RSS

Syetan tidak Pernah Tidur Siang

SAMA halnya manusia, syetan juga beribadah kepada Allah SWT. Bahkan di antara syetan ada yang pintar mengaji. Akan tetapi dikarenakan keangkuhannya, maka Allah SWT pun melaknatnya hingga hari kiamat kelak. Dari sekian banyak amalan yang bisa dilaksanakan oleh manusia, ada satu amalan yang tidak bisa dilakukan syetan. Dimana amalan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan. Sebab amalan inilah yang membedakan antara syetan dan manusia.
Tetapi sayangnya banyak orang yang menganggap remeh hal ini. Bahkan tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa pelaku amalan ini adalah orang yang pemalas. Padahal ada banyak keutamaan yang akan didapatkan bila merutinkan amalan ini. Meski demikian, tidak dianjurkan untuk melakukannya secara berlebihan. Apakah yang dimaksud?
Amalan yang dimaksud adalah Qailulah atau istirahat siang. Aktivitas ini tidak saja dianjurkan oleh Allah SWT, tetapi juga bermanfaat jika dilihat dari sisi kesehatan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Sahl bin Sa’d berkata, “Tidaklah kami qailulah (tidur siang) dan makan siang kecuali setelah shalat Jum’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Disebutkan pula dari para sahabat bahwa, “Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang), Yang tertinggal hanyalah bagian untuk syetan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.” (HR. Al-Bukhari dan Al-Imam Al-Albani).
Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Qailulah (istirahat siang) lah kalian. Sesungguhnya syetan-syetan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dan Thabrani).
Dari riwayat ini diketahui bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk tidur siang. Bahkan tidak tanggung-tanggung, hal ini merupakan pembeda antara manusia dengan syetan yang dilaknat. Selain merupakan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, qailulah atau istirahat siang maupun tidur siang juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

1. Menurunkan tekanan darah. Berdasarkan penelitian dari Asklepieion Voula General Hospital di Athena yang melakukan pengujian dengan memeriksa tekanan darah 200 pria dan 186 perempuan berusia rata-rata 61 tahun, yang sebagian dari mereka tidur siang secara teratur. Dalam penelitian ini diketahui bahwa tekanan darah orang yang tidur siang rata-rata lima persen lebih rendah ketimbang yang tetap terjaga.

2. Meningkatkan daya ingat. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap beberapa relawan yang melakukan tidur siang selama 45 menit. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tidur 45 menit ternyata bisa membantu meningkatkan daya ingat. Dimana peningkatan ini terjadi dalam fase slow-wave sleep atau tidur gelombang pendek sebagaimana biasa terjadi daat tidur siang.

3. Meningkatkan produktivitas. Di samping itu tidur siang dapat melindungi otak dari pengolahan informasi yang terjadi secara berlebihan dan membantu mengkonsolidasikan informasi yang baru dipelajari. Sehingga hal ini dapat meningkatkan konsentrasi dan produktifitas di tempat kerja.

4. Menurunkan stres. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa hormon stres secara dramatis akan mengalami penurunan setelah tidur siang, terutama jika sebelumnya tidur tidak nyenyak. Bahkan ketika sekelompok pilot tidur kurang dari 7 jam semalam sebelum bertugas maka kadar kortisolnya akan meningkat secara signifikan dan bertahan selama dua hari. Akan tetapi ketika berhasil tidur siang meskipun hanya sebentar, maka kadar kortisol berkurang sepenuhnya.

5. Mencegah penyakit jantung. Selain beberapa hal di atas, tidur siang selama 20-40 menit bisa mengurangi resiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Hal ini berdasarkan penelitian yang melibatkan beberapa orang yang melakukan tidur siang 30 menit selama 3 kali dalam seminggu, ditemukan bahwa resiko penyakit kardiovaskular menurun sebesar 37 persen.
Berdasarkan penelitian ini juga, tidur siang yang sehat sebaiknya dilakukan antara pukul 1-3 siang selama tidak lebih dari 45 menit. Namun jika berlebih, justru dapat menyebabkan terbangun dengan kepala berat. Wallahu a’lam bissawab.

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: