RSS

Janin Hilang Dalam Kandungan

PERNAH mendengar cerita tentang ibu hamil yang kehilangan janin dalam kandungannya? Yang berakibat bermunculan mitos yang terkait hal ini. Salah satunya ada yang mengatakan bahwa janin tersebut diculik jin atau makhluk halus untuk kemudian dipindahkan ke rahim wanita lain atau untuk dijadikan tumbal. Hal ini mungkin terdengar menyeramkan, namun kasus bayi yang hilang dalam kandungan cukup banyak terjadi dan bukanlah sebuah kebohongan.
Walau demikian ternyata hal ini bisa dijelaskan dari segi ilmu kedokteran. Dalam dunia medis kejadian ini disebut dengan kehamilan kosong. Lantas, bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Tentunya bukanlah sebuah perkara yang menyenangkan bila menemukan fakta bahwa tidak ada janin dalam rahim seorang wanita yang telah dinyatakan positif hamil. Meski sedikit membingungkan namun ternyata hal ini bisa dijelaskan dari segi ilmu kedokteran.
Janin yang hilang dalam istilah medis disebut dengan kehamilan kosong atau Blighted Ovum. Selain itu kehamilan ini juga disebut dengan kehamilan tanpa embrio. Hal ini disebabkan karena pada saat terjadi pembuahan, sel-sel dalam rahim tetap membentuk kantung ketuban dan plasenta. Namun sel telur yang telah bertemu sperma tidak berkembang selayaknya kehamilan pada umumnya. Sehingga pada kondisi ini, kantung kehamilan tetap berkembang tetapi tidak ada embrio yang berkembang disana.
Dalam hal ini sang wanita akan tetap merasakan tanda-tanda kehamilan. Bahkan produksi hormon HCG meningkat dan tes kehamilan juga menunjukkan positif hamil disertai dengan tanda-tanda kehamilan umumnya seperti muntah, pusing, mudah lelah dan tanda awal kehamilan lainnya. Biasanya kehamilan kosong baru bisa terdeteksi setelah usia kehamilan 6-8 minggu melalui pemeriksaan USG maupun saat sang ibu mengalami keguguran dengan sendirinya.
Namun sayangnya hingga saat ini masih belum bisa diketahui penyebab pasti terjadinya kehamilan kosong atau Blighted Ovum. Akan tetapi dugaan sementara adalah adanya kelainan kromosom, kelainan genetik atau sel telur yang berada dalam kondisi yang tidak baik saat mengalami pembuahan oleh sperma.
Kehamilan seperti ini tidak bisa dicegah jika sudah terjadi. Sehingga penanganannya adalah dengan mengeluarkan hasil pembuahan dari dalam rahim yang bisa dilakukan dengan kuretase atau obat. Selain itu perlu diketahui bahwa apabila seorang wanita mengalami kehamilan kosong dan telah mendapatkan penangan medis, maka hal tersebut tidak akan berpengaruh pada rahim dan kesuburannya. Sehingga wanita tersebut masih memiliki kesempatan besar untuk kembali hamil dengan normal.
Akan tetapi bila hal ini terus terjadi hingga beberapa kali, maka perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan atau tes genetika untuk memeriksa kromosom pada istri dan suami. Selain itu kejadian janin yang hilang dalam kandungan terkadang juga disebut dengan istilah Pseudocyesis atau kehamilan palsu. Hal ini merupakan suatu keadaan yang bersifat psikomatik dimana terjadi gangguan mental dan fisik pada seorang wanita yang menyebabkan terjadinya perubahan tubuh sehingga menyerupai ciri-ciri wanita hamil padahal sebenarnya ia tidak hamil. Seorang wanita yang mengalami Pseudocyesis juga mengalami gejala-gejala yang sama seperti orang hamil namun tidak ada janin dalam kandungannya. Biasanya saat memeriksakan ‘kandungannya’ ke dokter maupun bidan, seringkali akan dinyatakan benar-benar hamil. Namun selang beberapa bulan, perut yang membesar tersebut tiba-tiba mengempes dan dokter akan menyatakan bahwa tidak ada bayi dalam kandungannya.
Biasanya wanita yang memiliki resiko untuk mengalami kelainan ini adalah wanita yang belum memiliki momongan pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun. Selain itu juga wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil terutama yang berhubungan dengan kehamilan, maupun wanita dengan riwayat abortus atau kematian janin sebelumnya.
Demikianlah penjelasan medis mengenai “Janin yang hilang dalam kandungan.” Sehingga bagi pembaca yang sedang menanti kehamilan maupun yang pernah mengalami kehamilan kosong, masih ada harapan untuk kembali hamil dengan sehat. Selain itu rajinlah memeriksa kehamilan sejak dini. Dan jangan lupa untuk terus berusaha dan berdoa kepada Allah Azza Wajalla. Wallahu a’lam bissawab.

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: