    saya seorng wnita brumur 24 th,
    sejak lulus Dr sma sya mnjalin hubungan DG laki-laki yg masih satu kmpung DG sya..bhkan adiknya puns shbat say a sndiri..
    hubungan kmi sudah brjln 6th..sbg prempuan yg sdh mtang dr sisi umur dan mlhat lmanya hubngan kami..kami sma 2 memiliki niat utk msnyempurnakan hubungan INI mnjadi lbh bail DG pernkhan tapi psangan sya d bingungkan DG ke khwatiran ortunya yg d khwatirkan TDK terlalu suka jika anaknya mnikah DG satu kmpung krna kk Dr psangn sya tu jga mnkah DG org Dr satu kmpung dilihat bnyak mmberikan kekecewaan…
    yg sya pikirkan adalh knpa sya dianggap sma jga..apa yg hrs kami lakukan..

    sbelumnya trimaksih

     
    • salwintt

      10 Juni 2014 at 10:27 pm

      waalaikumsalam ww… kalau sudah ada kecocokan silahkan saja menikah. Belajarlah menghilangkan mitos2. Kalau kita terus memikirkan itu, kapan mau maju. terima kasih

       
  39. venus

    12 Juni 2014 at 11:08 am

    Pak ust.. saya mau meminta pendapat.. saya berpacaran dgn seorang pria batak muslim sdh 5thn.. dy prnah melamar saya 3tahun yg lalu tp saat saya menyampaikan niat saya kpda ibu saya, beliau menjawab merestui tp hendaknya seusai kuliah dlu.. setelah selesai wisuda, pacar saya mengajukan lagi niatannya tp ibu saya menjawab selesaikan dlu kejuruan profesi yg saya.. setelah 1,5thn selesai profesi tepatnya satu tahun lalu pcar saya mengajukan lagi tp ibu saya menjawab carilah dulu pekerjaan.. setelah mendapat pekerjaan paska lebaran pacar saya melamar ke ibu saya (ayah saya sdh meninggal),ibu saya mengatakan dy merestui asalkan pacar saya sdh siap lahir batin dan segalanya maka dilakukan pertemuan berikutnya yaitu keluarga besar. Ternyata ketika pertemuan itu ibu saya meminta uang pesta yg terlampau besar (hingga ratusan juta), pihak laki2 meminta wktu berembuk lagi tetapi saat pertemuan itu sempat terjadi konflik.. ibu saya berkata saya tidak mau tawar menawar, anak saya bukan barang dan saya tdak menjualnya. Pihak laki2 menjadi bingung.. dan mengajukan pertemuan lagi tapi ibu saya terus saja menghindar.. pihak laki2 menyanggupi uang pesta dbawah kisaran seratus juta tp ibu saya masi saja menghindar.. bhkan tidak mau mengangkat telfon ataupn membalas sms saya.. usut punya usut ibu saya mendapat saran dr seseorang yg dpanggil “mbah” bhwa tdak baik menikah pada tahun ganjil dan tahun ini ntah berdasarkan apa.. terakhir saya pulang ke kampung halaman ibu saya dan mnta bantuan nenek kakek dluar dugaan mereka mendukung ibu saya dgn alasan pacar saya tidak sopan dan bukan org baik.. dilain pihak, pacar saya meminta bantuan wali ah saya (paman/adik ayah) dan beliau menyanggupi untuk menikahkan dan membantu kami.. tp om saya malah di caci maki dan di ancam oleh ibu saya akan di pidanakan secara ibu dan om saya merupakan “angkatan”.. dan skrg saya di kurung dirumah nenek saya dkampung…
    Pak ustad, dari pernyataan saya tadi apa yg harus saya lakukan?
    Apakah saya bole kabur krumah om dan menikah disana?
    Pasalnya jika menikah dirumah ibu saya semua org yg berkaitan sdh diancam akan dipenjarakan jika berani menikahkan saya..
    Saya dan pacar saya sdh mencoba berpisah baik2 tp tetap tidak bisa, yg kami kuatirkan bagaimana jk suatu hr kami bertemu dan bersama lagi sdgkn kami sdh memiliki pasangan,bknkah itu akan menyakitkan bnyak pihak?
    Kami hanya ingin.menikah pak ustad bkn mau durhaka pada orgtua..
    Apakah salah jika saya tetap memilih menikah dgn pilihan hati saya, yg saya anggap terbaik buat saya…
    Mohon pencerahan nya pak ustad..
    Wasalam,,
    Syukron

     
  40. kahar mirza

    21 Juni 2014 at 2:19 pm

    Assalamu’alaikum.
    Saya mohon saran,
    Saya adalah lelaki berumur 25 tahun, mengenal seorang gadis berumur 21 tahun dari tempat saya bekerja. Saat berkenalan saya ada ketertarikan kepada gadis itu, dan diapun juga. Awalnya saya tertarik dengannya karena fisiknya, dana dia seorang gadis non-muslim (katholik) berdasar omongan salah satu teman kerja. Saat itu saya mulai urungkan niat untuk mengenalnya lebih jauh, namun hati ini mendorong saya untuk melihat fotonya di jejaring sosial… dan saya tertegun melihatnya memakai hijab. Dan tidak jarang dia mengucap salam, dan alhamdulillah, juga toleran dengan aktivitas ibadah saya wktu d tempat kerja. Setelah itu, saya beranikan untuk mengenalnya lebih jauh, apakah dia punya ketertarikan dalam Islam. Setelah beberapa minggu saya beranikan bertanya kepadanya tentang keimanannya dan keluarganya, ternyata dia berasal dari keluarga broken home, ibunya seorang mualaf dan ayah kandungnya beragama islam, ayah kandungnya sudah men talaq berkali2, namun tidak menceraikannya dengan baik-tetapi meminta harta sebagai syarat utk cerai. Sejak kecil ayahnya tidak membimbing ibunya tentang islam, dan sejak kelas 3 SD si gadis ini mengikut kakek nenek yg beragama katholik sampai selesai SD, dan tinggal sendiri (kos) sejak SMP sampai Kuliah (gadis ini belum dibaptis&berktp islam) dan hanya pulang ke rumah ibunya, sedangkan hub dgn ayahnya tidak harmonis dan tidak mengakuinya sebagai anak kandung. Si gadis ini sebenarnya tertarik dengan islam sudah lama, namun bingung karena kondisi keluarga dan takut tidak dibimbing dengan baik. Dia semakin tertarik dalam bbrp bulan terakhir, karena ibunya dan adik mulai belajar islam dengan ayah angkatnya. Si gadis pun, mengutarakan ketertarikannya denganku, dan bersedia menjadi mualaf asalkan saya bimbing dengan baik dan berkeinginan membina keluarga denganku kelak.. hatiku sangat bahagia saat itu, dan sempat berucap kepadanya bahwa aku akan menikahinya, dan dalam hati ini sangat ingin membimbingnya dalam nikmat iman dan Islam. Setelah pisah tempat kerja, kami hub jarak jauh lewat telpon, kadang dia tanya2 soal Islam dan shalat, namun dia saat saya tanya kapan akan mengucap syahadat? Dia menjawab, ingin lebih memantapkan hati.. dan sebenarnya dia takut bila ibuku tidak setuju dan dia hanya inginkan aku sebagai imamnya kelak.
    Perasaan dan hati ini semakin gundah, saat aku utarakan kedekatanku dengan gadis ini terhadap ibuku, ibuku langsung tidak merestui dengan dasar melihat latar belakang agama gadis ini, latar belakang keluarga, pekerjaan,tempat tinggal dan juga ekonomi.. aku berasal dari keluarga yg terpandang d kotaku, alm. ayahku adalah seorang yg aktif dalam dakwah dan agamis, dan aku seorang dokter sedangkan dia yg aku dekati adalah seorang perawat. Ibuku takut kalau di tengah jalan dia berubah iman, takut diduakan oleh anak (saya adalah anak paling akhir), dan takut kehidupanku akan bermasalah dengan keluarga perempuan (pdhl dari org tua, bahkan kakek neneknya merestui hub kami), dan takut malu akan cibiran org lain.
    Dalam hati ini gundah antara memilih menikahi gadis ini dan berjuang di jalan-Nya untuk memantapkan Islam dalam diriku dan dirinya dengan memilih ibuku yg sudah byk berkorban sejak ayahku meninggal..
    Aku sudah shalat istikharah, mohon petunjuk selama 7 hari… namun hati ini tetap berniat menikahinya karena ingin menjadi imam yg baik untuknya, akan tetapi ibu tetap tidak setuju, ibuku cemburu saat aku mengenal gadis ini, ibadahku semakin giat(hal ini aku lakukan karena ingin menjadi imam yg baik baginya kelak)….ibu mempertimbangkan pengalaman dan omongan org lain, menganggap mualaf itu bisa kembali murtad sewaktu2, dan menganggapku hanya dimabuk cinta.

    Apa yang harus saya lakukan? Durhaka kah saya bila tetap ingin menikahi perempuan ini dan menjadikannya mualaf yg baik? Dalam hati ini, saya ingin membuktikan kepada ibuku, bahwa setiap org dpt berubah asal ada niatan yg kuat dan baik…
    Apakah bila saya mengkhitbah perempuan ini sebelum menjadi mualaf tanpa sepengetahuan ibu saya, dianggap sah?
    Bagaimanakah cara meluluhkan hati ibuku agar mengerti tujuan dan keinginanku menikahinya, ibuku selalu memasang harga mati… pilih dia atau ibu..

    Terima kasih,
    Wassalam.

     
    • salwintt

      10 Juli 2014 at 8:20 pm

      wassalam ww… tidak bisa dipungkiri hingga hari ini masih banyak orangtua kita masih mendikte masa depan anaknya yang sudah dewasa, termasuk masalah jodoh. saya salut dengan teman dan kepribadian mas kahar mirza (km). semoga Allah dalam waktu dekat memberikan petunjuk terbaik. menurut hemat saya kalau memang niat suci mas km ingin menjadi imam terbaik untuk isteri dan keluarga, niat ini terus dipertahankan dan diperjuangkan. masalah hubungan dengan orangtua, kalau nanti terbukti mas km dan isteri harmonis insya Allah akan membaik kembali. niat suci untuk menikah walau bukan pilihan orangtua, tidak membuat anak durhaka, selagi kita terus mendekati dan mengabdi kepadanya, nikah yang syah adalah sesama islam, maka islamkan dulu. selalu mendekat, sopan santun, bisa membuktikan apa yang diniatkan dan diucapkan, ibu suatu ketika akan luluh juga. trims smg bermanfaat.

       
  41. Daffa

    22 Juni 2014 at 3:25 am

    Assalamu alaikum.. Saya menjanlin hubungan dengan seorang gadis (IR) karena dia menjadi perantara dalam 5x istikhoroh saya dalam hal rencana kuliah. IR sebenarnya adalah teman SMA namun selama SMA hanya mengenal nama saja. Setelah rangkaian istikhorohitu, saya memberanikan diri untuk mengenal IR lebih jauh. 3,5 tahun dekat, saya berniat meminangnya tapi IR menyarankan agar saya menyelesaikan kuliah dulu. Sambil nunggu saya lulus, IR mengambil kursus bahasa di Kediri. Sejak di Kediri, komunikasi kami berkurang hingga muncul berbagai masalah yang mengancam hubungan kami. Istikhoroh sudah kita lakukan. Saya yakin tetap melanjutkan hubungan. Sedangkan istikhoroh IR menyarankan agar minta pendapat ibu IR. IR cerita pada ibunya tentang saya yang berencana meminangnya. Lalu ibunya menyarankan agar saya menyelesaikan kuliah dulu, kata IR. Setelah itu IR memutuskan hubungan kami. Saya menghadap ibunya IR untuk bertanya langsung. Dan secara implisit beliau meminta saya melanjutkan hubungan. Setelah kedatangan saya, ternyata ada pria (PIL) yang juga datang meminang IR. Ternyata ibu IR menceritakan kedatangan saya kepada bapak IR. Lalu bapak IR berisikhoroh dan meminta 2 orang ustadz untuk istikhoroh juga. Semua istikhoroh itu memilih saya. Tapi IR sudah terlanjur yakin pada PIL. IR menolak hasil istikhoroh dan tidak mau melaksanakan nasihat orang tuanya agar memilih saya sebagai pendampingnya. Seiring waktu, sikap IR semakin keras dalam menolak perminataan orang tuanya. IR googling dan mencari dalil2 agama tentang “hukum menikah karena terpaksa” dan yakin bahwa nikah tanpa seizin gadis yang bersangkutan hukumnya adalah batal. Saya sudah menasihati IR tapi IR menolak semua pendapat yang bertentangan dengan pikirannya sekarang. Itu yang membuat saya khawatir IR nekat melakukan hal buruk. Apa yang harus saya lakukan? Mempertahankan IR atau melepaskannya? Apakah hasil istikhoroh bisa dikatakan sebagai jodoh? Terima kasih atas perhatian ustadz, saya mohon bimbingannya.

     
    • salwintt

      10 Juli 2014 at 8:27 pm

      wassalam ww… terima kasih dan salut terhadap kepedulian anda terhadap teman. selama ini kasusnya saling cinta, tpi terkendala ketidaksetujuan orangtua. yang anda alami si teman yang kurang simpatik terhadap anda. ya silahkan tidak perlu diperpanjang, biarkan dia mencari jalan hidupnya sendiri, istikhorah bukan survey perjodohan, wallahu ‘alam. trims

       
  42. none

    24 Juni 2014 at 12:10 am

    Assalamualaikumm pak ustad,, saya ingin menanyakan tentang pernikahan tanpa restu orang tua,, saya dan pasangan sudah menjalani hubungan selama hampir 4 tahun,, namun pihak keluarga saya tidak merestui saya untuk menikah padahal pasangan saya sudah beberapa kali meminta saya kepada orang tua saya,,dan pasangan saya ingin segera mengesahkan hubungan ini dikarenakan dia ingin bertanggung jawab dng apa yg slama ini telah kami perbuat dan menghindarkan kami dari dosa yg terlalu jauh,, dikarenakan selama ini kami selalu melakukan hubungan layaknya suami istri,,dan orang tua saya telah mengetahui semua itu,,namun keluarga saya tetap tidak mau merestui dikarenakan pasangan saya bukan orang kaya dan mereka menganggap saya seharusnya mendapat yg setara dengan keluarga saya,, namun saya tetap ingin menikah dengan dia dan diapun ingin melaksanankan tanggung jawabnya,,bahkan saya pernah kabur dengannya dan ayah saya menjanjikan juka saya pulang maka akan segera dinikahkan,,namun setelah sekian lama saya menagih janji tersebut ayah saya justru mengancam akan membunuh ibu pasangan saya,,sedangkan orang tua psangan saya tinggal satu2nya,,bahkan ibu saya pun pernah mengatakan saya seperti seorang purel;;,, bgaimana saya harus bersikap dalam hal ini??

     
    • salwintt

      10 Juli 2014 at 8:34 pm

      wasslam, masya Allah…. jika menyimak begitu dalamnya hubungan dengan teman anda, maka menikahlah dan hormati rasa tanggung jawab teman anda. hubungan dengan orangtua lambat laun insya Allah akan membaik selagi anda terus melakukan pendekatan. buktikan anda selalu harmonis, karena suatu ketika jika anda tidak harmonis, bumerang lebih dahsyat akan terjadi. wallahu ‘alam bissawab trims.

       
  43. hamba allah

    3 Juli 2014 at 10:39 am

    Assalamu alaikum..
    Pak z seorg ank permpuan,,z mempunyai calon org yang z zyank,,alhamdulillah z dan k’luarga.y dekat,,tp orang tua z yaitu ibu zy tdk mnyukainya,,kbtulan z org jawa,,namun calon z org dri suku lain,,ibu z tdk mnyukai suku laki” plihan z dgn alsan krn kta.y lw suku lki” plhan z org.y gni” dll,,tp mnurut z zmw suku sm pak trgntung dri pribadi.y masing”sj mw bgmn,,n alhamdulillah laki” plhan z akhlak.y baik dri k’luarga yg baik n taat beribdah,,tp d sisi lain z tdk ingn durhaka trhdap ibu z apa yg hrus z lkukan ?? N ibu z maunya punya menantu dri org militer smntra z zndri dk suka dgn org yg punya kerjaan sprti itu,,apa yg hrus z lkukan pak ?
    Trus pak ibu z org.y keras,,sebaik appun org i2 lw dia tw qt dri suku berbeda dia lgsung tdk mnyukai.y tnpa mndkati org i2 dlu n mngnal.y,,tp wlaupun org i2 ru d kenal tp lw sesama suku zy ibu zy lgsung suka,,apa yg hrus z lkukan pak ? Z jg ingn mnikah dgn org yg z zyank,,z ingn mnikah dgn restu ortu z tlong jwbn.y pak..
    Wassalamu alaikum wr.wb

     
    • salwintt

      10 Juli 2014 at 9:04 pm

      wassalam…. memang sulit memutuskannya lantaran z adalah anak perempuan. oke jika dilanjutkan ke jenjang pernikahan bisa hidup rukun dan harmonis dengan suami, jika tidak, tentu tekanan batin akan bertambah. dan perlu diingat tipe orangtua seperti ibunya z tidak sedikit di zaman sekarang ini. posisi sebagai anak serba salah, diikuti, tidak sesuai dengan hati dan tertekan batin. tidak diikuti, takut jadi anak durhaka. yang terbaik minta petunjuk Allah, shalat malam banyak2, nanti akan terbuka sendiri jalan mana yang harus ditempuh. memilih jodoh tanpa restu orangtua, tidak dikategorikan anak durhaka. tetapi seorang anak perempuan yang akan nikah yang akan menjadi walinya adalah bapak kandungnya, jika berhalangan baru saudara laki2nya, datuknya, dsb. bagaimana si gadis mau menikah sementara bapak kandungnya tidak mau menikahnya (menjadi walinya)…? wallahu a’lam bissawab, trims

       
  44. Elszya Zelovera

    7 Juli 2014 at 2:36 pm

    Asssalamualaikuum ……

    Pak ustad sy ingin bertanya, sy punya seorang teman dia adalah gadis yg sangat baik …..
    Dia telh menikah dan mempunyai 2 anaak laki2.
    Hidupnya bahagia, pernikahan mereka atas campur tangan org tuua.
    Tetapi suaminya selalu bersikap kasar padanya, memukul, membenci, bahkan sering mengeluarkn kata cerai,,,,,
    Suatu hari teman sy di pukul kemudian di ceraikan utk kesekian kalinya, mereka membuat kesepakatan utk bercerai ……
    Tetapi mereka masih dalam satu rumah krn alsan anak2 yg masih pada bayi …
    Belum lg org tuua yg tidak memikirkan perasaaan temen sy, dia uda di ceraikan, bahkan sering di beri sikap kasar oleh suaminya tp pihak keluarga masiih saja menyuruh utk teruus berumah tangga dgn alasan apabila cerai maka malu besar laah keluarga kedua belah pihak.
    Tapi apa untungnya bagi teman saya …….
    Aakhirnyya teman sy memutuskan utk pergi dari ruuumah dan menikah dengan laki2 pilihannya …….
    Tanpa sepengetahuan siapa pun ……
    dia sedih menjani hidupnya, apa lagi si suami juga pengedar obat2tan terlarang sabu2, sering menghabiskan waktu dgn temen2 yag tak jelas.
    apa hukum teman sy yg menikah ini pak ustad ??
    dia bertanya pada sy, tapi sy pun bingung utk mengatasinya.
    terima kasih pak ustad dan dengan sangat memohon bantu sy laah utk mengatasinya.

     
  45. pandhita

    8 Juli 2014 at 2:28 am

    Asalamualaikum ustadz,

    Saya mau nanya perihal pernikahan kami. Sebelumnya saya pribadi pernah melamar kepada orangtua yg istri saya, namun waktu itu pihak ortu meminta untuk menunggu hingga selesai kuliah (apakah sudah termasuk restu dr orangtua?). Untuk menghindar dari zina, kemudian kami memutuskan untuk menikah dengan wali hakim tanpa sepengetahuan orangtua kami. Apakah pernikahan ini syah? Terimakasih ustadz..

     
  46. heru

    13 Juli 2014 at 7:18 am

    Assalamualaikum,wr,wb
    Pak ustad saya mau curhat dan beri saran dong……
    Saya sudah umur 32thn……
    Pacar saya 23 thn……
    Saya gak di restui ortu cwe karena awal kenal saya melakukan kesalahan…
    *saya jemput didepan rumah/dipinggir jalan……
    -cwe sya pernah mengenalkan seorang laki2 ke ortu nya….dan ortu cwe saya senang sama laki2 itu, dan berniat menikahkan cwe(anaknya) dengan laki2 itu, tapi skrg dia gak mau sama cwo itu, karena cwo itu pernah salah/bohong…..
    *setelah kenal sama saya, skrg cwe senang sama saya, dan kami saling menyayangi dan berjanji akan slalu sama2 sampai kapanpun.
    Saya sudah berusaha menjelaskan ke ortu nya…..apa yg terjadi……kenapa waktu itu saya jemput cwe(anaknya) di depan rumah / dipinggir jalan……”Alasannya, cwe gak mau cwo yg benar2 belum dikenal, dia kenalin ke ortu nya……”
    #Tapi ortu nya gak mau dengar alasan itu….malah saya di bilang gak, *gak punya itikad baik, *melet anaknya(karena dah buat anaknya tergila-gila sama saya, dan merebut pacar org)…..
    Dan skrg malah dihubung2kan dgn cerita kakek saya punya istri 5 dan saya di tuduh sama ortu nya punya ilmu supaya anaknya senag sama saya……astaqfirullahalazim
    Saya ingin nikahi cwe saya….tapi gak di beri restu sama ke dua ortu cwe…….
    Saya harus bgm pak ustadz….

    Apakah saya nikahi cwe tanpa wali dari ortu nya……tapi wali dari keluarga yg lain(paman),……bolehkah saya menikahinya dan sah kah pernikahan nantinya……?

    Terima kasih.

     
  47. none

    14 Juli 2014 at 8:02 pm

    Sejak pulangnya saya setelah saya pergi dari rumah tersebut saya telah melakukan semua yg orang tua saya mau,, saya menuruti segala perintahnya dgn maksid supaya orang tua saya luluh,, bahkan pasangan saya tersebut sudah mencari pekerjaan yg layak,, alhamdulillah dgn gaji 3jt/bln insaallah cukup untuk kebutuhan sehari* ,, namun orang tua saya tetap tdk mau karena psangan saya blm menjadi bos dan hanya bekerja pada orang lain,,sedangkan ibu saya pernah bersumpah tidak akan menerimanya sebelum dia menjadi bos besar,, bagi sy rzqi sudah ada yg mngatur,, namun org tua saya sllu menentang bahkan pergi ke dukun untuk memisahkan saya,, memang dikeluarga saya agama bukanlah hal yg harus dan wajib di jalankan dan bukan menjadi panutan mereka dalam bersikap,,bahkan yg mengajarkan saya sholat pun adalah pasangan saya,,

     
  48. none

    14 Juli 2014 at 8:08 pm

    Lalu bagaimana dengan wali saya pak ustad?? sedangkan ayah saya pun tidak mau menikahkan saya,, kaka laki* saya juga tidak berani menjadi wali saya karena dia sendiri belum menikah dengan alasan yg sama,, yaitu tidak di restui,, tentang ayah saya bukankah seorang muslim yg mninggalkan shalat dalam jangka waktu tertentu adalah seorang kafir?? Dan secara otomatis hak perwaliannya batal??

     
  49. hamba Allah

    14 Juli 2014 at 10:33 pm

    assalamualaikum ustad..saya mau bertanya..
    dulu sebelum menikah ortu saya g mnyetujui kami utk mnikah..padahal niat saya menikah utk menuntun suami saya yg dulu seorang pemabuk..saya kasih tahu niat saya mnikah utk itu & mnghindari hal” yg mngandung dosa..tapi tetap saja ortu tdk setuju walopun pada akhirnya pas hari H menikah itu ayah sya mau jadi wali.kadang saya merasa kalo saya ini amat sangat durhaka ke ortu saya..karena baru kali ni saya g nurut mereka.mohon pencerahannya ustad bagaimana caranya kita utk mmperoleh ampunan dr Allah..stiap ingat tentang RIDHO ALLAH ITU RIDHO ORTU..saya merasa takut..tapi alhamdulillah sekarang ortu sudah mulai mnerima pernikahan kami..tapi hati ini tetep aza masih merasa bersalah

     
    • salwintt

      26 Juli 2014 at 11:23 am

      wassalamu ‘alaikum wb wb alhamdulillah pada diri anda mencerminkan pengabdian yang tinggi kepada orangtua. usaha saja terus menerus untuk mendekati orangtua. sadari sesungguhnya apapun yang dilakukan kedua orangtua hanya demi anak” dan keluarganya. selalu bercerita tentang kebahagian rumah tangga anda, jangan menceritakan yang jelek”. apalagi nanti kalau putra anda lahir selalu dekatkan pada mereka, insya Allah hubungan keluarga akan harmonis kembali. untuk saat ini lebih perbanyak ibadah, zikir, tafakkur, baca qur’an dan do’a. obat mujarab bagi penyakit hati (gundah gulana) adalah membaca al-qur’an, karena al qur’an adalah ash-shifa’ (obat penawar). terima kasih, wallahu a’lam….

       
  50. seera

    25 Juli 2014 at 11:55 am

    Assalamuailaikum wr wb..ustadz saya ingin bertanya…si A (perempuan) menikah dg si B (laki laki)..mereka melakukan pernikahan secara siri..si A dijadikan istri ke 2,,pada saat si A menikah,A meminta diwalikan dg org lain sbagai wali nikahnya padahal orang tua khususnya ayah si A masih hidup..menurut ustadz bagaimana hukum pernikahan mereka?..

     
    • salwintt

      26 Juli 2014 at 11:00 am

      Wa’alaikum salam ww… Urutan Wali, ayah kandung, kakek dari ayah, saudara laki2 kandung, saudara laki-laki seayah dst… kalau ayah dan kakek sudah tidak ada lagi yang jadi wali otomatis saudara laki-laki kandung. Tapi ingat wali yang dimasksud adalah dari pihak perempuan bukan laki-laki. Karena yang menikahkan itu adalah wali dari perempuan. tidak boleh melangsungkan pernikahan jika diwalikan pada orang lain tanpa sepengetahuan (izin) wali yang syah. terima ksih.

       
  51. Pru Beni Subianto

    26 Juli 2014 at 12:21 am

    assalamualaikum ustadz.. saya Beni umur 26 jalan…
    saya sudah lama kenal dengan ikhwat saya smnjak kuliah kira” hampir 3 thunan,, alhamdulillah kami bisa saling menjaga dari zina fisik (senggama) yaa wlw terkadang sering tak terlewat dari zina mata, lisan dan hati. calon saya sudah lulus kuliah dan saya msh dalam kuliah tapim kami 1 angkatan yg sma dan umur kami beda 3 tahunan.. keterlambatan saya untuk lulus kuliah karena saya terlalu sering berjibaku dalam dunia bisnis dan sering lalai dengan kuliah saya,,, tapi saya tetap meelanjutkan kuliah saya sampe selesai karena saya sadar itu akan jadi kado terindah untuk ortu saya nanti.
    calon saya ingin cepet menikah dan saya pun begitu karena terlalu lama berkenal dan zina” kecil yang tak terhindarkan… saya berniat untuk melamar dia dan menikah cepet kemudian agr tak ada lagi dosa kecil yang kami lakukan.. hanya saja orantua saya mengharuskan kuliah selesai dulu baru setelah itu terserah,, tabungan untuk memberikan cincin sebagai mahar in.allah seidikit lagi tercapai karena calon ikhwat tidak terlalu meminta macem” (tidak neko”). calon saya menganjurkan untuk menikah secara agama dulu (nikah siri).
    tapi saya bingung dengan kondisi orantua saya gimana,,, pertanyaan saya :

    1. bagaimana saran ustadz jka saya dan ikhwat saya menikah siri tanpa saya memberitahu dahulu ortu saya.. (keluarga dari ikhwat menganjurkan kami cepat menikah)???
    2. bagiamna saya harus bertindak ya ustadz dalam situasi ini..?? saya terus istikharah kpd Allah..
    3. durhaka kah saya yang menikah tanpa izin ortu dulu (tapi ortu saya sudah kenal dan ketemu dengan calon ikhwat saya)??

    mohon nasihat nya ustadz,, saya bener” dilema,,
    Semoga Allah selalu memurahkan rizky nya kpd ustadz. amiinn…

     
    • salwintt

      26 Juli 2014 at 10:44 am

      wasslam, terima kasih, tidak jauh berbeda. dulu saya juga ingin cepat menikah dengan alasan serupa. saya menikah umur 23 th semester vii. dua tahun kemudian anak pertama kami lahir dan waktu itu saya belum memiliki pekerjaan. betul masalah rezeki Allah yang mengaturnya, alhamdulillah kehidupan kami biasa2 sj bahkan ketika anak kami berusia 7 bulan ibuny pun berhasil menyelesaikan kuliahnya. dalam situasi seperti itu jika dilandasi rasa cinta yang benar” datang dari dalam qalbu, semua liku” kehidupan terbawa indah. apalagi kita sebagai seorang laki” yang bakal menajd pemimpin rumah tangga wajib mampu mengendalikan perahu yang kita bawa. jika posisi anda sebagai seorang wanita memang agak rumit, karena yg menikahkannya adalah wali (orangtua kandungnya), sementara kasus ini malahan keluarga mereka yang mendesak agar anda segera menikah. ya lanjutkan saja ke jenjang pernikahan resmi g’ usah pakai siri” segala. masalah hubungan dengan orangtua, karena dilandasi rasa cinta, patuh pada agama dan niat untuk membangun keluarga sakinah mawaddah dan rahmah, yakinlah suatu ketika insya Allah tidak hubungan keluarga akan harmonis kembali, dan terhindar dari kedurhakaan. SEMOGA! wallahu a’lam bissawab terima kasih

       
      • hamba allah

        30 Juli 2014 at 9:52 pm

        assalamualaikum ustad .. saya wanita berusia 24 tahun .. dulu saya memiliki pacar yangsudah dikenal orang tua saya , orang tua juga sudah saling kenal . Bisa dibilang dia sudah mapan .. Tetapi dalam solat masih kurang , lalu saya bertemu dengan pria yg agamanya bisa dbilang bisa menjadi imam saya. Lalu saya putus dgn pacar saya dan pacaran dgn yg baru ini . Tetapi mama saya tidak merestuinya dgn yg menurut saya agamanya baik dikarenakan penghasilan kami yang sama. Kami sudah hampir 3 tahun menjalani hubungan tetapi tak kunjung mendapatkan restu dari mama . pada awalnya mama murka smpe bilang ga akan nganggep saya anak klo tetep berhubungan dengan pacar saya ini , dan sekarang syarat dr mama yaitu pacar saya penghasilannya harus lebih diatas saya baru mama akan merestui hubungan kami . sedangkan ayah saya setuju2 saja saya mau menikah dgn siapapun asal agama dan bisa mengaji. walaupun begitu pacar saya tetap ingin mendapatkan restu dr mama wlpn ayah saya mau menikahi kami .apakah benar jika mama tidak meridhoi kami , kami akan sengsara krn harta ? Terimakasih pak ustad ..

         
  52. Qifna

    30 Juli 2014 at 8:27 pm

    Assalamu ‘alaikum, ustadz. Saya Yuli umur 20 tahun.

    Saya telah menjalin hubungan sekitar 1 tahun lebih dengan seseorang yang beda negara. Sejak menjalin hubungan, kami belum pernah ketemu satu sama lain tapi kami sangat yakin kalau kami itu cocok. Kami selalu membahas mengenai masa depan dan rencananya menikah 2.5 thun lagi. Dan juga kami hanya berkomunikasi kalau ada sesuatu yang penting.

    Lalu, pas lebaran kemarin ngasih tau ke ortu masing2. Ortunya nolak aku karena alasan takutnya saya gak bakalan respek kepada mereka trus takut anaknya gak saya izinin tinggal di negaranya lagi. Sampai2 ibunya menangis dan kakaknya mengatakan aku “shaiton” (astaghfirullah). Dia memutuskan hubungan via telpon dan pada saat momen itu juga. Latar belakang keluarganya adalah dari kalangan Islam taat dan bercadar.

    Sedangkan kalau saya, hanya dibicarakan sama mama. Mama masih khawatir kalau saya nanti dicampakkan di luar sana. Tapi mama masih menyarankan untuk dijadikan sahabat saja. Kalau dengn papa, sya mau bicara kalau dia kemari. Latar belakang keluargaku boleh dibilang Islam yang “medium”.

    Boleh dibilang kedua ortu kami hanya mengandalkan firasat saja mengenai hubungan ini, karena mereka belum ketemu dengan kami secara personal. Sejak hari itu juga kami memutuskan komunikasi sama sekali. Saya hanya menerima ucapan maafnya tapi saya belum bisa memaafkan karena masih shock dan juga kecewa.

    Menurut Ustadz, apakah langkah yang kami ambil udah tepat atau terkesan “terlalu patuh” kepada orang tua?

    Terima kasih atas jawabannya.

     
  53. deni

    2 Agustus 2014 at 1:28 am

    Assalamu’alaikum pa ustad
    nama saya deni laki2…… umur saya 39thn,
    saya mempunyai seorang pacar dan saya sdh berpacaran slama 2thn, sy ingin sekali melamarnya, dan dia juga ridho dg lamaran saya, kami saling mencintai, kami sdh tdk mau berpisah lagi, saya dan dia ingin beribadah sungguh2, kami ingin menikah, jujur kami sdh sering melakukan berbuat zinah, kami sdh tdk sanggup lg melawan godaan zinah, kami ingin bertobat dg cara menikah, pcr sy anak yatim, dia mempunyai kaka laki2 dua, tapi permasalahannya seluruh kluarga dia tdk setuju dg sy, dg alasan umur yg jauh, materi, tampang, dll, malah kluarganya pnh mengancam ingin membunuh saya, bahkan kakanya pnh mengajak sy berantem, sy sering di fitnah, di caci maki, dihina, dihujat, diancam keselamatan sy oleh kluarganya, pdhl scara sosial kluarga sy jauh lbh baik dri kluarganya, kluarga sy kluarga berada, terpandang, kluarga dia sering ke dukun, rentenir, tdk paham agama, bahkan ibunya suka mencaci maki anak kandungnya sendiri, keluarganyapun dipandanh tetangganya jelek, ternyata kluarganya bkn ke saya aja menghujat, memaki, menghina, memfitnah, kpd org lain yg mrk tidak senangi akan berbuat hal yg sama, didalam kluarganya kata2 kotor, binatang udah menjadi hal biasa, sebenarnya juga termasuk pacar sy, suka memaki sy, menghina saya, tapi sy berpendapat mungkin setelah menikah dan hdp dg saya, sy ada niat tulus ingin membimbing dia ke arah yg benar, prilaku kluarganya sangat jauh dg prilaku kluarga saya, skr kami sedang menunggu surat dari Pengadilan Agama utk wali adhol, saya ingin meminta nasehat dari pa ustad ttg hal ini, apakah saya tetep harus menikahi dia atau tidak, tapi kami saling mencintai….sebelum nya sy ucapkan terima kasih, Wassalamu alaikum wr wb

     
    • salwintt

      8 Agustus 2014 at 10:04 pm

      Wassalamualaikum WW…! Terima kasih. Hukum nikah itu wajib, sunah, mubah, makruh dan haram sesuai kondisinya. Melihat kasus anda, mampu, usia sudah matang, tidak bisa menahan nafsu maka hukumnya wajib nikah. Apalagi, masya Allah… anda dengan jujur menceritakan telah melakukan hubungan suami isteri. Maka sebagai rasa pertanggungjawaban anda terhadap pasangan anda dan kepada Allah SWT maka sebaiknya anda segera menikah. Masalah-masalah dengan keluarga teman anda diabaikan dulu. Nanti setelah menikah baru dilakukan pendekatan secara baik-baik dan penuh kesabaran. Yakinlah jika nikah diiringi niat ingin ibadah, taubat, dan menciptakan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah, Allah akan selalu memberi petunjuk dan suatu ketika keluarga di antara kedua pihak akan harmonis kembali. Wallahu a’lam bishshawab…!

       
  54. deni

    2 Agustus 2014 at 1:33 am

    oh iya pa ustad, pacar sy dikeluarga sy disetujui…tidak ada masalah, yg bermasalah adalah dikluarga dia

     
  55. deni

    2 Agustus 2014 at 1:33 pm

    kok postingan sy gak ada

     
  56. hamba Allah

    3 Agustus 2014 at 1:21 am

    Assalamualaikum ustadz

     
  57. hamba Allah

    3 Agustus 2014 at 1:32 am

    Assalamualaikum ustadz…
    Sudah 3 tahun saya menjalin hubungan dengan seorang pria.. jujur saja dia seorang duda beranak 1. Akhir tahun ini kami berencana menikah.kebetulan ayah saya sudah meninggal dunia…yang menjadi permasalahan…
    Ibu saya adalah seorang janda . Beliau suka berpakaian seksi dan keluyuran malam … hal itu pula yang membuat calon suami saya membenci ibu saya… dengan alasan ibu saya bukan ibu yang baik. Apakah salah jika saya menikah dengan nya ustadz? Masalah yang ke 2 calon suami saya berencana melamar saya dengan uang seadanya…namun ketika saya mhon izin dengan ibu saya. Beliau menolak dengan alasan tidak cocok dg suami saya. Dan memberi syarat yg mengharuskan membawa uang lamaran yang banyak. Hal itu tentu saja membuat saya terpukul..beliau bilang jika ingin membahagiakan dia tolong jadikan resepsi pernikahan..tapi kalau saya tidak melakukan resepsi pernikahan ibu saya bilang …saya anak yang tidak bs membahagiakan org tua. Apa yg hrs saya lakukan? Sedangkan calon pendamping sy org yg sederhana…saya benar2 bingung.apa kah saya berdosa jika saya tetap menikah tanpa restunya?

     
    • salwintt

      8 Agustus 2014 at 9:47 pm

      Wassalamualaikum ww… terima kasih. Jika terpenuhi rukun dan syarat nikah maka syahlah nikah itu. Tidak pernah ada kewajiban untuk mengadakan resepsi pernikahan. Resepsi hanya sekedar saksi kepada keluarga dan teman-teman bahwa kita telah menikah. Menyimak kasus anda memang suatu dilema yang perlu diselesaikan secara serius. Tetapi melihat kondisi ibu anda jangan terlalu dikhawatirkan, dalam artian anda tetap sopan dan patuh padanya. Bagaimanapun, dia adalah ibu anda. Tentang larangan agar anda tidak menikah dengan teman anda, abaikan dulu, karena alasannya tidak terlalu mendasar. Jika anda yakin akan bahagia jika menikah, silahkan menikah dengan sederhana saja sesuai kemampuan dan kesepakatan. Dengan catatan ibu anda terus didekati secara perlahan, insya Allah suatu saat nanti akan membaik. Menikah dengan tujuan suci, tidak berniat menyakiti dan meninggalkan orangtua, Insya allah tidak tergolong dosa, sesuai kasus yang anda alami. Semoga dengan pernikahan anda nanti ibu anda mendapat hidayah, meninggalkan kebiasan seperti yang anda ceritkan, endingnya terciptalah keharmonisan keluarga besar anda dari kedua belah pihak. Wallahu a’lam bissawab.

       
  58. Bathin

    9 Agustus 2014 at 3:50 am

    Assalamualaikum.
    Sy s’org istri yg bru menikah blm lama ini. Sy menikah secara siri di hadapan Alm.mama sy.. Jd saat itu sy menikah misal mlm ini keesokan harix mama sy meninggal dunia. Sy menikah dg s’org pria beristri tp suami sy sementara proses perceraian dg istrix dan sblmx sdh mentalak istrix lbh dr 3x krn bs diblg istrix itu tdk bs membahagiakan hdpx dan memang sy sdh pcrn dg suami sy ini sblm dia menikah dg istrix itu, mrka menikah dikarenakan keinginan dr orgtua suami sy.. Dr dlu smpai detik ini pun keluargax tdk menyukai sy krn alasan yg tdk msk logika. Kelx tdk mengetahui klau sy sdh menikah dg suami sy ini pak ustadz dan slma ini sy sllu dicaci dimaki bahkan difitnah yg mcm2, suami sy berjanji jika urusan ceraix slsai akan sgra urus buku nikah utk kami. Orgtuax prnh brkta “sampai sy meninggalpun sy tdk sudi melihat atau menerima km jd bagian dr kel sy” Apa yg hrs sy lakukan pak ustadz..? Apa hukum dr pernikahan sy ini ? Apa hrs sy pertahankan atau bgmn ? Krn sy pun tdk ingin suami sy dikatakan durhaka trhdp orgtuax hanya krn menceraikan istri pilihan orgtuax dan lbh memilih sy… Jujur saat ini sy sdg sakit pak krn trllu byk beban pikiran ttg mslh ini.. tlg jawabanx pak ustadz, sy ingin bs kluar dr mslh ini secepat mgkn..:'(
    Wassalamualaikum pak ustadz..

     
  59. Endah

    16 Agustus 2014 at 12:52 pm

    Assalamualikum, wr.wb
    Saya Endah umur 20th. Saya ingin bertanya apa yang harus saya lakukan ketika orang tua saya melarang saya menikah dengan pacar saya. Hub kami sudah 3 tahun lamanya.dan kami berniat menikah. Tapi orangtua saya melarang dengan alasan sekampung dan sepupu ayah saya menikah dari keluarga pacar saya. Serta orangtua saya beranggapan bahwa orangtua pacar saya mencari pesugihan. Terimaksoh ustadZ, mohon sarannya.
    Waikumsalamwr.wb

     
  60. Naima

    16 Agustus 2014 at 4:37 pm

    Assamualaikum wr.wb
    pak ustadz saya sudah menjali pacaran dg tetannga saya selama 3 tahun. Kami ingin menikah tapi orangtua saya melarang karna 1). Kami tetangga dan sepupu ayah saya menikah dengan sepupu ayah pacar dia. 2). Karna orangtua saya menganggap kalo orangtua pacar saya mencari pesugihan dan takut say bakal hidup menderita dan dijadikan tumbal. Tolong pak ustadz saya minta sarannya.jujur saya kami saling menyanyangi dan mencintai.
    Terimakasih sebelumnya.
    Wassalam.wr.wb

     
  61. oky

    20 Agustus 2014 at 12:14 am

    aslmualaikum….saya niat nikah taun dpn…uda 2thn pcrn….di awal pcrn baik2 aja…
    stlh lamaran ort dr pcr tdk stju karena terhasut fitnah tntg keluarga saya…kami yakin brjdoh,

    apa yg hrus sy lakukan….?
    sebenarnya jodoh itu d tgn ALLAH atau ORG TUA ?
    wasalamualaikum

     
  62. Rwidyas_tuti (@Rwidyastuti2)

    25 Agustus 2014 at 9:24 am

    asalamualaikum pak ustad,
    Bagaimana jika kita ingin menikah dengan seorang laki laki dan sudah saling mencintai lalu kedua org tua si laki laki tersebut tidak merestui pernikahan tersebut karena orang tua nya mempermasalahkan masa lalu si perempuan tersebut. awalnya hubungan mereka tidak ada masalah dengan seiringnya waktu di tambah si perempuan dan si laki laki tersebut bertetangga banyak tetangga yg melapor atau memojokan didepan kedua org tua si laki laki kalau si wanita pernah dekat dgn laki laki lain waktu dulu nya dan orang tua si laki laki yg tidak setuju tersebut juga kenal dengan laki laki yang dulu pernah dekat dgn si perempuan. ini jadi masalah knapa si orang tua tidak setuju, apakah dalam agama kalau ingin mencari menantu di wajibkan menilai masa lalu nya ? kemudian bagaimana kalo si wanita dan si laki laki ingin menikah tapi tanpa restu dari kedua orgtua si laki laki tersebut ?

     
  63. Jery Marisa

    26 Agustus 2014 at 12:44 pm

    Assalamualaikum Ustad..
    Saya seorang wanita berumur 23 tahun dan seorang yatim. Tepatnya 1.5 tahun yang lalu saya dilamar seorang pria yang dijodohkan oleh ibu saya dan si ibu mengiyakan dengan mahar tertentu. Sedangkan saya dan keluarga tahu bahwa saya sudah menjalin hubungan dengan teman lain yang saya ridhoi baik fisik maupun batinnya.
    Sekarang tepatnya 2 minggu yang lalu, Teman lelaki saya melamar kepada wali saya (kakak ayah) saya dan merestui jalan kami. Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk meluluhkan hati ibu saya. Bahkan dengan niat mengganti mahar tersebut yang sudah diberikan oleh laki-laki lain kepada saya.
    Yang mau saya tanyakan pak Ustad apakah saya berdosa apabila saya tetap ingin menikah dengan pilihan saya sendiri sedangkan ibu tidak merestui karena ibu memandang hal duniawi yang saya dan calon saya belum sanggup menyangupinya. Sedangkan kami ingin terhindar dari zina.
    Maaf pak Ustad saya sudah menanyakan ke banyak ulama di tempat saya tapi mereka menyarankan untuk tetap melanjutkan pernikahan. Hanya saja pa Ustad yang mengganjal adalah kata-kata ibu saya bila saya menikah tanpa restunya beliau menghardik saya adalah anak yang durhaka dan celaka dunia akhirat.

    Wss.. Thanks

     
    • salwintt

      30 Agustus 2014 at 1:59 am

      waalaikum salam…. terima ksh. banyak pertanyaan sejenis. coba2 baca2 jawaban sy ats pertanyan2 sebelumnya di artikel ini, semoga bs terjwb. trimaksih

       
  64. ani

    18 September 2014 at 10:06 am

    Assalamualaikum

    Saya mau tanya pak ustad kedua orang tua saya tidak setuju kalau saya menikah dengan pacar saya dgan alasan karna dia anak haram.apa yang harus saya lakukan pak ustad…apakah dalm agama islam menikah dengan anak haram itu d larang…..?

     
  65. hamba allah

    18 September 2014 at 10:32 pm

    Assalamualaikum pak ustadz
    Saya wanita usia 23 tahun. Setahun yang lalu saya menjalani hubungan dengan seoranh pria yang sekufu dengan saya. Laki2 baik2 usianya sedikit jauh di atas saya. Dia seorang yatim piatu dan belum mapan secara finansial. Kami saling mencintai satu sama lain. Namun hubungan kami pernah ditolak oleh ibu angkat saya pas awal2 kita jadian dulu dengan alasan saya mau dijodohkan dengan laki2 yang bibit bebet bobotnya lebih baik.Karena alasan saling cinta kami melanjutkan hubungan scr diam2. Namun sampai skrg orang tua asli saya belum tau hubungan kami ini. Selama kami emnjalankan hubungan secara backstreet ini banyak sekali cobaan yg kami alami masing2. Mulai dari kesulitan saya dalam mengerjakan tugas akhir sampai ujian pacar saya dlm keuangan(ditipu sampai uangnya habis) dll. Yang ingin saya tanyakan apakah makna dari pertanda ujian yang diberikan Allah ini? Apakah dia bukan jodoh saya apakah kesetiaan saya yang sedang diuji?lalu apa yang harus saya lakukan ustadz. Saya sangat kacau akhir2 ini begitupun pacar saya karena banyaknya cobaan pada kami. Saya sangat mencintai dia begitupun dia. Saya tdk prnah berbuat mcm2 ketemu aja jarang apalagi pegangan tangan. Kami sangat berniat untuk menjadi lebih baik dan diridhoi Allah , kami ingin membangun keluarga dalam pernikahan yang diridhoi dan diberkahi Allah. Niat kami sangat kuat namun mengapa cobaannya vbegitu berat? Selalu bertumpuk setiap hari? Apakah itu yang dinamakan kesialan?

     
  66. layla

    19 September 2014 at 1:25 pm

    Assalamualaikum ustad.. durhaka kah saya karna ibu saya melarang sya untuk menerima pinangan pcr saya.. tp sya tetap menikahinya.. sedangkan ibu saya sampai bilang angan sentuh mayat saya apabila kamu masih menikah dengan dia.. apa kah saya durhaka pa ustad.. terima kasih

     
  67. Hamba Allah

    20 September 2014 at 9:22 am

    Assalamualaikum wr wb.
    Ustad, saya seorang perempuan dan sudah menjalin hubungan selama 9 taun dengan pasangan. Sudah banyak hal yang kami lewati bersama, kami sudah melakukan hal2 batin dan fisik seperti layaknya suami istri. Saya masih menjaga keperawanan saya, namun banyak hal2 fisik lain yg sudah kami lakukan kecuali hal “itu”. Kondisinya, kami belum mendapatkan restu dr orangtua pasangan. Jika dilihat kembali, orang tua pasangan saya mungkin terlanjut tidak suka dengan saya karena pada saat kami muda dulu seringkali kami mencuri2 waktu di belakang orang tua untuk bertemu. Hal ini krn org tua pasangan khawatir akademik anak terganggu. Tp alhamdulillah kami sudah membuktikan kuliah di ptn terbaik dan kerja di tempat yg baik pula. Namun rupanya hal ini tidak membuat org tua pasangan saya berubah pandangannya. Ibunya baik terhadap saya. Tetapi ayahnya masih menghindar. Tolong sarannya ustad tindakan apa yg harus kami lakukan. Karena pasangan saya juga benar2 mencintain dan menghormati ibu dan ayahnya, dia tidak ingin mengecewakan orang tuanya.

    terima kasih banyak

     
  68. dicky

    21 September 2014 at 10:46 pm

    Assalamualaikum ustad.
    Sya telah hubungan pacaran 7 tahun dengan seorang wanita sejak sma hingga sekarang lulus kuliah dan alhamdulilah telah skrg kita ber 2 telah bekerja. Saya sangat menyayangi pacar saya karna tlah bnyak yg dia korbankan untuk saya, dia telah menolak lelaki yg hendak melamarnya demi saya, saya ingin menunjukan pada pacar saya kalo apa yg dia lakukan tidaklah siasia. Saya sangat ingin menikah dengan pasangan saya tetapi saya terbentur masalah. Masalah yg pertama org tua saya, beliau tidak memberikan restu karna banyak hal seperti umur kami yang sama, belum mapan, masih muda(umur kami23th), dan adik saya harus disekolahkan krna org tua saya sudah mau pensiun. Dan bagaimana cara meluluhkan hati org tua saya supaya memberikan restu kami untuk menikah, dan meyakinkan jika pendidikan adik saya terjamin. ketika saya meminta hal tersebut org tua saya selalu sakit. Terimakasih.

     
  69. dicky

    21 September 2014 at 10:52 pm

    Dan satu lagi ustad bagaimana caranya agar saya tidak merasa berdosa kepada org tua karna telah memaksakan kehendak saya untuk dapat direstui kedua org tua saya. Karna sya ingin dalam pernikahan di ridhoi oleh kedua orang tua saya. Sya sangat tidak tega melihat org tua saya yang sedih karena keinginan saya bertolak belakang dengan apa yg mereka inginkan.

     
  70. Irfan

    25 September 2014 at 3:44 am

    Assalamualaikum Ustadz

    Setelah jalan 9 tahun pernikahan, saya baru mendapat informasi bahwa mertua yang menikahi saya bukanlah ayah kandung istri saya, sedangkan kami juga sudah punya 2 orang anak, dan dari info yg saya dapat ayah kandung istri saya pun sdh meninggal pada saat kami dinikahkan, Saya mau menanyakan status pernikahan dan juga status anak saya?? Apakah perlu akad nikah ulang, Ataupun hal lain ?? Masuk kelompok manakah kedua anak kami??

    Waalaikumsalam

     
  71. rani

    2 Oktober 2014 at 12:36 pm

    assalamu’alaikum ustad ….

    Saya mau bertanya bagaimana jika ada seorang wanita dilamar oleh seorang laki-laki untuk dinikah siri, padahal laki-laki ini sudah beristri dan sudah lama ingin bercerai dengan istrinya dengan alasan karena sering di dzalimi oleh istrinya sendiri, tapi si laki-laki ini sulit untuk bercerai karena istrinya sendiri tidak mau dicerai dan karena si laki-laki ini terikat oleh ikatan dinas yang lebih percaya kepada perkataan si istri. Istri yang tidak mau dicerai ini akhirnya menyebabkan si laki-laki ini sampai berzina dengan wanita yang akan dinikah siri. Masalahnya keluarga dari wanita yang akan dinikah siri ini tidak memperbolehkan anaknya untuk dinikah siri. Hal terberat saat ini adalah apakah si wanita harus memilih orang tua karena takut tidak bahagia apabila menikah tidak ada ijin dari orang tua karena rida Allah SWT adalah rida orang tua atau memilih laki-laki tersebut karena bukankah kalau sudah berzina dengan orang lain hendaknya menikah dengan orang yang sudah mengajak untuk berzina. Apakah ada solusi yang terbaik ustad? Apakah si wanita ini lebih baik menikah dengan laki-laki lain yang saja dengan terlebih dahulu bertaubat kepada Allah SWT agar bisa memperoleh hidup yang lebih baik?

    Wss. Trima kasih

     
  72. uti

    3 Oktober 2014 at 11:49 am

    Ass. Wr. Wb
    Pak ustadz… saya mau bertanya. Saya dari kecil diurus dan dibesarkan oleh tante saya yang otomatis menjadi wali saya, tp sbnrnya ayah dan ibu kandung saya masih hidup, tapi ibu saya entah dimana. Saat ini saya berusia 25 tahun dan ingin menikah dengan pacar saya. Memang beberapa tahun ke belakang komunikasi saya dengan tante saya kurang baik, karena saya bekerja di luar kota dan tante saya ini tipe yang sering marah bila saya tanya sesuatu. Atau misalnya saya baru berbicara sedikit, beliau langsung memarahi saya jadi saya tidak selesai berbicara. Kadang saya tidak tahu mengapa seperti itu. Apakah mungkin saya membuat dia kesal atau tidak.sudah dua kali pacar saya berbicara kepada tante dan om saya ingin menikah, bahkan yg terakhir membawa orang tuanya. Dan sudah bertemu ayah kandung saya, ayah saya sangat merestui. Di satu sisi, saya merasa takut durhaka bila tidak mendapat restu dr om dan tante saya itu. Tetapi om dan tante saya selalu tidak memberikan kepastian saya bisa menikah kapan. Pertama alasannya menunggu kaka saya yang laki laki untuk menikah. Tetapi ternyata kaka saya pun mnngalami hal yg sama seperti saya, tidak diberi kejelasan. Lalu bagaimana ya pak ustadz.. mencoba berkomunikasi dengan tante saya saja agak alot. Mohon sarannya. Saya ingin sekali bisa mengemukakan keinginan saya untuk menikah da takin dengan pasangan saya.

    Terima kasih

     
  73. Hamba Allah

    8 Oktober 2014 at 9:57 am

    Assalamualaikum ustad,
    Sy punya kakak perempuan, mempunyai pacar yg sudah dijalin sekitar 5th, ttpi kedua orang tua serta keluarga kami tdk setuju dg pilihan kakak sy, krna pilihan kk sy ini kalau dilihat dari segi agama kurang, sopan santun nya juga kurang, apalagi orang tua sy sudah kena perasaan mereka krna pacar kk sy ini .
    Ttpi menurut kk sy pacarnya ini sllu baik, walaupun pacarnya sering mengucapkan kata2 yg agak kasar kpd kk sy ini, kedua orang tua sy juga tdk suka dg orang tua/keluarga laki2 ini .
    Yg ingin sy tnyakan jikalau mereka ttp menikah tnpa restu kedua orang tua, dan orang tua sy tak mau menganggap kk sy sbg anak nya lagi, apakah kk sy termasuk thdp anak durhaka? Mhon jawab nya ustad, wassalam

     
  74. Kinai

    13 Oktober 2014 at 9:48 am

    Assalamualaikum ustad, sy perempuan berusia 26 tahun lahir dari keluarga yg beda agama. Ayah saya Islam dan Ibu sy Kristen tapi saya sendiri alhamdulillah seorang muslim. Sy sdh menjalin hubungan pacaran selama kurang lebih 4 tahun dengan pacar sy. Jujur banyak hal yg telah kami sering lakukan diluar batas pacaran. Kami berdua ingin menikah agar tidak larut dalam dosa tersebut, tetapi ayah pacar sy melarang hubungan kami. Beliau menolak sy krn berasal dari ibu yg non-muslim, sedangkan sy sendiri muslim. Dan skrg pacar sy mulai ragu untuk menikahi sy dan mengakhiri semua hubungan kami. Apa yang harus sy lakukan pak ustad? Sy ingin agar pacar sy bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Apakah sy harus menceritakan perbuatan yang telah kami lakukan kepada kedua orangtua sy? Karena pacar sy melarang untuk memberitahu kepada orangtua kami berdua. Sy sangat membutuhkan nasehat pak ustad apa yg hrus sy lakukan, sy ingin agar pacar sy bertanggung jawab terhadap perbuatannya dan perbuatan kami berdua. Tapi sy juga tidak ingin dia berdosa kepada kedua orangtuanya.

     
  75. Ryan Byanzzs

    15 Oktober 2014 at 5:26 am

    assalammualaikum ustad…..
    saya mau tanya ustad….

    saya seorang laki2 24 tahun sudah bekerja…..
    rencana selesai idul fitri kemaren ini saya akan merencanakan pernikahan dengan pacar saya…….sampai sekarang masih belum terlaksana…… hanya karena ibu saya tidak mau memberi izin kepada saya….. sedangkan alasannya simple ustad….. hanya cuma adat istiadat dan daerah asal….. ibu saya minta kepada saya cari jodoh sekitaran daerah/kampung saya pak ustad…..

    tapi,,, rasanya tiduk mungkin pak ustad…. karena saya tidak berdomisili di kampung…. tapi di luar kota……

    kami pacaran kurang lebih 2 tahun….. selama ini insya allah kami bisa menjaga diri dan menghindari diri dari perbuatan zina (berhubungan suami istri)…… tapi sudah mendekati kepada “hal tersebut” pak ustad……

    sudah selama kurang lebih 1 tahun ini saya membicarakan hal ini kepada ibu saya ustad….. dan selama 6 bulan belakangan ini saya selalu mebujuk ibu untuk minta izin pernikahan ini…… tapi sampai sekarang masih belum diberi izin ustad…… efek nya pun saya jadi tidak berkonsentrasi dengan pekerjaan saya ustad… dan kata teman2 saya,,, saya seperti orang depresi dan stress ustad……

    yg mau saya tanyakan ustad…
    1. bagaimana jika saya melanjutkan saja ustad?? apakah saya anak durhaka ustad??

    2. orang tua pacar saya sudah tahu mengenai hal ini ustad,,, dan mereka merestui ustad…… tapi…. mereka takut…. nantinya orang tua saya menuntut ustad…… apa yang harus saya lakukan ustad??

    terima kasih pak ustad…… atas jawabannya dan solusinya…..

     
  76. nia

    30 Oktober 2014 at 9:49 am

    assalamialaikum.
    Saya anak wanita umur 18 thn.. Sedangkan pacar saya berumur 25 thn
    Saya punya masalah restu dnari ayah saya. Dengan alasan arah desa kami yang jelek.. Pdhl kata orang itu baik” saja serta juga ibuk dan kluarga saya serta semuanya mendukung keinginan saya dan pacar saya untuk menghalalkan.hubungan ini..
    Kira” jika saya tetap berpegaang teguh untuk mw
    elanjutka n niat kami apakah saya ini anak durhaka ustad. Dan sebaiknya saya harus bagaimana??

     
  77. hamba Allah

    31 Oktober 2014 at 9:01 am

    assalamualaikum wwr wb
    ustad, saya perempuan baru pacaran 3 bulan. saya masih kuliah semester 7 dan pacar saya masih pendidikan di instansi pemerintah dan insyaAllah juni uda lulus. pacar saya mengatakan ingin serius dengan saya, oleh karena itu kemarin waktu dia ada cuti dia mengenalkan saya ke keluarga besarnya. ini kali kedua saya bertemu dengan keluarganya, tetapi ini baru pertama kali saya bertemu dengan ibunya. dia bercerita kalao ternyata ibunya tidak suka dengan saya, begitu juga dengan ayahnya, dikarenakan fisik saya. bagaimana menurut ustad? apa saya harus meneruskan hubungan ini? dari pihak kluarga saya sangat welcome dengan pacar saya ini, saya takut kalau misal saya meneruskan hubungan ini malah sia”, saya meyakini rido orang tua itu segalanya. trimakasih wassalamualaikum wr wb

     
  78. dina lorensa

    8 November 2014 at 10:56 am

    Asslmlkm…saya seorang janda selama 8 th, pengen nikah sama duda. Selisih usia kami 17th, tp tidak direstui orang tua. Padahal dia dah mapan , baik dari segi pekerjaan. Kami jalan sudah 6th, sudah tau karakter dia,anak saya juga sudah cocok, kluarga diapun juga sudah cocok dan saling kenal. Saya harus bagaimana cara menyikapinya, dan saya sudah berusa minta restu orang tua . sayakan sudah janda, sudah pernah berkeluarga apakah saya salah klau saya menikah tanpa restu orang tua? Bagaimana langkah saya biar semuanya bisa jadi lebih baik, dan bagaimana saya harus menyikapinya? Trimkasih.

     
  79. Dara Rere V (@Daramudamuda)

    10 November 2014 at 2:17 pm

    Assalamualaikum Ustad
    pak ustad saya mau bertanya, sudah hampir 4 tahun saya menjalini hubungan dengan pacar saya, orang tua saya sudah sangat setuju, selama pacaran saya memang terbilang jadi sangat egois dan pemarah dikarenakan saya terlalu disayang dan dimanja oleh pacar saya, sehingga orang tua saya beranggapan saya jadi berubah karna berpacaran denga pacar saya dan menganggap pacar saya sebagai dampak buruk dan pembawa sial buat keluarga kami, kami berniat menikah di tahun ini tapi gagal karena pacar saya di putus kontrak kerjanya, sehingga tidak bisa lagi membayar tunggakan motor yg dia punya, selama 4 bulan berturut2 saya yg membayar motornya, tanpa sepengetahuan org tua saya, saya sadar ustad saya banyak salah pada org tua saya, dan saya juga salah terhadap pacar saya yg terlalu perduli dengan hidupnya, tapi alasan saya membantu tunggakan motornya itu supaya dia bisa lancar lagi dalam mencari kerjaan, tapi setelah saya jujur ke org tua saya ,mereka malah marah dan membenci pacar saya, sampai2 yg tadinya dia merestui jadi kurang merestui padahal org tua saya yg benar2 semangat ingin menikahkan kami, pak ustad saya sadar sudah sangat berbuat salah terhadap org tua saya, saya sudah berusaha menuruti perintah dia dan saya terus berusaha jadi anak baik, skrg ortu saya melarang saya untuk bertemu dengan pacar saya.. apa yg harus saya lakukan lagi pak ustad sedang kami saling ingin menikah,.

     
  80. gesty

    16 November 2014 at 2:52 pm

    Assalamualaikum…wr.wb
    Tadz saya mau minta solusi mengenai masalah saya…saya seorang wanita berusia 29. Saya punya seseorang yg saya sayangi tp ortu saya benar2 tidak setuju karena terlalu tua bwt saya,saya mencoba meminta restu sampe saya berbwt nekad dgn melakukan layaknya seorang suami istri sampe akhirnya saya hamil…tp dgn kehamilan saya bukan malah direstui tp tambah kekeh g mau memberi restu.akhirnya saya pergi dari rumah dan menikah tanpa restu ortu saya. Ortu saya malah mengatakan saya anak durhaka tidak tau balas budi kpd ortu dan g mau maafin saya. Tp stlh itu ortu saya malah bilang mereka mau memaafkan dan menerima saya asalkan saya tidak dengan laki2 yg sekarang jd suami saya…saya harus gmn tadz sedangkan suami saya benar bertanggung jawab atas kehamilan saya.apakah saya harus meninggalkan suami saya dgn nuruti kemauan ortu tp say benar2 sayang ma suami saya tad

     
  81. gesty

    16 November 2014 at 2:59 pm

    Saya binggung dengan keadaan ini tadz,saya minta solusi harus bagaimana…?Sedangkan saya sedang hamil saya takut berpengaruh dengan janin saya karena terlalu memikirkan masalah ini…apakah saya salah bertindak seperti ini dan jadi anak durhaka?

     
  82. afrie

    23 November 2014 at 12:32 am

    Assalamualaikum ustad
    sy suka sma ce orang sunda sedangkan sy berasal dari padang…orang tua sy g suka sy berhubungan dengan orang sunda dengan alasan klo nikah sm org sunda nnt hdup sy bkal susah n hdup sy bkal d atur” sm istri…org tua sy bsa blg ky gt krna ortu sy sring liat cntoh yg g baik dr ce sunda…tp sy mrsa ce yg sy sukai ni beda sm ce” yg sring d liat ortu sy…ce ni dlm ibadah’y bgus…tutur kta’y jga sopan…dan keluarga’y pun brsal dr keluarga yg baik…
    Pertanyaan sy…klo sy teruskan hubungan saya dengan ce sunda ini apakah sy termasuk anak durhaka…dan menurut ustad sy hrus gmn

    Sy prnh liat d ceramah tv…d dalam al-qur’an sy lpa surat ap dan ayat brp…..anak blh beda pendapat dengan ortu dalam 2 hal…yg pertama masalah ilmu yg ke2 mslh jodoh..klo benar ada surat d al-qur’an yg sprti tu brarti sy tidak termasuk anak durhaka dan sy mengikuti sunnah rosul…apbila ingin mencari jodoh lihat dr agama bkn dr kekayaan atau kecantikan
    Maaf ustad prtnyaan sy sprti sy jwb sndri…dsni sy msh bimbang ustad…sy takut apbila nnt sy jd anak durhaka audzibillahhiminzaliq

     
  83. lina

    23 November 2014 at 5:09 pm

    assalamualaikum ustadz saya mau tnya
    apakah benar klo cew itu sudh brbuat zina smpai hamil trz mereka menikah, jadi menikah.x pas posisi hamil, apbila cew itu melahirkan seorng byi perempuan, trz bayi itu menginjak dewasa dan akan nikah, bolehkn yg jd walinya itu ayah.x,,,,
    soalnya klo saya smpat tanya k ulama laen, apbl anak perempuan itu hasil dr zina itu d wajibkn wali hakim suapaya memutuskan hub zina.x ortu.x, itu benar apa salah

     
  84. hairunisa

    27 November 2014 at 4:26 pm

    ass.wr,wb
    saya itu suku dayak sedangkan pacar saya itu suku madura,, bapa saya tidak setuju dikarenakan suku pacar saya ittu,,sdangkan kaka bapa saya yg islam juga tidak setuju…bagaimana solusi nya???
    saya ada di samarinda rencana nya kalo tetap tidak disetujui saya mau melangsungkan pernikahan ke palangkaraya..bagaimana cara mengurus surat nikah nya?? lalu bagaimana nasib wali saya??mohon bantuan nya
    tolong donk bantuan nya… saya perllu solusi nie pak…soal nya pihak keluarga dari mama saya tidak ada yg setuju… tapi keluarga dari bapa saya yg semua nya cowok menyetujui,, tapi mayoritas agama mereka non muslim…mohon saran,, pendapat serta solusi nya..

     
  85. hamba allah

    12 Desember 2014 at 7:30 pm

    assalamualaikum…
    saya seorang laki-laki 24 tahun, saya menjalin hubungan dengan seorang teman kuliah saya sebut saja namanya “IVA” dan berkomitmen untuk serius ke jenjang pernikahan. sebenarnya perkenalan kita sudah 3 tahun yg lalu sejak awal kuliah, tapi kita baru tahu bahwa kita punya perasaan yang sama. 3 tahun sebelum kita saling tahu perasaan kita, saya dan iva masing2 menjalin hubungan dgn orang lain. setelah hubungan kita dgn orang lain itu sama2 berakhir, kita berdua mulai dekat dan kita menjalin hubungan. kandasnya hubungan saya sebelumnya karena perbedaan umur yang terlalu jauh sehingga tidak direstui oleh keluarga saya, sedangkan kandasnya hubungan IVA karena ada ketidak cocokan antara mereka, tapi sang mantan masih ingin bertahan, kedua pihak keluarga mereka sudah sama2 setuju, dan IVA memutuskan hubungan tanpa sepengetahuan orang tuanya. kemudian saya dan IVA menjalin hubungan hampir 3 bulan sampai sekarang. saya sering maen kerumahnya IVA tapi orang tuanya belum tahu hubungan kita. pihak keluarga saya sudah merestui hubungan kita. suatu saat IVA bercerita tentang hal ini kepada ibunya, tetapi Ibunya masih tetap merestui dia dengan sang mantan. sebenarnya permasalahannya cuma mantannya si iva lebih lama kenal dengan orang tuanya iva dibandingkan saya. orang tua iva memutuskan pertunangan mereka agar segera dilakukan dan pertunangan itu terjadi, yang menerima lamaran itu adalh orang tuanya iva tanpa meminta pendapat iva secara langsung. apa yang seharusnya saya dan iva lakukan sekarang?

     
  86. siti aminah

    18 Desember 2014 at 3:15 am

    assalamu’alaikum ustadz…
    bagaimana bila ada sepasang kekasih yg perbuatannya sampai melanggar agama,yaitu berzina dan keduanya ingin segera menikah.namun rencana mereka berdua tidak pernah disetujui oleh org tua pihak perempuan.akhirnya sepasang kekasih tsb memutuskan untuk menikah sirih terlebih dahulu sampai org tua si perempuan merestui dan menikahkan mereka berdua.yg sy tanyakan bagaimana hukumnya apabila seperti itu ustadz?trima kasih.

     
  87. diana amalia

    21 Desember 2014 at 5:57 pm

    Assalamualaikum ustad,sya sudah mnjalin hub.an dngan pacar sya slama 4 thun.sya&pacar sya sudh prnah melakukan hub.an tak lazim dan pcar sya brjanji akan brtanggung jwb atas smua prbuatan itu,suatu hri adik pacar sya tinggal dngan sya stlh itu dia pndah.stlh pindah sya&adik pacar sya sling menyindir di fb,trnyata smua sindiran sya sma adikny di sampaikan ke bapak&smua kluarganya pacar sya dan akhirnya bpa tdk suka sma sya&tdk merestui hubungan kami.yg sya mw tnyakan apa yg hrus sya lakukan?sementara sya&pacar sya sudah melakukan hub.an yg tak sewajarny.sya udh sangat syg kpda pcar sya.trus gmana carany agar bpak pacar sya bsa memaafkan omongan sya di fb itu?sementara sya takut utk brtemu dngan bpa.trus soal hub.an kmi ini harus brakhir/hrus menikah krna sudah brbuat dosa.

     
  88. dian

    23 Desember 2014 at 11:52 am

    assalamu’alaikum ustadz saya laki2 berumur 23 tahun saya ingin memiminang seorang gadis n saya sudah ta’aruf denganya dan saya d suruh meminta dia d hadapan keluarganya terutama pada ayahnya n insya Allah saya sudah siap tetapi setelah saya meminta restu kpd ibu saya ternyata jwaban ibu saya harus berumur padahal saya sudah siap lahir batin alasan saya menikah sudah jelas ingin menundukan pandangan ke arah maksiat n ingin mebangun keluarga serta tanggung jawab.
    pertanyaannya boleh kah saya melangsungkan pernikahan meskipun ibu saya bersikukuh saya harus umur 25 dulu.syukron ustadz

     
  89. hamba Allah

    26 Desember 2014 at 3:38 pm

    assalamualaikum, sebelumnya apa yg sya smpaikan mungkin tdk ada hubungannya dengan judul diatas, tpi ini juga berhubungan dengan orang tua,
    saya dulunya bekerja di sebuah toko jauh dari yempat tinggal saya, saya disana bertemu dengan laki2 yg menyukai saya, dan berniat meng khibah saya , sebelum itu saya mencari tau status, dan bagaimana situasi kluarganya. setelah dari situ sya tau bahwa dia adalah seorang duda tapi tak mempunyai anak, , , dia bercerai dengan istrinya setelah 40 hari sesudah acara pernikahannya, tetapi dia baik, dia sopan, dan rajin bekerja, tpi yg mnjadi msalahnya adlah orang tuanya yg tak begitu baik, mungkin jg berbeda prinsip dgn kluarga saya.
    kata tetangga saya menikah bukan cuma hanya qt yg menikah, tpi juga orang tua qt juga,
    yg saya ingin tanyakan, apa yg harus saya lakukan…???

     
  90. shindd

    27 Desember 2014 at 4:39 pm

    Assalamualaikum. Saya ingin bertanya pak, saya berusia 21 tahun. Memiliki kekasih selama 4 tahun. Ternyata kekasih saya khilaf dan berzinah dengan orang lain. Tapi kekasih saya sangat menyesal dan bertaubat. Dia mengaku ke ibunya, ayahnya dan kakaknya apa yg dia lakukan dan sekarang dia mendekatkan diri kepada Allah. Saya memutuskan hubungan dengannya begitu dia jujur akan perbuatannya. Tapi ternyata teman saya itu kembali dan ingin memperjuangkan saya, berjuang ke orangtua saya untuk kembali memperoleh restu… Tapi ibu saya sangat khawatir kalo saya akan ditinggalkan oleh teman saya itu karena teman saya sudah menikmati tubuh org lain. Ibu saya jg bilang, saya seperti dpt duda karena teman saya sudh berzinah dengan orang lain… Tapi menurut saya, teman saya itu gentle karena ia benar2 khilaf dan berani jujur serta bertaubat. Skg dia rajin sekali ibadahnya, penyabar, dan saya merasa tenang bila dibimbing olehnya. Apa saya harus menuruti ibu saya? Atau teman saya memperjuangkan saya dan berjuang mendapatkan restu ibu??

     
  91. Gagah

    28 Desember 2014 at 11:22 am

    Saya mau tanya.
    Saya memang belum bisa menikah di waktu dekat. Tapi saya sudah memiliki perempuan pilihan saya.
    Namun orang tua saya sangat tidak setuju. Dg alasan, perempuan yg saya pilih tersebut memiliki adik yang idiot.
    Padahal sama sekali tidak seperti itu, adik dari perempuan yg saya pilih ini juga sekolah dg normal dan sama sekali tidak idiot. Padahal juga, ortu saya blm pernah beretemu sama sekali dg keluarga dr perempuan yg saya pilih tetsebut.
    Ortu saya berkata demikian krn sya pernah bilang jika adik dr perempuan tersebut sedikit lambat dlm mengerti hal akademik dan pernah mengalami sakit “step” atau “stuip”, yg pernah dialami adik kandung saya sendiri waktu umur 1-5 tahun.
    Jujur, Saya sudah lelah meyakinkan ortu saya selama 3 tahun terakhir, karena sifatnya yg makin sperti anak kecil, yang makin semaunya sendiri. Apa yg harus saya lakukan tanpa membuang tenaga besar??

     
  92. hamba allah

    28 Desember 2014 at 10:07 pm

    assalamualaikum.. ustdz. saya seorang janda saya bertemu dengan laki2 yang beristri dan saya berniat di jadikan istri kedua awalnya saya siap dan pada akhirnya tanpa sepengetahuan orang tua dan sebelumnya tanpa meminta izin untuk menikah kami memutuskan untuk menikah siri yang saya mewakilkan oleh wali hakim dan di hadiri dua orang saksi dari pihak laki2 semuanya tidak ada kaitan kerabat dengan saya. maka apakah pernikahan saya sah atau tidak?mhon pencerahannya ustdz

     
  93. rinda

    30 Desember 2014 at 2:50 pm

    Assalamualaikum ustadz…
    Sy wanita berusia 25 th,
    sdh 7 th sy mnjalin hubungan dg seorang lelaki, hubungan jarak jauh. Dan sampai saat ini ortu saya tidak mnyetujui hubungan kami. Tiap tahun saya dan pacar saya mncoba menyakinkan ortu saya tp hasilnya tetap sama, dan baru2 ini pacar saya dan ayahnya dtg melamar saya, tp malah berakhir dg keributan. Ortu saya beralasan karena tidak mau merusak hubungan kekeluargaan yg sdh ada (rmh pcr saya berhadapan dg rmh nenek saya) dan krn dlu pacar sy pernah tinggal drmh saya slama bkrj dsni. Ortu saya jg mngatakan bhwa saya telah di pelet dan di doktorin dg pcr saya. Pdhl slma ini pcr saya tak pernh melakukan itu, malahan pacar saya slalu berkata supaya sy slalu rukun dan tidak membuat mrka marah. Apa yg harus sy lakukan pak ustadz? Saya tau menentang ortu saya adalah durhaka, tp di sisi lain saya tdk bs meninggalkan pcr saya.

     
  94. Hamba Allah

    6 Januari 2015 at 5:18 pm

    Aslmkm..
    Saya pria 29 tahun,org tua sya memaksa nikahkn saya dgn wanita mantan pacar saya dikarenakan saya prnh khilaf melakukan hub suami istri..
    Cm saya gak mau nikah sm mantan saya itu pak ustad,krn uda ada wanita pilihan saya,yang uda niat kmi buat nikah sgera mgkn krn saya tidak mau berbuat salah lg sm hubungan sya yg skrg pak ustad..
    Cm org tua saya tetap tidak setuju saya nikah sm pacar sya skrg,ttp hrs nikah sm mantan saya walopn nanti saya ceraikan jg..
    Mhn jwbannya pak ustad,saya mau sgera nikah sm pacar saya,tggl restu org tua saya saja

     
  95. niny

    7 Januari 2015 at 10:28 am

    Assalamualaikum.

    Mohon sesegera mungkin mendapat respons.

    Ada seorang anak perempuan sudah dewasa berusia 26thn. Anak tersebut ingin menjalani hidup mandiri tanpa bantuan orang tua dan ingin bergaul dg semua org. Anak tsb sedang punya teman sepergaulan yg berbeda agama&suku. Anak tsb bersikeras karna sudah merasa dewasa sehingga dia merasa berhak melakukan apa saja yg dia mau. Karena orangtua nya tidak setuju dg pergaulan anaknya, maka anak tsb meninggalkan rumah tanpa mendapat izin dari kedua orang tua.
    saya ingin bertanya, apa hukum nya jika anak perempuan meninggalkan rumah tanpa izin orang tua?

     
  96. NN

    14 Januari 2015 at 10:48 am

    assalamualaikum pak ustadz.
    saya berusia 18 thn. pasangan saya lebih tua dari saya (2x lipat umur saya)… saya punya niat untuk menikahinya (seorang janda anak 1). untuk 4-5 tahun kedepan setelah saya lulus kuliah.. kami saling mencintai. saya selalu meminta dia disetiap sujudku.. kami sudah melakukan zina. itu kami jadikan sebagai pengikat kita. tapi saya akui itu melanggar syariat islam. tp setelah itu kami segera bertaubat untuk tidak melakukannya lg (hub suamiistri) sampai kita dinikahkan nanti.. dia dewasa,dia bijak. dia panutan untuk anak muridnya. dia seorang ahli ibadah.. kenapa dia mau sama saya karna dia pernah bilang saya lebih dewasa dari anak seumuranku.. saya sudah bersumpah demi Allah demi Rasullullah saya hanya akan menikahi dia.. tp orang tua saya ydk merestui. dia menolak dengan alasan malu. padahal ibu saya seorang janda beranak 1(saya). dan baru menikah 3 thn lalu…
    saya minta saran ustadz.
    semoga ustadz dirahmati Allah.
    wassalamualaikum

     
  97. ratih

    14 Januari 2015 at 11:14 am

    Asalamualaikum,wr,wb
    Pak ustad perkenalkan nama saya ratih saya seorang wanita umur saya menginjak 25 tahun.
    Saya ingin sekali menikah dengan pasangan saya agar kami terhindar dari dosa,karna selama ini kami telah melakukan yang gak seharusnya kami lakukan namun orng tua saya terutama ibu tidak merestuinya, bahkan katanya sampai kapan pun tidak akan pernah ridho, berbagai cara dan upaya sudah saya lakukan. Bahkan bukan kali ini saja ibu saya tidak setuju , dengan laki2 yang terdahulu pun juga sama alasannya terkadang masalah umur, suku, pendidikan dan fisik. Segala upaya telah saya lakukan untuk memberi pengertian pada ibu saya tapi hasilnya nihil, jujur saya gak ingin menyakiti hati ibu saya namun satu sisi saya gak ingin meninggalkan pasangan saya.
    Pertanyaan saya:
    1. Apa hukum nya bila saya tetap menikah dengan dinikahi ayah saya tampa restu ibu saya.sedangkan derajad ibu lebih tinggi dibanding ayah(3:1).
    Hanya itu yng ingin saya pertanyakan pak.
    Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih semoga dengan jawaban yang bapak berikan dapat membantu saya.

    Hormat saya,
    Walaikum salam wr, wb

     
  98. Neime

    14 Januari 2015 at 4:30 pm

    Assalamualaikum Ustad..
    sy wanita berusia 31 tahun (gadis). Sy lahir di keluarga Katolik. Sejak sy usia 2 tahun, Ibu berpisah dengan Ayah. Ayah menikah dengan wanita lain (secara Islam). Sy merantau ber 2 hanya dengan Ibu. Tahun 2000 , Ibu menikah lagi.
    Sy termasuk orang yang taat beribadah, sampai sekitar 5 tahun terakhir sy mulai malas ke gereja dan berkeinginan untuk menjadi muallaf. Hanya saja sy takut pada Ibu. Akhirnya saya hanya bercerita dengan teman2 mengenai niat saya muallaf dan menunggu pria muslim yang akan membawa sy pada jalan Islam.
    Hingga pada bulan Oktober 2014, teman sy yang sering menjadi tempat sy curhat (walau berbeda kota, namun kami beberapa kali bertemu dan sudah sangat akrab – hampir 8 tahun pertemanan kami) , mengajak menikah setelah Idul Adha 2015.
    Tentu saja ini sangat membuat sy bahagia krn menurut saya pria ini adalah calon imam yang baik dan akan mampu membawa sy pada-Nya.
    Pada tanggal 25 Desember 2014, teman lelaki saya datang kerumah untuk sekedar berkenalan dengan orang tua saya.
    Setelah perkenalan itu, masalah timbul. Ibu saya sangat tidak setuju dengan rencana pernikahan kami apalagi kalau kami menikah secara Islam (Kalau menikah beda agama, ibu sy ikhlas)
    Ibu bahkan mengatakan “sampai mati tidak akan ikhlas kalau sy menikah secara Islam).
    Bahkan beberapa hari yang lalu, saya ketahuan sedang belajar sholat. Ibu marah besar dan sangat mengutuk apa yg saya lakukan.

    Saya mohon masukan , bagaimana caranya untuk menjelaskan pada Ibu saya yang bs dibilang fanatik dalam segi agama. Karena kami berdua (saya dan calon suami) sangat mengharapkan keikhlasan dan restu dari ortu (apa lagi ibu) untuk langkah kami kedepan.

     
  99. merry

    17 Januari 2015 at 2:51 pm

    Asslamualaikum..
    Sudah setahun saya pacaran dengan laki-laki yang saya idamkan,
    tetapi disatu sisi kedua orgtua saya gak merestui hubungan kami, padahal niat dia baik untuk menikahi saya, saya bingung harus berbuat apa,, disatu sisi silaki laki itu ingin sekali menyegerakan keinginan dia untuk nikah bersama saya , , saya gak tau harus berbuat ap lagi ,, orgtua saya gak merestui karna dia tidak baik buat saya, faktor usia, dan faktor keadàan fisiknya…

    Saya harus gmna menghadapi nya , saya sangat sayang kepada orgtua saya dan lelaki yg sangat sayaa sayangi dan impikan, .

    Wssalam.. trimakasih
    memey

     
  100. fadli

    2 Februari 2015 at 6:20 pm

    Assalamualaikum

    Pak ustad saya seorang mualaf saya saat ini ingin meminta ijin kepada ayah saya untuk menikahi wanita yg saya sukai ayah saya ga setuju karna saya jd mualaf
    Bagaimana caranya saya untuk meluluhkan hatinya ya ustad? sedangkan saya sendiri tidak ingin menikah jika tidak ada ridho drnya
    Di sisi lain ibu saya tetep mendukung saya untuk jgn berhenti agar saya meminta ijin ayah saya

     
  101. diana

    7 Februari 2015 at 5:06 pm

    Assalamualikum wr.wb
    Saya mau bertanya, bagaimana pernikahan yg dilakukan tnpa pengetahuan org tua. karena pihak lelaki telah datang untuk melamar wanita tsb namun sang ayah hanya bermengtakan janji2 kpd lelaki bhwa dtglah kmbl ke sini dg membawa org tuamu dan hbungi saya jika ingin dtg. namun setelah lbh dr 6x dihbgi dalam 1 bln ayah saya tak mau mengangkat panggilan itu, pihak lelakipun telah berulang x menghubungi ayah wanita td dan mengrim bbrp x sms namun sang ayah tak juga memberi respon yg dpt diartikan bhw sang ayah tdk stju.
    ayah tak setuju beralasan bhwa lelaki ini tidak memiliki pekerjaan tetp ia hnya bekrja sbg buruh parkir.

     
  102. indah

    8 Februari 2015 at 5:31 pm

    Assalamualaikum ustad,sya gadis 22 thun,sya sdh bertunangan,tpi sya tdk suka dgn tunangan sya itu,dulu sya mw bertunangan sma dia krna paksaan ortu,sya mnjalaninya dn kami sering brantem,sya jdi tdk suka sma dia,sya berniat kawin lari (nikah siri)sma pria yg sya sukai,sya tau ortu sya tdk akan setuju dgn tindakan sya ini,jdi sya mau nikah tnpa sepengatahuan ortu,nnti pdasaat sya sdh nikah bru sya kasi tau ortu klo sya sdh nikah,sya tw nikah tnpa wali adalh tdk sah, apakah klo sya nikah sma pria yg sya suka itu dn melakukan hubngn suami istri itu adalh zina? Makaaasih ats jwbannya ustad,wassalam.

     
  103. Hamba Allah

    9 Februari 2015 at 9:12 am

    assalamualaikum,
    saya seorang wanita yang sedang menjalani hubungab serius dengan seorang pria..
    suatu hari ayah saya datang ke seorang kyai dan minta untuk diistikharahkan antara saya dan pria tersebut dan ternyata hasilnya tidak begitu baik, pak kyai mengatakan bahwa terasa abot, rumah tangga kami akan banyak tertimpa cobaan ..

    namun hal ini berbeda dengan istikharah yang dilakukan pria tersebut, setelah melakukan istikharah ia merasa semakin mantap
    selain itu pria tersebut juga mendatangi seorang pak kyai dan menceritakan perihal permasalahan serta istikharahnya kemudian pak kyai itu menyatakan bahwa jalan yang ditempuh sudah benar .. lalu bagaimana yang harus saya lakukan ?? pria tersebut orang yang baik agama dan akhlaknya .. saya harus melakukan hal apa ??

     
  104. hamba Allah

    17 Februari 2015 at 8:19 pm

    assalam. pak ustad sy gadis berumur 32 thun, sy kenal dgn pacar sy stahun lalu dan dia adlh pria beristri dgn 3 org anak. hnya dlm wktu 3 bln kmi sdh sling mngnal lngsung pcran……stlh mnjlni ini slma 9 blan kami sdh mlkukan hubungn lyakx suami isteri, dan dia siap brtggung jawab. pertnyaan sy bolehkah kami mnikah tnpa restu dr istrix dan bgmn dgn org tua sy yg tdk mrestui krn dia pria beristri, berrkali2 dia mminta restu atau tnda tngan surat prstjuan ttpi istrix tdk mau mmbrikanx, apakah slah jika kami mnkah tnpa spngthuan istrix? mksh

     
  105. art

    18 Februari 2015 at 9:42 am

    Assalamuallaikum Ustad.
    Saya seorang pria berumur 30 tahun dan ingin segera menikah. saya sudah berhubungan dengan salah seorang wanita yang kebetulan dulu adalah teman masa SMA. yang saya menjadi masalah sekarang adalah bahwa niat ingin menikah masih belum dapat restu orang tua saya (laki2) dikarenakan bahwa calon pendamping saya kurang cocok dengan saya dikarena calon saya hanya dari keluarga sederhana, memiliki perkerjaan di bank dengan status kontrak dan umur nya cuman berbeda 1 tahun. Padahal niat nikah saya adalah agar terhindar dari zina dan fitnah. sdangkah saya menyukai calon saya disamping dari agama suka prilaku yang baik. sedangkan sifat ibu saya bisa dibilang keras sekali. sudah saya mencoba melakukan komunikasi terhadap ibu saya ( laki2) tetapi masih belum berhasil. apakah adalah saran ustad apa yang saya harus lakukan lagi ? Terima Kasih sebelumnya.

     
  106. Dyah Kumala

    20 Februari 2015 at 12:17 am

    Assalamulaikum ustad.
    Saya ingin bertanya baiknya saya harus bagaimana.
    Saya 20tahun. menjalin hubungan dengan seorang pria 21 tahun beragama kristen. Ibu saya sih setuju setuju saja, asalkan pria itu mau masuk islam. Dan ibu saya tidak keberatan saya menikah di usia muda. Ayah saya pun begitu.
    Tapi dari pihak pacar saya tidak setuju dan sangat menentang. Bahkan saya pernah dimaki-sami sama keluarga besar pacar saya. saya menyayanginya ustad, tetapi saya tetap menghormati keputusan ibu dan keluarganya, saya berkali-kali memutuskan hubungan setelah diteror oleh keluarganya, tetapi pacar saya selalu memohon-mohon untuk kami tetap berlanjut. Bahkan dia sampai menangis tersedak-sedak. Saya pernah menguji dia untuk masuk islam jika dia benar-benar mencintai saya, dan dia menyanggupinya. Ustad, Apakah jika dia mengucapkan dua kalimat syahadat di depan saya dan kedua teman kami maka dia sudah sah masuk islam? Lalu bagaimana dengan sunat ustad? Yang kedua jika kami menikah tetapi dia tidak di anggap sebagai anak lagi oleh ayah ibunya apakah kami berdosa ustad? Terutama saya yang membuat dia memilih saya ketimbang orang tuanya. Saya butuh bimbingan ustad haruskah saya melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya. Saya akan melakukan yang terbaik menurut agama ustad. Tolong pencerahannya. Wassalammualaikum wr. Wb.

     
  107. Dyah Kumala

    20 Februari 2015 at 12:17 am

    Assalamulaikum ustad.
    Saya ingin bertanya baiknya saya harus bagaimana.
    Saya 20tahun. menjalin hubungan dengan seorang pria 21 tahun beragama kristen. Ibu saya sih setuju setuju saja, asalkan pria itu mau masuk islam. Dan ibu saya tidak keberatan saya menikah di usia muda. Ayah saya pun begitu.
    Tapi dari pihak pacar saya tidak setuju dan sangat menentang. Bahkan saya pernah dimaki-sami sama keluarga besar pacar saya. saya menyayanginya ustad, tetapi saya tetap menghormati keputusan ibu dan keluarganya, saya berkali-kali memutuskan hubungan setelah diteror oleh keluarganya, tetapi pacar saya selalu memohon-mohon untuk kami tetap berlanjut. Bahkan dia sampai menangis tersedak-sedak. Saya pernah menguji dia untuk masuk islam jika dia benar-benar mencintai saya, dan dia menyanggupinya. Apakah jika dia mengucapkan dua kalimat syahadat di depan saya dan kedua teman kami maka dia sudah sah masuk islam? Lalu bagaimana dengan sunat ustad? Yang kedua jika kami menikah tetapi dia tidak di anggap sebagai anak lagi oleh ayah ibunya apakah kami berdosa ustad? Terutama saya yang membuat dia memilih saya ketimbang orang tuanya. Saya butuh bimbingan ustad haruskah saya melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya. Saya akan melakukan yang terbaik menurut agama ustad. Tolong pencerahannya. Wassalammualaikum wr. Wb.

     
  108. cantik

    26 Februari 2015 at 9:12 am

    Assalamu’alaykkum.

     
  109. winda

    4 Maret 2015 at 10:05 am

    As.wr.wb…
    sya seorng wanita bermur 24thn..sya mnjlani hbngan dgn seorg pria selama 1thn lebih,,kami mnjlani hubngan ini dengan jarak jauh….awalnya saya brfikir orang tua saya tdk merestui krn pria itu jauh,,tapi kenyataan nya tdk seperti itu,,sya mndengar ibu sya cerita sma nenek saya,,yang katanya,,meskipun pria itu pindah kerja di tempat ku tinggal,,mereka tetap tdk merestui,,sya tdk tahu apa yg harus sya lakukan,,sya sudah yakin sma pilihan ku saat ini,,sya yakin kalau pria plihan sya ini bisa tuntun sya dan bisa jadi imam yang baik nantinya,,dan saya sudah termksud dekat sma keluarga sang pria meskipun hanya lewat telfon aja..karna sang pria ini serius jalani hubngan ini,,dia mendatangi sya dan kluarga saya pada bulan 9 kemarin,,tapi hasilnya tetap saja sma,,mereka tetap tidak merestui hubungan kami,,,,seandainya saya tetap menjalani hubungan ini sehingga membuat orang tua saya marah,,apa kah saya berdosa kepada orang tua hanya karna ingin mempertahan kan hubungan ini pak ustadz

     
  110. Hamba Allah

    7 Maret 2015 at 6:34 pm

    ass. ustad.
    saya perempuan berumur 20th dan pcr sya umut 25th. kmi saling mencintai. kami pun ingin menikah krna ingin berhenti berbuat zina. tetapi kelihatannya orang tua saya gak setuju karena saya masuh kuliah smstr 6. gmna ustad cara meyakini kedua orang tua saya. karena saya ingin pernikahan ini dilandasi restu mereka.

     
  111. heri

    11 Maret 2015 at 5:42 am

    Assalamu’alaikum ustadz….

    Prknlkan saya seorang laki2 22 tahun… Ingin mnikah dg seorang janda yg ingin jdi mualaf…. Dia sdh pnya ank satu dr akibat hbungan di luar nikah dg mntan suaminya dlu….

    Prmslhannya… Ibu dr calon istri saya tdk mau mnyetujui prnikahan km kalau smp ank nya pndah agama (mualaf)…
    Apkah kami blh utk ttap mlakukan prnikahan tnpa restu dr ibu calin istri saya…

    Sdangkan ayahnya calon saya menyetujui… Tetapi tdk mungkin jdi wali nikah calon istri sya krn tkut dg istrinya… Dan jga krn ayah calin istri sya seorang nasrani….

    Mhon pncerahannya pak ustadz… Trmkasih…
    Assalamu’alaikum wr..wb..

     
  112. NN

    13 Maret 2015 at 10:13 am

    Ass, pak ustad. Apakah kalo seorang janda menikah tanpa wali bs dikatakan sah

     
    • salwintt

      14 Maret 2015 at 12:42 am

      waalaikum salam. Tidak sah

       
  113. mhey_mey

    16 Maret 2015 at 3:45 pm

    asalamu’alaikm pak ustat, kasus saya in i lumayan rumit pak ustad, ini masalah kakak saya, ia mau menikah tapi ibu saya tidak merestui karna alasan calon suaminya duda dan takut anaknya nanti akan ditinggalkan juga, tapi dia tetap memaksa mau menikah, akhirnya ibu saya mengizinkan karna terpaksa melihat begitu kerasnya sikap kaka saya tetapi beliau tidak ingin kakak saya menika diwilayah kami, akhirnya kakak saya berkeinginan menikah diluar tanpa kedatangan ibu saya, banyak yang mau saya tanyakan pak ustad,
    1. apakah kakak saya durhaka? sedangkan ibu saya merelakan karna terpaksa takut terjadi hal yang tidak diinginkan,
    2. ayah saya sudah lama meninggal jadi walinya jatuh pada kakak ayah saya, tetapi beliau sudah tua dan tidak bisa menghadiri sebagai wali jadi harus bagai mana pak ustad?
    3. ini jadi pertanyaan besar bagi saya, ayah saya meninggal waktu saya umur 5 tahun, semenjak itu sampai saya umur 23 tahun sekarang hak dan kewajiban dia sebagai wali tidak dilaksana yaitu menjaga kami, bahkan harta yang harusnya menjadi hak kami juga diambil, tapi kenapa saat saya atau kakak saya mau menikah harus walinya beliau apakah tidak bisa diganti dengan yang lain, saya merasa itu tdk adil, tolong dijelaskan pak ustad

     
  114. NN

    17 Maret 2015 at 7:39 am

    Tapi ada jg beberapa sumber saya baca kalo mengatakan sah. Bagaimana pak ?

     
  115. Hamba Alloh

    17 Maret 2015 at 6:09 pm

    Assalamualaikum, pa ustad boleh saya minta pendapatnya..
    Saya perempuan, saya mempunyai teman lelaki yang ingin menikahi saya secara sah dan ada ridho dan restu orang tua saya, tetapi orang tua saya tidak pernah ingin merestui kami berdua dengan alasan kecewa karena dia seorang lelaki yang punya masalalu suram, dia peminum, dan hal buruk lainnya, tetapi yang saya lihat setahun belakangan ini dia sudah berubah 360 drajat, dia jd rajin beribadah, mengaji, lalu setelah setengah tahun dia berubah kami jadi dekat karna satu pengajian, dari sana saya mengenal lebih jauh ternyata dia memang sudah berubah, dan malah dia ingin menikahi saya karna tidak ingin pacaran takut berbuat dosa, tetapi orang tua saya tetap tidak merestui dan masih di pandang sebelah mata, saya bingung hatus bagaimana untuk membukakan pintu hati orang tua saya pa ustad, mohon nasihatnya 🙂
    Terimakasih.. wassalamualikum wr, wb.

     
  116. Hamba Allah

    19 Maret 2015 at 3:54 pm

    assalamualaikum,
    saya seorang wanita yang sedang menjalani
    hubungab serius dengan seorang pria..
    suatu hari ayah saya datang ke seorang kyai dan
    minta untuk diistikharahkan antara saya dan pria
    tersebut dan ternyata hasilnya tidak begitu baik,
    pak kyai mengatakan bahwa terasa abot, rumah
    tangga kami akan banyak tertimpa cobaan

    namun hal ini berbeda dengan istikharah yang
    dilakukan pria tersebut, setelah melakukan
    istikharah ia merasa semakin mantap.
    Selain itu pria tersebut juga mendatangi seorang
    pak kyai dan menceritakan perihal permasalahan
    serta istikharahnya kemudian pak kyai itu
    menyatakan bahwa jalan yang ditempuh sudah
    benar dan mengatakan bahwa setiap rumahtangga pasti ada cobaannya, mengenai rezeki cukupan lah..

    lalu bagaimana yang harus saya
    lakukan ?? pria tersebut orang yang baik agama
    dan akhlaknya .. saya harus melakukan hal apa ?

     
  117. Buzz

    20 Maret 2015 at 6:22 am

    Assalamu’alaikum pak ustad
    Saya seorang laki2 dan memiliki kekasih, disini masalahnya ibu dr kekasih saya belom memberikan restu, dgn alasan, saya blm lulus kuliah dan belom berpenghasilan, saya tau ortu pasti ingin yg terbaik buat anknya, sampai ortu dr kekasih saya mau mngenalkan anknya dgn piliannya. Saya sudah nyaman dgn kekasih saya pak, saya akan berusaha agr cepat lulus dan mncari kerja. Utk mmbuktikan bahwa saya jg bisa ?
    Saya ingin trs berusaha pak ustadz, apakah saya salah ?
    Dan apalg yg harus saya lakukan selanjutnyaa ??

     
  118. dinda anindita

    27 Maret 2015 at 6:28 pm

    Assalamu’alaikum, bagaimana posisi nya kalau yg tdk setuju hanya ibu, tapi ternyata ibu sdh terlanjur lebih dulu dipanggil Allah, dan kami blm sempat membuat ibu berubah pikiran, sedangkan kalau ayah sendiri setuju2 saja, bagaimana baiknya? Karena kami memang berniat menikah.

     
  119. RR

    2 April 2015 at 7:22 am

    Assalamualaikum, pak ustadz saya mau bertanya, saya menikahi seorang wanita, disisi wanita, orangtuanya sangat merestui hubungan kami, sampai2 beliau sendiri yang menikahkan kami. namun, disisi orang tua saya ibu saya benar2 menentang hal ini, dikarekan beliau tahu, ternyata istri saya dulu pernah mengandung, dan hal ini dari perbuatan zina. namun, saya pribadi sudah menerima dia apa adanya. dan dia juga tidak seburuk yang dibayangkan ibu saya, karena saya selama ini hidup bersamanya dan tau bagaimana perilakunya. mohon pencerahannya ustadz, saya harus bagaimana. hidup saya juga tidak bisa tenang kalau terus seperti ini. tapi jujur, untuk melepaskan istri saya juga bukan hal mungkin saya lakukan.

     
  120. putrie cahyani

    17 April 2015 at 1:52 pm

    Assalamualaikum

    saya mau bertanya tentang pernikahan

    ayah saya sudah lama berpisah dengan ibu saya lalu ayah saya memilih untuk tidak menikah lagi di karenakan adik saya masih terlalu kecil untuk di tinggal.
    tapi dia terus saja smsan sama wanita wanita di luar sana bahkan yang lebih parah wanita itu ada yang istri orang. sebenernya saya sedih. tapi saya ngga mengurus hal itu

    beda dengan ibu saya, dia sudah menikah lagi dengan lelaki lain tapi dalam jangka hampir setahun ibu saya berpisah lagi dengan suami barunya tersebut. dan suami barunya berasal dari suku yang beda.

    akhirnya ayah saya terus dan selalu memberi tahu saya bahwa ibu saya ketulah karna telah menggugat ayah saya. ayah saya selalu saja merasa dirinya paling benar dan paling sempurna. dan dia juga selalu menasihati saya agar saya tidak menikah dengan orang dari suku yang sama seperti yang ibu saya nikahi.

    kebetulan sekali calon saya sama sukunya dengan mantan suami ibu saya yang kedua dan sampai sekarng ayah saya tidak mau menikahi saya karna alasan “beda suku”

    yang jadi pertanyaan saya adalah:

    1. dosakah jika seorang ayah tidak merestui pernikahan anaknya karna alasan suku dan marga? karna kata ayah saya kalau saya menikah dengan dia maka saya tidak akan bahagia dan di permainkan karna dia dari beda suku.. padahal ibu saya sudah merestui karna menurut ibu saya ini adalah hidup saya dan tidak berhak ibu saya melarang apa yang sala ingini.

    2. salah siapakah jika sampai akhirnya nanti saya berzina dengan calon saya karna tidak di restui oleh ayah karna hal sepele?

    bahkan ayah saya pernah mengirim sebuah text yang berisi “bahwa sampai kapanpun saya tidak akan menandatangani surat pernikahan”

    saya pun ga tau harus bagaimana….

     
  121. caca

    30 April 2015 at 12:47 pm

    Assalamualaikum wr wb
    saya dan pacar saya berencana menikah tapi orangtua tidak setuju, pertama karena calon dia islam ktp, buta agama tidak tau sholat, tidak bisa ngaji dan tidak puasa. dalam hitungan falaqiyah nama saya dan nama dia tidak cocok. orangtua saya menolak secara halus dengan cara memberi syarat dia harus benar2 islam tapi seluruh keluarga saya tidak percaya dia bisa bahkan ada anggapan nenek aaya kalau dia itu kafir dan tidak ada ampunan dia akan selalu haram bagi saya karena kafir. Disatu sisi saya merasa nyaman karenabanyak sifat yg cocok dengan dia tapi disatu sisi takut kutukan keluarga saya terjadi. Saya harus bagaimana pak ustadz?

     
  122. puspitadewioriflame

    7 Mei 2015 at 11:11 pm

    Assalamu'alaikum, pak ustadz.. Saya memiliki sahabat yang sedang dalam kesulitan saya berharap perantara pak ustadz mampu memberikan solusi untuk sahabat saya.. jujur saja saya merasa kasihan dengan meraka.. sahabat saya seorang wanita, memiliki niat untuk menikah muda namun telah tiba saat sahabat saya telah memiliki teman dekat pria justru mereka lalai hingga sampai melakukan perzinahan. Dengan seizin Allah pria tersebut ingin menikahkan sahabat saya ini.. tetapi ketika pria tersebut melamar sahabat saya justru tidak ada jawaban yang pasti, namun dapat diperkirakan dalam percakapan antara pria dengan orang tua sahabat saya yaitu sahabat saya masih kuliah dan orang tua sahabat saya malah berharap menunggu kakaknya yang juga wanita dapat menikah lebih dahulu sementara kakak wanita dari sahabat saya ini sudah memiliki calon pria yang akan menjadi suami tetapi keluarga calon suaminya berharap untuk dapat menikahkan kakak calon suami kakaknya sahabat saya padahal kakak dari calon suaminya kakak sahabat saya adalah pria. Sementara kakaknya sahabat saya juga sudah mengetahui perzinahan yg mrka lakukan. Tetapi karna perasaan dan sahabat saya juga sudah bermusyawarah dengan sang kakak wanita berharap mendapatkan restu untuk melangkahi sang kakak tetapi tidak mendapatkan restu pula. Sahabat saya berharap adanya pernikahan dapat menjauhi zina yg mrka perbuat. Dalam hal seperti ini bolehkah sahabat saya menikah tanpa memiliki restu dari sang ayah dan walinya digantikan wali hakim?
    Lalu apa yang harus dilakukan sahabat saya saat ini, karna mereka berharap dapat menjauhi perzinahan dgn segera menikah?

     
  123. ramadewita

    7 Mei 2015 at 11:13 pm

    Assalamu'alaikum, pak ustadz.. Saya memiliki sahabat yang sedang dalam kesulitan saya berharap perantara pak ustadz mampu memberikan solusi untuk sahabat saya.. jujur saja saya merasa kasihan dengan meraka.. sahabat saya seorang wanita, memiliki niat untuk menikah muda namun telah tiba saat sahabat saya telah memiliki teman dekat pria justru mereka lalai hingga sampai melakukan perzinahan. Dengan seizin Allah pria tersebut ingin menikahkan sahabat saya ini.. tetapi ketika pria tersebut melamar sahabat saya justru tidak ada jawaban yang pasti, namun dapat diperkirakan dalam percakapan antara pria dengan orang tua sahabat saya yaitu sahabat saya masih kuliah dan orang tua sahabat saya malah berharap menunggu kakaknya yang juga wanita dapat menikah lebih dahulu sementara kakak wanita dari sahabat saya ini sudah memiliki calon pria yang akan menjadi suami tetapi keluarga calon suaminya berharap untuk dapat menikahkan kakak calon suami kakaknya sahabat saya padahal kakak dari calon suaminya kakak sahabat saya adalah pria. Sementara kakaknya sahabat saya juga sudah mengetahui perzinahan yg mrka lakukan. Tetapi karna perasaan dan sahabat saya juga sudah bermusyawarah dengan sang kakak wanita berharap mendapatkan restu untuk melangkahi sang kakak tetapi tidak mendapatkan restu pula. Sahabat saya berharap adanya pernikahan dapat menjauhi zina yg mrka perbuat. Dalam hal seperti ini bolehkah sahabat saya menikah tanpa memiliki restu dari sang ayah dan walinya digantikan wali hakim?
    Lalu apa yang harus dilakukan sahabat saya saat ini, karna mereka berharap dapat menjauhi perzinahan dgn segera menikah?

     
  124. lala

    18 Mei 2015 at 12:57 am

    Saaya mau bertanya saya wanita berumur 21tahun sedangkan pacar saya berumur 32tahun saaya tidak mendapatkan restu keluarga sayaa karena adat budaya jawa saya dan pacar saya ketemu mentiga (masih ada hubungan keluarga) dalam istilah jawa yang katanya kalau dilanjutkan akan mendapat celaka . Apakah hal itu benar adanya . Mohon jawabannya . Terima kasih

     
  125. hamba allah

    21 Mei 2015 at 8:09 pm

    ustad saya mau menanyakan apabila saya mendapati calon suami yang sebelumnya ternyata sudah mempunyai istri. dan ternyata dia tidak mencintai istrinya karena paksaan dari orang tua c cowo dari hubungan perjodohan tanpa perasaan cinta sama sekali, menurut ustad gimana???
    dan calon suami saya ini sangat mencitai saya dan ingin menjadikan saya untuk jadi istri keduanya.
    dari pihak orang tua calon saya c metujui untuk menikah lagi, tapi menurut ustad bagaimana solusi yang tepat???
    apakah pandangan dari agama tentang poligami diantara kami???

     
  126. rahma

    31 Mei 2015 at 8:02 pm

    Assalamu’alaikum.. Pak ustad..
    Saya seorang wanita berumur 32 tahun.. Saat ini saya sedang menjalani hubungan dengan kekasih saya yg umurnya tdk jauh dengan saya (34 tahun) Sejak awal kami menjalani hubungan kedua orang tua kami setuju2 sajah. Hubungan yg kami jalani tentunya bukan hanya sekedar mengisi waktu kami berdua, tp hubungan yg kami jalani itu ada tujuan nya yaitu untuk menikah. Tahun demi tahun sudah kami lalui bersama2 dan ga kerasa sudah hampir berjalan 7 tahun. Mungkin pak ustad akan sedikit heran mengapa kami berpacaran selama itu, jujur krn slama ini kami menunggu ijin dan restu ibu dari kekasih saya. Ibu dari kekasih saya itu tdk menerima saya sebagai menantunya di karenakan saya adalah seorang single parent, an yg memiliki seoarang anak laki2. Yg mana pandangan ibu kekasih saya tentang single parents itu tdk baik dan bisa membuat malu nama kluarga besarnya. Sementara kluara saya sudah percaya dan mengenal baik dengan kekasih saya itu bahwa dia adalah laki2 yg bertanggung jawab dan menerima saya dan juga anak saya. Jujur saya bingun sekali pak ustad.. Apa yg harus saya lakukan? Kekasih saya sudah siap menikahi saya lahir batin, saya sangat senang mendengarnya tp di satu sisi saya tdk mau kekasih saya itu di anggap anak yg tdk patuh terhadap ibu ( krn almdulillah dari ayahnya menyetujui). Kekasih saya sudah betusaha nemberi pengertian kepada sabg ibu tetapi ibubya retap blm bisa menerima apabila anak lelakinya menikah dengan seorang janda. Alhamdulillah kami berdua dari kluarga yg cukup berada, sementara saya sendiri alhamdulillah adalah seorang wanita pekerja yg slama ini mencari nafkah untuk anak saya ( krn ayah dr anak saya sudah tdk memberi nafkah krn sudah menikah lg). Sampai akhirnya kekasih saya jg bingung hrs bagaimana lg cara memberikan pengertian kepada sang ibu. Sampai pd akhirnya kami ingin memutuskan bagaimana kalau kami menikah siri dulu sajah, tp sudah tentu dengan sepengetahuan kedua org tua saya. Sambil menunggu restu dr ibu kekasih saya itu. Mengapa kami terpikir untuk menikah siri terlebih dahulu krn kami ingin memiliki kluarga yg sakinah dan di ridhoi Allah swt dan jg terhindar dari dosa2. Pak ustad.. Saya mohon nasehatnya.. Terimakasih..
    Wassalamu alaikum wr wb

     
  127. totok

    16 Juni 2015 at 9:58 pm

    Assalamualaikum wr.wb.

    Pak ustad mohon bimbinganya n saranya untuk kekadian yg sedang saya alami skrg.
    .saya merasa saya sudah pantas buat menjalin rmh tangga dam saya jg sudah nemuin wanita yg bner2 pas dhati saya pa ustad, tp karna saya dan dia beda suku orang tua saya tidak setuju.dan alasan lainya ortu saya memandang karna dia berpendidikan rendah yaitu SMP, sedangkan saya seorang sarjana pa.tp saya tidak setuju dgn pendapat mereka klo alasan mereka demikian, dan ortu saya pun tetap ngotot jgn sampai dpt pasangan selain org yg beda suku karna mereka beralasan nnti sya jarang pulang n masa tua saya tidak bahagia apalagi jg berpendidikan rendah.tp saya selalu menepis pendapat ortu saya karna saya hingga ortu saya menjawab demikian “klo km mau nikah sama dia ya gpp tp jgn sampai pulang kerumah lg walaupun nnti sudah punya anak” itu yg selama ini saya renungkan pa, apakah saya menjadi anak yg durhaka dan memang klo saya menikahi pasangan saya tanpa restu orang tua hidup saya nanti bakalan ga bahagia pa ustad?? .saya bekerja diperantauan dan saya bertemu pasangan saya dtempat saya bekerja.mohon minta masukanya pa ustad dan penjelasan dari segi hukum dan agama.
    Terima kasih pa ustad.

    Wassalamualaikum wr.wb

     
  128. k

    14 Juli 2015 at 2:32 pm

    Aslkm ustad saya mhsiswa 20 tahun d semester 4. Pacar saya jga berusia sama dan berada d. Smster yg sama nmununiversitas berbda. Kami sdah pacaran 2 tahun. ibu pacar saya tdk.merestui saya karena status sosial keluarga saya yg lbh rendah, sehingga ibu saya jga ikut2an tdk setuju krn sakit hati. Padahal saya sudah berhubungan di luar batas dengan pacar saya. Pacar saya takut jika harus melawan ibunya. Saya pun belum bilang kepada siapapun ttg ini karena takut akan mngecewakan ibu saya.

     
  129. Seorang Wanita

    15 Juli 2015 at 11:01 am

    assalamuallaikum
    saya menemukan lelaki yang luar bisa agamanya serta attitudenya dia juga bisa menuntun saya menjadi lebih baik tetapi dia adalah aliran tertentu yg mengharuskan saya ikut di dalamnya bila saya menjadi pendampingnya. Awal saya merasa optimis ini semua untuk saya kedepannya. Awal orang tua saya tidak setuju dan menentang keras karena lelaki saya belum jelas masa depannya dan beraliran bukan seperti masyarakat pada umumnya serta PLAYBOY. Mengapa bisa lelaki yg lulusan pondok dan bagi saya hebat beragama bisa PLAYBOY, saya juga kurang paham hehe. Kita sudah 3th bersama serta sudah “LAMARAN”. Tapi mendekati lamaran hati saya menjadi ragu dan bimbang. Saya takut tidak mampu dengan segala ajarannya dan takut berkisah seperti MARSHANDA. Dan juga saya takut untuk perekonomian keluarga saya kedepan, saya dari keluarga yang Alhamdulillah selalu berkecukupan sementara saya meragukan lelaki saya bisa menafkahi saya secara lahir. Selama ini saya diam saja dan berusaha menutup mata telinga tentang ke PLAYBOY an. Malam setelah acara lamaran saya baru mengungkapkan semua apa yg saya ketahui tentang ke PLAYBOY annya kepada calon saya. Mengapa saya ungkapkan pada malam dimana paginya kita di ikat dalam ikatan pertunangan? Mungkin ini dimana cinta saya sudah tidak lagi buta tuli dan bisu. Saya mulai berpikir ataukah ini keraguan sebelum menikah. Bila hanya mempermasalahkan PLAYBOY nya rasanya tidak adil, karena kebaikannya beribu ribu dan juga dia memutuskan melamar saya itu hal yg luar biasa baik. Tapi kembali kepada topik RIDHA ORANG TUA, ternyata orangtua saya kurang RIDHA walaupun meng”iyakan” lamaran lelaki saya. Mereka ming”iyakan” karna melihat saya yang bersikeras serta menceritakan segala kebaikannya tidak bercacat. Pihak keluarga lelaki saya bisa dikatakan beda dengan keluarga saya ini hal yang pada umumnya memang maka dengan kekerasan hati saya saya tidak memperdulikannya. Saya menyadari sifat buruk saya, saya keras kaku tetapi pada lelaki saya saya luluh lantak, saya takut sifat keras kaku saya muncul pada saat saya lelah ditekan dalam bahtera rumah tangga nanti dan terjadi hal yg tidak pernah diingankan dalam pernikahan. Saya mencoba konsultasi kepada siapapun, dan jawaban yg menohok ini ada kedua kemungkinan Pertama ini cobaan sebelum pernikahan Kedua ini jawaban atas doa doa orang tua saya yg TIDAK RIDHA. Saya mengungkapkan kepada kedua orang tua saya untuk mengundur pernikahan terlihat ekpresi yg sangat senang, Kedua orang tua saya berniat setelah lebaran silaturahmi kepada pihak lelaki saya untuk menyampaikan hal ini, tapi sebelumnya lelaki saya sudah diberitahukan terlebih dahulu oleh ibu saya, dan lelaki saya sekarang juga memandang ragu terhadap saya. Ibu saya sempat berucap lebih baik menganggap lelaki saya sebagai anak saja tidak sebagai mantu. Sementara saya meragukan diri saya untuk sanggup bersama dengannya tapi saya masih sangat menyayanginya dengan segala apa yg sudah kita lewati bersama. Apa yang harus saya lakukan?

     
    • salwintt

      17 Juli 2015 at 11:25 pm

      Wa’alaikusalam ww… Terima kasih. Tidak tau aliran apa yang dianut calon pasangan anda. Menelaah alur cerita, orangua yang kurang restu, kemudian hati anda mulai bimbang, mumpung sebelum terjadi ikatan resmi sebagai suami isteri, pikir-pikir kembali untung diurungkan. Pernikahan tidak untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Mestinya berusaha untuk saling menyayangi lahir dan batin antara kedua belah pihak, pun keluarga dari keduanya. Wallahu a’lam. terima kasih

       
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 11:49 pm

      Waalaikum salam WW. Terima kasih. Ceritanya cukup jelas. Cuman kurang jelas aliran yang dianut si laki-laki. Lulusan ponpes bukan hanya bisa jadi playboy, membunuh dengan cara bom bunuh diri pun mereka bisa. Oleh karena itu harus hati-hati.
      Mumpung belum sampai ke jenjang ijab kabul, jika dihantui keragu-raguan, pertimbangkan untuk mengikuti keinginan orangtua. terima kasih

       
  130. ibe

    27 Juli 2015 at 1:11 am

    Assalamu’alaikum.. saya seorang pria dan sudah berpacaran selama 5 thn… niat saya utk menikah sudah kuat sekali karna wanita yg jdi pacar saya ini rajin ibadah… tapi ibu saya tidak setuju saya menikah dengan nya hanya karna alasan suku… meskipun sudah saya jelaskan berulangkali tapi tetap tidak mendapat restu…
    Mohon nasehat nya agar bagaimana sebaik nya langkah saya menyikapi ini…

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 11:35 pm

      Waalaikum salam ww. Terima kasih. Inilah dilema kita hidup di zaman serba canggih dan modern. Masih ada orangtua yang menghalang-halangi pernikahan putra-putri mereka dengan alasan ‘sepele’ beda suku. Padahal Rasulullah SAW memberikan pedoman mencari jodoh itu 1) Raut wajahnya (ketampanan atau kecantikan), 2) Hartanya (kekayaan), 3) Keturunannya dan 4) Agamanya. Sahabat bertanya. Diantara kriteria itu, mana yang lebih utama ya Rasulullah? Rasul dengan tegas menjawab, agamnaya. Tidak masalah beda suku.
      Jadi bagaimana dengan kasus anda? Karena sudah lama (5 th) pacaran, orangnya pun rajin ibadah, sepertinya anda harus punya senjata lebih ampuh untuk ‘meluluhkan’ ibu. Saya bantu do’a dech. Terima kasih.

       
  131. sang ikhwan

    27 Juli 2015 at 11:32 pm

    assalamualaikum wr wb,,ustad mau bertanya,apabila ikhwan sudah merasa cocok dg seorang wanita namun kelurga wanita masih setengah hati karena jrak tempuh ikhwan rumahnya jauh,bagaimana solusi dan langkah yg terbaik untuk dilakukan menurut ustad

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 11:24 pm

      Waalaikum salam WW. Terima kasih. Untuk zaman sekarang sepertinya jarak tidak menjadi kendala. Berjuang aja bagaimana jarak yang jauh bisa jadi dekat. OK?

       
  132. Pembaca

    2 Agustus 2015 at 12:04 pm

    Assalamualaikum Bapak Ustadz,
    Saya seorang pembaca yang kebetulan lewat di blog Bapak. Saya tidak bermaksut untuk menanyai Bapak mengenai masalah pernikahan saya, karena sepertinya sudah cukup membaca dari komentar pembaca sebelumnya yang Bapak balas.

    Betapa senang hati saya melihat Bapak adalah seorang ustadz yang “melek teknologi”, peka terhadap perkembangan zaman dengan mempunyai blog. Akhirnya kita melihat bahwa banyak diluar sana, saudara-saudara kita sesama muslim memiliki permasalahan hidup yang rumit, tidak tahu harus bertanya pada siapa hingga mencari-cari jawaban hidup dari internet. Mungkin berbeda sekali dengan masa lalu, dimana orang mencari jawaban atas permasalahan hidup dari buku/kitab/ustadz yang ditemui secara langsung.
    Sebagai pembaca saya salut, Bapak berpikiran tebuka, menunjukkan kemauan yang kuat untuk terus menghadapi zaman meski sepertinya sudah tidak muda lagi, hehehe.

    Terutama, yang saya salutkan adalah, Bapak bersedia membalas komentar satu per satu (meskipun ada yang terlewat). Menunjukkan bahwa Bapak memiliki kepedulian yang besar dengan saudara sesama muslim terutama yang sedang dilanda masalah. Tidak banyak orang seperti itu, Bapak. Terlebih, setelah saya tracing, sepertinya posting Bapak ini Bapak publish pada Mei 2011 dan komentar terus berdatangan, Bapak setia membalas hingga pertengahan tahun 2015.

    Sekali lagi, saya salut dan berterimakasih pada Bapak, karena sudah bersedia menolong saudara-saudara saya sesama muslim, yang sering saya lupa bahwa saya bersaudara dengan mereka. Dari sini, saya yakin sekali Bapak adalah sosok yang luar biasa.

    Salam untuk keluarga di rumah, Bapak. Semoga selalu istiqomah, dirahmati Allah dimanapun berada. Bila tiba suatu masa Bapak tidak berminat lagi untuk meneruskan kegiatan positif ini, mohon diingat selalu niat baik Bapak. Mungkin sebagai tambahan, mohon diingat selalu komentar saya ini (hehehe), bahwa ada orang-orang yang tidak terlihat, tidak berjumpa, tidak mengenal, namun mendukung Bapak dari jauh.

    Salam,

    Pembaca

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 11:14 pm

      Waalaikumsalam ww. Terima kasih. Waduh sanjungannya membuat saya terbuai-buai nich. Terus terang saya juga tidak menyangka, tulisan sesederhana ini tapi komentarnya luar biasa. Puluhan bahkan ratusan pertanyaan masalah ini belum sempat terjawab. Kekurangan waktu atau jawabannya harus mencari sumber dulu, inilah penyebab keterlambatan itu.
      Karena itu saya minta maaf. Semoga bisa menjalin silaturahim, keakraban kita sesama muslim, saling mendo’akan dan semoga dikabulkan Allah SWT. Yang jelas, saya tidak setua yang anda bayangkan. hehehehee… Sekali lagi terima kasih.

       
  133. hamba Allah

    9 Agustus 2015 at 2:12 am

    assalamualikum wr wb pak ustad.. saya ingin bertanya, seorang ayah berpesan ke anak sulungnya agar nanti adik-adik dari si sulung ini jangan sampai ada yang menikah dengan orang yang berbeda suku, dan sekarang ayah tersebut sudah meninggal.. pesan tersebut tidak di ketahui oleh saudara2 si sulung tadi..
    kasusnya begini, ternyata anak bungsu (laki-laki) sudah menjalin hubungan dengan orang dari luar suku mereka dan berniat akan segera menikahinya.. mengetahui hal tersebut si anak sulung tadi tidak setuju dan mengungkapkan pesan almarhum ayahnya dulu..
    yang ingin di tanyakan, apakah si bungsu (laki-laki) ini harus mentaati pesan almarhum ayahnya tersebut??? lobby sudah tidak mungkin di lakukan mengingat sang ayah sudah tiada.. jadi apakah durhaka jika si bungsu ttp melangsungkan pernikahan dengan orang dari luar suku mereka?? apa hukumnya ustad..
    terimakasih, wassalam…

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 11:03 pm

      Waalaikumsalam ww. Terima kasih. Lanjutkan saja rencana itu. Wasiat (pesan orangtua sebelum meninggal) jika tidak terlalu sakral terutama menyangkut akidah (agama) bisa dipertimbangkan di kemudian hari. Apalagi menikah harus dengan satu suku. Insya Allah dengan niat baik dan direstui Allah, Si Bungsu tidak menjadi anak yang durhaka, malahan sebaliknya menjadi anak yang shaleh. Amiiiin…!

       
  134. fhitryah akhirani

    11 Agustus 2015 at 8:16 pm

    F.A.
    Asslmkm pak ustad. Sya seorng prmpuan, sya prnh mnjln hbngn dngn seorng llki. Dan sya tlh khilaf kmi prnh mlkkan hbngn yg tidak slyaknya kmi lkkan, krna sya sngt menyangi dia. Skrng sya benar2 sngt mnyesl. Sudh 5tn kmi brpcrn, ortu sya dan ortu pcr sya sdh ok2 sja. Bhkn ortu sya sngt menyayangi dia, krna dia ank yg baik, jjr, dan brtnggungjwb. Dia jga brjnj akn brtnggungjwb ats apa yg tlh kmi prbuat. Dan skrng sya lagi mrntau. Dhlu smnjk sya tggl d kmpng, tdak spnhnya shalat sya jlnkan. Msh ada yg blong. Dan skrng alhmdulillh mta hti sya sudh trbka. Skrng sholat sya lngkap bhkan bsa lbh. Skrng sya sdr akn dosa yg tlh sya prbuat. Sya sudh brtobt dan brjnj tidak akn mngulangi prbuatn itu lgi. Mslh skrng ni, sya mngnal seseorng dan kmi sling mncntai, dan menyayangi, dan dia juga agma islam. Dan skrng kmi tlh mnkah d prntauan. Sya mrntau sudh 2thn. Dan slma 1thn sya hdp brsma dy. Ortu dan pcr sya yg dkmpng blm tahu klau sya sdh mnkah dsni. Sya mnkah dngn dia dngn alsn sya tdak mau mngulangi kslhn yg lalu, kmi sling mncntai, dan mmang sya benr2 ingn mnkah. Sblm sya mnkah sya prnh brtnya dngn orng tua sya. Apkh sya blh mnkah dprntauan. Ortu sya tdk mngiznkan dngn alsn krna mrka ingn skali mlht sya mnkh dkmpung dan smua orang mngetahuinya, biar tdk mnjdi ftnh nntinya. Sya tlh bnyk brbuat dosa pak ustad trutama dngn orangtua sya. Sya mau mnta maaf dan mhn ampun sma ortu sya. Dan psngn sya brjnj bila sya blik kmpng nnti, dia akn brjnj akn mncrtkn smuanya dan mmnta restu untk mrstui kmi,dan kmi jga nnti akn mnkah dkmpng, bgtu jga sbliknya, krna kdua ortu kmi jga blm mngthui. Psngn sya yg saat ini mmng sngt mnyyangi sya, dia baik, dwsa, tnggungjwb, jjr, dan sllu mngingtkn sya jika trkdng sya trlmbt untk sholat. 1 sisi sya tlh mmbuat 2 orng kcwa skligus. Ortu dan pcr sya yg dkmpung. Sya bner2 mau mnta maaf dngn mrka. Tpi sya prnh blng sma pcr sya yg dkmpng, jngn tggu sya, krna msh bnyk prmpuan yg jauh lbh baik dri sya. Dan mgkin sya bkn wnta yg baik buat kamu, sya mnta maaf. Dan dia jga jwb iya. Sya tau dia psti kcwa sngt. Tapi sya ngelakuin ini sbb sya tak mau mmbuat dia skt hti lbh dlm lgi. Krna sya tau apa yg sya lkukn ini slh, dan sngt mnyakiti hti dia.jhat bngt sya ya pak ustad, ttpi yg sya tahu cinta itu bolh dtang kpn saja, dmna sja, dan dngn siapa sja. Tpi sya jga hrus mmlh slh stu diantara kduanya. Dan skrng sya mrsa bhgia dngn psngn sya yg skrng. Dan sya sdh mmtskan untk hdp brsma dia. Sya bner2 mrsa sngt brslh pak ustad dngn ortu dan pcr sya, dya bner2 mnta maaf. Sya jga udh brjnj bila sya blik nnti sya dan psngn sya akn mncrtkn smuanya dan jga akn mnta maaf. Krna kmi tau, apa yg kmi lakkn itu mmng slh. Dan kmi jga akn siap dan ikhlas untk mnrma appun resikonya. Sbb, brni brbuat brni brtnggungjwb. Yg mau sya tnykn sma pak ustad adlh:
    1) apkh dia sah mnjdi suami sya???
    2) mmnta maaf dan mhon ampun. Slain itu aplgi yg hrus kmi lkkn pak ustad??? Mhon dbntu ya pak ustad. Sya sngt mghrpkn jwbn dri pak ustad. Trmaksh. Wasslmkm wr.wb
    Hnya dngn allh dan pak ustad sya bolh mngdu. Sya mngdu dngn allh, spaya allh mmberikn kmdhn dn jln trbaik untk mnylsaikn mslh ini. Dan dngn srn pak ustad untk sya bsa lbh prcya diri dan smngat untuk mnjli smuanya. Sbb sya tahu nggk mdh untk mlwti smua ini. Tpi kmi ykn, kmi bsa. Krna nggk ada mslh yg nggk bsa dslsaikn, smua psti ada jln klwrnya.

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 10:55 pm

      Waalaikumsalam ww. Terima kasih. Alhamdulillah kadar iman anda membaik dan mudah-mudahan selalu membaik. Pengalaman masa lalu adalah guru terbaik. Dari pengalaman-pengalaman itulah kita berusaha untuk memperbaiki diri, untuk mencapai kebahagaian dunia, terlebih di alam akhirat kelak.
      Saya tidak tau persis siapa yang menikahkan anda, apakah resmi terdaftar di kantor KUA atau hanya nikah siri. Syarat sah nikaha salah satunya ada wali yang menikahkan. Urutan Wali, ayah kandung, kakek dari ayah, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki seayah dst… Misal ayah dan kakek sudah tidak ada lagi yang jadi wali adalah saudara laki-laki kandung. Tapi ingat wali yang dimasksud adalah dari pihak perempuan bukan laki-laki. Karena yang menikahkan itu adalah wali dari perempuan.
      Terhadap pacar anda di kampung, tidak jadi masalah, apalagi dia laki-laki. Yang selalu jadi masalah jika yang berbuat ‘serong’ itu laki-laki. Sekarangkan anda perempuan.Sama orangtua pacar anda juga sepertinya bisa diselesaikan. Toh anda hanya sebatas pacaran, belum jadi suami isteri.
      Tinggal lagi terhadap kedua orangtua anda. Pun menurut hemat saya bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi hidayah Allah sudah turun pada anda ditandai dengan rajinnya ibadah. Saran saya hubungi segera orangtua dan ceritakan apa adanya, tentang kondisi anda saat ini. Dengan penuh keyakinan, dan memohon kepada yang Maha Kuasa, Insya Allah orangtua anda akan menerima dengan lapang dada. SEMOGA! Terima kasih.

       
  135. nanda

    15 Agustus 2015 at 12:09 pm

    Asslmkm warahmatullahi wabaraktu
    Ustadz . Saya sudah mnikh tanpa restu org tua. Smpai sekrg merka tdk mngetahui saya sudah mnikah saya dinikahkan oleh wali hakim atau pengurus k.u.a. tujuan saya mnikah krna saya tkut menumpuk dosa krna perbuatan jahiliyah saya. Sampai.sekrg mereka.tdk merestui hubungan saya .yg mereka msh anggap org lain. Tetpi dia.adlh suami saya. Apakah pernikahan sya tdk sah?? Sementara pernikahan sy sudah tercatat di kua.?? Saya sangat takut.

     
    • salwintt

      18 Agustus 2015 at 10:26 pm

      waalaikumsalam ww. karena sudah tercatat di lembaga resmi (KUA) pernikahan anda sah. Tujuan anda menikah juga bagus. Tindakan selanjutnya secara perlahan dekati orangtua dan beri pengertian secara arif dan biaksana. Mengambil suatu keputusan di luar jalur memang harus ditebus dengan resiko berupa perasaan was-was, takut dan lain-lain. Berlandaskan niat yang baik dan suci, yakinlah suatu kelak anda akan meraih suatu kebahagian. Amiiinnn

       
  136. ally djafar

    20 Agustus 2015 at 3:16 am

    assalamualaikum . sa dan pacar saya ini dari luar, pulau jawa, kami kuliah disini atas niat tanpa biaya dari org tua, krn ayah saya uda tua dan tdk bisa membiayai saya lgi. kalau dgn pacar saya, saya yg mengajaknya kejakarta untuk kuliah dan supaya kami bisa bersama sama walau saya harus menanggung semua biaya hidup dia dsni krn org tua dia jg krg mampu. alhamdulillah selama d jkrta 4 thun saya sdh bisa hidup di kota ini dgn usaha saya dan bisa membiayai pacar saya kuliah dan keperluannya yg lain. semua saya yg biayai .. kami ingin sekali menikah untuk jdi halal dan menghindari kmi dri zina, krn jujur kmi sdh pern melakukannya. dan saya yakin saya bisa menghidupi dia di kota ini . kami bersama sudah krg lebih 7 tahun. pertanytaannya ; niat saya menikah sudah 1000% dan si perempuan juga bgitu alsan kami untuk menghindri zina lgi dan keyakinan kami sdh mampu hidup berumah tangga. umur saya 25 si cewe 21. mslhnya suatu hal yg tak mgkin terjdi jika kami hrus kembali ke sulawesi untuk menikah.di karenakan org tua si perempuan pasti melarang krn dia belum selesai kuliah. padahal kan dia akan tetap sa kuliahkan sampai selesai walau kami sudah berumah tangga,. bagaimana jika kami menikah di jakrta tnpa restu org tua si cewe.. krn kami sudah tidk mau lgi melakukan zina, kmi sudh ingin bertobat,, haruskah niat baik kami terhalang karna keinginan org tuanya yg tak mengerti tujuan kami baik.. apakah saya harus menunggu +- 2 thun lgi agar bisa menikahinya di kmpung saat dia sdh selesai kuliah,?? apakah kami hrus menunggu selama itu semetara kami masih sering melakukan zina .. kami takut umur kami ngg oanjang lagi dan kami belum sempat bertobat.. mohon jawabannya . makasih

     
    • salwintt

      21 Agustus 2015 at 10:05 pm

      Waalaikum salam ww. Terima kasih. Luar biasa perjuangan saudara Ally Djafar. Saya sampaikan hukum-hukum nikah, 1) Wajib (apabila punya keinginan dan mampu, takut berzina), 2) Haram (jika pernikahan diserta niat yang jelek), 3) Sunah (punya keinginan, mampu dan siap lahir batin), 4) Makruh (belum punya keinginan, dikhawatirkan teledor), dan 5) Mubah/Jaiz (itulah hukum asal pernikahan). Menilik penjelasan saudara Ally Djafar maka bagi saudara wajib menikah. Yang jadi masalah wali yang akan menikahkan diprediksi tidak akan bersedia dengan argumentasi yang saudara ungkapkan di atas. Itukan prakiraan, maka tindakan yang tepat saudara hubungi dulu orangtua teman saudara dengan baik-baik, utarakan maksud suci saudara, apa-apa yang telah terjadi di anatara saudara berdua, karena pernikahan adalah sakral tidak untuk main-main dan menyangkut kehidupan masa depan. Bagaimanapun seorang anak (terutama perempuan) jika ingin menikah wajib sepengetahuan orangtuanya, karena orangtuanya adalah wali. Hentikan perbuatan yang saudara lakukan terhadap teman anda selama ini. Itu akan membuat Allah SWT murka, jika sudah menikah secara sah apapun boleh saudara lakukan terkecuali untuk maksiat. Wallahu a’lam. terima kash.

       
  137. gandhi

    20 Agustus 2015 at 7:43 pm

    asalamualaikum…saya sudah menikah 5 tahun. istri saya seorang mualaf (sudah mualaf sebelum menikah) berdasarkan wali nasb yang berhak adalah pamannya (beragama islam). namun dikarenakan tempat tinggalnya jauh( melebihi jarak qashar) dan hubungan yang kurang baik antara keluarga istri saya dengan pamannya(kecuali pamannya semua keluarga istri saya non muslim) akhirnya pihak KUA memutuskan menggunakan wali hakim. pertannyaan saya sah kah nikah kami tanpa pemberitahuan dan izin dari pamannya (bukankah menikah tanpa izin wali tidak sah) lalu apa yang harus kami lakukan..sebagai gambaran dari kecil istri saya hampir tidak pernah berkomunikasi dengan pamannya (menjadi tanda tanya juga apakah pamannya peduli dengan pernikahan kami ditambah masalah keluarga istri dengan pamannya) dan kondisi waktu menikah satu satunya cara meminta izin adalah mendatanginya(telkomunikasi susah)dan karena keterbatasan ilmu waktu itu akhirnya kami memutuskan menerima keputusan KUA yang menggunakan wali hakim

     
    • salwintt

      21 Agustus 2015 at 9:42 pm

      Waalaikum salam ww. Terima kasih. Kantor Urusan Agama (KUA) adalah lembaga resmi yang mengurusi bidang keagamaan, termasuk pernikahan. Jika Mas Gandha sudah menceritakan duduk perkaranya, dan meminta solusi kepada KUA maka itu adalah sebuah tindakan yang tepat. Insya Allah pernikahannya sah, karena sudah tercatat di KUA. Jangan bimbang, binalah keluarga Mas Gandha dengan baik semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Amin ya Rabbal ‘alamin.

       
    • salwintt

      24 Agustus 2015 at 10:49 pm

      Waalaikumsalam ww. Terima kasih. Karena yang menikahkan saudara resmi pihak KUA, dan KUA adalah lembaga resmi mengurus pernikahan, maka Insya Allah pernikhan saudara sah. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. amiiiin

       
  138. fhitryah akhirani

    23 Agustus 2015 at 11:38 am

    Asslmkm pak ustad. Ma’af mengganggu lagi. Sya ingin bertnya lgi. Insyaallh prtngahan bln 10 nnti atau awl bln 11 sya nak balik kmpung. Mslh skrng ni, di stu sisi sya tak smpai hti nak tgglkn suami sya seorang di prntauan. Tpi disisi lain sya juga tak nak mmbuat kcwa kdua ortu sya. Sbb, sya dah jnj nak blik. Udh ckp pak ustd dngn kbhngn yg sya prbuat ini. Sya tak nak lgi brbuat dosa. Krna jika sya tdk blik,itu mmbuat mrka skt hti dan kcwa. Dan itu suatu dosa bgi sya, sbb sya dah skti hti mrka. Sya ingin skli bwa suami sya blik k kmpung sya. Tpi mslh skrng ni tak blh. Sbb dia tak dpt cuti. Jngnkan ikt k kmpng sya, nak blik k kmpng dy aja ssh. Sbb tak dpt cuti pnjng. Kbtlan sya dngn suami sya berbeda ngra pak ustad. Bgaimna mnrt pak ustad? Dan apa yg hrus sya lkkan. Dan dngn jwbn pak ustad kmrin, itu bsa mmbuat sya tnang dan prcya dri. Tpi sya rsa, sya akn mmbicrknnya jika sya blik nnti. Sbb sya rsa tngggung, skjb lgi kan sya nak blik. Tlong ya pak ustad jwbnnya.
    Sblmnya sya ucpkan trma ksh. Wassalamualaikm wr.wb

     
    • salwintt

      24 Agustus 2015 at 10:29 pm

      Waalaiku salam ww. Terima kasih. Tak apa, tak ganggu tak. Baguslah saudari pulang kampung saja, kan tak lama lagi, sekitar 1 setengah bulan sja lgi. Biar lebih afdhal cerita langsung saja semua kisah saudari pada orangtua nanti di kampung, lebih seronok daripada lewat telfon. Masalah suami, minta izin sja, kan tak lama-lama pulang kampunya. Tujuan dan maksud pun baik, untuk bertemu orangtua. Saya yakin suami saudari bisa maklum. Saya gembira titik masalah yang saudari hadapi akan ketemu penyelesaiannya. Artinya niat yang baik, akan menghasilkan yang baik pula. Ok itu sahaja dulu, terima kasih semoga berjaya.

       
  139. wilin

    23 Agustus 2015 at 3:21 pm

    assalamualikum wr wb pak ustad

    saya laki laki berumur 30 tahun dan seorang mualaf

    saya berencana untuk melangsungkan pernikahan dan terkendala ijin dari orang tua saya..untuk syarat menikah terkendala tanda tangan pihak kelurahan / kepala desa karena orang tua saya tidak mengijinkan dan telah meminta pihak kelurahan untuk tidak mengeluarkan surat dalam bentuk apapun kepada saya..juga permintaan dari kelurahan untuk menyerahkan Kartu Keluarga asli dimana hal tersebut pun tidak boleh dipinjam dari orang tua..

    yang saya tanyakan :
    1. apakah saya bisa mendaftar ke KUA tanpa tanda tangan pihak kelurahan / kepala desa??
    2. ataukah saya ke pengadilan agama untuk mencari surat rekomendasi untuk KUA agar bisa dibuatkan surat pengantar nikah?
    3. atau ada solusi lain yang bisa dilakukan agar pernikahan bisa tetap dilaksanakan??

    terima kasih

    Wassalamualaikm wr.wb

     
    • salwintt

      24 Agustus 2015 at 10:43 pm

      Waalaikum salam ww. Terima kasih. Alhamdulillah saudara telah mendapat hidayah (petunjuk) dari Allah SWT sebagai mualaf. Saya kurang tau apakah orangtua saudara juga mualaf atau tidak, dan apa alsan mereka menghalang-halangi rencana pernikahan ini. Terlepas dari itu semua, saran saya silahkan saudara pergi ke KUA, ceritakan semua kronologis, Insya Allah di sana akan diberikan solusinya. Karena tugas KUA salah satunya mengurusi perkara-perkara seperti yang saudara alami. Itu saja sementara ini, terima kasih

       
  140. neko nezumi

    25 Agustus 2015 at 2:57 pm

    Assalamualaikum wr wb pak ustad
    Saya seorang gadis umur 41 tahun. November ini sy berencana menikah dgn seorang laki2 yang berusia 13 tahun lbh muda. Tiba2 dari pihak keluarga besar laki2 membatalkan rencana ini dgn alasan perbedaan umur yg terlalu jauh. Sy minta pendapat pak ustad, apakah rencana ini sebaiknya dilanjutkan atau tidak? Jika dilanjutkan, takut durhaka kepada orang tua. Tapi kalau tidak, kami sudah saling mencintai. Mohon sarannya pak. Terimakasih

     
  141. gunawan arita

    31 Agustus 2015 at 9:47 am

    assalamualaikum ustad,
    saya laki-laki umur 25 thn,
    saya ingin bertanya tadz, saya punya pacar umurnya lebih dari cukup untuk menikah, tetapi orang tua pacar saya (ibu) tidak merestui, sedangkan ayahnya merestui, tapi takut dengan istri/orang tua perempuan (ibu), saya sempat tanya pada orang tua pacar saya (ibu) tentang alasanya melarang anaknya menikah dgn saya itu apa? padahal saya juga sudah bekerja, tetapi tidak menjawab dan memberikan alasan yang berbelit-belit, semua alasan juga tidak masuk akal menurut kita dan juga orang” di sekitar kita, orang tua saya pun juga sudah melamarnya, sampai pacar saya keluar rumah dan ikut kakaknya itu, dia juga pernah di pukul oleh orang tua (ibu) pacar saya karena ingin menikah dan berujung pertengkaran, padahal ibunya dulu juga pernah minta waktu selama 2 tahun untuk hub. qta, pada waktu hari H tetapi ibunya tidak kunjung memberi putusan, apa yang harus kita lakukan tadz..
    mohon bantuanya

     
    • salwintt

      1 September 2015 at 9:43 pm

      Wa’alaikum salam ww. Terima kasih. Begitulah sifat suci orangtua, tidak mau menyaksikan anaknya kelak hidup tidak bahagia. Di mata si ibu, sepertinya saudara belum cukup meyakinkan untuk mampu mensejahterakan putrinya. Itu sebenarnya yang tersurat di pikiran ibu teman saudara. Tidak perkara mudah memang. Karena pernikahan adalah ibadah, sakral, meneruskan keturunan tentu dengan niat untuk seumur hidup, seyogyanya harus persetujuan dan restu dari kedua belah pihak. Tapi kasus saudara ada yang mengganjal. Bahkan dengan sabar harus menunggu 2 tahun tanpa ada keputusan yang pasti.
      Kalau saudara berdua benar-benar saling cinta, sudah seiya sekata, memiliki kesamaan persepsi, bahkan sudah bertunangan, dengan niat yang suci dan ikhlas untuk membina keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah, ingin membahagiakan kedua orangtua dari kedua pihak, silahkan berkompromi kepada orangtua laki-laki teman saudara untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Perkara ibu Insya Allah nanti berangsur-angsur akan membaik, dengan catatan saudara dan teman saudara selalu berupaya selalu melakukan pendekatan, dengan arif dan bijaksana. Wallahu a’lam bissawab.

       
  142. neko nezumi

    1 September 2015 at 10:26 pm

    Aslm pak ustad
    sy seorg gadis berusia 41 thn. sy sdh ada rencana menikah awal nov ini dgn kekasih sy yg berusia 28 thn. Awalnya, pihak orang tua pacar sy telah setuju, tp awal agustus kmrn tiba2 pihak org tua pacar sy membatalkan pernikahan kami dgn alasan beda usia terlalu jauh, padahal kami sdh saling mencintai dan perasaan kami sdh sangat mendalam dan kami pun takut terjerumus dalam zinah. Diam2 kami msh terus berpacaran. Haruskah kami tetap menikah tanpa ridho org tua?

     
  143. neko nezumi

    2 September 2015 at 6:44 am

    Aslm pak ustad
    sy seorg gadis berusia 41 thn. sy sdh ada rencana menikah awal nov ini dgn kekasih sy yg berusia 28 thn. Awalnya, pihak orang tua pacar sy telah setuju, tp awal agustus kmrn tiba2 pihak org tua pacar sy membatalkan pernikahan kami dgn alasan beda usia terlalu jauh, padahal kami sdh saling mencintai dan perasaan kami sdh sangat mendalam dan kami pun takut terjerumus dalam zinah. Diam2 kami msh terus berpacaran. Haruskah kami tetap menikah tanpa ridho org tua?

     
    • salwintt

      2 September 2015 at 10:47 pm

      Waalaikumsalam WW. Terima kasih. Kita manusia hanya bisa berencana. Semua keputusan berada di tangan Allah SWT. Karena perubahan pikiran orangtua teman saudari baru satu bulan yang lalu, coba lihat dulu perkembangan beberapa minggu ke depan. Masih terlalu prematur untuk menetapkan keputusan. Lakukan pendekatan, beri pengertian secara arif dan bijaksana, mudah-mudahan si ibu, kembali pada pikiran semula. Wallahu a’lam bishshawab…!

       
  144. faris

    2 September 2015 at 10:50 am

    assalammualaikum ustad

    begini ustad saya adalah pria umur 26 th…mgkn agak aneh tapi saya mencintai pembantu d rumah saya…dan juga sebaliknya pembantu…sejak mengenalnya saya lbh dekat ke jalan Allah…dmna saya jadi rajin sholat 5 waktu dan hampir tidak pernah ketinggalan…kemudian jg saya yg orangnya keras kepala dan kadang suka brantam sama orang tua saya…tapi dengan seringnya dia menasehati saya dan selalu mengingatkan jangan sampe menyesal klo kematian sudah memisahkan….d situ saya sadar bahwa saya tidak mw menyesal seumur hidup akibat sering melukai hati ortu saya….sehingga sekarang saya sudah hampir tidak pernah bertengkar lg dgn ortu saya…saya jd lbh sayang sama ortu saya….kemudian ustad krn akhirnya kami sama2 saling sayang…dan kami ingin menghindari zina dan dosa2 lainnya….saya beranikan diri bicara pada orang tua saya bahwa saya ingin menikahi pembantu saya yg mana dia adalah gadis berumur 19th….namun hal sudah saya duga terjadi saya DI TOLAK mentah2….dan ortu saya bilang saya akan bikin malu keluarga klo saya menikahinya…di situ ortu saya sampe bilang apa saya mw membunuh ortu saya…krn mereka bener2 shock dgn yg saya katakan….apa lg ortu saya mau saya sama orang yg status dan pendidikannya sederajat dengan saya….namun dari pihak keluarga si wanita mereka meridhoi klo kami menikah…cuman ortu perempuan tetap ingin meenunggu ridho dr keluarga saya….krn takutnya nantinya keluarga si cewe kenapa2….d sini ustad apa yg saya harus lakukan…dia bener2 tulus mencitai saya tanpa niat yg lain2…krn dia walaupun pas d tolak sama ortu saya…ortu saya bener2 marah besar…dan dia hanya bisa menangis….walaupun begitu…sampe skrg dia selalu menanyakan kabar ortu saya dan segera meminta maaf atas tindakan saya yg telah membuat ortu saya shock…tapi d satu sisi ustad kami sama2 depresi dan selalu menangis….bingung dgn keadaan yg kami alami…mohon ustad apa yg harus saya lakukan ??????

    terima kasih sblmnya atas jwbannya ustad

     
    • salwintt

      2 September 2015 at 10:37 pm

      Waalaikumsalam WW. Terima kasih. Kisah saudara bagaikan sebuah sinetron, sebuah sandiwara yang bila difilmkan akan banyak pemirsanya. Tapi bagi saudara ini adalah kisah nyata. Betul kata orangtua saudara, jika menikahi pembantu akan menurunkan harga diri dari sisi pandangan masyarakat. Tapi jika dipandang dari segi agama, itu adalah perbuatan mulia. Saya tidak tau persis sudah sejauh mana hubungan saudara dengan si pembantu. Semoga masih masih batas wajar. Coba buka mata, perdalam wawasan tentang di luar sana. Sepertinya saudara ketika di rumah selalu bersama pembantu, saling cerita, curhat dan akhirnya terpikat. Itu lumrah dan wajar-wajar saja. Begini saja, jika ingin membuat orangtua tidak kecewa, tapi sebaliknya ingin membuat mereka senang dan bahagia, pikir-pikir dululah untuk menikah dengan pembantu dimaksud. Usianya juga masih terlalu muda. Belajar menjaga jarak, beri pengertian atas ketidakrestuan orangtua dan sebagainya… Memang sulit dan sepertinya menyakitkan, tapi demi kebahagian orangtua, kita harus berkorban lahir dan batin demi orangtua. Wallahu a’lam bishsawab.

       
  145. fhitryah akhirani

    9 September 2015 at 1:53 pm

    Asslmkm pak ustad. Maaf pak ustad sya mengganggu lgi. Ada 1 hal yg ingn sya tnyakn dngn pak ustad. Apkah kami slh jika kami hdp d dunia hnya mmikirkan kpntingn akhirat? Maksudnya bgni, ada seorng klwrga yg mmfitnh klwrga sya, dan seorng klwrga itu trnyta kakak ipar dri ayh sya. Dia ckp dngn orng yg bkn2. Pdhl apa yg mrka ckp kan itu tak ssuai dngn knytaan nya. Sya sdh pak ustad knpa orng2 tga brbuat sprti itu kpda kmi. Pdhl sdkt pun klwrga kmi tdk prnh kcau khdpn orng. Bila kami ssh kmi akn mncri sndri dan kmi tak mnyushkn orng lain. Knpa saudra kmi sndry yg mmusuhi klwrga sya. Sya tak tau dmna letak kslhn klwrga sya pak ustad. Orang lain aja mampu mnilai klwrga sya, klau klwrga sya bkan sprti apa yg mrka ktakan. Saudara yg shrusnya mmberi smngt kpda kmi, tpi ini tidak mlh mreka yg mmusuhi kmi. Dri kmi tdk mmpunyai apa2 pak ustad smpai skrng kmi bsa mmbngun rumh dngn hsl jeri pyah kmi sndri, sikap mrka tak prnh brbh pak ustad. Bahkan ini lgi teruk. Mrka sllu mncri kslhn kmi. Kmi diam bkn brarti kmi klah. Tpi kami tak mau ada kributan dlm klwrga kmi.malu bila orng tau pak ustad. Mmang dri awl spertinya saudara dri klwrga ayh sya tdk ska dngn klwrga kmi. Apa dan knpa sbbnya kmi tdk tau. yg jls kmi tdk prnh kacau khdpn orng lain. Bila kmi ada rezki lbh, kmi tdk prnh lpa dngn saudra2 kmi.trmsuk saudra ayh. Ttpi bila kmi ssh, kmi akn cri sndry, tak prnh kmi mmnta dngn orang. Tpi 1 hal yg sllu sya ktakn dngn mama pak ustad. Bila ada orang yg nak berbuat jhat dngn kita, tak perlu dbls. Sbb allh tahu apa yg hmba2nya lakkan. Stiap prbuatn smua itu pasti ada tnggungjwbnya. Kta hdp bkan d dunia ini shja. Msh ada khdpn kdua nnti d akhrat. Biarkn orang nak brbuat apa. Fhitry ykn allh msti akn mlndungi kita. Sya tahu pak ustad prsaan k2 orang tua sya. Tpi sya ykin, orng tua sya psti mmpu mlwati ini smua.. sbb orang tua sya adlh orang yg pnybar. Dan tidak pndendam. Wlau sbruk apapun perlkuan orang trhdp klwrga kmi. Sya sllu brdoa spya allh mnjauhkan kmi dri fitnh. Fitnh dunia dan fitnah akhirat.dri prasangka bruk orang trhdp kmi, dan allh jga mnjga dan mmbimbing kmi k jln yg lrus, spya kmi tdk slh dlm mlngkah. Aminnn ya robbal alamin. Bgaimna mnrt pak ustad.apkah slh yg kmi lkkan ini. Sblmnya sya ucpkn trma ksih. Wassalamualaikum wr.wb

     
  146. aeni

    11 September 2015 at 6:30 pm

    assalamu’alaikum ..

    bpak ustad
    bgini, sya sdah bertunangan 3 blan, dan tunangan sya ini mngjak sya untuk mnikah thun dpan (lebaran idul fitri). tp ibu sya tdak mngijinkan krna ibu sya mau membangun rumah blan november, alasan’y karna itung”an jawa blom bisa, kta’y klo mau nikah ga boleh thun dpan, hrus menunggu smpai thun 2017, tp sy dgan tnangan sy ini sdah mlkukan hbngan suami istri, tnangan sy ingin skali mnikah scpatnya, tp ibu sy tdak mngijinkan, kami takut klo tdak bsa mnghindari zina itu.. kami bngung, mhon jwaban’y.. trimakasih
    wasalamu’alaikum

     
  147. mitalya dp

    13 September 2015 at 9:52 am

    asalamualaikum
    memang benar tanpa restu orangtua akan kuaalat.tapi apakah (saya) harus membohongi perasaan saya sendiri? tersiksa batin sendiri? padahal saya tau mana yang bisa membuat saya nyaman,bahagia,benarbenar sayang.
    bagaimana pak ustad? 😭

     
  148. hamba Allah

    14 September 2015 at 6:58 pm

    assalamualaikum . .
    saya perempuan . saya sudah berpacran hampir 3th . dan kami serg melakukan zina . . tp kami punya niat untuk menikah agar tidak berzina lagi . . . dari orangtua laki2 menyutujui . .tapi dari pihak ayah saya . tidak menyetujui menikah muda . . . saya harus bgaimana??? dan apakah pantas ayah saya yang sering memaki saya dngan kata2 kotor dan menyebut saya dngan perkataan kotor menjadi wali saya ?? dan ayah saya tidak pernah menjalankan sholat dan puasa . ?

     
    • salwintt

      17 Oktober 2015 at 8:21 am

      Wassalam wawa… Terima kasih. Masya Allah…! Segeralah bertaubat ya anak manis. Allah melarang keras mendekati zina, apalagi melakukannya. Hentikan perbuatan yang membuat murka Allah itu. Mintalah kepada ayah untuk dinikahkan, jelaskan sejujurnya apa yang telah terjadi pada dirimu. Bagaimanapun ayahmu adalah orangtuamu yang berkewajiban menjadi wali, saat ijab kabul. Atau hubungi dulu kantor KUA, minta solusi terbaik. Yang jelas saran saya kamu segera menikah, untuk menghindari perzinahan yang selalu berlarut-larut. terima kasih.

       
  149. retno

    16 September 2015 at 1:45 pm

    aslkm wr wb pak uztad…
    sy pny masalah adik laki2 sy mnt nikah dg pacarnya tp dia blm lulus kuliah otomatis blm krj jg. ibu sy sgt kecewa & tdk setuju. tp pihak perempuan trs memaksa & mengancam krn adik sy pnh membatalkan acr lamaran (adik sy menjanjikan lamaran tp tdk jd krn dy tdk blg sm ortu sy smntr pihak prmpuan sdh siap2 smua saudara sdh dkmpulkan). ibu sy tdk stju krn adik sy blm lulus blm krj & jg tdk stuju krn prmpuan pilihannya srg jd model yg mempertontokan aurat (pakai hotpant, tanktop maupun rok mini) tp klrg prmpuan trs memaksa untk segera menikahkan mrk dg alasan utk menutup malu krn acra lamaran yg gagal. sy & ibu sy sdih skali ustad apakah ada doa yg bs membatalakan pernikahan ini rencana menikah desember… seandainya mmg terpaksa jd menikah ibu sy mendoakan agar perempuannya mandul… kami merasa terpojok kami akui adik sy salah krn menjanjikan sesuatu yg trnyta tdk bs ditepati.
    sblmnya sy ucpkan trmksih semoga kita senantiasa sll dlm lindungan Alloh SWT… aamiin2 yra

     
  150. Dimas

    17 September 2015 at 6:45 am

    Assalamualaikum Ustadz

    Saya pria duda berumur 34th dan memiliki 2 anak, saya sudah bercerai selama 3th dan selama itu pula ibu kandung saya tidak pernah merestui perceraian saya hingga akhirnya memuncak hingga keluar kata2 durhaka dr mulutnya,,ibu tidak ridho saya bercerai karena dia pernah menjadi korban perceraian dan itu sangat membekas di hatinya apalagi perceraian itu saya yg kehendaki sedangkan dari mantan istri berusaha untuk rujuk,,selama saya bercerai saya dekat dengan wanita hingga akhirnya saya berniat untuk menikah dan keluarga wanitapun sudah merestui mengingat usia anaknya yg sudah 28th,,,yang jadi berat dihati saya adalah hingga saat ini ibu saya belum meridhoi keputusan saya dan mengancam untuk untuk tidak menyentuh jenazahnya jika kelak beliau meninggal sedangkan saya adalah tulang punggung beliau (sekarang beliau mencari uang dengan cara bantu cuci gosok di tempat saudara) hingga perasaan saya gak kuasa melihatnya,,,disisi lain wanita yg akan saya nikahi menunggu keputusan saya karena persiapan pernikahan tinggal 2 bulan lagi.beberapa kali saya konsultasi dengan kawan2 ustadz dan mereka menyarankan saya untuk kembali ke anak2 karena ada 3 point penting yg jd rujukan beliau dalam masalah saya yaitu 1. orang tua (ridho orangtua adalah ridho Allah dan murka orangtua adalah murka Allah) 2. Anak2 (mereka akan terganggu mentalnya dan akan menganggap perceraian itu hal biasa, bagaimana jika itu terjadi pada anak perempuan kamu) 3. memperbaiki itu jauh lebih mulia dihadapan Allah dibandingkan memulai kehidupan baru tp saya tidak bisa karena memang sudah dingin ke dia dan yang ditakutkan tidak akan harmonis, sedangakan dari pihak keluarga wanita yg akan saya nikahi tidak mempermasalahkan kejiwaan oarangtua saya jika saya bertahan pada keputusan sayakarena akan baik dengan berjalannya waktu..apa yang harus saya lakukan ustadz untuk dapat ridhonya?apakah saya harus menuruti keinginan keluarga??atau saya tetap maju sesuai keputusan saya walau tanpa restu dan diasingkan oleh keluarga..sedangkan umur tidak ada yang tau syukron

     
  151. windy

    17 September 2015 at 4:22 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Dear Pak Ustad Salwinsah,
    Saya janda cerai hidup berusia 49 tahun, berencana ingin menikah dengan jejaka 35 tahun. Kami saling mencintai dan sama-sama ingin memiliki teman hidup yang baik agamanya. Saya sudah tidak memiliki orang tua lagi, sedangkan orangtua dari pacar saya masih lengkap. Kedua orangtua pacar saya melarang pernikahan kami dengan alasan usia saya tidak memungkinkan untuk memberikan cucu kepada mereka, sehingga nama keluarga besar mereka terancam akan musnah karena tidak ada keturunan langsung yang akan lahir dari anak laki-lakinya. Tetapi pacar saya bersikukuh ingin menikahi saya karena menurutnya tidak ada syariat agama yang dilanggar jika kami menikah. Jika kedua orang tua pacar saya mengancam dengan dalil : “Murka orang tua adalah murka Allah”, haruskah kami khawatir akan ancaman tersebut ? Saya pernah mendengar ada ustad yang berdakwah di televisi, bahwa ridha Allah lah yang paling tinggi, dan ridha orangtua dibawah ridha Allah, bukan sebaliknya. Kami berdua selalu berdoa agar Allah meridhai rencana pernikahan kami, dengan cara meningkatkan ibadah kami, semisal dengan melaksanakan shalat2 sunnah (istikharah, tahajud, dhuha, hajat), dan saya pun berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan berpuasa daud. Semua ikhtiar kami malah semakin mendekatkan kami satu sama lain. Mohon nasihat dari ustadz, apakah berdosa jika pacar saya tetap bersikukuh ingin melangsungkan ijab qobul dengan atau tanpa izin dari orang tuanya ? Sampai saat ini kami masih berusaha untuk mendapatkan restu dari orangtuanya, namun sepertinya agak sulit….
    Terimakasih Ustadz.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

     
  152. Karin AK

    5 Oktober 2015 at 3:25 pm

    Assalammualaikum,
    jadi pak, hukum menikah direstui tetapi ortu belom ikhlas masih sah ya pak? Dan apakah saya termasuk anak durhaka jika masih ingin melangsungkan pernikahan itu?
    Terima kasih

     
    • salwintt

      17 Oktober 2015 at 8:06 am

      Wassalam ww. Menikah sah, jika terpenehi rukunya, 1) Pengantin lelaki (Suami), 2) Pengantin perempuan (Isteri), 3) Wali, 4) Dua orang saksi lelaki dan 5) Ijab dan kabul (akad nikah). Anda insya Allah tidak durhaka, asal tidak melawan orangtua secara terus menerus. Yang penting restu dulu, ikhlasnya nanti menyusul, tat kala sudah melahirkan cucunya yang mungil dan menggemaskan, ikhlas biasanya akan datang. terima ksh

       
      • Anhi

        28 Juli 2017 at 10:30 am

        Asalamu’alaekum warahmatullahi wabarakatuh
        Maaf pak uztads sya mau ceritakan masalah yg sdah sya alami. Saya mau di nikahknka dg ank keluarga kedua orng tua sya, awalnya sya terima karna sya jga suka sma si laki2 yg mau di nikahkn dg sya walaupun hati sya masih menyukai mantan pacar sya yg hampir 8 tahun sya knal dan tidak pernh buat sya sakit hati malh sya yg slalu buat mantan sya itu sakit hati tpi dia masih mau terima sya dan orang tua,keluarga dan teman2 sya suka sma mantan sya itu krn orngnya baik.
        Awalnya sya terima ini pernikahan krn adanya desakan dri pihak laki2 dan sya langsung mengiyakan lamaran mereka tampa sya pikir panjang. Dan setelah keluarga sdah ktemu membicarakan mahar,terpaksa ada keluarga yg setuju walaupun cuman sebagian, keluarga dari mama sya tdk ada yg mendukung dg pernikahan ini di tambh dg maharnya kurang, dia masih mendung saya menikah dg mantan yg sdah 8 tahun lebih dia kenal, dan stelah 2 minggu setelah cerita mahar tpi tglnya belum ada, tiba2 sya ambil keputusan klu sya tdk mau menikah dg dia krn sya masih ingat mantan sya yg 8 tahun sma sya. Sya jga tdk sejalan dengan dia yg melamar sya. Orng tua sya ikuti kemauan sya cman dia malu klu pernikahan ini tdk terjadi krn keluarga, pertanyaan sya apakah sya lanjutkn menikah dg dia padahal sya tdk mau dan tdk sejalan dg dia,ibu sya jga kuran merestui hubungan sya dg sidia (pelamar).

         
  153. ridwan mappiasse

    14 Oktober 2015 at 4:01 am

    Ass..sy laki2 berusia 42 thn tlah menjalin hubgn dgn muslimah usia 31 thn selama 9 tahun lamanya…sy tdk d restui oleh kedua orgtua nya dgn alasan pekerjaan yg tdk mapan..sy sdh prnh datang justru sy d tlpn spy sy tdk kerumahnya dan sy diharamkan utk menginjak rmhnya…dan orgtuanya bersumpah tdk akan pernah merestui smp kapanpun smp kiamat skalipun…kami berdua berencana ke KUA utk menempuh jln melalui wali hakim utk menikah bgmn menurut uztad? tp keterangan uztad diatas hrs ada izin tertulis dr wali perempuan smntara wali perempuan bersikeras dan bersumpah tdk akan memberikan restunya…mhn sarannya Uztad…Jazakalloh….

     
    • salwintt

      17 Oktober 2015 at 7:48 am

      Wassalam ww. Maaf sedikit kesibukan lama tidak buka blog. Saya katakan izin wali harus tertulis, karena saat melapor ke kantor KUA, mereka akan meminta penjelasan ketidakhadiran wali, supaya bukti otentik tidak ada tuntutan dikemudian hari harus ada hitam di atas putih. Menelaah usia dan lamanya mas Ridwan berteman dengan si muslimah, niatan untuk menikah sepertinya sudah waktunya dilakukan. Hemat saya hubungi saja dulu kantor KUA tempat domusili si muslimah, terangngkan niat dan kendala mas Ridwan pada mereka, jalan apa yang harus ditempuh. Insya Allah akan ada solusinya. terima kasih.

       
  154. ridwan mappiasse

    16 Oktober 2015 at 9:54 am

    lama ya responnya….

     
    • salwintt

      17 Oktober 2015 at 7:49 am

      maaf sudah saya beri solusi

       
  155. ayu

    20 Oktober 2015 at 2:16 pm

    asslm,sy akhwat usia 23 tahun. sy punya pcr usia 24 tahun. kami tman skelas saat kuliah dan sy sudah mau wisuda. tp pcr sy bru wisuda tahun dpan krna msh dlm thp pnyusunan skripsi sbab kmrn msh trkndala biaya saat hendak skripsi. dia org tuax msh mmiliki bnyak tnggungan. shg dia ikut banting tulang mmbyr kuliah sndiri skaligus membantu org tuax. sy syg padanya sbb dia pekerja keras, mandiri, soleh, sbar dan slma ini mau berubah jika ada yg tdk sy sukai. kmi sudah dekat selama 2,5 tahun slma kuliah d pulau J. sy tnggal d pulau B dan akan bekerja di pulau B krn org tua sy mnghendaki sprti itu sbab sy sudah tdk punya ayah kandungg. ibu sy mnikah siri dgn seseorg yg sudah punya istri dan bapak ini sngt brtnggung jwb pd kluarga sy. sbntr lg ay akan mninggalkan pcr sy d pulau J dan plg k B. jd kmrn sy mnyruh nya brknjung prtma kali k rumah sy sbab sblmx blm diijinkan pcrn. tp respon ibu sy bnr2 tsk mnyenangkan. ibu sy sinis, jutek dan tdk brbcara apapun dgn dia. juga tdk diberi makanan. sy yg mmbuatkan mnum. saat plg sy dmrhi krna ibu sy tdk suka anakx jelek, tdk tnggi, dan htam. sy dkatakan sprti tdk pnya tman. sy tdk blh serius dgn dia. ibu sy mnyruh mngurangi komunikasi dan ingin sy mncari yg lbh baik dr dia d tmpt krja nnti. apa yg hrus sy lakukan pak? sy sngt syg pdanya. dan sdh kenal kluargax. dan sy mrsa cocok. dia bs brtnggung jwb jika mmimpin sy nti. slma ini kmi pcrn bacstreet nmun sy tdk prnh mlakukan hal yg ttlrang. nmun ibu sy mngira sy prnh mlakukan sbab sy slalu memuji kbaikan dia. trmksh atas jwbnx. mohon bpak bs mmbntu sy

     
    • ayu

      20 Oktober 2015 at 5:45 pm

      Komentar Anda sedang menunggu moderasi.asslm,sy akhwat usia 23 tahun. sy punya pcr usia 24 tahun. kami tman skelas saat kuliah dan sy sudah mau wisuda. tp pcr sy bru wisuda tahun dpan krna msh dlm thp pnyusunan skripsi sbab kmrn msh trkndala biaya saat hendak skripsi. diaorg tuax msh mmiliki bnyak tnggungan. shg dia ikut banting tulang mmbyr kuliah sndiri skaligus membantu org tuax. sy syg padanya sbb dia pekerja keras, mandiri, soleh, sbar dan slma ini mau berubah jika ada yg tdk sy sukai. kmi sudah dekat selama 2,5 tahun slma kuliah d pulau J. sy tnggal d pulau B dan akan bekerja di pulau B krnorg tua sy mnghendaki sprti itu sbab sy sudah tdk punya ayah kandungg. ibu sy mnikah siri dgn seseorg yg sudah punya istri dan bapak ini sngt brtnggung jwb pd kluarga sy. sbntr lg ay akan mninggalkan pcr sy d pulau J dan plg k B. jd kmrn sy mnyruh nya brknjung prtma kali k rumah sy sbab sblmx blm diijinkan pcrn. tp respon ibu sy bnr2 tsk mnyenangkan. ibu sy sinis, jutek dan tdk brbcara apapun dgn dia. juga tdk diberi makanan. sy yg mmbuatkan mnum. saat plg sy dmrhi krna ibu sy tdk suka anakx jelek, tdk tnggi,dan htam. sy dkatakan sprti tdk pnya tman. sy tdk blh serius dgn dia. ibu sy mnyruh mngurangi komunikasi dan ingin sy mncari yg lbh baik dr diad tmpt krja nnti. apa yg hrus sy lakukan pak? sy sngt syg pdanya. dan sdh kenal kluargax. dan sy mrsa cocok. dia bs brtnggung jwb jika mmimpin sy nti. slma ini kmi pcrn bacstreet nmun sy tdk prnh mlakukan hal yg ttlrang. nmun ibu sy mngirasy prnh mlakukan sbab sy slalu memuji kbaikan dia. trmksh atas jwbnx. mohon bpak bs mmbntu sy

       
  156. widya

    23 Oktober 2015 at 11:05 pm

    Assalamuaaikum Ustad. Masyaallah artikelnya bagus
    Responnya netizen jg bagus.
    Ternyata permasalahnnya banyak yg lbh kompleks dr saya
    Alhamdulillah alla kulli hal 😀
    Niatnya saya mau bertanha ustadz. Namun sudah byk pertanyaan yg hampir
    Nyerempet pmsalahn saya.
    Alhamdulillah lagi gak jdi tanya.
    Saya doakan semoga ilmu ustadz barokah
    Diberikan kesabaran dan kemudahan fidunnya wal akhirot😍🙌

     
    • salwintt

      1 November 2015 at 12:09 am

      Waalaikum salam ww… Terima kasih. Saya juga tidak mengira, artikel yang sangat sederhana ini, ternyata banyak sekali dikomentari pembaca. Saya jadi kewalahan. Seratusan pertanyaan minta solusi tentang maslah ini, belum saya jawab. Oleh karena itu saya minta maaf. Betul, ternyata banyak sekali kasus rencana pernikahan (bahkan sudah menikah) tanpa restu dan ridho orangtua. Mengapa ditanyakan? Karena Ridho Allah berada di ridho orangtua. Surga berada di telapak kaki ibu. Semoga anda bisa memilih sikap dari permasalahan yang dihadapi. Wallahu a’lam bissawab.

       
  157. slamet suyono

    24 Oktober 2015 at 2:27 am

    Assalamualaikum, Wr,Wb. Saya sebagai orang tua dari anak-anak kami, mempunyai rencana membangun ekonomi untuk masa depan anak-anak kami, yaitu dengan membuka usaha di Bandung, dan kota Bandung adalah pilihan anak saya yang pertama, dari modal awal anak berdagang di Bandung saya juga menabung ke rekening anak yang pertama dari 4 anak kami, harapan kami selaku bapak dari anak-anak agar uang yang saya tabungkan ke anak pertama bisa untuk memperbesar usaha, kalau usahanya bisa jalan biar anak yang pertama bisa ajak adik-adiknya untuk berusaha/berdagang atau juga bisa di belikan rumah yang layak agar adik-adiknya kalau kuliah di bandung tidak perlu kost lagi, tapi setelah 3 tahun berjalan anak saya yang di Bandung membeli rumah RSS tanpa memberi tau saya selaku orang tuanya dan juga memaksa kalau anak saya yang pertama minta izin untuk menikah secepatnya, saya kecewa karena rencana saya berantakan dan anak saya tidak berunding dulu sama orang tua dalam memutuskan sesuatu. Dan anak saya memaksa meminta ke saya untuk melamar dan segera menikah. Saya kecewa dalam hal ini. Menurut Pak Uztad .. bagaimana sikap saya mohon di arahan,nya.

     
    • salwintt

      1 November 2015 at 12:01 am

      Waalaikum salam ww… Terima kasih Bapak, mohon maaf agak telat karena baru sekarang buka blog ini. Manusia hanya bisa berencana, hasilnya Allah yang menentukan. Itu dulu yang jadi pedoman kita. Rencana dan niat Bapak yang begitu mulia demi masa depan anak-anak, ternyata harus menghadapi kenyataan seperti ini. Telaah dulu Pak, seperti apa calon isteri anak Bapak, sudah sejauh mana hubungan mereka, mengapa bisa ada keputusan seperti ini. Jika sudah mengetahui masalah ini, baru kita bisa mengambil keputusan. Jika mereka harus menikah? Dinikahkan saja. Jika masih bisa ditunda? Ditunda saja. Wallahu a’lam bissawab…!

       
      • Muthi Atika

        9 Mei 2016 at 2:09 pm

        Assalamu’alaikum ustadz…

        mau tanya apabila saya sebagai wanita dan mempunyai pasangan yg ingin menikahi saya tpi kedua orang tua saya yg tdk merestui dgn alasan pasangan saya bekerja tdk mapan (contoh mapan adlh pegawai negeri) dan yg kedua orang tua saya tanya kepada orang pintar (misal bisa dibilang dukun/sesepuh) katanya pasangan saya tdk baik,, tdk sayang dgn saya,, dan dilihat kedepannya hidup saya bakalan susah… Naudzubillah!!!! orang tua saya lebih percaya apa kata org pintar tersebut sampai detik ini orang tua saya baik ayah atau ibu sma sekali tdk merestui,,, saudara saya seperti paman dan bibi sdh saya minta tolong buat ksh pengertian kepada orang tua tpi hasilnya nihil orang tua saya tetap keras tdk merestui,,, skrg ustadz apa yg hrs saya lakukan dan apabila saya tetap melaksanakan pernikahan tersebut apa saya dbilang anak yg durhaka???

         
  158. ay

    27 Oktober 2015 at 5:44 am

    pak sy mnta tlg bntuan untuk diberi solusi. sy akhwt usia 23 tahun dan pnya pcr usia 25 tahun. sy sdh pcrn 2,5 tahun sejak kuliah d pulau j. rmh sy d pulau b. slma pcrn itu sy backstreet krna org tua sy blm mngijinkan pcrn. jd saat sy bru wisuda sy sdh diijinkan dan sy mngenalkan pd ibu. pcr sy blm wisuda msh proses skripsi. jd trnyata respon ibu tdk mnyenangkan dia saat dtg tdk diberi apa2 dan diabaikan. dan stlh plg ibu blg ibu tdk stuju smpai tdk ridha krna alasan fisikx buruk dan tdk pantas utk sy. kluarga sy mmng polisi. sy tdk tau pastix bgmn tp mgkin ibu gengsi. pdhl anakx soleh. baik pintar dan sabar. sngt pngrtian dn bnyak pngorbananx slma ini tp knp ibu sy tdk suka mslh fsik. malah dikatakan tdk mslh sma yg pnting enak dliat. sy hrus bgmn pak. sy disuruh ptus pdhl sy ingin menikah dgn dia. dia sudah serius. bpak dan adik sy jg katax gak suka. sbg informasi bpk sy adlh bpak tiri n adik sy adik kandug. mhon solusix pak.

     
    • salwintt

      31 Oktober 2015 at 11:46 pm

      Terima kasih. Banyak pertanyaan serupa yang dilontarkan dalam tulisan ini. Solusi pun berbeda-beda sesuai usia, kadar hubungan dan mempertimbangkan masa depan. Melihat kondisi anda, saya sarankan untuk meninjau kembali rencana anda, demi keharmonisan hubungan keluarga, tidak mengecewakan orang yang melahirkan kita. Menempuh masa depan dengan ridho dan restu orangtua saja kadang-kadang penuh liku dan tantangan. Apalagi tanpa restu mereka. Wallahu a’lam.

       
      • ghyghy

        4 Desember 2015 at 12:01 pm

        Ass.. sy sdh nikah dgn suami sejak 10 tahun lalu.. kami sdh nikah sah di kua. suami meminta ijin ayah sy tp ayah sy menolak,. Pdhl ayah sdh mengabaikan sy sejak sy umur 4 tahun,. Sy dibesarkan nenek dr pihak ibu,. Sy tetap menikah dgn wali org kua,, stelah nikah baru ayah menyetujuinya,. Ayah mmg sedikit angkuh dan memandang rendah org lain,. Sy menghormati ayah,, walaupun ayah ninggalin sy dr kecil sy tetap minta ijin dia saat nikah,. Tp ayah dgn angkuhnya menolak suami sy,. Yg sy ingin tnyakan,, apakah pernikahan sy sah atw saya berzina selama 10 thn ini?. Sy benar2 tKut dgn azab Allah jika ini zina,.

         
      • ayla

        4 Desember 2015 at 4:00 pm

        assalamu alaikum wr.wb
        saya ayla , saya ingin bertanya saya punya sepupu perempuan dia dengan teman laki lakinya(pacar) lagi ada msalah, orang tua laki laki tidak menginginkan anaknya menikah dengan sepupu saya karena dulu ipar sepupu saya pernah marah dan menghina kluarganya karena kesalah pahaman tapi istrinya sudah pernah datang minta maaf kepada kluarga laki laki tersebut. padahal si perempuan tidak salah dalam masalah iparnya dan laki laki pun ingin menikah dengan si perempuan
        1. bagaimana cara menghadapi orang tua laki laki agar bisa mengerti k dengan keadaan anaknya dan tidak memaksakan anaknya menikah dengan perempuan yang tidak diinginkan anaknya.
        2. bagaimana cara yang harus dilakukan dalam mengambil keputusan.

        trimakasi sebelumnya

         
  159. ay

    2 November 2015 at 9:38 am

    tp apa tdk bisa diusahakan dgn cara lain pak? dia jg sudah berniat mncari kerja d tmpt tinggal sy krna ibu sy ingin agar ay ttp d rumah.

     
    • akronim

      21 Januari 2016 at 8:30 am

      Assalamualaikum pak ustad.. Nma sya Y, sya seorang perempuan brusia 25th. Saat ini sya sdg mnjalin hubgn dgn seorang laki2 yg merupakan teman sya smsa sekolah dlu.Kmi dekat brpcran bru 5blnan. Dan kmi prnh melakukan hbgn diluar btas. Dan si laki2 itu ingin bertanggunggjwb atas apa yg prnh kmi lakukan. Sya dan si laki2 sdh merencanakan untuk menikah krna tdk mau berbuat dosa tlalu lama.Namun niat kmi trkendala oleh kedua ortu saya, yg tdk memberikan restunya saat laki2 itu melamar sya.dgn alasan si laki2 tdk pnts buat sya krna tdk sepadan dgn sya yg berpendidikan tinggi dan latar blkg kluarga yg berbeda,(bibit,bebet dan bobotnya). dan jg si laki2 dipandang nakal oleh kedua ortu sya. Pdhal si laki2 ini tlah brubah lbh baik dr wktu dlu saat msh sekolh. Sya jg sudh menggunakan cra kbur dr rmh agar ortu mau merestui kmi.Namun hsilnya nihil. Malahan Ortu sya memnta sya agar menuruti keinginannya utk menikah dgn mantan pacr sya dlu.krna dia dianggap lbh baik dr si laki2 pcr sya skg ini.sy tdk mau krna sya tdk mncintainya lgi..dan jg sya spti org depresi jika pcr sya yg skg ingin meninggalkan sya dan menyuruh sya menikah sj dgn mantan sy dlu.. Pertanyaan sya :
      1. Apa yg hrus sya lakukan agar ortu sya merestui hbgn sya dgn pacr sya saat ini??
      2. Apakah sya msh bsa melakukan prnikahan tnpa restu dr kedua ortu saya?? (Dgn alasan saya tdk mau berbuat dosa lama2)
      Mohon pencerahannya pak ustad..
      Wassalamualaikum wr.wb

       
  160. Hamba Allah

    6 November 2015 at 9:05 pm

    Assalamualaikum..Pak ustadz, usia saya 30thn, saya sudah mempunyai tambatan hati. Tapi hubungan kami tidak direstuin oleh ibu saya dikarena kan selama kami menjalani hubungan pasangan saya jarang untuk komunikasi dengan ibu saya. Sudah 3x pasangan saya meminta untuk menikahi saya, namun selalu ditolak oleh ibu saya. Dengan alasan untuk apa kalau hanya sayang sama saya tp dengan ibu saya tidak sayang. Untuk ke 4 kalinya saya yg meminta untuk merestui hub kami dan merestui pernikahan kami..namun ibu saya tetap pada pendiriannya dan bilang tidak ridho dunia akhirat sampai meninggal pun ibu saya tidak akan merestui pernikahan kami. Jika kami tetap akan menikah ibu saya berdoa agar rezeki kami ditutup. Apa yang harus saya lakukan dengan sikap ibu saya. Apa saya harus menjauhi pasangan saya, atau saya tetap pada keyakinan saya..Mohon saya diberikan solusi nya..

     
  161. liza

    13 November 2015 at 7:00 pm

    Bagaimana jika, orang tua si perempuan khususnya ayah. tidak merestui hanya gara-gara hitungan weton. Yang padahal di dalam agama islam itu tidak ada. Tapi sang ibu dari si anak perempuan itu setuju, karena ibu tidak mempercayai hitungan weton jawa.
    Dan keluarga pihak laki-laki juga mengusahakan bagaimana bisa menikahkan anaknya dengan pacarnya tersebut, menggunakan hukum islam. Meskipun belum mendapatkan restu dari ayahnya si perempuan.
    Mohon penjelasannya. Terimakasih

     
  162. Ndut

    20 November 2015 at 6:17 am

    Assalamualaikum ust.
    Saya sudah membaca ulasan komentar2 Anda diatas. Dan solusi nya juga nyerempet2 ampir mirip.tidak jauh dari restu orang tua.
    Saya wanita.umur 25thn.punya pacar umur 26thn. Sejak awal kita menjalani hubungan,saya sudah tidak mendapatkan restu dari oran tua saya, mama papa. Alasan nya karna latar belakang orang tua yang tidak kaya, dan pekerjaan pacar saya yang hanya swasta. Diawal pacaran,pacar saya masih bekerja, tetapi sekarang lg nganggur karena mencari pekerjaan yang lebih baik,,supaya orang tua saya segera merestui hubugan kami.
    Kami sudah pacaran 1tahun ustad.niat kami baik,suci, yaitu menikah.
    Tetapi orang tua saya tidak setuju,bukan hanya latar belakan keluarga ny yg dari orang biasa2 saja,melainkan dari tampilan fisik pacar saya, dan pekerjaan ny yang belum mapan..mama saya ingin yang sempurna pak ustad..
    Bagaimana cara saya menyikapi nya.. saya punya prinsip,, saya tidak melihat harta ny yang berlimpah..karna saya hanya ingin hidup bahagia dengan keluarga kecil saya nantiny, meiliki suami yang bertanggug jawab, bijaksana, sholeh..
    Apa yang harus saya lakukan ustad,,kami berencana menikah tahun depan…saya sangat takut jika orang tua saya tetap tidak merestui..
    Mohon solusi ny..
    Terima kasih

     
  163. nisa

    20 November 2015 at 6:09 pm

    assalamualaikum pak ustad saya sedang bingung dengan keadaan rmh tangga saya yg baru berusia 1thn dan sudah di karuniai 1 anak bru berusia 46 hari. ayah saya menyuruh saya cerai dengan suami saya karena ayah saya merasa sakit hati disebabkan suami saya tidak pernah menyapa dan pamit jika dtg kerumah.. keadaannya saya sekarang dr sesudah melahirkan tinggal d rmh orgtua saya dan suami seminggu sekali menengok saya dan anaknya, dia lbh memilih tinggal d rmh orgtuanya.. dr awal ayah memang kurang setuju saya menikah dengan suami saya karena ayah melihat gelagatnya yg kurang baik dia tidak bisa berbaur dengan orgtua.. tp saya berusaha meyakinkan ayah saya sampe akhirnya ayah mau menikahkan saya dengan suami saya yg penting saya bahagia kata ayah saya.. tetapi ayah kecewa selama pernikahan suami saya tdk menafkahi saya, bila berbicara bahasanya tdk sopan apalg jika sedang marah (suami saya suka mengeluarkan kata2 binatang untuk saya), lalu karena selama hamil saya sering sakit sampe sering pingsan dan sampe msuk RS jg jd terkadang tinggal di rmh orgtua saya karena rmh kami jauh dr tempat saya bekerja agar saya tdk terlalu cape dan jg saya sering tinggal d rmh mertua saya karna ikut suami meskipun rmh mertua saya jg jauh tp saya ikuti keinginan suami saya namun yg bkin saya sesalkan suami saya jarang menengok saya jika saya sedang ada d rmh orgtua saya dengan banyak alasan sampai orgtua saya menelponnya untuk dtg k rmh untuk menengok saya karena ayah kasian melihat keadaan saya yg lemas.. ketika hamil 9bln ayah pun pernah menelepon suami saya untuk menginap d rmh karna keadaan saya yg sedang hamil tua seharusnya suami yg bertanggung jwb itu siaga dlm keadaan seperti ini.. namun suami saya malah marah pada saya dia bilang ayah saya selalu ikut campur dlm mslah rmh tangga.. namun menurut saya wajarlah seorang ayah ingin anaknya di perhatikan suaminya knp ayah saya mnelepon k suami saya karena saya tdk pernah d dengar oleh suami saya.. kebiasaan suami menongkrong sampe larut malam pun selalu jd masalah bagi pernikahan kami apalg selama saya hamil suami punya hobi baru jd sering ofroad bersama tmn2 motornya, saya kesal dengan suami saya terkadang saya berfikir kok untuk nongkrong dan main bisa selalu ada waktu tp untuk memperhatikan istri yg sedang hamil dan sakit dia slalu saja ada alasan tidak bisa menengok saya yg sedang ada d rmh orgtua saya..
    sampe akhirnya malam saya mau melahirkanpun suami tdk ada di samping saya dia dtg k rmh orgtua itu pas mau k RS mengantar saya lahiran.. setelah melahirkan suami sempat menginap 3 malam d rmh orgtua saya, saya dan orgtua saya sangat senang melihat dia mau berkumpul namun sayangnya hari2 selanjutnya dia tdk menginap lg dtg pun tdk tiap hari.. sampe akhirnya saya cape terus begini dan saya menelepon suami saya untuk dtg k rmh orgtua saya namun dia tdk mau dengan alasan kemalaman lalu saya tlp papapnya untuk minta tolong memberitau pada suami saya agar dia mau menengok anaknya.. dr situlah suami saya marah pada saya karena dia kena marah papapnya keesokan harinya malam2 dia dtg ke rmh orgtua saya dengan keadaan marah dan dia tdk mau msuk k dlm rmh dia bertanya mau saya apa lalu saya jawab jujur aku cape dan ga suka sama sifat dan klakuan km klo km tdk bsa brubah saya ingin beresin aja.. lalu dia pergi bgitu saja dan sms isinya menalak saya pak ustad.. setelah itu keesokan sorenya dia dtg ke rmh orgtua saya karena ada acara aqiqah anak lalu setelah selesai acara aqiqah itu kami berdua berbicara d kamar saya bertanya lg pada suami saya mau d bawa kemana rmh tangga kita mau panjang atau pendek? klo panjang km hrus bisa brubah hrus bisa ngasih waktu dan perhatian sama istri dan anak lalu dia jwab saya memang begini ya sudah pendek sja, dia jg blg sudah tdk sayang sama saya.. lalu dia plg k rmh orgtuanya.. beberapa hari kemudian dia menyuruh saya pulang k rmh kami tp hari berikutnya dia blg sudah bulat berpisah lalu hari berikutnya dia nyuruh saya untuk milih ikut dia atau orgtua dan dia ngasih waktu 1minggu saya hanya membalas saya ingin pulihkan dlu kondisi badan saya karena masih blm pulih lalu dia ksih jeda sampe 40hri tp saya minta sabar sampe 2bln karena jaitan saya lumayan banyak lbh dri 30jhitan, saya jg bertanya pada dia apa dia mau menggantikan perban saya dia jwabnya tdk mau berarti dia tdk mau mengurus saya.. keputusan apa yg hrus saya ambil pak ustad apakah saya harus mengikuti keinginan ayah saya karena saya takut rmh tangga saya jd tdk barokah karena ayah saya skit hati atau saya hrus ikut kata suami untuk pulang ke rumah kami karena menurut suami saya maka saya berdosa jika tdk menurut padanya.. jujur saya sayang pada suami saya tp saya pun tdk terima ayah saya di perlakukan seperti itu oleh suami saya tdk d hormati dan tdk di hargai.. saya jg sudah memberi tau suami untuk tdk sperti itu tp suami tetap tdk mendengarkan sya.. mohon bantuannya pak ustad agar saya bisa mengambil keputusan.. terimakasih pak ustad..

     
  164. laras

    21 November 2015 at 9:40 am

    Assalamualaikum wr wb, saya dari keturunan muslim, dan saya memutuskan untuk menikah dengan seorang hindu yang alhamdulillah menjadi mualaf 5 bulan yang lalu, atas kecintaany terhadap islam itulah saya ingin menerima lamarannya, tapi orang tua pihak lelaki belum memberikan ijin atas keislamannya,dan keinginannya untuk melamar seorang musli seperti saya,ditakutkan kemungkinan untuk kembali lagi menjadi seorang hindu semakin kecil sekali,dan kemarahan orang tua nya,kebenciannya kepada saya sangat besar,dan mereka sangat menolak untuk merestui saya sebagai calon istri,bagaimana dengan masalah ini??jika tidak ada keridaan dari orang tua pihak lelaki,sedangkan jika mungkin saya bukan jodohnya, dia akan tetap mencari calon istri seorang muslim.Terimakasih,wassalamualaikum

     
  165. Malik

    26 November 2015 at 12:21 am

    Assalamu’alaikum ustadz,,
    saya mempunyai masalah dengan hubungan saya.
    saya saat ini masih usia 23 tahun, saya memiliki kekasih yang insya Allah shalihah.
    namun sepertinya dari pihak keluarga saya, terutama orang tua, tidak merestui hubungan kami. dikarenakan jarak kami yang jauh. saya orang jawa timur, sedangkan dia papua. saat ini kami masih berstatus sebagai santri juga mahasiswa.
    memang kalau melihat dari keadaan saya yang saat ini masih, bisa dikatakan pengangguran itu bisa menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk meragukan kami.
    mohon bantuannya untuk solusi bagi kami
    Wassalamu’alaikum wr wb

     
  166. Wahyu

    29 November 2015 at 8:48 pm

    Mas kalo nikah siri tanpa sepengetahuan orang tua itu sah apa ga ya?

     
  167. ghyghy

    4 Desember 2015 at 11:52 am

    Ass..wr.wb
    sy perempuan 29 thn.. 10 tahun lalu sy menikah dgn suami sy tanpa ijin ayah.. tp sebenarnya suami sy sdh minta kpd ayah sy,, tp ayah sy tdk mengijinkan. Pdhl ayah sy tdk merawat sy sejak sy umur 4 tahun,, orangtua sy bercerai dan sy dibesarkan nenek pihak ibu.. ketika berniat menikah sy tetap mencari ayah meminta ijin tp dia menolak suami sy,, dgn alasan beda usia suami dgn sy trlalu jauh. Sy tetap melangsungkan pernikahan dgn wali orang kua,, ibu sy mengijinkan,, ayah sj yg tdk mengijinkan,, stelah sy nikah akhirnya ayah merestui juga krn pernikahannya sdh trjdi,, yg jd pertanyaan sy,, apakah 10 tahun ini pernikahan sy tdk sah,, mengingat waktu nikah bkn ayah yg jd wali sy,. Sy takut,, sampai saat ini sy benar2 takut,. Walaupun ayah mengabaikan sy dr kecil tp dia tetap ayah sy,. Apakah selama 10 tahun sy melakukan zina?

     
  168. ayla

    4 Desember 2015 at 2:09 pm

    assalamu alaikum wr.wb
    saya ayla , saya ingin bertanya saya punya sepupu perempuan dia dengan teman laki lakinya(pacar) lagi ada msalah, orang tua laki laki tidak menginginkan anaknya menikah dengan sepupu saya karena dulu ipar sepupu saya pernah marah dan menghina kluarganya karena kesalah pahaman tapi istrinya sudah pernah datang minta maaf kepada kluarga laki laki tersebut. padahal si perempuan tidak salah dalam masalah iparnya dan laki laki pun ingin menikah dengan si perempuan
    1. bagaimana cara menghadapi orang tua laki laki agar bisa mengerti k dengan keadaan anaknya dan tidak memaksakan anaknya menikah dengan perempuan yang tidak diinginkan anaknya.
    2. bagaimana cara yang harus dilakukan dalam mengambil keputusan.

    trimakasi sebelumnya

     
  169. Fannii

    15 Desember 2015 at 10:48 am

    Assalamualaikum ustad..
    Saya mau bertanya,
    Apakah hukumnya berdosa jika seorang anak laki-laki (sudah beristri) menikah kembali (berpoligami) tanpa memberitahu kedua orang tuanya?
    Apakah akan hilang surga dari telapak kaki ibunya jika ia tetap melangsungkan pernikahan?
    Keputusan untuk tidak memberitahukan keluarga, karena memang tidak akan diizinkan untuk berpoligami, jika harus demikian pasti akan ada perceraian, namun kami menilai bahwa perceraian bukanlah solusi terbaik, kami sudah mencoba untuk istikharah, tetapi baik satu dan yang lainnya tidak dapat dihindari.. keputusan kami adalah menikah kembali, namun apakah itu menjadi penghalang surga bagi suami saya kelak bila tidak ada restu dari orang tuanya?

    terima kasih banyak

    Salam

     
  170. ayip

    26 Desember 2015 at 12:58 am

    ASSALAMUALAIKUM wr.wb Ustadz, saya wanita yang sudah mempunyai calon suami, awalnya memang ibu saya yang kurang sreg karena saya tingkat pendidikannya lebih tinggi daripada calon suami saya yang masih sma dan masih mengenyam bangku kuliah meskipun begitu umurnya sudah lebih tua daripada saya, beliau takut jika nanti bila berkeluarga susah cari kerja , terjadi konflik ekonomi, dan perbedaan pikiran karena perbedaan level pendidikan tersebut. Kemudian ayah sempat setuju karena dia santun dan bertanggung jawab karena ingin segera menikahi, ibu juga mulai menyetujui, meskipun belum rela melepaskan saya untuk segera menikah. meskipun ke tidak relaan ibu tersebut “menggantung”, membuat calon suami saya yang menanyakan kejelasan kapan bisa melamar menjadi sedikit kesal dan melakukan kesalahan. Hal tersebut membuat orang tua saya tidak setuju, dan menyuruh saya melanjutkan kuliah saja ke jenjang yang lebih tinggi. Saya bingung, karena pihak calon suami berpendapat bahwa pernikahan itu bisa mengalirkan rejeki dari Allah, namun dari orang tua bilang, kalau harus sudah bisa dilihat masa depannya baru menikah, atau setidaknya yang pendidikannya selevel.mohon nasehatnya, apakah hubungan ini bisa dilanjutkan? Karena saya ingin menemani calon suami saya hingga lulus dan memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Dan dia juga mengajari saya menjadi lebih dekat pada Allah.

     
  171. Saeman Khan

    2 Januari 2016 at 3:03 pm

    assalamualaikum ustadz,

    saya mau bertanya, bagaimana memberikan penjelasn kepada orang tua pacar saya, bahwasanya mereka menyuruh mengakhiri hubgn sya sama pcar dikarenakan saya dari kluarga yang beda pemahaman agama (Muhammadiyah) dengan ortu pcar saya (NU). pdahal sya sudah berniat ingin melamarnya segera.

    terimakasih atas jawabannya ustad.

     
  172. Ludanto

    6 Januari 2016 at 10:26 am

    Saya disuruh kakak sy utk mencari tahu, bgmn hukum dasarnya menikahkan anaknya perempuan? Begini ceritanya, kakak sy perempuan dulu melahirkan anak perempuan diluar nikah, yg jelas si Bpknya seorg Kristen, dan memaksa kakak sy utk menjadi Kristen, tapi ditolak. Jadi anak perempuan tsb diakui sebagai anak kakek neneknya (org tua kami). Sedangkan saat ini Bpknya yg Kristen sudah meninggal dunia. Si anak perempuan tsb saat ini alhamdullillah muslimah, dan akan menikah, sedangkan kami sekeluarga sampai saat ini masih meRAHASIAkan siapa dia sebenarnya. Sampai saat ini kami sekeluarga masih merahasiakan kepada anak perempuan tsb, cln suami, & calon mertuanya. Apakah nanti pas PERNIKAHANNYA yg tetap dilakukan org tua KAMI atau kakeknya TETAP SAH?atau bisa juga PAS AKAD NIKAH nanti org tua saya diganti Pakdenya (KAKAK KANDUNG KAMI YANG TERTUA)?. Hal ini dikarenakan Org tua sy yg sudah sangat tua dan sering pikun. Dan Secara HUKUM ISLAM apakah pernikahan ini nanti tetap SAH?Atas perhatian dan jawabannya, kami ucapkan banyak terima kasih.

    NB : Sebelumnya kakak perempuan saya (Ibu kandung dari anak tsb) BERJANJI setelah menikah akan memberitahukan rahasia tsb kepada anak perempuan tsb dan calon suaminya. Hal ini dilakukan untuk menjaga aib keluarga kami di masa lalu.

     
  173. dia

    14 Januari 2016 at 9:34 pm

    Assalamualaikum ustadz..
    Saya dan teman lelaki saya sudah menjalin hubungan 1 tahun terakhir.. kami saling sayang dan nyaman. Tetapi dalam waktu satu tahun ini banyak pasang surut hubungan yg kami jalani.. seminggu mungkin bisa baik dan seminggu lagi bisa berantem. Tapi kami masih saling sayang.. hubungan kami terganjal dr restu orang tua dr pihak lelaki.. karena kami beda suku.. Keinginan org tua dr pihak lelaki harus org satu suku. Dan orang tua dr pihak lelaki sudah memikili calon sendiri. Walaupun teman lelaki saya menyatakan ketidaksukaannya terhadap perjodohan org tuanya. Tetapi org tuanya tetap kekeuh ingin menjodohkan. Seperti pintu untuk mengenal saya lebih jauh sudah tertutup. Dan pernikahan mereka rencana akan dilangsungkan dalam waktu beberapa bulan kedepan. Sedangkan teman lelaki saya tidak mau. Tetapi dia juga sulit untuk menolak keinginan org tua karena tidak mau merasa tidak berbakti kpd org tua. Sedangkan org tua saya merasa tidak masalah dgn pasangan saya. Hingga pada suatu ketika dia menyatakan bagaimana klo menikah tanpa restu org tua? Niat utk menikah dr kami berdua ada.. sudah mampu juga.. bagaimana menurut ustadz. Saya bingung ustadz menanggapi pertanyaan dr dia. Terima kasih pak ustadz..

     
  174. Prana wijaya

    15 Januari 2016 at 10:57 pm

    Ass … Saya mau konsultasi … Jadi gini saya sdh lumayan lama menjalin hubungan/pacaran sma janda umur 23 th anak 1 sya sndiri umur 21 … Pihak ortu saya nggk setuju atau nggk merestui hubungan saya dngnnnya dngn alasan dia janda dikarenakan sudah jelas masa lalunya jelek … Dn pcar sya ingin scepat.a saya menikahinya .. Disisi lain saya nggk pnya biaya utk itu .. Sya sndiri pun msih ikut ortu … Bagaimana pencerahan.a pak ustad ??

     
  175. Reza

    18 Januari 2016 at 8:23 am

    Assalammualaikum
    Mohon pencerahannya ustad,saya sudah menjalankan hub dengan pacar saya 1,5 tahun.saya laki2 berusia 28 thn lebih tua 2 tahun dengan pacar saya.Saya meniatkan diri untuk menikah dengan pacar sya ketika saya memutuskan berhenti bekrja dan bersekolah dengan harapan saya sekolah bisa ditemani istri karena profesi saya yg jarang sekali pulang ketika bekerja.Saya sudah berikan sebagian rezeki saya ke orang tua hasil kerja saya sendiri dengan harapan kelak jikalau ketika saya menikah saya kembali ke 0 lagi dan berjuang bersama istri saya,ketika saya membeli sesuatu dengan istri sya,saya tidak melukai perasaan orang tua saya karena saya sudah memberikan apa yg sudah saya berikan sma istri saya.masalhnya saya terlalu terbuka sama orang tua yang mana ada omongan dri pacar saya yg mennyakan itu rumahmu mas,,,saya jawab iya tapi itu buat mama sama ayah,,,,dan pacar saya cukup hanya menanyakan itu.dan sya katakan sama mama saya,ternyata responnya luar biasa yg tadinya seneng berubah jadi setengah,karena beliau takut kelak pacar saya yang menguasai harta saya.padahal sudah saya jelaskan ini salah paham,tetapi orang tua saya punya pandangan lain(pacar saya jelek sifat dan wataknya).sebelum masalah ini muncul,saya diamanahkan oleh mama saya ,yawdah sekolah dulu ajah,kita lihat pacar sya giman sifatnya.setelah satu tahun terlewati,saya tidak ada perasaan buruk sama sekali tentang pacar saya dan sifat yg dikhawatirkan sama orang tua saya.mama saya setengah hati berat buat melepaskan saya dan ayah sya tetep berpegangan saya g akan kumpul sama saya jikalau tetep meneruskan untuk menikah.sedangkan saya sudah menjalankan amanah saya dan sudah bicara sama orang tua pihak perempuan jikalau saya sudah lulus saya akan menikahinya.
    Pertanyaan saya ustadz,durhaka kah saya kepada orang tua saya,jikalau mereka hanya setengah hati merestui pernikahan saya?

     
  176. danu

    21 Januari 2016 at 11:58 pm

    assalamualaikum,.
    saya danu, saya pacaran dan saya berbuat zina, hingga pacar saya hamil pun saya tidak tau, karna orang tua pacar saya gak merestui, memisahkan saya dan pacar saya..dan akhirnya orang tua nya malah menikahkan anak nya sama laki laki lain,,
    pertanyaan nya…
    apa yang harus saya perbuat, sedangkan pacar saya sekarang sudah menikah

     
  177. *Umar Farid

    27 Januari 2016 at 1:24 pm

    Assalammu’allaikum.. Pak Ustadz..
    Saya ingin bercerita sekaligus bertanya dan minta solusi yg terbaik dr sisi agama.. saya seorang laki².. saya berumur 20 jalan ke 21 tahun.. saya bekerja sebagai juru masak disuatu restaurant.. saya menjalin hubungan dengan seorang wanita.. saya sudah lama menjalin hubungan dengan pacar saya kurang lebih satu tahun 3 bulan.. jujur saya pernah melakukan hal yg diluar batas dgn pacar saya,tp jujur saya benar² menyesali perbuatan saya.. dan saya ingin segera menikahinya agar tidak terjadi lagi hal yg tidak diinginkan diluar batas.. saya jg sdh bertemu dgn pihak kel. Perempuan dan keluarga perempuan jg sdh bertemu dgn pihak lel. Saya.. awalny hubungan kami berjalan baik² dan kedua pihak kel. Kami berdua sangat merestui.. tp pada 5/6 bulan yg lalu saya mengalami masalah sama pacar saya yg membuat kedua orangtua saya mulai tidak merestui hubungan kami,karna saya sudah memfitnah pacar saya menjalin hubungan dgn orang lain,padahal setelah saya telusuri pacar saya tidak pernah begitu dibelakang saya,dan saya sangat menyesali perbuatan saya.. setelah masalah itu sdh selesai dgn baik,kedua orang tua saya tetap tidak menyetujui hub. Kami akibat kesalahfahaman saya terhadap pacar saya waktu itu,padahal awalny orangtua saya baik² sja dan menyetujui hubungan kami.. lantas bagaimana caranya agar saya bisa menikah dengan wanita pilihan saya,tapi tanpa restu dr kedua orangtua saya,pdhal disisi lain saya sangat mencintai kedua ortu saya,sangat menyayangi dan menghormati ke2 ortu saya.. tp apakah saya salah pak ustadz jika saya menikahi wanita pilihan saya tanpa restu kedua ortu saya yg sangat keras menjalin hubungan dgn wanita piihan saya lagi. Saya bingung,padahal pacar saya sdh banyak melakukan pendekatan kepada ke2 ortu saya,sdh berubah kearah yg lebih baik setelah saya telusuri lebih dalam,tp hasilnya tetap nihil.. disisi lain dr pihak kel. Pacar saya sdh benar² merestui hubungan kami utk menikah menuju ridho Allah,jauh dr maksiat dan menuju jalan agama Allah bersama² agar lebih baik lagi dr sblumnya.. saya tidak bermaksud utk durhaka kepada ortu saya ataupun melawan kehendak mereka,karna saya rasa pilihan saya ini sdh tetap lillahita’ala.. apa yg harus saya lakukan pak ustadz ? Saya ingin segera menikah dgn pacar saya tp ke2 ortu saya tidak menyetujui akibat kesalahfahaman antara ortu saya dan pacar saya? Apakah saya durhaka kepada ke2 ortu saya ? Dan bagaimana jika saya tetap melaksanakan pernikahan tanpa restu dr ke2 ortu saya tp ortu pacar saya tetap mendukung dan merestui pernikahan kami ? Bagaimana dr sudut pandang agama yg sebenarnya tentang masalah ini ? Disisi lain saya tetap ingin semuanya kembali harmonis,dan saya sangat menginginkan kel saya merestui pernikahan kami agar semuanya berjalan baik² saja. Dan saya dgn pasangan saya tetap melakukan yg terbaik agar suatu saat orangtua saya faham dan benar mengerti bukan dr sudut pandang duniawi saja tp dr sudut pandang agama jg pak ustadz bahwa pilihan saya ini adalah pilihan terbaik yg salah pilih karna Allah. Terimakasih..

     
  178. putry

    29 Januari 2016 at 10:03 pm

    assalamualaikum wr. wb. pak. saya seorang wanita berusia 21thn. saya sudah menikah tapi ortu saya tidak merestui saya. dan kesalahan saya, saya tetap menikah. sekarang yg saya rasakan. saya merasa bersalah dan berdosa sekali telah durhaka sama ortu saya. padahal ibu saya yg merawat saya sendirian tanpa seorang ayah. saya bisa menikah dgn pasangan saya sekarang ini dan meninggalkan ibu saya karena saya terlalu percaya dgn omongan pasangan saya. sekarang pada yg dikatakan pasangan saya satu persatu terbukti kebenaranny. dan semua yg diomongkan ke saya hanya omong kosong tak ada kenyataannya. dan dia berusaha menjauhkan saya dgn ibu saya soalnya nomer tlp keluarga saya termasuk ibu saya dihps. posisi saya skrg ikut suami. saya hanya pengen kembali sama ortu saya. dan saya menyesal telah meninggalkan ortu saya demi pasangan saya skrg ini. dan apa yg hrs saya lakukan? mohon jawabannya.

     
  179. Atika

    4 Februari 2016 at 8:07 pm

    Assalamu’alaikum pak ustadz…
    Saya ingin curhat sedikit sekaligus mohon pencerahanya, apa yang harus saya lakukan..
    Saya pernah khilaf melakukan perbuatan keji dengan orang yg saya suka, kami kenal dan saling suka kira2 sudah berjalan 3thn. Umur kita selisih 4thn, dia sudah punya usaha kecil2an. Akhir tahun 2015, ibu saya mengetahui hub.an kami dan beliau tau bahwa kita pernah melakukan itu, tapi ibu taunya saya masih v*rgin (sebenarnya sudah tidak 😥 ), ibu saya tau itu dari sms di hp saya. Disaat itu keluarga saya kecewa kpd.ku dan mereka menyuruh saya untuk tidak berhubungan lg dengan dia… Ibu saya tidak suka sama dia karna dia pernah mengirimi saya sms denga kata2 kotor dan ibu saya merasa dihina, karna orang tua dia gak suka sama saya, karna ibu saya cerai, ayah saya non-muslim…..

    Awal 2016, dia menghubungi saya lewat teman saya, kita bertemu kembali, saya menceritakan semuanya dan saya juga memutuskan dia, tapi jarak beberapa hari dia kerumah saya, meminta maaf atas kata2 kotornya dan izin mau melamar saya (mau bertanggung jawab), dia juga bilang kalau orang tuanya sudah bisa menerima saya,, tapi keesokan harinya tante saya malah bilang sama dia untuk menjauhiku dan tidak berharap lagi kpdku…
    Tapi kita diam2 masih saling suka dan berkomunikasi, awalnya dia mau merjuangin saya, tapi seiring berjalannya waktu dia mulai pasrah…
    Orang tua dia ternyata masih sering bilang kalau gak suka sama saya dengan alasan ortu cerai dan ayah non-muslim, karna keluarga dia pondok.an..
    Saya sendiri siap nikah muda, dari beberapa artikel islam yang saya baca meyakinkan saya untuk nikah mudah, tapi orang tua saya melarang saya menikah sekarang, mereka ingin saya lulus kuliah lanjut kerja, punya penghasilan baru boleh menikah… Sebenarnya saya sendiri ktika di telfon ortu masalah ini tidak.brani ngomong masalah nikah muda scra islam, karna komunikasi saya dgn ortu tidak baik, sulit bagi saya untuk terbuka kpd mereka, dari kecil tidak pernah hidup bersama kedua orang tua..

    Saya ingin menikah karna orang tua saya dulu kecelakaan.. saya ingin memperbaiki keturunan dan saya ingi meninggalkan maksiat.. Saya dan dia bingung pak.ustadz harus bagaimana…. ???
    Mau lanjut nikah tapi sulit untuk mendapatkan restu dari kedua belah pihak.orang tua 😥 Mohon pencerahannya pak ustadz

     
  180. Hamba ALLAH

    16 Februari 2016 at 3:05 am

    Assalamualaikum warohmatullohi wa batokatuh

    Sy seorang laki laki ustadz… setelah saya baca artikeldan komentar seluruh nya sya blm mndpat jwbn
    Cerita saya : sy pacaran dgn wanita. Sya beritahu ke ortu yg sangat sya cintai. Tpi ortu melarng karna suku. Agama kami samq yaitu muslim. Kmdian sy khilaf dan mlakukan zina. Dan sya minta restu ke ortu wanita. Kerna sdh wajib bagi sy menikahi anak ny. Ortu ny setuju dan mnjadi wali . Namun sya yg sangat mencintai ortu sya tidak bilang ke ortu sy (izin). Krna sy berfikir sy wajib menikahi dan syg kpd istri sya. Tanpa ada mksd durhaka kpd ortu sy. Nah stelah kmi mnikah dan punya seorang putri sya beritahu ke ortu sya (berharap jika melihat cucu akan setuju). Ibu saya sdh setuju. Sdgkn ayah sya tidak. Dan ingin sya bercerai dgn istri. Skrg sya sdh memulangkan istri sya ke rmh ortu nya. (Sya lakukan itu krna ayh sy suka marah, sya tak mw ibu sy skit krna ayah suka marah2).
    Pada hri slanjut nya sya marah kepda ayah sya karna kata2 nya yg trlalu menyakiti sy. Dn mmbuat ibu sy trs menangis. Ahirnya sy khilaf dan mengusir ayah sya. Saya sdh durhaka ke ayah saya dan sya jg telah herdosa kpd istri dan anak sya….
    Bagaimana yg harus saya lakukan pak ustadz…???
    Sy menunggu saran ustadz

    Jazakalloha kasiron. Syukron

     
  181. Wita

    28 Maret 2016 at 10:50 am

    Assalamualaikum pak ustadz,usia saya 21 tahun dan calon saya seumuran,kebetulan calon saya itu bekerja dipelayaran,saya dan calon saya ingin menikah tetapi orangtua calon suami saya tidak mau datang,dngan alasan kecewa karena calon suami saya tidak mau sekolah layar yg kedua kali,dengan alasan ingin cari usaha didarat setelah umur 30an,tp orgtuanya tdk setuju dgn keputusan cln suami saya,saran pak ustadz bagaimana jika setelah lebaran thn ini saya menikah dengan calon saya itu,tetapi orangtua pihak laki laki tidak datang melainkan diwakilkan oleh kakek dan saudara2 nya yang lain,dan saat ini ibu calon suami saya sudah tidak mau tahu menahu tentang urusan kami,karena mereka kecewa dan sakit hati dikarenakan kami akan menikah dahulu,kemarin ibu calon suami saya menelpon supaya saya membujuk calon suami saya untuk sekolah lagi ttp hasilnya dia ttp tdk mau,malah ingin menikahi saya,saya bicara baik baik pd ibunya tp ibunya tidak peduli dgn keputusan kmi,kira2 bagaimana pak ustadz solusinya?tolong balas pak ustadz sy butuh pencerahan,trm ksh wasaalam.

     
  182. Deny

    28 Maret 2016 at 11:47 am

    Assalamualaikum pak ustad,. saya ingin meminta sedikit pendapat dari pak ustad, tentang kondisi yng sedang saya alami saat ini. sudah lama saya menjalin hubungan sama cwek saya dan saya sudah mendatangi ke dua ortunya bercerita terusterang memintanya bahwa saya ingin menikahi putrinya, tapi ortunya bilang sabar dulu harus tau nektunya dulu baru nanti di cocokan kalu cocok hitungannya di restui menikah dan klu tdak cocok katanya bukan jodoh jadi tdk merestui menikahi putrinya.. setelah benar” di hitung ternyata tdk cocok.. apakh dlm aturan nikah harus seperti itu pak ustad ? saking cintanya dan tdk ingin pisah dari saya, cwek saya hampir stres gara” gk jadi menikah dngn saya, saya bingung pak ustad,. pendapat tentang cewek saya klu seandainya maksain menikah dngan saya gimana hukumnya pak ustad ..?

     
  183. Mr.f

    20 April 2016 at 12:08 am

    Assalamua’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ustad.
    Saya mau menceritakan masalah yang sedang saya hadapi sekarang ini. Saya pria berumur 26 tahun, sebelumnya saya sempat menjalani hubungan dengan seorang wanita pada saat kami masih duduk dibangku perkuliahan disalah satu perguruan tinggi di pulau jawa, bahkan hubungan kami tersebut hampir genap berusia 6 tahun. Saya berasal dari luar pulau jawa, sedangkan wanita tersebut berasal dari salah satu daerah dipulau jawa. selepas meninggalakan bangku kuliah 2 tahun silam kami sepakat menjalani LDR dan tidak ada masalah yang berarti saat kami menjalaninya, Jujur saya orangnya agak pendiam dan Cuek sedangkan wanita itu aktif untuk berkomunikasi, saya juga percaya bahwa dia sudah paham dengan karakter saya meski terkadang sempat ada pertengkaran jika dia lagi pms 🙂 tapi kita sudah saling mengerti dan percaya. Saya bahkan sudah sangat percaya dengan dia dan yakin bahwa suatu saat saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamarnya sekaligus menikah. Jujur dalam pekerjaan saya tidak seberuntung teman-teman saya yang lain, karena prinsip saya ingin mempunyai pegangan dulu sebelum menikah entah itu pekerjaan ataupun hanya sebatas tabungan untuk modal setelah menikah. Hingga pada saat saya merasa mampu dan yakin ingin menikahi dia dan mungkin karena doa dan ikhtiar yang tiada hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT lah yang memudahkan jalan tersebut.

    Tapi belum saya sempat mengutarakan maksud saya tersebut saya mendengar kabar darinya bahwa dia telah dilamar seorang pria satu daerah dengannya. saya shock, panik dan emosi mendengar kabar itu dan tentunya sangat sangat terpukul, seminggu setelah kabar tersebut saya putuskan untuk datang keorang tuanya bahwa aku akan melamarnya dan berusaha agar bisa merubah keadaan tapi apapun penjelasan saya selalu dipatahkan orang tuanya, terlebih masalah perbedaan derajat ,karena keluarganya merasa keluarga saya lebih berada diatas keluarganya, padahal keluarga kami tidak pernah sedikitpun berprinsip seperti itu, dan yang menjadi alasan lain yaitu masalah jarak, karena orang tuanya takut jika sudah bersuami anaknya jauh dari orang tuanya. Sayapun sudah biacara pada wanita tersebut dan mendengarkan penjelasan bahwa di sudah tidak tahan dengan desakan dari keluarganya serta beberapa lelaki yang telah datang melamarnya, yang saya tak habis pikir sikap cuek saya yang ternyata dijadikan alasan juga padahal itu bukan masalah besar faktanya kami saling percaya dan sering kami lalui selam LDR dan itu bukan masalh berarti karena dia memang sudah paham dengan karakter saya selama 6 tahun. Dia mengatakan bahwa keadaan lah yang membuat dia terpaksa mengambil keputusan tersebut, karena sejatinya dia masih sangat mencintai saya.

    Jujur selama pacaran saat duduk dibangku perkuliahan saya sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita tersebut dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa saya memaksanya ataupun sebaliknya. kami sadar yang kami lakukan salah. Setelah lulus kuliah saya memutuskan kembali kekampung halaman saya, dan dengan keadaan tersebut saya merasa bersyukur karena hubungan ini akan menjadi hubungan yang lebih baik dan sehat karena kami akan terhindar dari dosa zina yang semakin berat, dan seiring berjalan waktu saya memutuskan tidak akan bertemu sebelum saya datang melamar sekaligus menikahinya, karena jika kami hanya sekedar bertemu melepas kangen kami pasti akan melakukan hal tersebut.

    Pada akhirnya keadaan berubah seketika itu dan saya bingung bagaimana saya harus menjalaninya, karena segala daya dan upaya sudah saya lakukan untuk meyakinkan orang tuanya. tapi orang tu beserta keluarganya bersikeras tidak bisa membatalkan pernikahan karena itu akan membuat keluarganya malu. sejujurnya keluarga mereka juga menerima saya dengan baik. pernah suatu ketika saya mencoba cara extreme dengan mengatakan bahwa wanita tersebut sudah tidak virgin dan sudah sering melakukannya bersama saya,tapi nampaknya pria tersebut masih pada pendiriannya, untuk mengutarakan itupun saya harus berpikir ribuan kali karena itu sama saja dengan membuka aib wanita tersebut kepada calon suaminya.

    Karena jujur saya pertama kalinya melakukan hanya dengan dia, sayapun tidak pernah dekat dengan wanita lain, karena saya merasa sudah mempunyai tanggung jawab moril serta penyesalan atas dosa-dosa yang selama ini kami lakukan Saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri untuk menikahinya dan menebus dosa-dosa masa lalu kami dan ingin membimbingnya menjadi lebih baik, saya pikir kami sudah melakukan kesalahan besar maka biarlah kami sendiri yang akan menangungnya serta menebusnya, karena saya tidak ingin jika suatu saat saya memang tidak bersamanya, itu akan menjadi beban saya bila saya mempunyai istri dan anak kelak.

    Apakah saya boleh jujur dengan orang tua wanita tersebut bahwa kami sudah pernah melakukan zina ?…..Saya sempat menanyakan hal ini kepada wanita tersebut “bagaimana jika kita mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada orang tuanya bahwa kita sudah pernah melakukan hubungan suami istri”, karena mungkin itu salah satu cara membuat orang tuanya berubah pikiran.dan dia nampaknya tidak berani mengambil resiko dan ikhlas menerima lamaran pria tersebut dan akan mencoba belajar mencintainya. disitu saya semakin lemah tidak tahu lagi bagaimana saya harus memperjuangkannya. Saya sudah sering melakukan sholat Istiqharah dan memohon agar diberikan petunjuk, dan sampai sekarang saya belum yakin jika harus mengikhlaskannya, karena hati ini kuat untuk memperjuangkannya.

    Mohon sekiranya pak ustad bersedia memberikan pencerahan terhadap masalah saya ini.
    Termimakasih.

     
  184. Fajry Hermawan

    20 April 2016 at 12:17 am

    Assalamua’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ustad.
    Saya mau menceritakan masalah yang sedang saya hadapi sekarang ini. Saya pria berumur 26 tahun, sebelumnya saya sempat menjalani hubungan dengan seorang wanita pada saat kami masih duduk dibangku perkuliahan disalah satu perguruan tinggi di pulau jawa, bahkan hubungan kami tersebut hampir genap berusia 6 tahun. Saya berasal dari luar pulau jawa, sedangkan wanita tersebut berasal dari salah satu daerah dipulau jawa. selepas meninggalakan bangku kuliah 2 tahun silam kami sepakat menjalani LDR dan tidak ada masalah yang berarti saat kami menjalaninya, Jujur saya orangnya agak pendiam dan Cuek sedangkan wanita itu aktif untuk berkomunikasi, saya juga percaya bahwa dia sudah paham dengan karakter saya meski terkadang sempat ada pertengkaran jika dia lagi pms 🙂 tapi kita sudah saling mengerti dan percaya. Saya bahkan sudah sangat percaya dengan dia dan yakin bahwa suatu saat saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamarnya sekaligus menikah. Jujur dalam pekerjaan saya tidak seberuntung teman-teman saya yang lain, karena prinsip saya ingin mempunyai pegangan dulu sebelum menikah entah itu pekerjaan ataupun hanya sebatas tabungan untuk modal setelah menikah. Hingga pada saat saya merasa mampu dan yakin ingin menikahi dia dan mungkin karena doa dan ikhtiar yang tiada hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT lah yang memudahkan jalan tersebut.

    Tapi belum saya sempat mengutarakan maksud saya tersebut saya mendengar kabar darinya bahwa dia telah dilamar seorang pria satu daerah dengannya. saya shock, panik dan emosi mendengar kabar itu dan tentunya sangat sangat terpukul, seminggu setelah kabar tersebut saya putuskan untuk datang keorang tuanya bahwa aku akan melamarnya dan berusaha agar bisa merubah keadaan tapi apapun penjelasan saya selalu dipatahkan orang tuanya, terlebih masalah perbedaan derajat ,karena keluarganya merasa keluarga saya lebih berada diatas keluarganya, padahal keluarga kami tidak pernah sedikitpun berprinsip seperti itu, dan yang menjadi alasan lain yaitu masalah jarak, karena orang tuanya takut jika sudah bersuami anaknya jauh dari orang tuanya. Sayapun sudah biacara pada wanita tersebut dan mendengarkan penjelasan bahwa di sudah tidak tahan dengan desakan dari keluarganya serta beberapa lelaki yang telah datang melamarnya, yang saya tak habis pikir sikap cuek saya yang ternyata dijadikan alasan juga padahal itu bukan masalah besar faktanya kami saling percaya dan sering kami lalui selam LDR dan itu bukan masalh berarti karena dia memang sudah paham dengan karakter saya selama 6 tahun. Dia mengatakan bahwa keadaan lah yang membuat dia terpaksa mengambil keputusan tersebut, karena sejatinya dia masih sangat mencintai saya.

    Jujur selama pacaran saat duduk dibangku perkuliahan saya sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita tersebut dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa saya memaksanya ataupun sebaliknya. kami sadar yang kami lakukan salah. Setelah lulus kuliah saya memutuskan kembali kekampung halaman saya, dan dengan keadaan tersebut saya merasa bersyukur karena hubungan ini akan menjadi hubungan yang lebih baik dan sehat karena kami akan terhindar dari dosa zina yang semakin berat, dan seiring berjalan waktu saya memutuskan tidak akan bertemu sebelum saya datang melamar sekaligus menikahinya, karena jika kami hanya sekedar bertemu melepas kangen kami pasti akan melakukan hal tersebut.

    Pada akhirnya keadaan berubah seketika itu dan saya bingung bagaimana saya harus menjalaninya, karena segala daya dan upaya sudah saya lakukan untuk meyakinkan orang tuanya. tapi orang tu beserta keluarganya bersikeras tidak bisa membatalkan pernikahan karena itu akan membuat keluarganya malu. sejujurnya keluarga mereka juga menerima saya dengan baik. pernah suatu ketika saya mencoba cara extreme dengan mengatakan bahwa wanita tersebut sudah tidak virgin dan sudah sering melakukannya bersama saya,tapi nampaknya pria tersebut masih pada pendiriannya, untuk mengutarakan itupun saya harus berpikir ribuan kali karena itu sama saja dengan membuka aib wanita tersebut kepada calon suaminya.

    Karena jujur saya pertama kalinya melakukan hanya dengan dia, sayapun tidak pernah dekat dengan wanita lain, karena saya merasa sudah mempunyai tanggung jawab moril serta penyesalan atas dosa-dosa yang selama ini kami lakukan Saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri untuk menikahinya dan menebus dosa-dosa masa lalu kami dan ingin membimbingnya menjadi lebih baik, saya pikir kami sudah melakukan kesalahan besar maka biarlah kami sendiri yang akan menangungnya serta menebusnya, karena saya tidak ingin jika suatu saat saya memang tidak bersamanya, itu akan menjadi beban saya bila saya mempunyai istri dan anak kelak.

    Apakah saya boleh jujur dengan orang tua wanita tersebut bahwa kami sudah pernah melakukan zina ?…..Saya sempat menanyakan hal ini kepada wanita tersebut “bagaimana jika kita mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada orang tuanya bahwa kita sudah pernah melakukan hubungan suami istri”, karena mungkin itu salah satu cara membuat orang tuanya berubah pikiran.dan dia nampaknya tidak berani mengambil resiko dan ikhlas menerima lamaran pria tersebut dan akan mencoba belajar mencintainya. disitu saya semakin lemah tidak tahu lagi bagaimana saya harus memperjuangkannya. Saya sudah sering melakukan sholat Istiqharah dan memohon agar diberikan petunjuk, dan sampai sekarang saya belum yakin jika harus mengikhlaskannya, karena hati ini kuat untuk memperjuangkannya.

    Mohon sekiranya pak ustad bersedia memberikan pencerahan terhadap masalah saya ini.
    Termimakasih.

     
  185. Fajry Hermawan

    21 April 2016 at 2:11 am

    Assalamua’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ustad.
    Saya mau menceritakan masalah yang sedang saya hadapi sekarang ini. Saya pria berumur 26 tahun, sebelumnya saya sempat menjalani hubungan dengan seorang wanita pada saat kami masih duduk dibangku perkuliahan disalah satu perguruan tinggi di pulau jawa, bahkan hubungan kami tersebut hampir genap berusia 6 tahun. Saya berasal dari luar pulau jawa, sedangkan wanita tersebut berasal dari salah satu daerah dipulau jawa. selepas meninggalakan bangku kuliah 2 tahun silam kami sepakat menjalani LDR dan tidak ada masalah yang berarti saat kami menjalaninya, Jujur saya orangnya agak pendiam dan Cuek sedangkan wanita itu aktif untuk berkomunikasi, saya juga percaya bahwa dia sudah paham dengan karakter saya meski terkadang sempat ada pertengkaran jika dia lagi pms 🙂 tapi kita sudah saling mengerti dan percaya. Saya bahkan sudah sangat percaya dengan dia dan yakin bahwa suatu saat saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamarnya sekaligus menikah. Jujur dalam pekerjaan saya tidak seberuntung teman-teman saya yang lain, karena prinsip saya ingin mempunyai pegangan dulu sebelum menikah entah itu pekerjaan ataupun hanya sebatas tabungan untuk modal setelah menikah. Hingga pada saat saya merasa mampu dan yakin ingin menikahi dia dan mungkin karena doa dan ikhtiar yang tiada hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT lah yang memudahkan jalan tersebut.

    Tapi belum saya sempat mengutarakan maksud saya tersebut saya mendengar kabar darinya bahwa dia telah dilamar seorang pria satu daerah dengannya. saya shock, panik dan emosi mendengar kabar itu dan tentunya sangat sangat terpukul, seminggu setelah kabar tersebut saya putuskan untuk datang keorang tuanya bahwa aku akan melamarnya dan berusaha agar bisa merubah keadaan tapi apapun penjelasan saya selalu dipatahkan orang tuanya, terlebih masalah perbedaan derajat ,karena keluarganya merasa keluarga saya lebih berada diatas keluarganya, padahal keluarga kami tidak pernah sedikitpun berprinsip seperti itu, dan yang menjadi alasan lain yaitu masalah jarak, karena orang tuanya takut jika sudah bersuami anaknya jauh dari orang tuanya. Sayapun sudah biacara pada wanita tersebut dan mendengarkan penjelasan bahwa di sudah tidak tahan dengan desakan dari keluarganya serta beberapa lelaki yang telah datang melamarnya, yang saya tak habis pikir sikap cuek saya yang ternyata dijadikan alasan juga padahal itu bukan masalah besar faktanya kami saling percaya dan sering kami lalui selam LDR dan itu bukan masalh berarti karena dia memang sudah paham dengan karakter saya selama 6 tahun. Dia mengatakan bahwa keadaan lah yang membuat dia terpaksa mengambil keputusan tersebut, karena sejatinya dia masih sangat mencintai saya.

    Jujur selama pacaran saat duduk dibangku perkuliahan saya sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita tersebut dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa saya memaksanya ataupun sebaliknya. kami sadar yang kami lakukan salah. Setelah lulus kuliah saya memutuskan kembali kekampung halaman saya, dan dengan keadaan tersebut saya merasa bersyukur karena hubungan ini akan menjadi hubungan yang lebih baik dan sehat karena kami akan terhindar dari dosa zina yang semakin berat, dan seiring berjalan waktu saya memutuskan tidak akan bertemu sebelum saya datang melamar sekaligus menikahinya, karena jika kami hanya sekedar bertemu melepas kangen kami pasti akan melakukan hal tersebut.

    Pada akhirnya keadaan berubah seketika itu dan saya bingung bagaimana saya harus menjalaninya, karena segala daya dan upaya sudah saya lakukan untuk meyakinkan orang tuanya. tapi orang tu beserta keluarganya bersikeras tidak bisa membatalkan pernikahan karena itu akan membuat keluarganya malu. sejujurnya keluarga mereka juga menerima saya dengan baik. pernah suatu ketika saya mencoba cara extreme dengan mengatakan bahwa wanita tersebut sudah tidak virgin dan sudah sering melakukannya bersama saya,tapi nampaknya pria tersebut masih pada pendiriannya, untuk mengutarakan itupun saya harus berpikir ribuan kali karena itu sama saja dengan membuka aib wanita tersebut kepada calon suaminya.

    Karena jujur saya pertama kalinya melakukan hanya dengan dia, sayapun tidak pernah dekat dengan wanita lain, karena saya merasa sudah mempunyai tanggung jawab moril serta penyesalan atas dosa-dosa yang selama ini kami lakukan Saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri untuk menikahinya dan menebus dosa-dosa masa lalu kami dan ingin membimbingnya menjadi lebih baik, saya pikir kami sudah melakukan kesalahan besar maka biarlah kami sendiri yang akan menangungnya serta menebusnya, karena saya tidak ingin jika suatu saat saya memang tidak bersamanya, itu akan menjadi beban saya bila saya mempunyai istri dan anak kelak.

    Apakah saya boleh jujur dengan orang tua wanita tersebut bahwa kami sudah pernah melakukan zina , dan apakah cara saya tersebut “salah”jika bermaksud untuk menggagalkan pernikahan mereka, karena hal ini akan membebani saya dan mungkin juga wanita tersebut walaupun dirinya harus berusah ikhlas. Karena yang saya tahu dalam islam tidak ada istilah tunangan ataupun lamaran
    Saya sempat menanyakan hal ini kepada wanita tersebut “bagaimana jika kita mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada orang tuanya bahwa kita sudah pernah melakukan hubungan suami istri”, karena mungkin itu salah satu cara membuat orang tuanya berubah pikiran.dan dia nampaknya tidak berani mengambil resiko dan ikhlas menerima lamaran pria tersebut dan akan mencoba belajar mencintainya. disitu saya semakin lemah tidak tahu lagi bagaimana saya harus memperjuangkannya. Saya sudah sering melakukan sholat Istiqharah dan memohon agar diberikan petunjuk, dan sampai sekarang saya belum yakin jika harus mengikhlaskannya, karena hati ini kuat untuk memperjuangkannya.
    Dan satu lagi, yang saya maksud orang tua disini adalah orang tua angkat, dia diasuh oleh orang tua angkatnya sejak kecil tetapi dia juga masih berhubungan baik dengan orang tua kandungnya.
    Mohon sekiranya pak ustad bersedia memberikan pencerahan terhadap masalah saya ini.
    Termimakasih.
    Wassallam.

     
  186. lovi

    25 April 2016 at 9:52 pm

    Asalamualaikum ustad, saya mohon bantuan ustad, saya ingin menikah di usia 20 tahun ini, dri pihak pria sudah mendatangkan ibunya untuk melamar saya dgn membawa uang lamaran namum ibu saya meminta waktu 2-3 tahun lagi sampai ayah saya menyetujuinya, sedangkan dri pihak pria ga mw nunggu trlalu lama dan ayah saya pun tidak mengijinkan saya menikah untuk saat ini, ayah saya mengijinkan menikah stlah saya lulus kuliah 4 thun lgi ,saya harus bgaimana ustad? Ditambah pria yg mw lamar aaya kerja blum tetap tapi dia mmpu untuk menafkahi saya, kalo sampe ayah saya tw makin tidak direstui hbungan kami, tolong jwb prtnyaan saya ustad trimakasih ustd

     
  187. Zara

    28 April 2016 at 1:02 pm

    assalamualaikum
    Dear Ustad

    Saya bingung dengan maslah sahabat saya, dia memiliki hub dengan seorang laki-laki yang ternyata masih berstatus suami orang, namun dalam hukum agama sudah bercerai dengan istrinya hanya saja belum disahkan oleh negara ( pengadilan ) karena alasan biaya.
    nah sekarang yang jadi maslah adalah orang tua sahabat saya memberikan syarat mereka bisa menikah saat sang lelaki sudah memberikan surat cerainya.
    padahal posisi nya sekrang sahabat saya dan kekasihnya merantau diluar kota dan bisa dibilang sangat rentan untuk berbuat zina.

    sang Ibu dari pihak wanita menyarankan mereka berdua untuk menikah siri dulu agar menghindari dosa dengan wali kakak laki2 kandung sahabat saya ( si wanita ). kira-kira bagaimana hukum pernikahannya menurut ustad ? apa sah jika mereka menikah tanpa diketahui ayah kandung wanita dengan tujuan menghindari zina ?

     
  188. wati

    29 April 2016 at 12:29 pm

    assalamualaikum ustad, saya memiliki masalah yang sangat rumit sekali.
    umur kami terpaut jauh yaitu 8 tahun, skrang saya berumur 22 tahun dan dia 30 tahun, insyaAllah dia laki-laki soleh, berpendidikan agama, mengerti agama, 8 tahun pula saya mengenalnya walaupun hanya sekedar lewat hp atau fb,kadang bermain ke rumah minimal 2 kali satu tahun. dan sudah 8 tahun dia menunggu saya dari smp sampai sekarang saya masih kuliah semester 6. dia sudah sangat serius untuk menikah dengan saya dan saya pun setuju untk menikah dengannya. awalnya orang tua saya mengajukan suatu pertanyaan kepada dia “apakah kamu sanggup menunggu anak saya sampai lulus kuliah?” dia menjawab “Ya”.
    suatu ketika dia mengatakan ingin segera menikah dengan alasan umur dia sepatutnya sudah menikah, dan syahwatnya sudah tidak bisa ditahan. yang dia takutkan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan (berzina).
    suatu ketika dia datang kerumah untuk membicarakan hal serius tentang pernikahan, dan ingin menikahi saya pada tahun ini, orang tua saya merestui hubungan kami tetapi tidak mengijinkan untuk tahun ini, orant tua beralasan katanya kalo nikah berarti saya tidak menyayangi mereka yang sudah membesarkan dan menyekolahkan saya sampai sekarang banting tulang mencari nafkah untuk sekolah saya, dan dia tidak mau dipandang rendah oleh orang lain tentang dia menikahkan saya yang masih kulaih.
    disisi lain saya tidak mau menjadi anak yang durhaka kepada orang tua, dan disisi lain saya sangat menyayangi dia dan saya meyakini kalo dia akan menjadi suami yang baik bagi saya yang mengerti agama yang akan membimbing saya kepada jalan yang baik.
    saya sudah berusa berbicara kepada orang tua saya tentang rencana kami untuk menikah, tetapi orang tua tetap dengan prinsipnya tidak akan menikahkan anaknya sebelum lulus kuliah, sedangkan dia ingin cepat segera menikah, jika orang tua saya tidak mengijinkan pada tahun ini, berarti orang tua saya tidak menyetujui hubungan kami. dan dia akan berhenti melanjutkan hubungan kami, dan akan minta dijodohkan pada ustadnya. sampai saat ini dia masih memeprtahankan hubungan kami untuk mengetahui kejelasannya dari orang tua saya, dan dia masih sangat menginginkan untuk menikah dengan saya, dan alasan lain dia ingin cepat menikah karena keadaan orang tua nya yang sudah berumur sangat uzur.

    pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan pada posisi saya saat ini?

     
  189. wati

    29 April 2016 at 12:33 pm

    assalamualaikum ustad, saya memiliki masalah yang sangat rumit sekali.
    umur kami terpaut jauh yaitu 8 tahun, skrang saya berumur 22 tahun dan dia 30 tahun, insyaAllah dia laki-laki soleh, berpendidikan agama, mengerti agama, 8 tahun pula saya mengenalnya walaupun hanya sekedar lewat hp atau fb,kadang bermain ke rumah minimal 2 kali satu tahun. dan sudah 8 tahun dia menunggu saya dari smp sampai sekarang saya masih kuliah semester 6. dia sudah sangat serius untuk menikah dengan saya dan saya pun setuju untk menikah dengannya. awalnya orang tua saya mengajukan suatu pertanyaan kepada dia “apakah kamu sanggup menunggu anak saya sampai lulus kuliah?” dia menjawab “Ya”.
    suatu ketika dia mengatakan ingin segera menikah dengan alasan umur dia sepatutnya sudah menikah, dan syahwatnya sudah tidak bisa ditahan. yang dia takutkan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan (berzina).
    suatu ketika dia datang kerumah untuk membicarakan hal serius tentang pernikahan, dan ingin menikahi saya pada tahun ini, orang tua saya merestui hubungan kami tetapi tidak mengijinkan untuk tahun ini, orant tua beralasan katanya kalo nikah berarti saya tidak menyayangi mereka yang sudah membesarkan dan menyekolahkan saya sampai sekarang banting tulang mencari nafkah untuk sekolah saya, dan dia tidak mau dipandang rendah oleh orang lain tentang dia menikahkan saya yang masih kulaih.
    disisi lain saya tidak mau menjadi anak yang durhaka kepada orang tua, dan disisi lain saya sangat menyayangi dia dan saya meyakini kalo dia akan menjadi suami yang baik bagi saya yang mengerti agama yang akan membimbing saya kepada jalan yang baik.
    saya sudah berusa berbicara kepada orang tua saya tentang rencana kami untuk menikah, tetapi orang tua tetap dengan prinsipnya tidak akan menikahkan anaknya sebelum lulus kuliah, sedangkan dia ingin cepat segera menikah, jika orang tua saya tidak mengijinkan pada tahun ini, berarti orang tua saya tidak menyetujui hubungan kami. dan dia akan berhenti melanjutkan hubungan kami, dan akan minta dijodohkan pada ustadnya. sampai saat ini dia masih memeprtahankan hubungan kami untuk mengetahui kejelasannya dari orang tua saya, dan dia masih sangat menginginkan untuk menikah dengan saya, dan alasan lain dia ingin cepat menikah karena keadaan orang tua nya yang sudah berumur sangat uzur.

    pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan pada posisi saya saat ini?

    terimakasih, wassalamualaikum

     
  190. Butuh pencerahan

    8 Mei 2016 at 9:53 am

    Assalamuallaikum..Wr, Wb..
    Ustad mohon bimbingannya.
    Sy pria usia 25 thn, sy sdh menjalin hubungan dengan wanita yg sy cintai lebih dari 2 thn..! Kami berdua sdh punya niat untuk bersama dalam ikatan yg suci, dan sbelumnya kami berdua sdh trlanjur melakukan hubungan di luar batasan (hub. Suami isteri). Namun sayangnya. Keinginan kami tidak di restui dari kedua orang tuanya. Kami sdh berusaha dengan berbagai penjelasan, tapi orsng tuanya tetap tidak mau bahkan akan menikahkan anak perempuannya dengan laki2 pilihan mereka yg pacar sy tidak cintai, dia sampai dipaksa oleh orang tuanya sampai di hadapkan dengan pilihan, pilih orang tua atau pilih dengan pilihan mu.? Konsekwensinya jika sipermpuan pilih sy maka dia akan di buang oleh orang tuanya dan tidak akan di pedulikan apapun yg dia lakukan. Sy sudah tanya dan yakikan dia dengan apa yg akan dia pilih, dan pilihannya dia akan tetap dengan sy walaupun dia dibuang orang tuanya. Tapi kira2 pak usatad.. jalan apa yg kita harus ambil agar bisa menikah karena orang tuanya tidak peduli lagi dengan apa yg dia lakukan. Terimakasih..

     
  191. hamba Allah

    9 Mei 2016 at 11:03 am

    Assalamuaikum wr. wb

    pak ustad saya seorg gadis berusia 26 thn. saya berencana menikah dengan pacar saya, kami telah menjal;in hubungan selama 6 thn, namun org tua saya tidak setuju dgn nya dikarenakan dya memiliki tanda lahir diwajah yang dianggap cacat oleh keluarga saya, namun saya benar-benar ingin menikah dgn dya. jd org tua saya mengatakan bahwasannya ayah saya mau menikahkan saya akan tetapi setelah menikah mereka memutuskan hubungan keluarga dengan saya, bagaimana menurut bapak padahal saya ingin menikah untuk ridha Allah, dan terhindar dari zina.
    terima kasih bapak

    walaikum salam wr. wb.

     
  192. Muthi Atika

    9 Mei 2016 at 2:04 pm

    Assalamu’alaikum ustadz…

    mau tanya apabila saya sebagai wanita dan mempunyai pasangan yg ingin menikahi saya tpi kedua orang tua saya yg tdk merestui dgn alasan pasangan saya bekerja tdk mapan (contoh mapan adlh pegawai negeri) dan yg kedua orang tua saya tanya kepada orang pintar (misal bisa dibilang dukun/sesepuh) katanya pasangan saya tdk baik,, tdk sayang dgn saya,, dan dilihat kedepannya hidup saya bakalan susah… Naudzubillah!!!! orang tua saya lebih percaya apa kata org pintar tersebut sampai detik ini orang tua saya baik ayah atau ibu sma sekali tdk merestui,,, saudara saya seperti paman dan bibi sdh saya minta tolong buat ksh pengertian kepada orang tua tpi hasilnya nihil orang tua saya tetap keras tdk merestui,,, skrg ustadz apa yg hrs saya lakukan dan apabila saya tetap melaksanakan pernikahan tersebut apa saya dbilang anak yg durhaka???

     
  193. Muthi Atika

    9 Mei 2016 at 2:05 pm

    Assalamu’alaikum ustadz…

    mau tanya apabila saya sebagai wanita dan mempunyai pasangan yg ingin menikahi saya tpi kedua orang tua saya yg tdk merestui dgn alasan pasangan saya bekerja tdk mapan (contoh mapan adlh pegawai negeri) dan yg kedua orang tua saya tanya kepada orang pintar (misal bisa dibilang dukun/sesepuh) katanya pasangan saya tdk baik,, tdk sayang dgn saya,, dan dilihat kedepannya hidup saya bakalan susah… Naudzubillah!!!! orang tua saya lebih percaya apa kata org pintar tersebut sampai detik ini orang tua saya baik ayah atau ibu sma sekali tdk merestui,,, saudara saya seperti paman dan bibi sdh saya minta tolong buat ksh pengertian kepada orang tua tpi hasilnya nihil orang tua saya tetap keras tdk merestui,,, skrg ustadz apa yg hrs saya lakukan dan apabila saya tetap melaksanakan pernikahan tersebut apa saya dbilang anak yg durhaka???

    Wasallamualaikum

     
  194. Muthi Atika

    9 Mei 2016 at 2:08 pm

    Assalamu’alaikum ustadz…

    mau tanya apabila saya sebagai wanita dan mempunyai pasangan yg ingin menikahi saya tpi kedua orang tua saya yg tdk merestui dgn alasan pasangan saya bekerja tdk mapan (contoh mapan adlh pegawai negeri) dan yg kedua orang tua saya tanya kepada orang pintar (misal bisa dibilang dukun/sesepuh) katanya pasangan saya tdk baik,, tdk sayang dgn saya,, dan dilihat kedepannya hidup saya bakalan susah… Naudzubillah!!!! orang tua saya lebih percaya apa kata org pintar tersebut sampai detik ini orang tua saya baik ayah atau ibu sma sekali tdk merestui,,, saudara saya seperti paman dan bibi sdh saya minta tolong buat ksh pengertian kepada orang tua tpi hasilnya nihil orang tua saya tetap keras tdk merestui,,, skrg ustadz apa yg hrs saya lakukan dan apabila saya tetap melaksanakan pernikahan tersebut apa saya dbilang anak yg durhaka???

    Wassallamualaikum

     
  195. rzl

    11 Mei 2016 at 3:58 pm

    Aasalamualiakum ustd
    Saya mau bertanya..bagaimna jika kami mau menikah namun orangtua wanita belum merestui karena sya pihak laki2 tpernah mngecewakan hati anaknya..namun skrg hubungan kami kembali membaik..saya ada niat baik..yaitu ingin menikahinya..namun hati ibunya mssih belum mnerima saya…bagaimna jika sang wanita bersikeras mau saya nikahi..namun sang ibu belum merestui..bahkan mnyuruh si wanita untuk tidak bertemu dulu dengan saya….durhakakah si wanita karena menentang ibunya…??apa yg harus saya n wanita saya lakukan ??

     
  196. candra

    14 Mei 2016 at 12:34 am

    Pak,saya minta tolong bantuan untuk diberi solusi,saya candra umur 31 thun…pacar saya umur 25 tahun…selama ini kami berhubungan jarak jauh krna pacar masih kuliah di luar kota dan selama ini biaya kuliah ditanggung om pacar saya…orang tuanya jg merestui hubungan kami.sekarang pacar saya sudah lulus kuliah dan pengen menjadi dosen,saya sudah berencara untuk melamar pacar saya itu…tapi akhir2 ini hubungan kami agak renggang karena om dari pacar saya meninggal dunia dan berpesan untuk mencari pasangan yg sesuai sama profesi pacar saya biar derajat keluarga bisa lebih baik….yang jadi pertanyaan saya apa yang harus saya lakukan kedepan nya…apakah saya harus mundur atau tetap melanjutkan rencana saya melamar pacar saya itu sedangkan dari saya sendiri tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah lagi biar bs jadi dosen atau se profesi sama pacar saya itu…mohon pencerahan nya….terima kasih

     
  197. candra

    14 Mei 2016 at 1:01 am

    pak saya minta tolong untuk di beri solusi….saya laki2 umur 31 pacar saya umur 24,,kami sudah pacaran selama 7 tahun,selama ini kami berhubungan jarak jauh karena pacar saya kuliah di luar kota dan biaya kuliah pacar saya itu ditanggung om pacar saya itu,sekarang pacar saya sudah lulus kuliah dan ingin menjadi seorang dosen …orang tua dari pacar saya merestui hubungan kami dan saya berencana untuk segera melamarnya…tp hubungan kami akhir2 ini mulai renggang karena om pacar saya meninggal dunia dan beliau berpesan kepada pacar saya untuk mencari pasangan yang se profesi dngan pekerjaan nya agar derajat keluarganya bisa lebih baik…yang jadi pertanyaan saya…apakah saya harus mundur atau tetap dengan rencana awal untuk segera melamar nya…karena orang tua dari pacar saya ragu gara2 pesan dari mendiang om pacar saya itu….mohon pencerahan nya pak…terima kasih

    wassalamu alaikum wr wb

     
  198. Cha

    16 Mei 2016 at 1:32 pm

    Tuhan melahirkan seorang anak untuk menjalankan perintah allah swt, bukan perintah orang tua. Bila anak menyakiti hati orang tua yang saleh, laknatlah anak itu. Apabila ank menyakiti hati orang tuanya yang tidak saleh untuk menjadi org saleh dan tidak mengikuti keinginan orang tuanya menjual dirinya untuk pria atau wanita hanya untuk sebuah derajat, gengsi dan alasan yang tidak sesuai akidah. Anaknya yg laknat atau orang tuanya.
    Orang tua yang bijaksana dan memiliki kasih sayang dan agama yang baik tidak akan berbicara seperti anda saat ini. Smw harus ditilik dari sebab musabab kenapa anak menikah tanpa restu orang tuanya.
    Lebih baik durhaka pada orang tua drpd durhaka pada allah swt. Trimakasih.

     
    • salwintt

      20 Mei 2016 at 1:12 pm

      masya allah, syukran

       
      • Nunu

        22 Mei 2016 at 6:12 pm

        Assalamu’alaikum Ustad, saya punya keluarga yg sangat menyayangi saya , bisa dibilang saya anak kesayangan . Saat ini saya menginjak usian 23 tahun dan saya mempunyai pacar dan berniat utk menikah dalam waktu dekat . Kami berdua sudah bekerja . Tetapi keluarga saya, khususnya org tua saya tidak mengizinkan dikarena kan karna calon suami saya minta, jika kami menikah nanti saya harus pindah ke kampung halamannya , dan jarak dari kampung halamannya itu sekitar 9 jam dari rumah saya . Ibu saya tidak mau jika saya jauh darinya . Saya sangat bingung harus bagaimana , trimakasih ustad , saya sangat mengharapkan jawaban dari ustad .

         
      • yrem

        26 Mei 2016 at 8:39 am

        Assalamualaikum ustad,,
        saya mau tanya saya dan pacar saya sudah 4 tahun pacaran, kami ingin melanjutkan ke pernikahan, karna tak mau lagi pacaran lama2 takut HAL sebelumnya yang pernah kami lakukan terulang lagi, tapi bapak saya tidak sejutu dengan alasan yang saya sendiri tidak tahu apa alasannya kenapa ngga setuju. Padahal pacar saya sudah menemui bapak saya, tapi tetap tidak mau. Kalau dari pihak keluarga pacar saya semuanya setuju, kendalanya hanya di bapak saya. Saya harus gimana? Bapak saya suruh pacar saya buat ninggalin saya dan cari yang lain tapi dia ngga mau karna dia sayang sama saya dan ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi.. Tolong jawabannya ustad,, terima kasih. Wassalam

         
      • Ramadhani

        6 Juni 2016 at 6:13 pm

        Assalamualaikum. Bagaimana kalau pacar saya mualaf dan sudah berniat untuk menikahi saya tetapi keluarga tetap tidak merestui. Sedangkan saya sudah nyaman dan ingin menikah dengan pasangan saya. Apa yang harus saya lakukan.

         
  199. anisa

    25 Mei 2016 at 9:37 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb,, ustadz saya mau bertanya mohon pendapatnya. Saya seorang perempuan berusia 20thn,sya memiliki kekasih berusia 28thn. Kami sudah 2thn berpacaran . Tapi ibu saya tidak menyukainya karna dia seorg buruh pabrik yg katanya tidak punya masa depan katanya. Suatu hari dia datang kerumah untuk melamar saya. Jelas saja tidak d terima oleh mama sya bahkan mama saya jadi ga suka gitu sama si aa(nama panggilan). Terus terang saya malu sama keluarganya.org tuanya sudah tua . Katanya mumpung masih ada bapa sama umi ingin melihat anak laki”nya menikah.tapi saya belum bisa mengabulkan permintaan dari org tuanya. Tapi dalam hati saya ingin membahagiakn keluarganya tapi juga tidak mau mengecewakan mama saya. Saya harus gimana ustadz ? Mohon saran nya terimakasih…

     
  200. alkeeena

    30 Mei 2016 at 1:51 pm

    Assalamualaikum Pak minta tolong bantuanya. Saya sudah dilamar oleh calon saya tapi ibu saya yang dulunya setuju sekarang tidak setuju dan menyuruh saya mencari kenalan orang lain yang sudah mapan / masa depanya sudah bisa dilihat (dapat pensiun di hari tuanya). Sementara akan menjelang lamaran saya tidak punya kenalan pria, ibu saya sendiri tidak menolak ketika ada berita akan dilamar walaupun saat itu sudah “nggak sreg”. Setelah lamaran, kenalan2 pria bermunculan, kerabat yang pernah bekerja di bidang yang sama seperti calon saya muncul dan mengatakan kalau dia sekarang tidak sukses dan menasihati untuk mencari orang yang mapan supaya tidak seperti dia sekarang. Pekerjaan ayah saya dulu juga sama seperti calon, dan ada pasang surutnya malah lebih banyak surutnya. Ibu saya tidak mau saya mengalami yang pernah dialaminya. Tapi orang2 yang pernah menikah mengatakan bahwa setelah menikah Allah berjanji akan memberi rejeki yang berlimpah dan mengatakan jangan takut hidup setelah menikah, semuanya bisa dibicarakan berdua. Lalu apa yang harus saya lakukan pak? Sekarang saya dan calon sedang menabung untuk biaya nikah. Terima kasih

     
  201. andy azka

    1 Juni 2016 at 9:49 pm

    Assalamualaikum pak ustad saya andy dari lampung yg ingin saya tanyakan saya pnya pacar dan berniat ingin mnikahinya tpi otu perempuannya tidak setuju krna tidak se level sudah usaha pontang panting ttp saja tidak setuju..kmudian saya berbuat zina dgn pacar saya..saya ingin tanggung jawab tpi tetap aja ortu nya tidak setuju kaka laki2 nya pun takut tuk jadi walinya sedangkan pacar saya sudah mengandung… apa yg hatus saya lakukan pak ustad mohon bantuannya wassalamualaikum wrwbb

     
  202. Nissa

    5 Juni 2016 at 3:06 pm

    Assalamualaikum ustadz,sy wanita berumur 21th. sy sdh menjalin hub dgn seorang laki-laki yg mrpkn tmn sy dr SD. namun hub kmi sudh smpai 5th orgtua sy blm jg menyetujui,karena alasan laki2 trsebut bukan dr keluarga org kaya dn keluarganya bukan org terpandang. sy memutuskan untuk menikah dgnnya krna sy sadar akan sikap sy dan dia yg sudah smakin jauh. haruslah ditebus dengan menikah dosa yg telah kmi perbuat ini. sy hanya ingin menebus dosa dan menyempurnakan iman sy,laki2 tersebut sudah dtg kerumah sy,namun mdpt penolakan dr ibu saya,Alhamdulillah ayah sy sudah memberikan izin,namun ibu sy smpai mendatangi rumah si laki2 tersebut dan meminta menjauhi sy,namun niat sy sudah bulat ingin menikah dengannya,apa yg harus sy lakukan pak ustadz, ayah sy mgkn mau menikahkan sy,tp bagaimana dgn ibu saya? setelah ibu sy mendatangi rumah si laki2 itu,laki2 itu pun meninggalkan sy,dia menyuruh sy untuk mengikuti kemauan ibu sy,tp sy ttp tdk mau. krna dialah laki2 pilihan sy. apakah sy termasuk anak yg durhaka? sdgkn ibu sy pernah bilang kpd ibu dr si laki2 tsb bahwa sy sudah memiliki calon yg kaya,sebut sj si X,masyAh si X memang org kaya,tp dia ahli judi dan mabuk2an tadz,sy miris dgr seperti itu.
    apa yg harus sy lakukan? sdgkn Alhamdulillah laki2 yg sy pilih akhlaq nya baik dan Alhamdulillah ibadahnya jg baik tadz,menurut apa yy sy saksikan.

     
  203. naya

    7 Juni 2016 at 7:23 pm

    Assalamualaikum, Wr,Wb.
    Bagaimana mana dengan orang tua si pria yang belum iklas merestui hubungan anaknya yang ingin segera menikah, dikarenakan si perempuan masa lalunya kelam(playgirl). tetapi si laki-laki ini mampu menerima dan membimbing si perempuan dengan baik dan akhirnya si perempuan mau mendekatkan diri kepada allah?
    menjalin kedekatan kurang lebih 3tahun. apakah harus pasrah terhadap allah kak?
    nantinya ia berjodoh atau tidak. orang tua dari perempuan sudah setuju tetapi ayah dari si laki-laki tersebut masih belum bisa menerima si perempuan. mohon sarannya

     
  204. Alif

    9 Juni 2016 at 1:52 am

    Asslmkm wr wb, sy adalah seorang laki2 dgn umur 27 th, beberapa waktu saya berbicara kpd org tua saya bahwa saya ingin dilamarkan , di awal org tua saya mengiyakan, tetapi tiba2 ketika saya mencoba menanyakan utk kesiapan dtg k org tua calon saya, ibu saya membatalkan dgn alasan bahwa saya harus jadi supervisor terlebih dahulu dengan nominal gaji yg besar, pdhl saya sudah cukup bersyukur dapat bekerja d suatu perusahaan bumn. Dengan hal ini apakah yg harus saya lakukan? Dan mengapa org tua saya justru memaksakan akan materi?

     
  205. merry

    14 Juni 2016 at 4:32 pm

    assalamualaikum..
    saya ingin minta solusi , nama saya merry dan saya mempunyai tunangan bernama jaka , kami sudah menjalin hubungan 2thn pacaran lalu pada akhirnya saya di lamar oleh pacar saya saat ini sudah berjalan 4 tahun tunangan dan 2 tahun pacaran total jadi 6 tahun saya hubungan dengan dia . pada awal pacaran ibunya seperti menunjukkan tidak suka terhadap saya , tetapi kami masih terus menjalin hubungan dengan maksud untuk memperkenalkan saya dan kepribadian saya terhadap ibunya , sebelum saya dilamar sempat saya mendengar bahwa ibunya berkata saya tipe orang pemalas , dan ibunya berkata jika bibir saya tipis nanti saat menjalin rumah tangga saya di bilang akan banyak omong / cerewet dan ibunya juga berkata jika face muka saya face muka jahat / judes . saya sudah berkali2 mengambil hati mertua saya tetapi sampai saat ini mertua saya tetap menunjukan jika dia tdk suka terhadap saya . dan saat malam setelah saya dilamar dengan santainya ibu mertua saya bilang jika nanti saya dan jaka tidak jadi menikah , ibu mertua saya tidak akan minta cincin tunangannya kembali , dan serentak setelah mendengar itu saya menangs , karna saya berfikir jika ibu mertua saya seperti menginginkan jika saya tidak jadi menikah .. pada awal tunangan kami memutuskan jika di tahun itu akan menikah tetapi saat itu ada musibah kakak dari ibu saya meninggal dan akhirnya saya tdk jadi menikah dan tanggal pernikahan di undur , saat sudah di tentukan kembali sodarah dari jaka juga meninggal dan pada akhirnya kami juga harus mengundurkan ulang untuk menikah suatu saat cincin tunangan saya melekat di jari tetapi saat saya pulang dari mall tiba2 cincin yang saya pakai hilang , dan saat kami menentukan tanggal pernikahan ternyata ibu mertua saya kedapatan hamil dan melahirkan dan pada akhirnya kami gagal menikah lagi .. dan setiap hari minggu saya di suruh ke rumah mertua saya untuk membersihkan seluruh rumah , padahal saat itu saya belum sah menjadi menantunya dan saat saya sakit dan tetap di suruh ke rumahnya untuk membersihkan rumah , saya hanya bisa mencuci piring . setelah itu ibunya pulang dan marah2 karena saya seharian hanya mengerjakan cuci piring saja sepontan ibu mertua saya bilang jika saya memang pemalas ,

    saya sangat amat mencintai calon suami saya , tetapi entah kenapa sampai saat ini saya merasa ada sesuatu yang membuat saya tidak nyaman jika meneruskan hubungan . dan pada akhirnya saya keluar dengan seorang teman cowok , niat saya hanya ingin bercerita , kami ketemu di salah satu cafe , kami duduk satu meja seperti sahabat yang ingin menceritakan masalah , lalu calon suami saya mempergoki saya .karna saya keluar tanpa sepengetahuan dia , lalu calon suami saya memutuskan hubungan tanpa mendengarkan penjelasan dai saya , keesokan harinya saya menemui calon suami saya dengan maksud menjelaskan dan akhirnya kami pun baikan . tetapi ibu mertua saya bialng jika hubungan saya dengan anaknya tidak bisa di teruskan , karna saya sudah melakukan kesalahan dengan keluar berdua dengan sahabat laki2 saya , saya di tuduh selingkuh dan dia tetap tidak akan merestui saya meskipun saya sudah menjelaskan dan sudah bersama kembali dengan calon suami saya . apakah saya harus meneruskan hubungan saya dengan calon suami saya ? atau saya mengiklaskan jika memang kami tidak akan perna bersama tanpa restu ibu mertua saya ?

     
    • salwintt

      20 Juni 2016 at 12:48 pm

      Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarkatuh. Terima kasih. Tunangan tidak mesti berakhir dengan pernikahan. Walau masa kenalan yang cukup lama, 6 tahun, mbak merry dan mas jaka tentu sudah saling kenal satu sama lain. Mudah-mudahan tidak pernah terjadi hal yang belum layak dilakukan sebelum ijab kabul. Menelaah calaon ibu mertua mbak merry yang sangat bisa ‘menilai’ prilaku calon menantunya, bahkan dari bentuk bibir, dengan penialian negatif, tapi anehnya butuh juga tenaga calon menantunya untuk bersih-bersih rumah, padahal masih status tunangan. Salah satu tujuan nikah menambah keluarga, tentu menuju keluarga yang harmonis dari kedua belah pihak, suami dan isteri. Mendengar pengakuan mbak merry yang selalu dituding calon ibu mertua, masa tunangan yang cukup lama, 4 tahun, sampai-sampai cincin tuangannya hilang, dituduh selingkuh pula, dan sebagainya. Pikirkan kembalilah mbak. Kalau memang cinta dan yakin akan hidup sejahtera lahir dan batin bersama mas jaka, nanti hidup mandiri pisah rumah dengan orangtua, ciptakan keluarga kecil yang bahtera, baru secara perlahan dekati orangtua, dan buktikan mbak merry dan mas jaka bisa membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan menjalin silaturahmi dengan keluarga besar kedua belah pihak, lanjutkan ke pernikahan, tapi jangan menunggu lama. Karena masa-masa tunangan cobaan selalu banyak mencabar. Jika cenderung tidak akan harmonis lantaran selalu dipengaruhi dan diatur pihak ketiga, juga renungkan kembali untuk merubah haluan. Semau keputusan sepenuhnya berada di hati mabak merry. Semoga mendapat solusi terbaik. Terima kasih, wallahu a’lam bissawab.

       
  206. rs

    15 Juni 2016 at 1:57 pm

    Assamualaikum ustd.

    saya wanita berusia 23thn,
    jadi gini ust saya sdh 2x berturut2 mengalami hal yang menurut saya menyedihkan ttg hubungan.

    1. saya berpacaran 2thn lebih,kami beda suku (jakarta-sunda) tpi dia bekerja dan kos di jakarta,orang tua saya mengenal dia & niat baik nya untuk menikahi saya sudah ada diniat nya, al hasil sebelum dia mengatakan ke orang tua saya untuk serius,saya yg menceritakan terlebih dahulu ttg niat baik nya. ibu saya merestui tpi ayah tidak alesan (bkn asli jakarta n lum mapan). akhir nya saya menceritakan ke pasangan saya, bukan untuk dia down tpi untuk qt cari solusi bersama.
    hari demi hari qt masih lum dapet solusi, sebagai pasangan saya selalu support dia tpi 2bln sebelum hari dmna dia ingin memberanikan diri untuk bicara ke orang tua saya, ternyata dia selingkuh dengan alesan dia yg sudah tak suka dengan saya hanya krna orang tua saya yang tak menerima dia apa ada nya,. tapi di situ saya coba buat terima kenyataan & menceritakan kepada ibu sya. beliau hanya jawab “brrti dia bukan yang terbaik”
    dan setahun saya intopeksi diri

    2. saya di pertemukan oleh laki2 usia nya 7thn diatas saya, sesuai dengan doa saya, baik,pengertian,deket sama kluarga,sayang sma ibu nya,tpi dia gak pernah solat(masa lalu sebagai anak jalanan,krna dari krcil dia di tinggal ayahnya).
    tapi karna keseriusan dia untuk kenal dengan saya n kluarga,akhir nya saya kenalkan dia ke merka. alhamdulillah orang tua saya semua setuj&disitu dia mulai rajin salat,krna tutur kata nya tpi hampir sama dengn yg pertama ayah setuju asal dia py pekerjaan ttp (tdk mesti kaya).
    akhir nya saya ceritakan ke dia disitu saya mulai lagi, bersama dengan laki2 yg kurang mapan,selalu saya suport,tapi ttp aja dia selalu di tolak di perusaahan mana pun sampai2 saya menemani dia tdk bekerja selama 1thn lebih,awal kenal dia masih bekerja tpi penghasilan nya yg tdk mencukupi setelah risegn dia mulai mencari pekerjaan tapi 1thn lebih ttp menganggur. disitu mulai kegelisahan,mulai jarang dtng kermah saya,mulai jarang kasih saya kabar jarak qt hanya (jakbar-jaktim),mulai berubah semua. tapi hati saya masih ttp yakin, orangtua saya pun terutama ibu selalu menanyakan nya,ibu nya pun sering selalu tanya saya napa saya jarang krmah nya. hati saya mulai gelisah krna hampir 7bln qt tdk ketemu,saya beranikan diri untuk silahturahmi kerumah nya,alhamdulillah masih di sambut baik sma kluarga si cowo,dan ibu nya bilang dia sudah bekerja n dapet pekerjaan yg slma ini di inginkan tpi ibu nya malah tanya ke saya,napa kalian putus? saya kaget,sedih,bingung. pdahal qt tdk putus n ibu nya berkata saya putuskan&dia pernah bawa wanita laen krmah sekitar 1bln yg lalu(walau ibu nya tdk merestui dia dket dngn wanita itu). di situ saya bingung harus apa.
    dan si cowo saya itu jadi lbh sibuk n jarang pulang&hilang komunikasi dngn saya.
    tapi hati kecil saya hanya berkata (mungkin bukan saya yg terbaik or saya memang selalu bawa apes setiap laki2 yg deket dengan saya).
    saya ceritakan semua ke ibu saya.
    ibu sllu jawab ini ujian dri allah, kalo dia jodoh pasti kembali.

    dan minggu2 ne ada laki2 yg mau menikahi sya,karna tmen saya yg memperkenal kan nya.
    tpi orang tua saya tdk ada yg setuju 1pun & hati saya pun masih lum yakin.

    maaf ustd sya hanya mau tanya.
    apa kah yg terjadi sma saya karna ada dosa besar di saya,selama saya pacaran zina tangan,hati,mata dll?
    or dosa besar di masa lalu orang tua saya karna orang tua saya pernah bercerai n rujuk kembali?
    dan saya harus apa ke laki2 yang saat ini mau menikahi saya?

    tolong masukannya ustd.
    terimakasih

    assalamualaikum

     
    • salwintt

      20 Juni 2016 at 12:22 pm

      Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh. Terima kasih. Alhamdulillah mbak reshy memiliki orangtua yang arif, terutama ibu yang selalu merespon keluh kesah anaknya dan memberi solusi bijaksana, seperti kalimat belum jodoh, sabar dengan cobaan Allah. Untuk diketahui permasalahan mbak reshy belum serumit yang selalu disampaikan pembaca lainnya. Silahkan saja simak kembali respon dan pertanyaan dari artikel ini, macam-macam dan rumit-rumit. Oleh karena itu diusia yang masih relatif muda, pikirkan kembali untuk menentukan pasangan hidup yang niatnya sehidup semati, senasib sepenanggungan. Pelajari asal muasal keluarganya, agamanya, ketampanannya, serta kemapanan untuk memenuhi hidup. Karena sebagaian besar orang tidak berhasil meneruskan bahtera rumah tangga disebabkan faktor ekonomi. Ekonomi perlu cukup, karena nanti lahir anak perlu sekolah dan banyak kebutuhan lainnya. Jadi banyak yang harus dipertimbangkan. Masalah mbak reshy, bukan lantaran kesalahan dan dosa masa lalu apalagi menyangkut kesalahan orangtua, tetapi Allah memberikan gambaran bahwa untuk mencari pasangan yang paling tepat butuh perjuangan dan pemikiran yang matang. Terima kasih. Wallahu a’lam bissawab…!

       
  207. rya

    17 Juni 2016 at 3:07 pm

    Assalamualaikum, Wr,Wb. Pak saya ingin bertanya dan sedikit cerita, saya pria usia 28 alhamdulilah des 2015 kemarin saya sudah lamaran dgn pasangan saya, dan rencana kita menikah akhir juli 2016 tahun ini, tetapi terjadi kendala di bulan feb 2016 ada nya timbul masalah dimana salah satu dari kel perempuan saya menghina orang tua saya, dan pertengahan feb 2016 juga saya beserta kel inti membatalkan pernikahan tersebut dan pihak perempuan tidak menerima pembatalan tsb, tapi sampai detik ini kami (saya dan pasangan) msh tetap berhubungan baik layak nya tdk ada masalah, dan saya di berikan deadline oleh keluarga prempuan untuk kepastian nya menjadi menikah / tdk. di satu sisi saya ingin tetap melanjutkan pernikahan ini, tetapi saya melihat orang tua saya sudah tdk respect (tidak ingin melanjutkan) dgn apa yg terjadi, jadi apakah bila saya melanjutkan pernikahan ini rumah tangga saya tidak akan harmonis (karena sudah ada luka / tidak ada restu dari org tua saya), dan bagaimana cara saya meyakinkan ke orang tua saya bahwa ini pilihan saya dan membuat kedua belah pihak (ke 2 keluarga ) akan baik2 saja. Terima kasih. Wassalammualaikum

     
    • salwintt

      20 Juni 2016 at 12:03 pm

      Wassalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh… maaf saya tidak tau persis penghinaan seperti apa yang dilontarkan pada pihak orangtua mas ryan, dan disebabkan oleh apa. Menurut hemat saya sumber permasalahan bukan dari kedua orang tua pihak perempuan, tapi salah satu pihak keluarganyanya. Selain dimusyawarahkan lagi dengan baik dan secara kekeluargaan, rencana suci dan niat mas ryan yang baik itu dilanjutkan saja. Insya Allah perjuangan yang berliku untuk menuju keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah akan menyertai mas ryan, terima kasih. Wallahu a’lam bissawab…!

       
      • tari

        7 Juli 2016 at 9:58 pm

        Afwan, tulisan anda maupun saran2 anda tdk menyertakan dalil yg jelas, ini brdsrkan syariat islama ataukah fildafat anda saja? Skian banyak saya ikut kajian, ada sebab orangtua haram melarang anak menikah yaitu yg tdk sesuai dg syariat, misal kekurangan fisik calon, msh kuliah, dll, smntra akhlak n agama si calon insya Allah baik.

         
      • salwintt

        15 Juli 2016 at 9:32 pm

        Terima kasih. Insya Allah menurut kajian Islam. Namun memang banyak pendapat para ulama yang berbeda antara satu sama lainnya, tergantung kasus yang terjadi. Disiplin ilmu yang mereka miliki juga sangat mempengaruhi pendapat-pendapat mereka, ada ulama tradisional ada ulama modern. Namun argumentasi mereka tetap berdasar pada landasan hukum fiqh. Jadi tergantung pemahaman kita mau mengikuti penjelasan yang mana. trims.

         
      • gphotograph

        14 Juli 2016 at 10:43 am

        Saya seorang mualaf yang dulunya saya beragama hindu. Saya berpindah agama mungkin juga dikarenakan saya mendapat sesuatu yang dikatakan orang sebuah hidayah yang saya dapat. Mungkin pertanda itu juga saya dapati mulai dari kecil yg suka ikut2an berpuasa di bulan ramadan,walaupun tidak pernah tau niatnya. Dan juga saya memaksa orang tua saya untuk berkhitan/sunatan,dan akhirnya saya pun sunat waktu masih kelas 6 SD. Dimasa remaja pun saya sering meyanyikan syair2 sholawatan sampai hampir banyak yang saya hafalkan.

        Dan sekarang di usia 25th saya tiba2 ingin sekali masuk islam dgn tanpa paksaan dari siapapun walaupun saya yg dulunya bersikukuh bahwa saya tidak akan pernah berpindah agama. Sampai saya beranikan datang ke sebuah pondokan dikota saya,dan saya belajar tentang islam, dalam tempo 1minggu saya beranikan dan saya mantapkan keinginan saya untuk masuk islam dan saya pun didukung penuh oleh seseorang teman saya. Dan akhirnya sayapun dikenalkan dengan ulama terkenal di kota situbondo,dan akhirnya saya juga diberi masukan jika memang keinginan saya sudah benar2 mantap,saya disuruh berikrar didepan ulama terkenal juga di kota saya. akhirnya niat itupun saya wujudkan, dan ikrar pertamapun sudah saya lakukan. setelah saya resmi masuk islam secara agama,saya masih belum berani untuk mengutarakannya kepada keluarga saya terlebih orang tua saya sendiri.

        Tapi tidak lama kemudian, sayapun memberanikan diri untuk memastikan bahwa saya mualaf kepada orang tua saya, ketika dihari pelamaran calon istri saya yg beragama islam. Orang tua sayapun tidak terima dengan keputusan saya itu. Orang tua saya mengira, kalau saya berpindah agama hanya demi cinta. Padahal sebetulnya saya pindah agama sebelum saya berhubungan dengan calon istri saya tersebut. Sampai sempat terucap dari mulut mama saya tertuju ke papa saya “udahlah pa, lepasin saja anak laki satu2nya kita, anggap saja kita udah tidak punya lagi anak laki2” dan juga terucap yang ditujukan kepada saya “ya sudah kalau memang itu keputusanmu,yasudah kamu juga bukan lagi urusan papa mama, dan papa mama tidak lagi memberikan fasilitas apapun ke kamu, mama serahkan kamu ke mertuamu”. Dan akhirnya mertua sayapun mendengarkan sendiri semua ucapan tersebut. Setelah hari itu sayapun tidak lagi pulang kerumah,dan saya segera mempercepat pernikahan itu semampu yang saya punya,karena memang keluarga istri dengan keluarga saya berbalik 180′. Mertuapun hanya sanggup mempersiapkan apa yg diperlukan dirumah untuk acara pernikahan saya. Akhirnya dengan semua pertaruhan,sayapun bisa melangsungkan pernikahan saya walaupun sebelumnya pengurusan persiapan pernikahan cukup sulit saya urus,karena papa saya juga bisa dibilang orang terpandang dikota saya.

        Setelah pernikahan itu saya putuskan untuk pindah ke rumah kontrakan seadanya,agar sayapun leluasa untuk lebih belajar lebih dalam tentang islam. Dan masih ada lagi permasalahan yang timbul. Saya kebingungan untuk mengurus surat2 kelengkapan keluarga kecil saya, termasuk KK,KTP,dan lagi yang terpenting saya juga butuh mendaftarkan istri saya untuk BPJS. Masalah ini sangat sulit saya temukan jalan keluarnya, sedangkan satu2nya surat yang saya butuhkan adalah KK asli kluarga saya untuk merubah semua status saya,dan juga untuk memperlancar semua urusan surat keluarga saya. Tapi orang tua saya tidak mau memberikan KK tersebut kepada saya,dan tetap menyuruh saya untuk kembali ke agama asal. Sedangkan Lurah tempat sayapun tidak berani mengambil keputusan karena dulu sebelum saya nikah juga sempat kena teguran dari papa saya karena sudah menyetujui surat pindah nikah saya.

        #Saya sangat butuh saran/tindakan apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, sedangkan saya harus punya kelengkapan surat2 keluarga tersebut.

         
      • salwintt

        15 Juli 2016 at 9:23 pm

        Terima kasih… Alhamdulillah hidayah Allah SWT telah turun kepada antum. Semoga antum menemukan makna hidup sesungguhnya di bawah lindungan Allah SWT dengan bimbingan agama Islam. Masalah surat-menyurat silahkan hubungi ahlinya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Antum bisa bertanya pada ketua RT/RW, Lurah atau camat. Insya Allah mereka akan memberikan solusi. Terima kasih Wassalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.

         
  208. tari

    7 Juli 2016 at 9:53 pm

    Afwan, penjelasan diatas. Ga ada satupun dalil yg dsebutkan? Ini brdsrkan kaca mata islam atau filsafat anda saja?

     
    • salwintt

      15 Juli 2016 at 9:34 pm

      Terima kasih. Insya Allah dari kaca mata Islam.

       
  209. zaka

    12 Juli 2016 at 4:59 pm

    Assalamualaikum, Wr,Wb…
    ada kasus teman saya pak, lantas dia bertanya, jadi pertanyaannya begini bagaimana “menghadapi orang tua yang tidak senang terhadap istri kita, dan saya sudah meminta maaf jika ada salah namun orangtua tidak merespon, dan si anak sebagai suami sekaligus anak juga sudah meminta maaf” jadi apakah si anak salah atau durhaka ketika menghadapi orang tua seperti itu,,mohon tanggapannya..tks

     
    • salwintt

      15 Juli 2016 at 9:26 pm

      wassalam… pertanyaan serupa sudah saya jelaskan. Silahkan baca2 kembali komen2 sebelumnya pada artikel (https://salwintt.wordpress.com/artikel/sex-apa-kata-islam/menikah-tanpa-ridha-orang-tua/) ini. trims

       
      • Tanjung

        29 Juli 2016 at 1:34 am

        Assalamualaikum pas ustad
        Maaf mau nanya pak ustad
        Saya laki2 usia 25 th, cuma belum wisuda karna saya sibuk bisnis sambil kuliah..
        Alhamdulillah bisnis saya berjalan dg lancar
        Dan saya punya pasangan, semua keluarga kami sudah saling mengenal dan kedua belah pihak dari keluarga dan ortu kami sangat mebdukung hubungan kami, dan bahkan keluarga merencanakan tahun depan dilanjutkan lamaran dan langsung k jenjang pernikahan setelah kami berdua menyelesaikan kuliah..
        Dan saya sudah niat untuk menikahi nya nya dg niat ibadah, Tp permasalahan nya karna tdk sabar menunggu th depan akhir nya kami khilaf dan berbuat yg tdk sewajar nya bagi pasangan yg belum menikah (zina) dan saya merasa bersalah dan berdosa besar, dan saya ingin toubat akhir nya saya menikah siri dg pasangan saya agar dosa tdk makin besar, dan kami menikah tanpa diketahui keluarga kami agar tdk tdk menambah dosa.. Dan yg menjadi wali nya adalah wali hakim..
        Pertanayaan nya apakah nikah kami sah dan apakah dia sah jd istri saya ?

        Mohon jawaban nya pak ustad
        Terimakasih

         
      • holfi

        15 September 2016 at 9:43 am

        apabila tidak direstui karena adat Jawa, gimana solusinya??

         
      • Ari Saputra

        15 September 2016 at 2:59 pm

        Assalamualaikum, Wr,Wb…
        Selamat pagi pak Ustadz, semoga pak ustadz dan keluarga selalu diberikan nimat sehat dan nikmat iman selalu. Saya laki-laki muslim, pada tahun 2013 saya menjalin hubungan (berpacaran) dengan seorang wanita murtad (katholik). Keluarga dari pihak perempuan semuanya adalah Islam, dalam keseharian baik ibu dan adiknya pun mengenakan jilbab. Dia memustuskan untuk murtad karena pengaruh pergaulan dan dorongan faktor lain (tunangannya). Namun tunangannya memutuskan hubungan pertunangannya. Dia tetap menjalani hidup sebagai seorang katholik. sampai akhirnya bertemu saya di kampus pada 2013. orang tua saya memahami saya saat itu. Saya merasa yakin dan ingin menjalani terlebih dahulu hubungan itu, dan tetap berpegang teguh pada keimanan saya sebagai seorang muslim. Namun 2014 kita memutuskan untuk berpisah karena kami sadar bahwa sampai kapanpun kami tidak akan bersatu dalam pernikahan jika salah satu dari kami tidak mengalah soal keyakinan. Selang 2 bulan, saya mendengar berita bahwa dia sudah bertunangan dan punya niatan untuk menikah dengan pria (katholik). Mendengar berita tersebut, tentu saya merasa sedih. Begitu pun keluarga saya, mereka merasa lega melihat kami berpisah (karena takut saya yg murtad).
        Dia kembali harus merasakan getirnya percintaan, tunangannya berselingkuh dengan wanita lain. dan pada Feb 2015, dia pun memutuskan tali pertunangannya.
        Kami yang merasa masih memiliki rasa cinta dan kepedulian satu sama lain, merasa ingin sekali lagi dekat dan melewati hari-hari bersama. Tapi kami sadar, kami tidak bisa melangkah lebih jauh. dan hanya bisa berteman dekat saja.
        sampai pada September 2016 ini, dari dia bercerita bahwa selama 1 bulan belakangan ini mendapat banyak mimpi dan teguran batin akan keyakinannya, dia kembali mempertanyakan keyakinannya itu (katholik). Dan atas izin Allah, allhamdulillah dia sudah kembali menjadi seorang muslim. Dia menjadi seorang muslim atas dasar keyakinannya sendiri.
        Merasa tidak ada permasalahan lagi dalam hubungan kami. Kami memutuskan untuk mengambil langkah serius untuk segera menikah. Namun masalah pun datang, saat meminta restu, orang tua saya menolak mentah2 keinginan saya dengan alasan bahwa dia (calon saya) pernah menyakiti saya dan tidak layak bagi saya untuk menerima nya kembali. Orang tua saya juga keras dan menyebutkan bahwa saya tidak mempunya harga diri sebagai seorang laki-laki. Orang tua saya juga merasa bahwa mereka merasa dikhianati oleh saya karena ketidakterbukaan saya tentang hubungan saya selama ini dengan dia. Memang selama ini saya menghindar ketika ditanya soal hubungan saya dengan dia (semenjak dia putus tunangan di 2015). Orang tua sudah mengingatkan saya agar tidak menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan dia. Tapi saya tetap dekat dengan alasan bahwa saya percaya dia akan berubah dan segala rasa sakit yang pernah kami lalui adalah sebuah rintangan hidup yang harus dilalui agar kami menjadi lebih dewasa.
        Ayah saya bilang bahwa dia (calon saya) pernah murtad dan sesat, ajaran setan.
        Sudah 3 hari ini, saya diacuhkan oleh orang tua dan 2 adik saya di rumah, bahkan orang tua laki2 saya menolak ketika saya ingin menyalami beliau sepulang kerja.
        Saya diam dalam doa, dan percaya bahwa niat yang baik akan menghasilkan hal baik pula.Tapi melihat sikap ayah saya yg acuh dan ibu saya yg sedih dengan keputusan saya ini, membuat saya dilema. Saya terjebak dalam kebingungan.

        Saya sangat mencintai dia dan ingin sedikitnya membimbing dia untuk mejadi seorang muslimah yg taat. kami ingin lalui hidup dengan damai dengan adanya Islam di hati kami. Dia lebih tua 4 tahun dari saya, tapi itu bukan halangan dari saya.
        Saya ingin menjalani hidup dengan pilihan saya dan dengan restu orang tua yang tulus. Apa yang harus saya lakukan pak? Saya sudah beroda dan bersabar.

        Mohon solusinya pak Ustadz,
        Terima kasih,

         
      • selvia karunia dewi

        18 September 2016 at 1:20 am

        Tapi jika kita niat menikah untuk beribadah,tapi orang tua kita tidak merestui pernikahan kita,sikarenakan,orang tua kita melihat masalalu keluarga pasangan kita,dan melihat lingkungan keluarga pasangan kita,sedangkan org tua kita dan lingkungan kita dulu sama seperti mereka,apa masih salah jika kita menikah tanpa restunya??

         
      • nun

        9 Februari 2017 at 10:25 pm

        Assalamu’alaikum ustdz..
        Maaf sebelumnya saya ingin bertanya
        Saya brumur 19 th dan pcr saya 24 th,saya sdh mnjlin hubngn smpai 2 th,dan saat in pcr saya ingn melamar saya dan ingn menikahi saya,hal it dkrnkan beban dosa yg kami lakukan sprt zina ,kluarga pcr saya menytujuinya,namun stlh saya mmbrnikan diri bcra kpda ortu saya mereka tdk mnytujui lantaran saya hrs mnruskn pndidikan saya ke prguruan tinggi,mereka mengatakn masa dpn saya msh panjg,lambat laun krn pndirian saya kokoh akhrny ortu dan smua kluarga mulai menyetujui wlaupun dgn berat hati,stlh saya rasa ortu saya bsa mnrima kekurngn psngn saya akhrny saya mmbrnikan diri untk mngtkn smua kjujurnnya,yaitu psngn sya duda anak 1,seketika it ortu saya menngis dan ibu mngncm akan prgi dr rumah jika sya mnruskan niat saya
        Yg saya tnykan ustd apa yg hrs saya lakukan jika kenytaan yg saya alami
        1)awal brtmu dngn laki laki it saya membenciny kmdian saya brubah suka krn dia slalu brusaha mndekati saya dngn semua karya musik dan kecerdesannya di bdang seni dan it mmerlukan 1 th saya mlai menyukainya
        2) awalny sya tdk mau dan dia memaksa dngn alasan jika sya tdk mau maka prsaan saya tdk tulus akhrny kami brbuat dosa
        3) stlh brbuat dosa dia bru mncrtkn sluruh hdupny krn sblumny ktika sya brtny dia slalu tdk mau mnjwb,akhrny dia mngtkn bhwa dia tlh duda ank 1,dan it pun brawal dr kesalahan,saya pun trpukul
        4) brhbung dia seniman trkdng jalan fikirnny berbeda,dia tdk pernh mmprdulikan dirinya brpnampilan lusuh dn slalu mmbntu org lain,ttpi tingkah lakunya kpda org yg lbh tua krg baik,trmasuk kepda ortu saya,hal it dia lakukan untk menguji bgaiman tnggpn ortu saya
        5) secra materi dia trmsuk dr kluarga trpandang dan berada
        6)jika saya trskan niat saya,saya tkt kluarga saya hncur krn mengingat hubngn ayh dan ibu saya prnh renggang krn khdirn org ke-3 dan saya msh mmpunyai 1adik laki laki 1
        Mohon nasehatnya ustdz saya benar benar bngng disisi lain saya tkt khlngn pcr sya sdngkn kondisi sy sprti in ,saya ingin bertaubt brsm org yg mlkukan kslh brsma saya,nmun msih ad ragu dlm ht saya mnyngkut sttsnya dan kluarga saya yg sperti ini
        Terima kasih ustdz.

         
      • Herga novitasari

        28 September 2017 at 9:22 pm

        Assalamualaikum
        Pak ustad saya sudah menikah 2th dan kemarin mmh saya baru dari rumah mertua dan membicarakan bahwa meerua saya tidak setuju dengan pernikahan anak pertama nya walaupun audah berpacaran 8th begitu pula pernikahan terhadap saya yg pacaran selama 7th. Tadi malam mamah saya mwmbicarakan trdahap saya begini
        Mertua : sebenarnya saya tdk setuju dengan pernikahan anak pertama saya karena istrinya terlalu ngehak segala sesuatu
        Mamah saya : klo ke anak saya bagaimana mah?
        Mertua : sebenernya gk setuju dari dulu juga, tapi ya gk tau lah
        Mmh saya : jika tidak setuju kenapa hingga saat ini? Mungkin grgr pacarannya lama ya mah
        Mertua : tidak, anak pertama saya juga pacaran 8th lebih lama dari anak kedua saya tidak setuju

        Nah disitu mmh saya sangat sakit hati mendengar itu semua, sampai berbicara dgn saya pun berkaca2
        Saya mau minta solisinya pak ustad, apakan saya harus memberi tau kpd suami saya ttg kejadian tersebut? Jika harus, saya harus bilang bagaimana?
        Tolong solusinya. Waalaikumsallam

         
      • Rara

        12 Januari 2018 at 7:06 pm

        Bagaimana jika alasan orang tua tidak merrstui anak laki laki nya menikah dgn seorang wanita hanya karena wanita tersebut dipandang lebih tinggi dari segi pendidikannya oleh anaknya, wanita tsb bekerja&tidak memiliki ayah lagi. Padalah keduanya memiliki niat baik untuk menikah.
        Apakah alasan tsb bisa dibenarkan?
        Apakah sepatutnya orang tua melakukan hal seperti itu?
        Dan apakah restu orang tua yang tidak di dapat hanya karna faktor yang tidak logis spt itu, membuat hidup anak tidak tenang/tidak akan berkah?

         
      • Desy syah fitriani

        19 Februari 2018 at 4:50 am

        Assallamuallaikum pak ustad..
        Saya mau curhat..
        Singkat cerita..
        Saya memiliki teman dari aceh yg umur nya 1 tahun di bawah saya. Saya sekarang bertempat tingal di malang.
        Awal mulnya teman saya laki” ini ingin datang ke malang bertujuan untuk mengambil kursus. Karena saya tingal dengan nenek dan di rmah ibu saya ada kamar kosong jadi saya menolong nya dan meminta restu kepada ibu saya untuk tingal bersama ibu saya.setelah 5 bulan berada di rmah bersama ibu saya DIA sering curhat atw sharing bersama ibu. Hinga suatu hari nenek saya sakit masuk rumah sakit Dia bersma ibu saya yang menjaga nenek. Hinga akhirnya ibu saya memutuskan untu menjodohkan saya dengan dia. Awal nya ibu saya berkata baik” kepada saya. Dan saya menolaknya karena saya sudah memiliki pacar. Saya sudah menjelaskan kepada ibu saya bahwa saya tidak suka lelaki yang umur nya di bawah saya. Karena Dia kurang dewasa bagi saya. Dan selalu manja kepada siapa saja dan saya tidak suka lelaki manja dan kurang dewasa. Sedangkan Dia teman saya ini klw memikirkan masa depan pinplan. Hinga akhirnya ibu saya mendekatkan saya dengan dia dengan mendatangi orang pintar. 3 hari yang lalu saya mendapati di dalam bantal saya ada kertas berisikan tulisan arab trus tertera juga nama saya dan nama nya, beserta foto saya dan foto nya. Trus saya bakar. Bukan hanya 1 kali it saja ibu saya berbuat seperti itu tetapi sudah 2 kali ibu saya berbuat seperti it.Setiap saya ke rumah ibu saya ustad selalu sakit kepala saya karena tidak tahan dengan kondisi saya saya ingin memutuskan pergi dari rumah. Salah kah saya ustad pergi dari rmah.

         
  210. mh

    16 Juli 2016 at 11:25 pm

    assalamuallaikum pa ustad, saya wanita usia 23tahun, ada rencana menikah dgn pacar saya yg seumur. sy sdh hampir 4thn pacaran, dan sering berdua”an krn dia wkt kuliah kos dan skg kalo berkunjung ke kota sy suka mnginap dihotel. sy ingin menikah sj dgn dia agar dosa kita tdk terus brtmbh. sy jg selama ini pacaran backstreet dr orgtua sy sampe ahirnya ketauan, sehingga ibu sy bertemu dgn keluarga dia. ibu dan kk sy terus menyalahkan keluarga dia pdhl mereka tdk tau apa2. sy yg salah. dia pun kembali lg dan meminta maaf pd ibu sy tp ditolak lalu minta maaf ke bpk sy diterima dan dianggap mslh selesai, tp bpk sy krg setuju krn kita seumur. lalu saat lebaran dia dtg kembali ke rmh tp orgtua sy cuek pdhl dia jauh” dr kotanya naik motor ke rmh sy. tp respon orgtua sy krg baik dan stlh dia plg, orgtua sy tdk setuju sm dia krn 1.keturunannya ga jelas (pdhl sgt jelas malah dia tergolong gol.habib tp orgtua sy ga percaya krn muka pasangan sy malah sprti org cina) 2. krn seumur 3.krn blm mapan (pdhl dia sdh bekerja sekitar 1thn dgn gaji 3,5jt/bln, dia pun orgnnya mau brrusaha dgn jualan) 4.tdk setuju krn akhlak orgtua dn kakanya jelek (hanya krn ketika bertamu ke rmh, ibunya dan kknya tdk permisi saat mau ke kmr mandi, pdhl sdh permisi ke sy sblmnya) 5.bpk sy tkt kalo nanti sy ada mslh dgn dia, orgtua pasangan sy akan membela pasangan dan main suruh menceraikan sy (pdhl sy yakin orgtuanya tdk akn sprti itu, apalgi ibunya sprtinya sdh sayang sm sy) 6. tdk setuju krn ibu pasangan sy adalah asli org indonesia sdngkan sy adalah keturunan arab, pdhl bpk pasangan sy keturunan arab jg namun mukanya mmg tdk sprti org arab). sy bingung setiap hr saya dijudesin oleh ibu dan kk sy, sy jg disudutkan krn bpk sy jd sakit gara” kepikiran sy pdhl mmg sdh sakit sblmnya, sy jg dianggap berdosa besar krn orgtua sy batal umroh gara” kepikiran sy. tp saya sgt cinta sm pasangan sy, sy dan dia siap berjuang. tp setiap kali sy mencoba mnjelaskan ke keluarga sy, sy selalu disalahkan dan tdk didgr. sy disuruh menjauhi pasangan tp sy tdk sanggup sy tkt malah sy jd gila. keluarga dia sprtinya setuju” sj tp msh menunggu kk perempuannya dl menikah. sy hrs gmn? sdgkan sy dn dia ktika bertemu selalu berduaan dabn menambah dosa. sy ingin menikahagar dosa” kita selama ini menjadi pahala stlh menikah. namun orgtua sy tdk setuju dan semakin hari sy smkin tdk betah dirmh. apakah sy hrs kabur? krn sy tkt sy makin stres dan depresi.

     
  211. nida

    19 Juli 2016 at 12:14 pm

    Assalamualaikum Wr..wb..
    seorang laki laki dan perempuan mencoba komunikasi dengan orang tua dan keluarga dalam hal pernikahan, dari awal dengan rencana baik mereka berdua tidak direstui oleh orang tua hanya karena hukum adat (batak), disini posisinya tidak ada hubungan darah dan hanya terpaku oleh adat saja,
    bagaimana dengan kondisi seperti ini pak?
    pada hakikatnya kan hukum adat itu hanyalah aturan yang dibuat oleh manusia,
    mohon solusinya menurut hukum ajaran islam
    apakah dalam kondisi seperti ini si anak boleh tetep memohon ridho ke orang tua? atau hanya boleh mengikuti apa kata orang tua?

    terima kasih

     
  212. anonim

    22 Juli 2016 at 7:45 am

    Asalamualaikum..

    Saya wanita berusia 22 thn dan pacar saya brsusia 23 thunn.. Kami telah mnjalin hbngan 5 thn lebih dan kami prnah melakukan perzinahan.. Pacar saya ingin brtanggung jawab kpda saya tetapi saya msih mlanjutkan kuliah.. Yg jadi msalah yaitu ortu sya tidak mengijinkan saya untk mlanjutkan hbngan saya dgn pcr sya, dgn alasan bahwa nenek dri pcar sya suka menguna-guna org, pdhal saya lihat kluarga pcar sya baik” sja dan nenek nya pun bgtu tak ad yg aneh pda kluarganya bhkan semua kluarganya menerima sya dgn sgat baik mereka mnyetujui hbgn sya dgn pcar sya. Ortu sya jg bilang bhwa mereka kluarga yg kurang mampu dan pendidikan pcar sya tdak stara dgn sya. Pcar sya ingin menikahi sya jikaa sya sdah lulus dia pun slalu brsilaturahmi krmh sya dan ttp mnyayangi sya kami ingin menikah dan ingin dpat restu dri ortu sya.. Bagaimana kira” saya meyakinkan ortu sya? Krna pernah melakukan perzinahan sya tidak ingin trulang kmbali sya tdak ingin mencari laki” lain.. Tp ortu sya menyuruh sya untk mncari laki” lain pdhal ortu sya mngetahui bhwa sya prna brzina dgn pcr sya.. Apa yg hrus sya lakukan ustad? Bgaimana cara meyakinkan ortu sya? Trimakasih sblumnya ustad..

     
  213. niahusniyah

    21 Agustus 2016 at 5:04 am

    Assalamu alaikum ustd. Ini kisah z sendiri. Jujur yaa. Aku punya pcar dan pacaran kami udah 1tahun lebih tapi jarang skali ktmux krn profesi dia pelaut. Rencana buln depan dia mau melamar aku. Anakx taat ibadahx zakat dan baek tutur katax. Sifat sama org tuanyapun baek dan sesama. z sudah kenal baik dgn keluarga pacarq in dan semuax merestui. keluarga dari mamaku pun sdh merestui. Tapi disisi laen bapak dan kakek dari bapakku itu yg tidak merestui.. dengan alasan bapakqu ini krn kelurganya itu punya cerita aneh mistis (Parakang) menurut org bugis…Jujur ustd. Cerita itu akhirx sampai di keluarga pacarku. Dan katax itu tdk benar. Dia rela di mau di tes untuk membuktikn benar ato tidak itu cerita.. tapi bapakq tdk mau ketemu langsung bicara baek2 dgn kelurgax pacar.
    Z sudah ketemu dan bicara baek2 dgn bapak dan kakekku. Tpi tetp sj dia tdk mau merestui dg alasab yg tdk jelas itu. Apa yang harus z lakukan ustd..

     
  214. Nadya

    21 Agustus 2016 at 9:56 am

    asalamualaikum ustad .saya mau tanya dan cerita . jadi awal pacaran sma pcr say ibu saya baik baik ajh responnya dan setiap saya keluar selalu dpt ijin ketika pcr saya ingin serius tiba2 ibu saya gak ngijinin bilangnya nunggu 3 thn lagi kata ibu saya saya mau krja d luar negri sedangkan pacar saya gak mau lama lama pacaran karna gak mau berbuat zinah .

     
  215. Dewi Regia

    22 Agustus 2016 at 8:43 pm

    Yhh

     
  216. hamba allah

    4 September 2016 at 11:14 pm

    Ass..
    mau tanya jika salah satu dari org tua tidak setuju dengan pernikahan anaknya dikarena kan harus pisah rumah dulu untuk sementara disebabkan oleh pekerjaan itu hukum nya gimana pak ustadz..

     
  217. vi

    14 September 2016 at 12:53 pm

    bagaimana jika ada laki2 dia sudah ingin menikah satu tahun kedepan, keluarga sudah mengenal pasangannya dan sudah sangat mencintainya, namun suatu ketika dia khilaf dia melakukan sesuatu yang mendekati zina dengan wanita lain, wanita ini tidak disukai oleh orang tuanya laki2. namun si wanita yang korban khilaf ini bersikukuh meminta bertanggung jawab minta di nikahkan sedangkan laki2nya merasa bersalah dan ingin bertaubat.

    pertanyaan: apa yang seharusnya dilakukan si laki2? tetap fokus pada pasangan yang sudah di restui oleh orang tuanya, atau menunaikan tanggung jawab kepada wanita yang pernah menzinainya? memilih jadi anak berbakti atau laki2 bertanggung jawab?

    mohon dijawab beserta dalil yang jelas
    terima kasih

     
  218. Ari Saputra

    15 September 2016 at 9:57 am

    Assalamualaikum, Wr,Wb…
    Selamat pagi pak Ustadz, semoga pak ustadz dan keluarga selalu diberikan nimat sehat dan nikmat iman selalu. Saya laki-laki muslim, pada tahun 2013 saya menjalin hubungan (berpacaran) dengan seorang wanita murtad (katholik). Keluarga dari pihak perempuan semuanya adalah Islam, dalam keseharian baik ibu dan adiknya pun mengenakan jilbab. Dia memustuskan untuk murtad karena pengaruh pergaulan dan dorongan faktor lain (tunangannya). Namun tunangannya memutuskan hubungan pertunangannya. Dia tetap menjalani hidup sebagai seorang katholik. sampai akhirnya bertemu saya di kampus pada 2013. orang tua saya memahami saya saat itu. Saya merasa yakin dan ingin menjalani terlebih dahulu hubungan itu, dan tetap berpegang teguh pada keimanan saya sebagai seorang muslim. Namun 2014 kita memutuskan untuk berpisah karena kami sadar bahwa sampai kapanpun kami tidak akan bersatu dalam pernikahan jika salah satu dari kami tidak mengalah soal keyakinan. Selang 2 bulan, saya mendengar berita bahwa dia sudah bertunangan dan punya niatan untuk menikah dengan pria (katholik). Mendengar berita tersebut, tentu saya merasa sedih. Begitu pun keluarga saya, mereka merasa lega melihat kami berpisah (karena takut saya yg murtad).
    Dia kembali harus merasakan getirnya percintaan, tunangannya berselingkuh dengan wanita lain. dan pada Feb 2015, dia pun memutuskan tali pertunangannya.
    Kami yang merasa masih memiliki rasa cinta dan kepedulian satu sama lain, merasa ingin sekali lagi dekat dan melewati hari-hari bersama. Tapi kami sadar, kami tidak bisa melangkah lebih jauh. dan hanya bisa berteman dekat saja.
    sampai pada September 2016 ini, dari dia bercerita bahwa selama 1 bulan belakangan ini mendapat banyak mimpi dan teguran batin akan keyakinannya, dia kembali mempertanyakan keyakinannya itu (katholik). Dan atas izin Allah, allhamdulillah dia sudah kembali menjadi seorang muslim. Dia menjadi seorang muslim atas dasar keyakinannya sendiri.
    Merasa tidak ada permasalahan lagi dalam hubungan kami. Kami memutuskan untuk mengambil langkah serius untuk segera menikah. Namun masalah pun datang, saat meminta restu, orang tua saya menolak mentah2 keinginan saya dengan alasan bahwa dia (calon saya) pernah menyakiti saya dan tidak layak bagi saya untuk menerima nya kembali. Orang tua saya juga keras dan menyebutkan bahwa saya tidak mempunya harga diri sebagai seorang laki-laki. Orang tua saya juga merasa bahwa mereka merasa dikhianati oleh saya karena ketidakterbukaan saya tentang hubungan saya selama ini dengan dia. Memang selama ini saya menghindar ketika ditanya soal hubungan saya dengan dia (semenjak dia putus tunangan di 2015). Orang tua sudah mengingatkan saya agar tidak menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan dia. Tapi saya tetap dekat dengan alasan bahwa saya percaya dia akan berubah dan segala rasa sakit yang pernah kami lalui adalah sebuah rintangan hidup yang harus dilalui agar kami menjadi lebih dewasa.
    Ayah saya bilang bahwa dia (calon saya) pernah murtad dan sesat, ajaran setan.
    Sudah 3 hari ini, saya diacuhkan oleh orang tua dan 2 adik saya di rumah, bahkan orang tua laki2 saya menolak ketika saya ingin menyalami beliau sepulang kerja.
    Saya diam dalam doa, dan percaya bahwa niat yang baik akan menghasilkan hal baik pula.Tapi melihat sikap ayah saya yg acuh dan ibu saya yg sedih dengan keputusan saya ini, membuat saya dilema. Saya terjebak dalam kebingungan.

    Saya sangat mencintai dia dan ingin sedikitnya membimbing dia untuk mejadi seorang muslimah yg taat. kami ingin lalui hidup dengan damai dengan adanya Islam di hati kami. Dia lebih tua 4 tahun dari saya, tapi itu bukan halangan dari saya.
    Saya ingin menjalani hidup dengan pilihan saya dan dengan restu orang tua yang tulus. Apa yang harus saya lakukan pak? Saya sudah beroda dan bersabar.

    Mohon solusinya pak Ustadz,
    Terima kasih,

     
  219. cinta

    5 Oktober 2016 at 1:19 pm

    Assalamualaikum ustadz.
    saya ingin menikah,, karna saya dgn pacar saya satu suku maka kami tidak akan pernah direstui. Tetapi saya dan pacar saya tidak mungkin berpisah karena kami sudah pernah melakukan hal hubungan suami istri dan kami ingin mempertanggung jawabkan yaitu dgn menikah. Untuk permasalahan yg telah kami lakukan itu, kluarga kami tidak tau. Apa yg kami harus lakukan ustadz,, sedangkan kami ingin menikah dan wali pihak perempuan tidak merestui karna satu suku dan nikah satu suku banyak rintangan nya seperti dicampakan oleh keluarga.. garis keturunan bakal cacat atau pun rumah tangga tidak harmonis.. tolong bantuan nya ustadz, karna saya frustasi dgn masalah ini.

    Terimakasih.
    wassalamuailaikum wr.wb

     
  220. Rijal

    21 Oktober 2016 at 4:22 am

    Assalammualaikum ustad…
    Saya seorang laki2..umur 26 tahun… berkeingin mau nikah.. namun ibu sayà ng menyetujui saya nikah dengan wanita pilihan saya…saya gimana donk ustad?

     
  221. ferawati ali

    23 Oktober 2016 at 11:38 am

    assalamualaikum.wr,wb
    saya ingin bertnya apa hukum dan dosa apa yah bila seorang anak lelaki menikahi pasangannya tnpa restu orng tua / seorng ibu tidak merestui pernikahn anak lelakinya ??? dan hkum apa ya bila ank lelaki tdk menggap orng tuanya hnya dmi wnita yg dia cntai ??

     
  222. Andi Indah Susanti

    7 November 2016 at 1:06 am

    assalamualikum, wr,wb
    saya mau menceritakan pengalam hidup sayaa pak , bagaimana ibu saya memberikan mahar yang tidak disanggupi oleh seorang laki” untuk menikahi saya tapi ibu saya ini setuju jika aku menikah dengan pria ini tapi dengan mahar yg ia tentukan , jika saya kawin lari bagaimana pak tapi saya akan meminta restu kepada ibu saya kalau ayah saya sih trserah aja yang penting itu terbaik buat diri saya , trims pa

     
  223. Shisi

    12 November 2016 at 11:09 pm

    Assalamualaikum…..ada kasus seorang pria beristri yg menjalin hubungan dgn seorang wanita yg msh gadis..mereka berdua saling mencintai satu sama lain…sehungga hubungan mereka pun sudah sampai pada tahap yg “intim sekali”…si pria ingin menikahi wanita tetapi kemudian takut akan berpisah dgn anak2 krna istrinya tdk mengizinkan untk menikah lg dan akan menuntut cerai…sdgkan wanita yg ingin dinikahinya tdk sanggup lg untuk berpisah bahkan sampai putus asa dan ingin bunuh diri…wanita tsb bahkan siap dgn segala resikonya jika menjadi istri kedua….asalkan pria tersebut menikahinya dgn alasan sdh terlanjur melakukan dosa dn ingin memperbaikinya…apakah yg harus dilakukan pria itu? Sah kah bila menikah tnpa izin istri pertama?

     
  224. ellasa

    22 November 2016 at 9:05 pm

    Assalamualaikum
    Saya ellasa umur 23 thn. Saya sudah mempunyai hubngn dg cwok yang umurnya sama. Qt sudah mnjalin hubungan selama 5 tahun. Dan sekarang yang ingin mlnjutkn ke jenjang yang lbih serius yaitu menikah. Org tua si cowok sudah merestui semua. Sesangkan orang tua saya tidk merestui, karna qt berbeda dr segi sosial. Qt sdh meminta baik2 kpd org tua saya. Tpi mreka ttp tidak mau. Dan jika masih ttp tidak mau. Qt memutuskan u menikah dan klwr dr rumah. Jika qt tdk menikah, qt takut melakukan zina. Apa tanggapan ustad mengenai masalah saya ini ustad. Mohon jawabnya. Terimksih..

     
  225. qmiiee

    22 November 2016 at 9:18 pm

    sepasang kekasih sudah saling mencintai,mereka 1 desa dan disaat mereka ingin menikah ternyata ada masalah masa lalu dari keluarga yang mereka tak pernah tau sebelumnya,keluarga perempuan tak setuju karena kakeknya brpesan kepada orang tua si prempuan agar jangan sampai anggota keluarganya memiliki hubungan dengan anggota keluarga si laki2,,bukankah jika mereka menikah akan memperbaiki silaturrahim kn,tapi orang tua si permpuan tetap tak setuju,kalau seperti ini bagaimana jalan keluarnya??

     
  226. Itha

    26 Januari 2017 at 2:59 pm

    Assalamu’alaikum pak Ustadz,

    Pertanyaan saya sederhana, dari penjelasan-penjelasan yang disampaikan mengenai keinginan seorang perempuan muslimah menikah dengan lelaki pilihannya namun tidak mendapat ridho dari ibu kandung dan ayah kandung yang juga bersikap sama karena menuruti keinginan istri; apakah pernikahan dua orang yang sudah berusia 33 tahun dan 39 tahun adalah SAH di mata Allah subhanahu wa ta’ala bila dengan wali nikah dari pihak perempuan yaitu kakak kandung dari ayah perempuan tersebut? Saya pernah membaca bahwa hak perwalian seorang ayah bisa gugur apabila sang ayah bersikap sebagai wali yang adhal. Salah satu perkara yang memenuhi syariah adalah apabila lelaki ini mempunyai akhlak yang tidak baik. Pertanyaan saya, baiknya akhlak dan tidak baiknya akhlak ini dalam parameter seperti apa? Lelaki pilihan saya sholat lima waktu, mengaji, rajin bersedekah, tidak pernah bersikap kasar ke orang lain dan orang tuanya, sering berprasangka baik ke orang lain, jujur, pekerja keras dan sangat menghormati setiap orang disekitarnya. Standar akhlak ini merujuk pada perilaku seperti apa? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum…

     
  227. Ra

    28 Januari 2017 at 6:11 pm

    Assalamualaikum, smoga keberkahan selalu menyertai usatd. Ustad, saya ingin konsultasi. Saya wanita berusia 25tahun. Saya mengenal seorang pria yg lebih tua13tahun dari saya dan sudah beristri. Suatu hari beliau mengajak saya menikah, dan istrinya merestui. Singkat cerita orangtua saya menolak mentah mentah untuk merrstui pernikahan saya karna saya akan dijadikan istri kedua. Tapi saya amat menyayangi laki laki tersebut. Dan kami melakukan kesalahan, kami kawin lari, istri pertama juga mengetahui. Kami hanya takut zina, maka kami melakukan akad nikah dengan asumsi wali saya wali adhol. Tapi tepat pada 10 hari pernikahan kami, ayah saya datang menjemput saya dan membawa saya pulang. Beliau nemisahkan saya dengan suami dan istri pertama. Kami memang tinggal satu atap, dan amat saling menyayangi karna sudah sama sama paham tujuan poligami ini. Semenjak dipisahkan tersebut kami bertiga sama sama menderita ustad. Bahkan istri pertama sampai sakit karna cemas memikirkan keadaan saya di sini yg terpisah dari mereka, padahal kami sudah merancang semua rencana dan pekerjaan. Saya coba bicara baik baik pada orangtua, mereka terlanjur sakit hati dan kecewa, tidak lagi mau merestui. Padahal saya hanya ingin menikah dengan halal dan berkah karna direstui orangtua. Tapi orangtua tetap berkeras tak merestui dengan alasan tidak rela kalau saya jadi istri kedua, bahkan orangtua sampai membawa bawa gelar sarjana saya. Saya, suami, juga istri pertama sangat sedih, ustad. Padahal kami bertiga akur, kami mengakui kami pernah salah dan ingin memperbaiki, dan kami ingin kembali dengan cara baik baik. Segala pendekatan saya ke orangtua tertolak. Saya sampai lemas ustad. Saya juga masih menjalankan puasa hajat. Adakah kiranya saran dari ustad untuk kami bertiga? Kami berniat baik dan hanya ingin kembali bersatu dengan cara baik baik.

     
  228. Evi R

    28 Januari 2017 at 8:44 pm

    kak boleh share buat tugas sekolah :??

     
  229. Hamba Allah

    6 Februari 2017 at 10:29 am

    Assalamualaikum ustadz..
    Saya ingin bertanya, jika orang tua dari pihak lelaki tidak merestui anaknya untuk menikah dgn permpuan yg sgt dia syg, bahkan sampai mengharamkan air susu makan dan minum yg mereka beri selama ini, apakah anak itu termasuk anak durhaka jika dia lebih memilih menikah dgn perempuan itu ? Tolong bantuannya ustadz, org tuanya tidak merestui hanya karena berbeda negara,, terimakasih ustadz..
    Waasalamualaikum…

     
  230. kade

    7 Februari 2017 at 5:47 pm

    assalamu’alaikum ustdz..
    ustdz saya ingin brtnya.. apa yg hrs dilakukan apabila menikah dngn alasan ingin menanggung dosa dan brtaubat brsma dngn mkst tdk mrugikan org lain krn prnh mlakukan kslahan fatal saat pcrn,stlh mnta izin menikh namun tdk direstui oleh org tua pihak prmpuan krna stts laki laki yg duda anak 1,mengingt bhwa si laki laki trsbut baru mngatkan sttsnya stlh mlakukan kslhan fatal hingga mmbuat permpuan ragu dngn menyangka dirinya ditipu ,sdngkan jika menigglkan laki laki trsbut prempuan slalu dihantui rasa brsalah dan tdk mmpnyai kbrnian mnghdpi laki laki baru dhdupnya

     
  231. Daty

    30 Maret 2017 at 12:43 pm

    Assalamuallaikum wr wb
    Saya daty dari kalimantan tengah
    Pak, saya mau bertanya bagaimana menyikapi org tua yang tidak merestui pernikahan ?
    Saya mengalami ny pak, memang hubungan kami tidak terlalu lama ya baru 6bulan, tapi saya dan calon saya tidak ingin berlama lama pacaran pak dan ingin menikah. Tetapi disisi lain org tua yang asal nya mensetujui berbalik arah jd gk setuju lagi pak, alasan org tua saya si calon laki itu cuma pegawai honor, sehingga di hina oleh org tua saya mereka itu keluarga miskin dan bajingan, disisi lain si calon itu keluarga jauh dn tidak sedarah pak. Memang sebelum saya dan si calon laki ini berpacaran keluarga dari ayah saya pernah menuduh kaka kandung calon saya mengambil cincin berlian punya almarhum paman saya sehingga melapor ke kepolisian, sehingga keluarga dr calon laki saya tidak terima dg tindakan tersebut dn melapor balik tuntutan itu, akhir ny keluarga ayah saya lgsg bilang ini cincin nya sudah ketemu, kejadian itu di tahun 2014 lalu pak. Jadi saya merasa tertekan pak dilarang sama ayah saya dan di ancam sebagai nya, org tua dri calon laki dan keluarga besar lain nya pun setuju hanya dri pihak keluarga ayah saya tidak setuju, bagaimana pak? Tolong atas bantuan nya trims

     
  232. AW

    6 April 2017 at 4:27 pm

    Assalamualaikum wr wb
    Sy seorang prmpuan. Ingin mnikah dg laki2 pilihan sya.
    Laki2 itu adalah anak dari sepupu sya. (kponakan jauh). Dalam suku bugis in ktax tdk boleh???? Tapi sya sdh terlanjur “suka” sma laki2 ini, agamax bagus, sll mngjk ke arah yg baik. Tp orngtua sy tdk stuju.
    Bgaimana pandangan islam jika orangtua saya menolak lamaran laki2 pilihan saya?????
    Maaf… Stelah sy d lamar dan ditolak olh kluarga saya (orngtua dan kakak2 saya). Saya ngotot mempertahankan krn saya yakiinnn. Dan sy kenal kepribadian laki2 itu. Saya mempertahankan sampai2 saya dibilangin durhaka karena melanggar adat etika bugis.
    Mhon d bntu solusinya.

     
  233. pras

    8 April 2017 at 1:35 am

    Assalamualaikum pak ustadz
    Curhat ni , hehehehe
    Gini pak ustadz saya leksono hub.N selama 3thn lalu ortu q memaksa q untuk memikat pacar saya dengan tunangan cs ortu memaksa q turuti kemauan ortu tpi setengah tahun berjalan ortu q berfikiran lain n meminta q memutuskan hub.N nya sedangkan q n tunangan q saling mencintai tpi hub.N tu tetep putus tpi ssampai saat ini berjalan 7thn masih saling mencintai dan berfikiran menikah …..
    Jadi bagaimana pendapat ustadz buat ortu q ?
    Lalu bolehkah Q menikah ama perempuan itu tanpa restu dari ortu q saja sengon ortu perempuan merestui ?

     
  234. pras

    8 April 2017 at 1:39 am

    Assalamualaikum pak ustadz
    Curhat ni , hehehehe
    Gini pak ustadz saya melakukan hub.N selama 3thn lalu ortu q memaksa q untuk memikat pacar saya dengan tunangan karena ortu memaksa q turuti kemauan ortu tpi setengah tahun berjalan ortu q berfikiran lain n meminta q memutuskan hub.N nya sedangkan q n tunangan q saling mencintai tpi hub.N tu tetep putus tpi sampai saat ini berjalan 7thn masih saling mencintai dan berfikiran menikah …..
    Jadi bagaimana pendapat ustadz buat ortu q ?
    Lalu bolehkah Q menikah ama perempuan itu tanpa restu dari ortu q saja sedangkn ortu perempuan merestui ?

     
  235. Ilma nur khasanah

    16 April 2017 at 11:25 am

    Assalamualaikum ustadz
    Sya mau.bertanya ustadz jikalau dari pihak laki-laki tidak merestui karena sebab wanita itu tidak cantik, tidak memiliki rumah sebagai harta warisan, tidak memiliki pekerjaan yang tetap sedangkan wanita itu masih sedang melanjutkan kuliahnya swrat orang tua pihak laki laki sampai menghina pihat perempuan ustadz

    Yang kenyataannya dari pihat laki laki kehidupan duniawinya tidak jauh lebih baik dari pihat wanita ustadz,
    Sedangkan laki laki itu yakin dengan wanita ini karena memiliki agama yang kuat ustadz karena wanita ini dengan latar belakang pesantren ustadz

    Bagaimana itu ustad apakah sah menikah dengan tanpa ridha orang tua laki laki yang mementingkan syarat duniawi ustadz?

     
  236. Karolina Budiarti

    18 April 2017 at 12:12 pm

    Assalamualaikum, Wr,Wb…
    Kalau kasusnya begini pak, Ayah saya memiliki akhlak yang sangat buruk sekali. tidak mengerti agama sama sekali, tidak mengerti membaca alquran, KDRT,tidak mau menyunatkan ke 3 anak laki2nya (sehingga saya yang harus mengeluarkan dana untuk sunat ke 2 anaknya) ketika anak2nya lahir yang mengadzankan pun orang lain,suka menghina2 islam/Allah/Nabi Muhammad SAW yang kami anut (tapi beliau sendiri islam), tidak menafkahi keluarga, hingga tidak mau tau masalah dalam keluarganya baik urusan biaya rumah tangga dan pendidikan anak2nya. Pernah suatu hari orang tua saya diminta datang ke sekolah adik saya karena berprestasi, tapi ayah saya menolak dan ketika saya wisuda,, ayah saya juda tidak mau hadir. jadi semua yang berhubungan dengan keluarga semua ibu saya yang maju. karena prilaku ayah saya yang tidak terpuji ini dan pernah suatu hari beliau melakukan kekerasan pada ibu saya, maka saya membela ibu saya mati2an dan karena itu saya ga diakuin anak oleh ayah saya. saya ga tega melihat ibu saya terus diperlakukan seperti hewan.
    Pertanyaannya :
    1.apakah saat saya menikah nanti, saya bisa menikah tanpa ayah saya menjadi wali dalam pernikahan saya nanti? karena selain ayah saya tidak bersedia menjadi wali, dia juga saya membenci islam,pak.
    2. apakah saya dikategorikan sebagai anak durhaka pada ayah saya karena membela ibu saya yang selalu diperlakukan tidak manusiawi oleh ayah saya dan selalu mengajarkan hal2 buruk pada kami semua ?
    Mohon pencerahannya pak..
    Terimakasih
    Wassalammualaikum

     
  237. Dana

    17 Mei 2017 at 1:17 pm

    Bagaimana jika orang tua laki-laki (Ibunya) tidak ridho anaknya menikah dengan perempuan pilihannya? Tapi,ibunya bilang seperti ini, tapi kalau kalian nanti berjodoh karna sudah Alloh yang pertemukan ya saya bisa apa? saya gak bisa apa2. Bagaimana dengan kasus seperti ini? Apakah bisa pasangan tersebut menikah?

     
  238. Hamba Allah

    20 Mei 2017 at 8:26 pm

    Aslm , saya mau curhat dan mnta pendapat , sayasaat ini dekat dgn seorang laki2 dari jawa , dia bukan ketrunan arab ,, sdgkan saya perempuan dri ktrunan arab ,, lelaki ini sudah lama kenal dGM saya dan klrga saya , tpi klrga saya kenalnya itu hanya sbgai teman kntor saya. Kemana mana acra klrga lelaki ini sllu meluangkan waktu untuk mengantar dan ikut dlm acara klrga saya , sbnrnya saya sudah crta dgn saudara saya lainnya klw lelaki ini adalah pct saya , dia menyukai saya dan ingin mengenal lebih dkt klrga saya , stiap acara apaun yg berbau khas arab dia hadir dlm scra tsb , dan scr face wajahnya mirip org ktrnan arab , ada prg brtnya dri mana ente . Saya bkn dri ktrnan arab , langsung sprti d kucilkan , dan ayah saya marah menampar muka saya , kkw saya sampai menikah dgn bkn org arab , tdk saya anggap kmu sbagi anak saya,, blm saya jlskan. Lelaki itu siapa ,, yg slma ini sllu ada d tengah2 klrga saya , dia adalah pilihan hati saya , dia ingin menikahi saya , baik nya bagaimana , namun saya pernah menjlskan. Kita sulit untuk bersatu krn berbeda ktrunan , , dan saya pun dlm waktu dkt ini , akan meninggalkan klrga saya demi org yg sudah berjuang untuk saya dan klrga. Apakah saya hrus berbcra dgn saudara ayah saya , krna saudara permepuan ayah saya. Setju. Jgn lihat dri krnan arabnya saja. Jika ktrnanan nya jelas ayah ibu nya jelas dan tsk ada msalah atau klrga terhormat ,bismillah. Ngomonglah dgn ayahmu. Tpi sampai saat ini saya blm berani ngomong ke ayah saya. Krn dia pernab ngmng tak akan merestui jika lelaki itu bkn dri krtrunan arab. Mohon solusinya. Kerja ,makan dan tiap hri memikirkan hal ini…

     
  239. HY

    21 Mei 2017 at 2:54 pm

    Assalamualaikum warrahmatullahi wa barakatuh,
    Pak Ustad, saya kenal dengan seorang janda yang telah 1 kali menikah secara resmi (lewat KUA) lalu resmi bercerai dan kembali menikah siri dengan pria lain lalu kembali berpisah karena tidak dinafkahi lahir-bathin melainkan hanya dimanfaatkan. Saya berkenalan sudah berjalan 5 bulan. Saya pun sudah diperkenalkan kepada keluarganya. Saya telah menyatakan perasaan saya dan mengutarakan rencana untuk menikah.
    Namun sejak awal hubungan saya dan saya sampaikan ke orang tua saya, mereka menolak. Meski belum pernah ketemu orang tua tidak setuju, terutama ibu saya. Penolakannya hanya dikarenakan status janda, sedangkan saya jejaka. Hal itu dianggap membuat malu dan aib bagi keluarga.
    Saya tetap akan menikahi perempuan pilihan saya, karena bagi saya dia adalah wanita yang penuh tanggung jawab, baik dan sabar. Hanya nasibnya saja kurang beruntung.
    Jika saya tetap menikahi perempuan pilihan saya, maka saya dianggap membangkang dan saya pun berencana segera minggalkan orang tua saya untuk menikahi perempuan pilihan saya dan membuktikan bahwa saya berhak dan bisa bertanggung jawab dengan pilihan hidup saya.
    Apakah saya termasuk anak yang durhaka, Pak Ustad? Sedangkan masa depan hanya Allah SWT yang mengetahui & kita manusia tidak akan pernah tahu sampai pada waktunya menjalani kehidupan ini.

     
  240. Acu Net

    24 Juni 2017 at 12:39 pm

    Assalamualaikum, Wr,Wb
    mo certa nih pak ustd … aku mo nikahi seorng wanita … tp ad problem d ortu wanitya..(calon menrtua wanita) beliau tdk merestui anak permpuan menikah sama aku dengn alasan khawtir khidupnx gk bahagia lebih” krnh aku tdk punya ortu (udh hidup mndiri dengan perkejaan tdk tetap ) tp bapak dr calon istriku menyetujui…. menurt pak ustad aku harus gmn ???

     
  241. Ina

    30 Juni 2017 at 1:20 am

    Pak ustad saya mau bertanya ,saya ini seorang non muslim(kristen) dan pacar saya seorang muslim dan kami berniat untuk ke jenjang yg lebih serius(nikah) dan sayapun juga tidak keberatan untuk menjadi seorang muallaf bahkan sayapun sangat ingin menjadi muallaf ,tetapi disisi lain orang tua saya tidak setuju dengan hal ini ,orang tua saya menentang krn adanya perbedaan ,sedangkan di pihak orang tua pria welcome terhadap saya padahal mereka tau kalau saya seorang non, mohon solusinya pak ustad terimakasih 🙂

     
  242. indrichatrina

    30 Juni 2017 at 12:46 pm

    Pak ustad saya mau bertanya ,saya seorang non muslim(kristen) dan pacar saya seorang muslim ,kami sudah berpacaran sudah hampir 6 tahun dan kami ingin ke jenjang yg lebih serius(nikah) saya pun tdk keberatan menjadi muallaf ,tetapi disisi lain orang tua saya menentang hal ini bahkan melarang ayah tiri saya melarang krn tdk se agama ,sedangkan ibu saya melarang krn dasarnya dia tdk menyukai pacar saya ini ,bahkan sebelumnya orang tua saya pernah menyuruh org untuk memukuli pacar saya, sebaliknya orang tua pacar saya sangat baik terhadap saya dia welcome terhadap saya beliau pun juga tau kalau saya seorang non muslim tetapi tetap baik terhadap saya bahkan saya di anggap seperti anaknya sendiri, saya jadi bimbang Pak krn saya mencintai pacar saya itu betul2 tulus ,tetapi disisi lain org tua saya tdk mau tau dan tetap tdk setuju ,mohon tanggapannya pak

     
  243. Adel

    21 Juli 2017 at 9:02 am

    Assalamualaikum saya mau bertanya.
    Saya mau menikah tapi ayah saya tidak mau jadi wali hanya karena weton saya dan cwo saya menurut primbon Jawa tidak di boleh di satukan
    Awalnya cwo saya nembung ke orang tua saya boleh ibu bapak saya semuanya setuju ..mlm Minggu kita mau lamaran hari jumatnya bapak saya ke orang tua yg ahli ilmu Jawa tanpa sengaja bertanya tentang weton ternyata weton saya dan dia tidak boleh di satukan apapun alasannya.bila di satukan akan terjadi hal yg tidak di inginkan ada salah satu pihak dari keluarga akan meninggal atau celaka rezekinya sempit gampang bubar..
    Sepintas setelah ayah saya di kasih tau orang tersebut ayah saya langsung tidak merestui hubungan saya dengan calon suami saya bahkan ayah saya bilang tidak akan menjadi wali karna takut keluarganya hancur gara 2 weton kami.
    Pertanyaan saya bagaimana apakah saya ikutin kata orang tua saya atau saya lanjut dengan acara pernikahan saya.
    Lalu bagaimana jika saya mengikuti kata orang tua saya apa tidak musrik percaya ramalan dan hal ghaib yg hanya Allah yg tau..
    Awalnya orang tua saya sangat merestui gara2 weton orang tua saya langsung memusuhi saya bahkan saya tidak di anggap anak bagaimana ini ???

     
  244. Adel

    21 Juli 2017 at 9:07 am

    Assalamualaikum saya mau bertanya.
    Saya mau menikah tapi ayah saya tidak mau jadi wali hanya karena weton saya dan cwo saya menurut primbon Jawa tidak di boleh di satukan
    Awalnya cwo saya nembung ke orang tua saya boleh ibu bapak saya semuanya setuju ..mlm Minggu kita mau lamaran hari jumatnya bapak saya ke orang tua yg ahli ilmu Jawa tanpa sengaja bertanya tentang weton ternyata weton saya dan dia tidak boleh di satukan apapun alasannya.bila di satukan akan terjadi hal yg tidak di inginkan ada salah satu pihak dari keluarga akan meninggal atau celaka rezekinya sempit gampang bubar..
    Sepintas setelah ayah saya di kasih tau orang tersebut ayah saya langsung tidak merestui hubungan saya dengan calon suami saya bahkan ayah saya bilang tidak akan menjadi wali karna takut keluarganya hancur gara 2 weton kami.
    Pertanyaan saya bagaimana apakah saya ikutin kata orang tua saya atau saya lanjut dengan acara pernikahan saya.
    Lalu bagaimana jika saya mengikuti kata orang tua saya apa tidak musrik percaya ramalan dan hal ghaib yg hanya Allah yg tau..
    Awalnya orang tua saya sangat merestui gara2 weton orang tua saya langsung memusuhi saya bahkan saya tidak di anggap anak bagaimana ini ???
    Bahkan ayah saya berkata bila saya menikah denganku dia akan meninggalkan anak istrinya..
    Weton saya Wage dan pahing katanya genteng apa ini maksudnya ??

     
  245. hamba allah

    24 September 2017 at 9:22 am

    assalamualaikum wr.wb.
    permisi ustad saya mau bertanya, sy wanita… yg udah ada niat mau d halalkan oleh seorang pria…. memang sy baru mengenalnua 4 bln.. tp hati sya sudah yakin… insyaallah dia yg akan membimbing saya nantinya… dia ingin segera melangsungkan pernikahan… niat dia tdk ingin memacari saya… saat sy, bilang ke ortu saya… bpk sy tdk setuju krna alasan weton yg tdk cocok… stlh mndngr itu, sy khilaf tdk mau bicara sama bpk sy ketika tlfn… (saya anak rantau)
    sy sdr sy slh,, sy ingin mnta maaf kpda bpk saya, tp mlh bpk saya yg nggk mau ngmg lg sama saya… ht sy hancur ustad… nah kmrn walaupun tdk d bolehin sy mncoba utk pacaran dgnnya.. sy ingin tau, apa sy bnr” nggk cocok sma sprti yg d gmbrkan weton tsb.. tp nyatanya… alhamdulillah tdk begitu spt yg weton tsb tafsirkan… bkny dlm islam rukun nikah itu ada 5.. dn weton tdk trmasuk d dlmnya,, lalu bknnya jg… menghalangi pernikahan itu tdk baik ustad… sy paham.. ortu ingin yg terbaik buat anaknya… tp apakah weton jg hrs d percayai dlm islam ustad… apakah ustad bisa membantu memberi solusi…sungguh saya ingin meneruskan hubungan ini ustad… mohon pencerahannya.. terimakasih..
    wassalamualaikum wr. wb

     
  246. arianaummy

    3 November 2017 at 1:45 pm

    assalamu’alaikum
    saya berpacaran dengan tetangga saya sendiri kami sudah ingin serius tp orang tua saya tidak setuju dengan alasan karena mendapat wasiat dari kakek saya untuk tidak berhubungan dengan semua anggota keluarga pacar saya,
    saya harus bagaimana saya sudah pernah pisah denvan pavar saya selama ±1thn hilanv kontak tp sekarang qt kembali berhubungan,alhmdulillah saya sudah beristikhoroh dan semakin mantap dengan pacar saya,tp mereka tetap tdk mau merestui
    mohon solusinya teeima kasih…

     
  247. afifah

    17 Februari 2018 at 2:59 pm

    assalamualikum wr.wb
    kalau seandainya pria dan wanita saling mencintai tapi orang tua wanita tidak merestui karena sang pria blum mendapat pekerjaan yang jelas. dan ayah dari pria tidak bekerja itu lah sebabnya ortu wanita takut jika anaknya juga seperti ayahnya. lalu sang wanita dan lelaki nekat menikah apa dalam rumah tangganya tidak akan baik baik saja pak apa dalam rumah tangganya selalu sengsara mohon sarannya ya pak ???

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: