RSS

Kondisi Roh Setelah Mati

Kondisi Roh Setelah Mati

Tema tulisan ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan ruh setelah kita meninggalkan dunia yang fana ini. Seperti apakah sebenarnya kondisi ruh kita nanti? Jawabannya adalah Wallahu a’lam. Namun demikian, Allah SWT memberikan sedikit gambaran dan penjelasan melalui Hadis-hadis Rasulullah SAW.

Berkaitan dengan ruh ini Allah SWT berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الرُّوحِ قُلْ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

          “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu kecuali sedikit.”

Jelas sekali arti ayat ini, bahwa Allah SWT hanya memberitahukan ilmu sedikit saja tentang hal-hal yang berkaitan dengan ruh ini. Nah, informasi yang sedikit inilah yang akan kita coba sampaikan kepada pembaca.

Di antara informasi yang telah sampai kepada kita dari baginda Rasulullah SAW berkaitan dengan ruh ini, di antaranya adalah:

1. Ruh orang beriman seperti burung terbang berwarna kehijauan, tinggal di dalam sesuatu yang mirip kubah cahaya yang terbuat dari bahan seperti emas di bawah ‘Arasyi. Nabi SAW bersabda tentang para syuhada yang gugur dalam perang Uhud:
(جعل الله أرواحهم فى أجوافِ طيرٍ خضرٍ تَرِدُ أنهارَ الجنةِ وتأكل ثمارَها وَتَأْوِيْ إلى قناديل من ذهب في ظلال العرش)

“Allah menjadikan ruh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan. Mereka mendatangi sungai-sungai surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan ‘Arasyi.” (Hadis Shahih riwayat Ahmad, Abu Daud dan Hakim).

2. Orang yang telah meninggal dunia mengetahui orang yang menziarahi kuburnya. Nabi SAW bersabda:
(ما من أحد يمربقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا عَرَفَهُ ورد عليه السلام)

“Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang dia kenal selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, kecuali dia mengetahuinya dan menjawab salamnya itu.” (Hadis Shahih riwayat Ibnu Abdul Bar dari Ibnu Abbas di dalam kitab Al-Istidzkar dan At-Tamhid).

3. Orang yang telah meninggal dunia saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya. Nabi Saw bersabda:
(سألت أم هانئ رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالت: أنتزاور إذا متنا ويرى بعضنا بعض يا رسول الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يكون النَسَمُ طيرا تعلق بالشجر حتي إذا كان يوم القيامة دخلت كل نفس فى جسدها).

“Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati, dan saling melihat satu dengan yang lainnya wahai Rarulullah SAW? Rasulullah SAW menjawab, “Ruh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing.” (HR. Ahmad dan Thabrani dengan sanad baik).

4. Orang yang telah meninggal dunia merasa senang kepada orang yang menziarahinya, dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya. Nabi SAW bersabda:
(ما من رجل يزور قبر أخيه ويجلس عليه إلا استأنس ورد عليه حتي يقوم)

“Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendoakannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu.” (HR. Ibnu Abu Dunya dari Aisyah dalam kitab Al-Qubûr). 

5. Orang yang telah meninggal dunia mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup, bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka. Nabi SAW bersabda:
إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا، وإن كان غير ذلك قالوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا)
“Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.” (HR. Ahmad dalam musnadnya).

تعرض الأعمال يوم الإثنين ويوم الخميس على الله، وتعرض على الأنبياء وعلى الآباء والأمهات يوم الجمعة فيفرحون بحسناتهم وتزداد وجوههم بياضا وإشراقا فاتقوا الله ولا تؤذوا أمواتكم)
“Seluruh amal perbuatan dilaporkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jum’at. Mereka merasa gembira dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang kalian yang telah meninggal dunia.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Nawâdirul Ushûl).

6. Orang-orang beriman hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturuanan mereka yang shaleh.
)وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
“Dan orang-orang beriman yang anak-cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan mereka dengan anak-cucu mereka. Kami tidak mengurangi dari pahala amal mereka sedikitpun. Setiap orang terkait denga apa yang telah dia kerjakan.” (At-Thur: 21)
7. Orang mukmin dapat melihat Allah SWT bagaikan melihat bulan purnama.
(عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ هَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ فِي الظَّهِيرَةِ لَيْسَتْ فِي سَحَابَةٍ قَالُوا لَا قَالَ فَهَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَيْسَ فِي سَحَابَةٍ قَالُوا لَا قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ إِلَّا كَمَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ أَحَدِهِمَا) رواه البخاري ومسلم.
“Dari Abu Hurairah Ra. Berkata, “Para sahabat bertanya, “Wahai rasulullah, apakah kita akan dapat melihat tuhan kita pada hari kiamat? Rasulullah SAW menjawab, “Apakah kalian ada kendala melihat matahari di sianghari yang tidak berawan? Tidak, jawab para sahabat. Rasulullah kembali berkata, “Apakah kalian ada kendala melihat bulan di malam purnama yang tidak berawan? Tidak, jawab para sahabat. Raulullah SAW melanjutkan, “Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak ada kendala melihat tuhan kalian kecuali seperti kalian melihat matahari atau bulan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari penjelasan beberapa dalil yang telah kita sebutkan tadi, ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil, di antaranya adalah pendapat Ibnul Qaim Aj-Jauziyyah yang mengatakan:

Hadis tentang mayit mengetahui dan menjawab salam orang yang menziarahinya tidak berarti bahwa ruh ada di dalam liang kubur di dalam tanah. Bukan seperti itu, melainkan bahwa ruh punya keterkaitan khusus dengan jasadnya. Di mana jika ada yang mengucapkan salam untuknya, dia akan menjawabnya. Ruh berada di suatu alam yang bernama alam Barzakh di suatu tempat yang bernama Ar-Rafîqul `A’lâ. Alam ini tidak sama dengan dunia kita, bahkan jauh berbeda. Hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui lika-liku dan detail-detailnya.

            Dari dalil-dalil tadi juga bisa di simpulkan, bahwa tempat para arwah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat derajatnya sesuai amal shaleh mereka.

Disadur dari : Marhadi Muhayar, Lc., M.A.

Iklan
 

35 responses to “Kondisi Roh Setelah Mati

  1. Ali Mashudi

    5 Maret 2012 at 3:56 pm

    Izin share kepada yang lain ya…
    🙂

     
    • salwintt

      15 Maret 2012 at 11:03 pm

      silahkan….

       
  2. yuni

    22 Maret 2013 at 10:03 am

    terimakasih atas penjelasan seputar ruh.karena suami saya sudah meninggal,sy ingn dia ttap mlht sy jg anakx.

     
  3. yuni

    9 Mei 2013 at 10:29 am

    suami sy sdah menggl 8bln yg lalu.jd sy ingn tau ruh org mukmin t brada dmana stlh mninggl.trmksi infony sngt brmnfaat

     
  4. Kuswanto

    29 Mei 2013 at 9:16 pm

    Adakah hadist yang menjelaskan manusia bisa melihat ruh orang2 yang sudah meninggal, terima kasih

     
  5. Ayi Irpan

    20 Juni 2013 at 1:59 am

    Jazakalloh hoironkatsiroo . . .

     
    • salwintt

      26 Juni 2013 at 9:58 am

      terima kasih

       
    • salwintt

      21 Juli 2013 at 9:48 pm

      afwan

       
  6. Iwan Fitriadi

    5 Agustus 2013 at 11:01 am

    ijin copas mas untuk shere di blog

     
  7. tri.s

    5 Agustus 2013 at 1:48 pm

    sll berbuat baik dan beramal sholeh untuk kebaikan dunia akhirat…

     
  8. trimamanja

    1 Oktober 2013 at 7:48 pm

    assalammungalaikum w.w. ustad jika aku tidak menziarahi kluargaku termasuk ibu bapak karena jarak jauh,hanya kumohonkan ampunan dari Allah sehabis sholat,bagaimana pendapat ustad,apa mereka masih berduka karena
    tdk melihat kedatanganku

     
  9. Winda

    22 April 2014 at 9:41 am

    Assalamu’alaikum.. Saya ingin bertanya, apa benar ruh wali Allah yg sudah meninggal dunia dapat memasuki tubuh seseorang yg masih hidup dan berbicara melalui tubuh org tersebut untuk menasehati cucu2’a?

     
  10. Dinda Elfitri Yusup (@dindaelfitri)

    12 Mei 2014 at 3:09 pm

    Ijin share ya 🙂 bagus sekali

     
    • salwintt

      24 Mei 2014 at 9:29 pm

      silahkan

       
  11. Devi Cahyani

    6 Juli 2014 at 8:41 am

    Assalamualaikum
    Subhanallah, terimakasih.
    tetapi apabila seorang anak melakukan dosa ketika orang tuanya sudah meninggal, apakah orang tua tersebut juga akan menanggung dosa anak tersebut dengan diberikan siksa kubur?
    wassalamualaikum

     
  12. Ogiz

    25 Januari 2015 at 8:54 pm

    izin share ..bagi saudara saudaraku .

     
  13. Dimas

    16 Februari 2015 at 9:34 pm

    Ijin share ya pak

     
    • salwintt

      20 Februari 2015 at 10:31 pm

      silahkan, trims

       
  14. putra

    8 Maret 2015 at 8:38 pm

    informasi yang baik mengenai roh orang meninggal.

     
    • salwintt

      14 Maret 2015 at 12:44 am

      alhamdulillah semoga bermanfaat

       
  15. Amy Esha

    20 Maret 2015 at 12:26 pm

    Yg bikin penasaran, yg banyak orang bilang, ruh org mati itu masih ada/ ngikutin kerabat/keluarga yg masih hidup selama 40 hari. Itu bener? Atau cuma mitos tanpa dalil yg jelas?
    Yg selama 40 hari nampak setelah kematian itu adalah ruh? atau Qorin?

     
  16. Rie Dholpino Hermanita

    7 April 2015 at 8:48 am

    Subhanalloh infonya bagus ust izin share ya….

     
    • salwintt

      24 April 2015 at 9:07 pm

      alhamdulillah… silahkan

       
  17. Aki Aki Bageur

    13 Mei 2015 at 6:46 pm

    bagus

     
    • salwintt

      21 Agustus 2015 at 10:23 pm

      amiin, terima kasih

       
  18. farhan

    18 Mei 2015 at 4:50 pm

    ijin share ya ustadz.. semoga ilmunya menjadi berkah buat ustadz.. aamiin.. 🙂

     
    • salwintt

      21 Agustus 2015 at 10:22 pm

      amiin terima kasih

       
  19. sosmiadi

    5 Juni 2015 at 3:14 pm

    Subhanalloah…ijin share ya

     
    • salwintt

      21 Agustus 2015 at 10:15 pm

      silahkan

       
  20. mhsaragih

    12 November 2015 at 8:21 am

    Ijin share pak….

     
  21. gentur

    20 Januari 2016 at 6:07 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Mohon izin share, semoga ilmunya barokah, amiin . . .

     
  22. ziad

    22 Juni 2016 at 1:28 am

    terimakasih untuk berbagi pengetahuannya. mudah mudahan bermanfaat dan bisa menambah amal untuk lebih baik.. minta ijin share.

     
    • salwintt

      15 Juli 2016 at 9:36 pm

      terima kasih, silahkan

       
  23. Fittriani

    9 Agustus 2016 at 10:12 am

    terimakasih ilmunya ustad…

     
  24. toer'93

    20 September 2016 at 9:56 pm

    terimakasih, izin share ya ustad

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: