RSS

Hewan dan Tumbuhan Pun Bertasbih

BANYAK ayat Al-Qur’an dan hadits dan yang menerangkan bahwa seluruh makhluk ciptaan Allah SWT bertasbih memuji Sang Maha Pencipta. Sehingga bukan hanya malaikat dan manusia, namun tumbuhan, hewan serta makhluk lainnya juga bertasbih kepada Allah SWT.
Bertasbih berarti mensucikan zat Allah Yang Maha Agung dari segala bentuk kekurangan dan persekutuan. Bila manusia bertasbih dengan mengucapkan kalimat tasbih, maka berbeda halnya dengan tumbuhan dan hewan. Pasalnya mereka bertasbih dengan cara yang tidak dimengerti oleh manusia.Namun sebuah penelitian berhasil mengungkapkan hal ini. Lantas, seperti apa cara tumbuhan dan hewan bertasbih kepada Allah SWT?
Dalam surah Al-Isra ayat 44, Allah SWT berfirman, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah SWT. Akan tetapi umat manusia tidak mengerti cara tasbih mereka.
Sebuah penelitian ilmiah berhasil mengungkapkan hal ini. Seperti yang diberitakan oleh majalah sains terkenal yaitu Journal of Plant Molecular Biologist yang menyebutkan bahwa sekelompok ilmuan yang melakukan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa.
Suara ini juga berhasil disimpan dan direkam dengan alat perekam tercanggih yang pernah ada. Selama hampir tiga tahun para ilmuwan meneliti fenomena yang sangat mencengangkan ini. Mereka berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut hingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik menggunakan sebuah alat bernama oscilloscope. Mereka menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.
Sesungguhnya hal ini telah banyak disampaikan di dalam Al-Qur’an bahwa semua makhluk yang ada di dunia bertasbih dan bersujud di hadapan Allah SWT. Bahkan dalam bukunya, “Bahkan Jagat Raya Pun Bertasbih”, Dr Ahmad Syawqi Ibrahim juga mengungkapkan banyak rahasia tumbuh-tumbuhan yang sesungguhnya hidup dan bertasbih kepada Allah SWT.
Dalam surah Al-Anbiyaa ayat 79, Allah SWT juga berfirman, “Dan sudah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud.” Di samping itu, gunung dan burung juga bertasbih dengan cara melaksanakan tanggung jawab mereka agar proses alam berjalan dengan lancar, tersusun dan teratur. Demikian pula dengan alam yang bertasbih dengan terus mematuhi aturan yang ditetapkan Allah SWT.
Selain itu, hewan yang sering kita anggap tidak berguna sekalipun, seperti semut dan katak juga bertasbih kepada Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Suara katak itu tasbih, memuji Allah.” (HR. An-Nasai). Ibnu Umar juga berucap, “Janganlah kamu membunuh katak karena bunyi menguaknya adalah tasih.”
Selanjutnya riwayat dari Anas bin Malik disebutkan, “Janganlah kamu membunuh katak, karena ia pernah melintas di atas api ibrahim serta membawa air di dalam mulutnya dan menyemburkannya ke atas api.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Pernah seekor semut mengigit seorang Nabi di antara Nabi-Nabi. Lalu Nabi tersebut menyuruh membakar sarang semut itu, maka dibakarlah. Kemudian Allah SWT berfirman kepadanya, “Apakah karena seekor semut yang menggigitmu, lalu engkau musnahkan satu umat (semut) dari uamt-umat yang selalu membaca tasbih.” (HR. Muslim).
Riwayat lain juga menuturkan, “Kalian menganggap tanda-tanda (kebesaran Allah) sebagai azab (siksa) sedangkan kami (sahabat) pada masa Rasulullah SAW menganggapnya sebagai berkah. Sungguh, dahulu kami memakan makanan bersama Nabi SAW dan kami mendengar makanan tersebut bertasbih ketika kami makan.” (HR. Tirmidzi).
Dari penjelasan ini bisa dipahami bahwa semua makhluk ciptaan Allah SWT bertasbih kepada-Nya dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mematuhi aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Lantas, masihkan kita sebagai seorang hamba yang diciptakan lebih sempurna dibandingkan makhluk lainnya melalaikan diri dari taat dan bertasbih kepada-Nya? Wallahu a’lam bissawab.

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: