RSS

Guru Terus Berjuang

OMBAK krisis, termasuk moral anak bangsa di negeri ini terus mendera. Keteladanan figur seorang guru, sebagai pemangku moralitas generasi muda, sangat dibutuhkan. Guru takkan pernah mengeluh dan berputus asa. Karena guru adalah guru, yang tak pernah lelah mengajar dan mendidik sepanjang masa tanpa peduli dunia ini seperti apa. Itulah naluri suci seorang guru sejati.
Kesuksesan siswa sangat tergantung pada guru. Dalam menjalankan perannya, guru harus membekali diri dengan kualitas, memiliki multi kompetensi pedagogik, sosial dan profesional. Berwawasan global, karena mereka akan melahirkan SDM yang cerdas, tangkas, mandiri dan bermoral. Benteng terakhir, guru selalu bermartabat di hadapan siswanya bahkan saat berada di tengah-tengah masyarakat, dan religius. Jika tidak, mereka akan menjadi kambing hitam ketika dunia pendidikan terpuruk.
Guru adalah komponen penting dalam pendidikan. Di pundak siswanya, guru menggantungkan harapan terhadap pelajaran yang disampaikan. Benci atau sukanya siswa terhadap suatu pelajaran bergantung pada bagaimana metode guru mengajar. Banyak orang mengatakan bahwa guru adalah ujung tombak dalam sistem pendidikan. Sebagai ujung tombak, orangtua sangat berharap kepada peran guru yang kharismatik dan teladan bagi anak-anak mereka.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 November 2016 in Uncategorized

 

Pemuda dan Perjuangan Islam (Khutbah Jum’at)

Menjelang keberangkatan Rasulullah SAW dan para sahabat ke medan perang Badar, datanglah seorang remaja menghadap Rasulullah SAW. Usianya masih 13 tahun. Ia datang dengan membawa sebilah pedang yang panjangnya melebihi panjang badannya. Setelah dekat kepada beliau dia berkata, “Saya bersedia mati untukmu, wahai Rasulullah! Izinkanlah saya pergi jihad bersamamu, memerangi musuh-musuh Allah di bawah panji-panjimu.”
Rasulullah gembira dengan dan takjub dengan remaja itu. Tetapi, beliau tidak mengizinkannya untuk berperang karena usianya yang masih sangat muda. Remaja itu pun kembali, dengan kesedihan yang mendalam, niatnya untuk memperjuangkan Islam belum bisa dilaksanakan. Sementara itu, ibunya yang dari tadi melihat dari kejauhan, tidak kalah sedihnya. Sebab, putranya belum mendapat kesempatan membela Islam. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Oktober 2016 in Uncategorized

 

Ibadah Qurban Tahun 1437 H

kurbanKeluarga besar SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi pada hari raya idul Adha 1437 H ini melaksanakan penyembelihan hewan qurban 5 sapi dan 5 kambing, di kampus SMAN Titian Teras, Kelurahan Pijoan Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi, Rabu tanggal 14 September 2016. Semua hewan qurban terhimpun dari majlis guru, orangtua/wali siswa dan siswa, ditambah infak suka rela dari seluruh kelas yang dibelikan hewan kurban.
Daging kurban dikemas menjadi 335 bungkus, dibagikan kepada yang berhak menerimanya seperti warga sekolah, warga sekitar kelurahan Pijoan dan panti asuhan anak cacat. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 September 2016 in Uncategorized

 

SMAN Titian Teras Raih 3 Prestasi

smattLUAR biasa. Tidak henti-hentinya SMAN Titian Teras Jambi mengukir prestasi. Secara beruntun sekolah binaan Provinsi Jambi ini meraih juara I lomba pidato Bahasa Inggris, juara II lomba menulis artikel tentang Lingkungan Hidup, dan juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) bidang Ekonomi.
Kepala SMAN Titian Teras Jambi Drs. Teguh menjelaskan bahwa siswanya Degi Rajuandi (XI MIPA-6) telah meraih juara I lomba pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan Kota Jambi tanggal 12-13 Agustus lalu. Selanjutnya pada tanggal 15-18 Agustus siswa SMAN Titian Teras juga mengikuti lomba penulisan artikel bertemakan Lingkungan Hidup tingkat Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Pada ajang ini siswa SMAN Titian Teras, Azhari (XI IPS-3) meraih juara II, imbuh Teguh. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Agustus 2016 in Uncategorized

 

Lanjutkan Cintamu

CINTA. Sebagian orang mengartikan hanya ketika sedang jatuh cinta. Terhadap kekasih, ibu, ayah, keluarga atau teman. Tidak ada yang bilang salah. Namun lanjutkanlah rasa cinta itu pada sesama dan lingkungan sekitar. Hanya segelintir orang yang bisa mencintai terhadap sesama dan lingkunganya lebih tinggi dibandingkan dengan cintanya pada kekasih.
Kita pernah mendengar seorang meninggal dunia hanya lantaran kelaparan. Apakah mungkin di kampung tempat orang yang meninggal ini tidak ada orang yang mampu untuk memberikan sesuap nasi untuknya? Andai saja jalinan cinta kasih terhadap sesama terjalin baik, tentunya peristiwa yang miris ini tidak akan terjadi. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Agustus 2016 in Uncategorized

 

Saling Maaf

SEBAGAI makhluk sosial yang bergaul di tengah masyarakat, tentu kita tidak terlepas dari perlakuan yang tidak semestinya kita dapatkan. Mungkin dari tetangga, teman sejawat, atau siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sikap-sikap tersebut, tidak jarang menimbulkan kerugian bagi kita, nama baik tercemar, sakit hati, kehilangan harta, dijauhi masyarakat, dan lain sebagainya. Keadaan ini sering membuat kita marah, kecewa dan dendam, sehingga kita ingin membalas perbuatan orang-orang tersebut di lain kesempatan dan sulit untuk memaafkan.Selengkapnya

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Juli 2016 in Uncategorized

 

Pasca Ramadhan

RAMADHAN telah menempa diri kita memaknai arti cinta dan kasih sayang. Rahmah Allah SWT telah diturunkan, saat hamba-Nya menanti lama kehadiran bulan Ramadhan mubarak. Saat pelantun istighfar memohon ampunan, dosa-dosa pun berguguran secara perlahan. Tarawih dan Witir didirikan, lantunan al-Qur’an dikumandangkan, zakat, shadaqah, infak dan wakaf disalurkan, saat ini diripun kembali kepada fitrahnya, suci bersih bagai secarik kertas tanpa coretan sedikit pun di atasnya. selengkapnya

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Juli 2016 in Uncategorized